Anda di halaman 1dari 27

BIOETIK DALAM KESEHATAN

REPRODUKSI

Oleh
dr. Wahyuridistia Marhenriyanto

Pembimbing
dr. Hj. Desmiwarti, Sp.OG (K)
BAB I
PENDAHULUAN

• Kesehatan reproduksi yaitu suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan


sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau
kecacatan.
• Setiap individu mempunyai hak mengatur jumlah keluarganya, kapan
mempunyai anak dan memperoleh penjelasan yang lengkap tentang
cara-cara kontrasepsi, serta hak untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan reproduksi.
• Perkembangan yang pesat di bidang biologi dan kedokteran membuat
etika kedokteran tidak mampu menampung keseluruhan permasalahan
yang berkaitan dengan kehidupan
• Sejak tiga dekade terakhir telah dikembangkan bioetika atau disebut
juga etika biomedis
• Dalam masalah kesehatan reproduksi hal yang sering menjadi
permasalahan terkait dengan etika dan hukum kesehatan yaitu : aborsi,
teknologi reproduksi buatan dan keluarga berencana.
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

• Pengertian Bioetika
Bios  Kehidupan
Ethos  Norma-norma atau nilai moral
• Konsil Kedokteran Indonesia menetapkan bahwa praktik kedokteran
Indonesia mengacu kepada 4 kaidah dasar moral / kaidah dasar etika
kedokteran atau bioetika, yaitu :
• Beneficence
• Non - Maleficence
• Justice
• Autonomi
1. Beneficence
Poin utama : perlakuan terbaik kepada pasien
• Peran dokter untuk menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada
pasien mengambil langkah positif untuk memaksimalisasi akibat baik
daripada hal yang buruk.

2. Non – Malficence
• Suatu prinsip dimana seorang dokter tidak melakukan perbuatan yang
memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil
resikonya bagi pasien yang dirawat atau diobati ; do no harm!
3. Autonomi
• Autonomi bermaksud menghendaki, menyetujui,
membenarkan, membela, dan membiarkan pasien demi dirinya
sendiri
• Seorang dokter wajib menghormati martabat dan hak
manusia
KESEHATAN REPRODUKSI

• International Conference on Population and Development, ICPD di


Kairo, Mesir tahun 1994 dan di New York tahun 2000 telah
disepakati definisi kesehatan reproduksi yaitu: suatu keadaan
sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata
bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan
dengan sistem
Ruang lingkup kesehatan reproduksi secara luas meliputi (Djaja S, 2002):
• Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
• Keluarga berencana
• Pencegahan dan penanggulangan infeksi saluran reproduksi (ISR),
termasuk penyakit menular seksual (PMS)-HIV/AIDS
• Pencegahan dan Penanggulangan Komplikasi Aborsi
• Kesehatan Reproduksi Remaja
• Pencegahan dan Penanganan Infertilitas
• Kanker pada Usia Lanjut dan Osteoporosis
• Berbagai aspek kesehatan reproduksi lainnya, misalnya kanker leher
rahim dll.
ABORSI

Definisi aborsi terbatas pada terminasi kehamilan sebelum 20 minggu,


didasarkan pada tanggal hari pertama haid normal terakhir.

Legal: a.provocatus
Ilegal: a. provocatus criminalis medicinalis
• Abortus legal buatan dilakukan dengan cara tindakan operatif
(paling sering dengan cara kuretase, aspirasi vakum) atau dengan
cara medikal.
• Aborsi ilegal / abortus tidak aman merupakan ancaman bagi
kesehatan dan hidup wanita. Tindakan konkrit pemecahan masalah
aborsi tidak aman merupakan bagian upaya peningkatan kualitas
kesehatan reproduksi di Indonesia dan pemenuhan hak reproduksi
wanita.
• Di Indonesia: sekitar 1,5-2 juta aborsi tidak aman setiap tahunnya
dan kontribusi angka kematian ibu (AKI) sebab aborsi tidak aman
adalah 11,1%.
• Dalam beberapa tahun terakhir ini diperkenalkan program aborsi
berbasis konseling dengan tujuan menyelenggarakan aborsi yang
aman sesuai standar setelah pasien mendapat konseling dengan
baik.
KONTRASEPSI
• Visi program keluarga berencana (KB) nasional: mewujudkan
keluarga yang berkualitas tahun 2015
• Program KB Nasional merupakan salah satu program dalam rangka
menekan laju pertumbuhan penduduk
• Salah satu pokok dalam program KB Nasional: menghimpun dan
mengajak segenap potensi masyarakat berpartisipasi aktif dalam
melembagakan dan membudayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera
• Cara yang digunakan untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera yaitu mengatur jarak kelahiran anak dengan
menggunakan alat kontrasepsi
• Berbagai program kontrasepsi telah ditawarkan dalam program KB di
Indonesia; sistem kalender, barier, hormonal (pil, suntikan, susuk KB),
alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), dan kontrasepsi mantap
(KONTAP).
TEKNOLOGI REPRODUKSI
BUATAN

• Pengertian Inseminasi Buatan (Bayi Tabung)


• Kata inseminasi berasal dari “insemination” artinya pembuahan atau
penghamilan secara teknologi, bukan secara alamiah
• Bayi tabung adalah suatu teknologi reproduksi berupa teknik
pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita
• Mulanya bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak
mungkin memiliki keturunan secara alamiah (tuba falopi istri mengalami
kerusakan permanen). Kemudian mulai ada perkembangan, program ini
diterapkan pada yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang
menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.
BAYI TABUNG DARI ASPEK ETIK, MEDIS,
SOSIAL, DAN HUKUM

