Anda di halaman 1dari 36

Kasubdit Surveilans

dr.Elvieda Sariwati, M.Epid

KESIAPSIAGAAN
Direkorat Surveilans dan
KLB POLIO Karantina Kesehatan
Deteksi dan Putuskan Sirkulasi Virus Polio
:
- Perkuat Surveilans AFP (Penemuan Penguatan program imunisasi:
Kasus - Penggantian tOPV ke bOPV
Lumpuh Layuh yang Mendadak)
- Introduksi 1 Dosis IPV
- Laksanakan PIN yang berkualitas
- Laksanakan Surv. Polio Lingkungan
- Capai Cakupan imunisasi rutin polio (OPV
dan IPV) yang tinggi dan merata
- Susun dan Simulasi Pedoman KLB Polio

Eradikasi Polio 2020


Rencanakan kelanjutan pemanfaatan struktur
Amanan virus polio dan sertifikasinya : yang telah dibangun (legacy planning) :

- Amankan stok virus polio - Manfaatkan kegiatan polio ke program lain


- Manfaatkan pengetahuan & pengalaman
- Sertifikasi terakreditasinya virus polio
liar polio
- Manfaatkan aset & infrastruktur yang telah
dibangun
Masih ada POTENSI RISIKO Setelah
Sertifikasi Bebas Polio

Bebas dari VPL


Indigenous

Importasi masih mungkin


VDPV dan VAPP masih mungkin
Ancaman cVDPV1 di Papua Nugini

Dilaporkan adanya cVDPV1 di Papua Nugini 


18 tahun sejak PNG bebas polio

Cakupan imunisasi polio rendah


PETA DAERAH BERISIKO POLIO

*Polio Risk Assessment with WHO Tools Year


2016
Status : HIGH RISK

*Polio Risk Assessment with WHO Tools Year


2017
Status : MEDIUM RISK
38% provinces in Indonesia still
High Risk
Medium Risk
HIGH RISK area for Polio
Low Risk Published 02 October 2018
NP-AFP Rate

0
1
2
3
4
5
Gorontalo 6
DI Yogyakarta

No case/report

NP AFP rate < 1


Jawa Timur
Sulawesi Utara
Kepulauan Riau
Sumatera Selatan
(WEEK 52 2017)

Bengkulu
Sulawesi Tengah

NP AFP rate ≥ 2
Kalimantan Tengah

NP AFP rate 1 - 1,99


Jakarta
Jawa Tengah
INDONESIA
Banten
Kalimantan Selatan

NP-AFP Rate
Aceh
Sumatera Barat
Jawa Barat
Sumatera Utara

Provinsi
Jambi
Bali

Published 02 October 2018


Lampung
Kalimantan Barat
Bangka Belitung
NON POLIO AFP RATE 2017 – (BY PROVINCE)

Kalimantan Timur
Sulawesi Barat
Target NP-AFP Rate
Non Polio AFP Rate (2/100.000)

Nusa Tenggara Timur


Sulawesi Selatan
Papua
Riau
73,5% Provinsi mencapai target indikator

Nusa Tenggara Barat


Maluku
Sulawesi Tenggara
Kalimantan Utara
Papua Barat
Maluku Utara
NP-AFP Rate

0
1
2
3
4
5
Sulawesi Selatan 6
Jawa Tengah

No case/report

NP AFP rate < 1


Jambi
DI Yogyakarta
Sumatera Selatan
Sulawesi Barat
(WEEK 39 2018)

Sulawesi Utara
Nusa Tenggara Timur

NP AFP rate ≥ 2
Kalimantan Barat

NP AFP rate 1 - 1,99


Aceh
Bangka Belitung
Jawa Timur
Kalimantan Tengah
Jakarta

NP-AFP Rate
INDONESIA
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sulawesi Tenggara
Provinsi Kepulauan Riau
Bali

Published 02 October 2018


Bengkulu
Jawa Barat
Kalimantan Timur
NON POLIO AFP RATE 2018 – (BY PROVINCE)

Riau
Nusa Tenggara Barat
Target NP-AFP Rate

Papua
Banten
Kalimantan Utara
• 111 kasus pending belum di follow up

Kalimantan Selatan
• 200 kasus belum terlaporkan ke Pusat

Papua Barat
Gorontalo
Lampung
Sulawesi Tengah
Maluku
Maluku Utara
PETA SILENT DISTRICTS
REGIONAL MALUKU & PAPUA
(Periode 2015 – 2017)

Published 02 October 2018

Hanya menemukan kasus AFP sekali dalam rentang 3 tahun


Tidak menemukan kasus AFP dalam 3 tahun terakhir
TANTANGAN
Belum lapor
CAKUPAN IMUNISASI OPV4 TAHUN 2013 - 2016 Cakupan <80%
Cakupan 80%- <95%
Cakupan ≥95%

