Anda di halaman 1dari 24

Organisme Pantai dan Estuari

Biologi Kelautan
Estuaria ???
• Tempat pertemuan antara air tawar dan
air laut.
• Daerah perairan pesisir yang setengah
tertutup, mempunyai hubungan yang
bebas dengan laut lepas, di dalam mana
air laut bercampur dengan air tawar
dari daratan.
Tipe Estuaria
Berdasarkan geomorfologi:
1. Estuaria dataran pesisir (coastal plain estuary): estuaria yang terbentuk
pada akhir jaman es dimana permukaan laut naik dan menggenangi
lembah sungai di pantai.
2. Estuaria tektonik: laut menggenangi daratan karena turunnya
permukaan daratan.
3. Teluk semi tertutup (semi-enclosed bays or bar-built estuary): beting
pasir terbentuk sejajar dengan garis pantai dan sebagian memisahkan
perairan di belakangnya dari laut.
4. Fjord: lembah yang telah diperdalam oleh kegiatan glasier dan
kemudian digenangi air laut.
Tipe Estuaria
Berdasarkan gradien
salinitas yang
terbentuk:
A. Estuaria berstratifikasi
tinggi (highly stratified
estuary)
B. Estuaria berstratifikasi
sebagian (moderately
stratified estuary)
C. Estuary homogen secara
vertikal (vertically
homogenous estuary)
• Salinitas
Sifat Fisik Salinitas di estuaria lebih bervariasi yang
Estuaria bergantung pada musim, jumlah air tawar,
topografi estuaria, dan pasang surut.
Sifat Fisik Estuaria
• Suhu
Suhu air di estuaria lebih bervariasi daripada perairan pantai di dekatnya
disebabkan:
- Volume air lebih kecil dengan luas permukaan yang lebih besar
(lebih cepat panas dan dingin).
- Adanya masukan air tawar
(suhu air tawar dipengaruhi perubahan suhu musiman).
• Ombak
Estuaria relatif lebih tenang (pengaruh ombak minimal) disebabkan:
- Luas permukaan lebih kecil (estuaria dikelilingi oleh daratan pada
tiga sisi) sehingga luas perairan yang di atasnya angin dapat bertiup
untuk menciptakan ombak adalah minimal (dibandingkan lautan).
- Mulut estuaria yang sempit dengan dasar yang dangkal
menghilangkan pengaruh ombak dari laut secara cepat.
Sifat Fisik Estuaria
• Arus
Terutama dipengaruhi oleh pasang surut dan aliran sungai, jadi terbatas
pada saluran masuk di hilir (mulut estuaria) dan di hulu (saluran air tawar).
• Kekeruhan
Kekeruhan minimum di dekat mulut estuaria, karena sepenuhnya air laut,
dan makin meningkat bila menjauh ke arah hulu. Kekeruhan tertinggi
terjadi pada saat aliran sungai maksimum.
• Oksigen
Persediaan oksigen di kolom air cukup karena adanya masukan air tawar
dan air laut yang teratur, dengan kedangkalannya terjadi pengadukan, dan
percampuran oleh angin.
Oksigen sangat berkurang di dalam substrat karena tingginya kandungan
bahan organik dan populasi bakteri di sedimen.
Sifat Fisik Estuaria
• Substrat
- Didominasi substrat lumpur, dibawa ke dalam estuaria baik oleh air
tawar maupun air laut.

Lumpur dari sungai + ion-ion air laut ---- partikel lumpur menggumpal ---
partikel yang lebih besar dan berat ---- mengendap membentuk dasar lumpur.

Material tersuspensi dari laut masuk ke estuari yang gerakan airnya lebih
tenang ---- mengendap membentuk dasar lumpur atau pasir.