• Aspek etik (moral)


• Jika dilihat dari sudut pandang etika, kasus inseminasi buatan (bayi
tabung) sangat terlihat ketidaksesuainnya dengan budaya ketimuran,
khususnya Indonesia sendiri.
• Sebagian agamawan menolak Fertilisasi invitro pada manusia, sebab
mereka berasumsi bahwa kegiatan tersebut termasuk Intervensi
terhadap “karya Illahi”.
• Aspek medis
• Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan perundang-
undangan No.23/1992 tentang Kesehatan
• Pada pasal 16 disebutkan, hasil pembuahan sperma dan sel telur
di luar cara alami dari suami atau istri yang bersangkutan harus
ditanamkan dalam rahim istri dari mana sel telur itu berasal
• Aspek sosial
• Jika dari sudut pandang sosial, ini akan berdampak pada sang anak.
Posisi anak akan menjadi tidak jelas di mata masyarakat.
• Akan ada pandangan negatif dari masyarakat terhadap si wanita,
karena akan dianggap mempunyai anak tanpa suami atau punya
anak diluar nikah. Si anak pun akan dipandang menjadi seseorang
yang berbeda dan dikecilkan oleh masyarakat.
• Aspek hukum
Adapun hukum-hukum yang mengatur mengenai bayi tabung
sebagai berikut :
• Ketentuan program bayi tabung di Indonesia
Undang-Undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Teknologi Reproduksi Buatan
Penetapan seorang anak sebagai anak sah adalah berdasar pada
pasal 42 Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang
perkawinan
Anak hasil bayi tabung dalam hukum waris termasuk kedalam ahli
waris golongan I yang diatur dalam pasal 852 KUH Perdata
• Pandangan hukum medis
UU Kesehatan no. 36 tahun 2009, pasal 127: upaya kehamilan di
luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri
yang sah dengan ketentuan :
• Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang
bersangkutan ditanam dalam rahim istri dari mana ovum itu
berasal.
• Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu.
• Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.
UNDANG-UNDANG BAYI TABUNG

Undang-undang Bayi Tabung


Salah satu aturan tentang bayi tabung terdapat dalam pasal 16 UU No. 23
Tahun 1992 tentang kesehatan yang berbunyi

Ayat 1
Kehamilan di luar cara alami dapat dilaksanakan sebagai upaya terakhir
untuk membantu suami istri mendapat keturunan
Ayat 2
Upaya kehamilan di luar cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat
1 hanya dapat dilaksanakan oleh pasangan suami istri yang sah,
dengan ketentuan :
1.Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang
bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum itu
berasal.
2.Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu.
3.Ada sarana kesehatan tertentu
Ayat 3
Ketentuan mengenai persyaratan penyelenggaraan kehamilan diluar
cara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2)
ditentukan dengan PP
PANDANGAN NEGARA ISLAM TENTANG BAYI
TABUNG

Lokakarya yang dibuat The International Islamic Center for Population studies
and Research di Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir November 2000,
membuat beberapa pernyataan :
a. Fertilisasi in Vitro diperbolehkan, kecuali menggunakan sperma, ovum, atau
embrio yang berasal dari donor
b. Pre-Implantation Genetic Diagnosis (PGD) diperbolehkan untuk alasan
medik, untuk menghindari penyakit keturunan, dan penyakit tertentu
c. Penelitian-penelitian untuk pematangan folikel (folikel maturation),
pematangan oosit invitro ( in vitro maturation of oosit), dan pertumbuhan
oosit in vitro (in vitro growth of oosit) diperbolehkan
d. Implantasi embrio pada suami yang sudah meninggal, belum
mempunyai keputusan tetap
e. IVF pada wanita pasca-menopause, dilarang; karena mempunyai resiko
yang tinggi pada kesehatan ibu dan bayinya
f. Transplantasi uterus masih dalam pertimbangan; diperbolehkan untuk
mengadakan penelitian pada binatang
g. Penggunaan sel tunas (stem cells) untuk tujuan pengobatan, (therapeutik
cloning) masih di dalam perdebatan, diminta untuk dapat disetujui
h. Reproductive Cloning, atau duplikasi manusia, dilarang, tidak
diperbolehkan
BAB III
KESIMPULAN

• Praktik kedokteran Indonesia mengacu kepada 4 kaidah dasar moral


(kaidah dasar etika kedokteran atau bioetika,), yaitu: Beneficence, Non -
Maleficence, Justice,Autonomi
• Dari berbagai aspek kesehatan reproduksi, hal yang sering menjadi
masalah terkait dengan etika dan hukum kesehatan yaitu masalah aborsi,
teknologi reproduksi buatan dan keluarga berencana
• Abortus buatan dapat bersifat legal (abortus provocatus medicinalis/
terapeuticus) yang dilakukan berdasarkan indikasi medik. Abortus buatan
ilegal (abortus provocatus criminalis) adalah abortus yang dilakukan
berdasarkan indikasi non medik
• Visi program keluarga berencana nasional telah di ubah mewujudkan
keluarga yang berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalah
keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang
ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis
• Pelaksanaan bayi tabung tersebut diatur dalam Undang-Undang nomor
23 tahun 1992 tentang kesehatan dan dalam Peraturan Menteri
Kesehatan nomor 73 tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Pelayanan
Teknologi Reproduksi Buatan