2013: 2014:
98,9% 95,5%

2015: 2016:
93,0% 91,7%
TANTANGAN
HASIL NON POLIO AFP RATE DAN ADEKUAT SPESIMEN
Permasalahan :

5 100 • Adanya kasus cVDPV 1 di PNG


89,5 89,6 berbatasan darat dengan Provinsi
4,5 87,7 87,5 90
83,7 83,3
85,6 84,3
86,4
82,8
Papua
4
79,5 79,6
80
• Capaian surveilans non AFP Rate dan %
spesimen adekuat cenderung menurun
3,5 70 semenjak 2014  setelah mdapat

Specimens Adequate
Non Polio AFP Rate

sertifikat bebas polio thn 2014 dan


3 2,75 2,81 2,76 2,77 2,74 60 insentif bagi petugas surveilans dari
2,54 2,63
2,5 2,4
2,29 50 WHO dihentikan thn 2014
2,02 1,98
• Dukungan pembiayaan dari BLN
2 40 (WHO) cenderung menurun (menurun
1,54 dukungan pembiayaan dari global)
1,5 30
• Komitmen Pemda menurun 
1 20 Penganggaran pemerintah daerah utk
surveilans AFP cenderung menurun s/d
0,5 10 tdk ada
• Surveilans aktif penemuan kasus AFP di
0 0
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
RS cenderung menurun
Non Polio AFP Rate Specimens Adequate s/d tdk dilaksanakan
Non Polio AFP Rate Target (2/100000) Specimens Adequate Target (80%)
Linear (Non Polio AFP Rate)
KEBIJAKAN MENCEGAH IMPORTASI POLIO

Bagi orang yang akan melakukan perjalanan ke


negara endemis atau terjangkit polio:
Imunisasi Polio diberikan kepada orang yang belum
mendapat imunisasi dasar lengkap pada bayi atau tidak bisa
menunjukkan catatan imunisasi/buku KIA. Imunisasi
diberikan minimal 14 (empat belas) hari sebelum
keberangkatan, dan dicatatkan dalam sertifikat vaksin
(International Certificate of Vaccination).

Bagi orang yang datang dari negara endemis atau


terjangkit polio atau transit lebih dari 4 minggu di negara
endemis polio:
Orang tersebut harus bisa menunjukkan sertifikat vaksin
Permenkes No. 12 Tahun 2017 (International Certificate of Vaccination) yang masih berlaku
Mengenai Penyelenggaraan Imunisasi sebagai bukti bahwa mereka telah mendapat imunisasi
polio.
SURAT EDARAN PENINGKATAN SURVEILANS AFP DAN IMUNISASI POLIO TERHADAP KASUS
CVDPV1 DARI PAPUA NEW GUINEA
REKOMENDASI ITAGI, KEWASPADAAN TRANSMISI POLIO

Provinsi Papua agar melaksanakan pemberian imunisasi bOPV bagi


anak usia <15 tahun, bersamaan dengan Kampanye Imunisasi MR
Agustus-September 2018
SURAT PEMBERIAN
IMUNISASI POLIO
TAMBAHAN BERSAMAAN
DENGAN KAMPANYE
IMUNISASI MR DI PAPUA
CROSS BORDER MEETING ON VDVP ANTARA RI DAN
PNG,13 SEPTEMBER 2018
UPAYA YANG TELAH & AKAN DILAKUKAN
Telah dilakukan :
1. Pertemuan advokasi dan sosialisasi Dirjen P2P dengan Dinkes Prov, Toma/Toga, Organisasi Profesi, WHO,
UNICEF dan KKP di Jayapura untuk kesiapsiagaan Polio PNG
2. Surat Edaran Dirjen P2P ke Provinsi Papua tentang Peningkatan Surveilans AFP dan Imunisasi Polio
3. Mengintegrasikan imunisasi Polio dengan kampanye MR di Papua
4. Surat Edaran Dirjen P2P kepada seluruh Provinsi terkait peningkatan surveilans AFP dan imunisasi serta
upaya menghadapi munculnya Polio di PNG
5. Pemantauan orang keluar masuk di Lintas Batas Papua,Indonesia-PNG
6. Penyegaran tentang surveilans AFP bagi petugas surveilans Kab/Kota dan RS di Papua dan beberapa
provinsi dengan kinerja surveilans AFP dan PD3I kurang baik
7. Cross Border meeting on VPDs antara RI dan PNG untuk peningkatan surveilans AFP dan imunisasi serta
upaya menghadapi munculnya Polio di PNG
8. Pengambilan dan pemeriksaan sampel lingkungan untuk Polio
9. Permintaan ke Kemlu (Imigrasi) untuk penerapan ICV untuk Polio