- Proses pengendapan (sedimentasi) bergantung pada arus


(arus kuat, substrat kasar; arus lemah, substrat halus) dan ukuran
partikel (partikel besar lebih cepat mengendap daripada partikel kecil).
Komposisi Fauna
• Ada 3 komponen utama yang menetap di estuaria:
- Fauna air tawar (sangat sedikit yang berada pada >5 ppt) o/oo
- Fauna air payau atau estuarine (umumnya pada 5 – 20 ppt)
- Fauna lautan (komposisi terbesar):
1. Stenohalin: * tipe yang tidak mampu atau mempunyai kemampuan
terbatas dalam mentolerir perubahan salinitas
* terbatas pada mulut estuaria (salinitas ± 30 ppt)
* jenis sama dengan di laut terbuka
2. Euryhalin: * tipe yang mampu mentolerir perubahan salinitas
yang besar (penurunan salinitas di bawah 30 ppt)
* dapat menembus sampai ke hulu estuaria (kebanyakan
sampai 15 ppt dan beberapa sampai 3 ppt; contoh
Carcinus maenas)
Fauna estuarine:
Tidak terdapat pada air
tawar maupun
sepenuhnya air laut,
contoh:
- Polychaeta (Nereis
diversicolor)
- Tiram (Crassostrea,
Ostrea)
- Kerang (Scrobicularia
plana, Macoma balthica,
Rangia flexuosa)
- Siput kecil (Hydrobia)
- Udang (Palaemonetes)
Komponen peralihan fauna estuaria:
• Migratory spesies: jenis yang bermigrasi melewati estuaria dalam
perjalanannya menuju daerah pemijahan baik di air tawar maupun
di air laut.
Contoh: ikan salem (Salmo, Oncorhynchus) dan
belut laut (Anguilla).
• Jenis yang hanya menghabiskan sebagian daur hidupnya di estuaria
(menggunakan estuaria sebagai daerah asuhan/ nursery ground).
Contoh: udang-udang Penaeidae (Penaeus satiferus,
P. aztecus, P. duorarum)
• Jenis yang datang ke estuaria hanya untuk mencari makan
(menggunakan estuaria sebagai feeding ground).
Contoh: berbagai burung dan ikan.
Mengapa spesies estuaria sedikit???
• Fluktuasi kondisi lingkungan yang besar,
terutama salinitas.
• Estuaria belum cukup lama terbentuk dari segi waktu
geologi untuk memungkinkan pembentukan fauna secara
sempurna.
• Keragaman topografi daerah estuaria sangat sedikit
(didominasi oleh hamparan lumpur); relung ekologi sedikit.
Vegetasi Estuaria
Miskin flora disebabkan oleh:
• Dominasi hamparan lumpur tidak sesuai untuk perlekatan makroalga.
• Perairan yang keruh membatasi penetrasi cahaya (membatasi
pertumbuhan fitoplankton).

- Daerah hilir, di bawah tingkat pasang turun rata-rata, terdapat lamun


(Zostera, Thalassia, Cymodocea).
- Hamparan lumpur estuaria secara umum banyak mengandung diatom
bentik (bersifat motil dan melakukan migrasi vertikal tergantung
penyinaran) dan bakteri.
- Pada perairan estuaria yang sangat keruh, vegetasi dominan dalam artian
biomassa adalah tumbuhan mencuat yang memagari estuaria; untuk
daerah tropik adalah hutan bakau.
- Dataran lumpur
intertidal ditumbuhi
sejumlah spesies alga
hijau meliputi Ulva,
Enteromorpha,
Chaetomorpha, dan
Cladophora.
Produktivitas Estuaria
• Produktivitas primer estuaria terletak pada fitoplankton,
diatom bentik, rumput-rumputan laut (lamun), dan berbagai
kelekap.
• Akan tetapi produktivitas di atas tidak sebanding dengan
keberadaan bahan organik yang melimpah di estuaria, yang
terutama berasal dari:
- hutan bakau di sekitarnya
- daratan lewat aliran sungai
• Sumber bahan organik : allochtonous dan autochtonous.
Jaringan Makanan di Estuaria
Rantai Makanan

Pada ekosistem estuaria dikenal 3 (tiga ) tipe


rantai makanan yang didefinisikan berdasarkan
bentuk makanan atau bagaimana makanan tersebut
dikonsumsi : grazing, detritus dan osmotik. Fauna di
estuaria, seperti udang, kepiting, kerang, ikan, dan
berbagai jenis cacing berproduksi dan saling terkait
melalui suatu rantai dan jaring makanan yang
kompleks.
Lanjutan

Detritus membentuk substrat untuk


pertumbuhan bakteri dan algae yang kemudian
menjadi sumber makanan penting bagi organisme
pemakan suspensi dan detritus. Suatu penumpukan
bahan makanan yang dimanfaatkan oleh organisme
estuaria merupakan produksi bersih dari detritus ini.
TERIMA KASIH