Akan dilakukan :
1. Table top exercise penanggulangan KLB Polio di Papua
2. Pertemuan Advokasi Tingkat Tinggi LS (Menteri, Gubernur, Bupati/walikota, DPRD dll)
3. Penambahan site Surveilans Polio Lingkungan
4. Peningkatan surveilans aktif AFP di RS melalui review Rekam Medis / Register pasien
5. Peningkatan jangkauan imunisasi terintegrasi dengan Flying Health Care
Persiapan
TABLE TOP EXERCISE
SIMULASI KLB POLIO
TABLE TOP EXERCISE

Definisi latihan yang menggunakan ‘inject’ yang sudah dipersiapkan sebelumnya sehingga
peserta dapat mempertimbangkan dampak dari kondisi darurat kesehatan
terhadap rencana, prosedur dan kapasitas yang ada.

Maksud Maksud dari TTX adalah untuk memperkuat kesiapan dalam mengelola kondisi
darurat kesehatan melalui diskusi kelompok dengan fasilitator.
TTX dapat digunakan untuk:
 Mengembangkan atau meninjau rencana tanggap darurat
 Membuat peserta memahami peran dan tanggungjawab mereka
 Mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan melalui diskusi terbuka dan
terfasilitasi

Sasaran Staf yang memegang posisi strategis, operasional dan taktis dari berbagai bidang
Peserta fungsional yang diperlukan pada kondisi tanggap darurat, mewakili pemerintah dan
mitra2 pemberi bantuan kemanusiaan
Kerangka Tiga hingga delapan jam bergantung pada tujuannya. 2/3 waktu dipergunakan
waktu untuk latihan, dan 1/3 untuk melakukan debriefing.
latihan
TUJUAN PERTEMUAN
1. Membuat timeline untuk Simulasi TTX KLB Polio
2. Mengidentifikasi rencana pelaksanaan TTX KLB Polio :
 Identifikasi tujuan (goal + objectives) dan scope ttx KLB polio
 Identifikasi tempat pelaksanaan
 Identifikasi Tim ttx : Fasilitator, evaluator, peserta
 Identifikasi bahan dan perangkat pendukung ttx
3. Menyiapkan manual / participant hand book ttx KLB
Polio (scenario + injects + formulir2 alat bantu)
TIMELINE RENCANA KEGIATAN
No Rencana Kegiatan Tanggal Lokasi
1 Rapat persiapan awal ttx 15 Okt R. Dir Surkarkes
2 Rapat Persiapan Pengembangan 25-26 Okt Hotel Cordela
Materi
3 Rapat finalisasi pengembangan 29-30 Okt Hotel Ibis Senen
materi dan expose materi ke
peserta
4 Gladi simulasi TTX polio 5-6 Nop Hotel Erian jln
Wahid Hasyim-
Jakarta
5 Persiapan dan Gladi simulasi TTX 18-21 Nop Hotel Grand Abe
Polio di lokasi Jayapura
6 Adsos 2 Menteri (Menkes&PPA) ke 26 Nop Di kantor Gubernur
Gubernur dan 5 Bupati Perbatasan Papua ( Jayapura)
7 Simulasi TTX Polio 26-28 Nop Di kantor Gubernur
Papua ( jayapura)
IDENTIFIKASI PESERTA RAPAT GLADI TTX POLIO DI JAYAPURA
TGL 18-21 NOVEMBER 2018(DANA KKP JAYAPURA =60
ORANG),
No Instansi Jumlah
1 Biro Perbatasan dan Kerjasama 2
Luar negeri
2 Kantor Konsulat RI di Vanimo di 2
PNG
3 Sekda Prov Papua 1
4 Dinkes Prov Papua 2
5 Dinkes Kota Jayapura 1
6 Kepala Pos Perbatasan Skow 1
7 Administrator BLBDN Skow 2
8 Distrik Muara Tami 2
9 PKM Koya barat 1
10 PKM Skow 1
11 Kantor Imigrasi kls 1 Jayapura 1
12 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 1
IDENTIFIKASI PESERTA RAPAT GLADI TTX POLIO DI JAYAPURA
TGL 18-21 NOVEMBER 2018(DANA KKP JAYAPURA)
No Instansi Jumlah
13 Kantor Karantina Ikan 1
14 Balai karantina Pertanian 1
15 Kopasus wilayah perbatasan RI 1
16 Pos Polisi Perbatasan RI 1
17 Pos Intel Kodam 1
18 Satgas Pamtas RI 1
19 Babinsa Muara Tami 1
20 RSUD DOK II 1
21 RS Marten Indey 1
22 RS Angkatan Laut 1
23 RS Bhayangkara 1
24 RSUD Abepura 1
25 RS Dian Harapan 1
IDENTIFIKASI PESERTA RAPAT GLADI TTX POLIO DI JAYAPURA
TGL 18-21 NOVEMBER 2018(DANA KKP JAYAPURA)
No Instansi Jumlah
26 Balai labkesda Jayapura 1
27 Balitbangkesda 1
28 Dekan FKM Uncen 1
29 Koordinatoer Pasar Perbatasan 1
RI
30 Komandan Angkasa Pura 1
Support
31 Kepala Kampung Skow Mabo 1
32 Kepala Kampung Moso 1
33 Kepala Kampung Skow Yambe 1
34 Korwil KKP Jayapura 5
35 Dinas Kesehatan Kab.Kerom 1
36 PKM Waris 1
37 KKP Jayapura 15
IDENTIFIKASI PESERTA RAPAT GLADI TTX POLIO DI JAYAPURA
TGL 18-21 NOVEMBER 2018(DANA PUSAT)
No Instansi Jumlah
1 Dinkes Prov Jayapura 2
2 IDAI Provinsi 1
3 BBLK Surabaya 1
4 BPBD Prov Papua 1
5 Dinkes Kota Jayapura 1
6 Majelis Rakyat Papua 1
7 PT. AMA 1
8 PT. MAF 1
9 Ketua PKK Provinsi Papua 1
10 IBI Provinsi Papua 1
11 PAEI Prov Papua 1
12 PPNI Prov Papua 1
13 Dinas Perhubungan Prov Papua 1
IDENTIFIKASI PESERTA RAPAT GLADI TTX POLIO DI JAYAPURA
TGL 18-21 NOVEMBER 2018(DANA PUSAT)
No Instansi Jumlah
14 Forum Komunikasi Umat 1
Beragama Prov Papua
15 Ikatan Dokter Indonesia Prov 1
Papua
16 RS DOKKES POLDA 1
17 RS KESDAM 1
IDENTIFIKASI PESERTA TTX POLIO DI JAYAPURA TGL 27 NOVEMBER
2018(DANA PUSAT =78 ORANG),
No Instansi Jumlah
1 Biro Perbatasan dan Kerjasama 2
Luar negeri
2 Kantor Konsulat RI di Vanimo di 2
PNG
3 Sekda Prov Papua 1
4 Dinkes Prov Papua 2
5 Dinkes Kota Jayapura 1
6 Kepala Pos Perbatasan Skow 1
7 Administrator BLBDN Skow 2
8 Distrik Muara Tami 2
9 PKM Koya barat 1
10 PKM Skow 1
11 Kantor Imigrasi kls 1 Jayapura 1
12 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 1
IDENTIFIKASI PESERTA TTX POLIO DI JAYAPURA TGL 27 NOVEMBER
2018(DANA PUSAT =78 ORANG),
No Instansi Jumlah
13 Kantor Karantina Ikan 1
14 Balai karantina Pertanian 1
15 Kopasus wilayah perbatasan RI 1
16 Pos Polisi Perbatasan RI 1
17 Pos Intel Kodam 1
18 Satgas Pamtas RI 1
19 Babinsa Muara Tami 1
20 RSUD DOK II 1
21 RS Marten Indey 1
22 RS Angkatan Laut 1
23 RS Bhayangkara 1
24 RSUD Abepura 1
25 RS Dian Harapan 1
IDENTIFIKASI PESERTA TTX POLIO DI JAYAPURA TGL 27 NOVEMBER
2018(DANA PUSAT =78 ORANG),
No Instansi Jumlah
26 Balai labkesda Jayapura 1
27 Balitbangkesda 1
28 Dekan FKM Uncen 1
29 Koordinatoer Pasar Perbatasan 1
RI
30 Komandan Angkasa Pura 1
Support
31 Kepala Kampung Skow Mabo 1
32 Kepala Kampung Moso 1
33 Kepala Kampung Skow Yambe 1
34 Korwil KKP Jayapura 5
35 Dinas Kesehatan Kab.Kerom 1
36 PKM Waris 1
37 KKP Jayapura 3
No Instansi Jumlah
26 Balai labkesda Jayapura 1
27 Balitbangkesda 1
28 Dekan FKM Uncen 1
29 Koordinatoer Pasar Perbatasan 1
RI
30 Komandan Angkasa Pura 1
Support
31 Kepala Kampung Skow Mabo 1
32 Kepala Kampung Moso 1
33 Kepala Kampung Skow Yambe 1
34 Korwil KKP Jayapura 5
35 Dinas Kesehatan Kab.Kerom 1
36 PKM Waris 1
37 KKP Jayapura 3
IDENTIFIKASI EVALUATOR

No Instansi Jumlah
IDENTIFIKASI FASILITATOR

No Instansi Jumlah
IDENTIFIKASI PENGAMAT/OBSERVER

No Instansi Jumlah
IDENTIFIKASI NOTULEN

No Instansi Jumlah
IDENTIFIKASI TIME KEEPER

No Instansi Jumlah
SEHAT DIMULAI DARI SAYA

TERIMA KASIH

36