Anda di halaman 1dari 49

Laporan Kasus

Pain in Genu etcausaOsteoarthritis Genu


Dextra
Disusun Oleh :
Angga Widianto
Anugerawan
Deodatus Moa
Kaida I. Setyarini

Pembimbing :
dr. Rini Lestari Ansanay Sp.KFR
dr. Octaviany Hidemi Sp.KFR
PENDAHULUAN
BAB I
Pendahuluan

• Osteoartritis merupakan penyakit


penyakit sendi degeneratif yang belum
 Osteoartritis (OA) dari bahasa
diketahui secara pasti penyebabnya,
Yunani yaitu osteo yang berarti ditandai dengan kerusakan rawan sendi
tulang, arthro yang berarti sendi
dan tulang subkondral secara bertingkat
• Osteoartritis dapat menghambat atau
dan itis yang berarti inflamasi.
menganggu aktifitas sehari-hari bahkan
dapat menimbulkan kecacatan fisik bagi
penderitanya
TINJAUAN
PUSTAKA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
 2.1. Definisi :
Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi
kronis (jangka lama) dimana terjadi proses
pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi
yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang
rawan baru pada sendi sehingga fungsi sendi
berkurang bahkan sampai hilang
2.2 Anatomi
 Tulang pembentuk sendi lutut :
Sendi lutut dibentuk oleh tulang femur, tulang tibia fibula
dan tulang patella

Gambar 1. Anatomi sendi lutut normal


 Gambar 2. Anatomi sendi lutut Normal dan
OA
2.3. Epidemiologi
 Osteoartritis merupakan penyakit sendi pada

orang dewasa yang paling umum ditemukan di dunia

 Satu dari tiga orang dewasa memiliki tanda-tanda

radiologis terhadap osteoartritis dan OA pada lutut

merupakan tipe OA yang paling sering dijumpai

 Penelitian epidemiologi menemukan bahwa

kelompok umur 60-64 tahun sebanyak 22%


2.4. Etiologi
 Sampai saat belum diketahui dengan pasti
penyebab dari osteoartritis, tetapi ada beberapa
faktor resiko OA :
A. Usia
 Biasanya mengenai usia dewasa muda hingga
lansia, tetapi sering pada usia lebih dari 50 tahun
B.Jenis Kelamin
 Prevalensi osteoartritis lebih meningkat pada jenis
kelamin wanita dibanding dengan pria, 3,2% : 3%
C. Faktor Herediter
 Pada seorang ibu dengan osteoartritis pada sendi
lutut, maka kemungkinan anaknya berpeluang 3
kali lebih sering untuk terkena penyakit yang sama
D. Obesitas
 Selama berjalan, setengah berat badan
bertumpu pada sendi lutut oleh karena itu
peningkatan berat badan akan melipat
gandakan beban sendi lutut saat berjalan
E.Trauma, Pekerjaan dan Olahraga
 Cedera sendi pinggul akan menimbulkan
perubahan retikular pada sendi sehingga
berdampak pada kejadian OA
 Selain itu pekerjaan yang berat akan menjadi
penentu beratnya osteoartritis yang dialami
2.5. Manifestasi Klinis

 Nyeri pada sendi yang terkena terutama sewaktu bergerak, timbul secara

perlahan-lahan, mula-mula terasa kaku, yang berkurang dengan istirahat

 Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, pembengkakan

sendi dan perubahan gaya berjalan

 Tanda-tanda peradangan pada sendi terdiri dari nyeri tekan, gangguan

gerak, rasa hangat dan kemerahan

 Lebih lanjut terdapat pembengkakan sendi dan krepitasi tulang


2.7. Diagnosis

 Diagnosis pada osteoartritis didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik

serta pemeriksaan penunjang

 Pada anamnesis akan didapatkan gejala-gejala yang sudah berlangsung

lama, tetapi berkembang secara perlahan-lahan

 Gejala utama adalah nyeri pada sendi yang terkena, terutama pada waktu

bergerak, terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan

istirahat, hambatan pada gerak sendi (+)


Tes-Tes Provokasi yang Dapat dilakukan Untuk
Memeriksa Sendi Lutut

1. Tes McMurray :

Tes ini merupakan tindakan pemeriksaan untuk mengungkapkan


lesi meniskus. Pada tes ini :

- Penderita berbaring terlentang,

- Satu tangan pemeriksa memegang tumit penderita dan tangan


lainnya memegang lutut.

- Tungkai kemudian ditekuk pada sendi lutut. Tungkai bawah


eksorotasi/ endorotasi dan secara perlahan-lahan diekstensikan

- Kalau terdengar bunyi “klek‟ atau teraba sewaktu lutut diluruskan,


maka meniskus medial atau bagian posteriornya yang mungkin
terobek.
2. Anterior Drawer Test

 Suatu tes untuk mendeteksi ruptur pada


ligamen cruciatum lutut

 Penderita harus dalam posisi terlentang


dengan panggul fleksi 45˚

 Lutut fleksi dan kedua kaki sejajar

 Posisi pemeriksa di depan kaki penderita

 Jika terdorong lebih dari normal, artinya tes


drawer positif
3. Posterior DrawerTest

 Posterior Drawer Testsama halnya

dengan Anterior Drawer Test, hanya

saja menggenggam tibia kemudian

didorong kearah belakang


4.Lachman Test :

 Test Lachman dikelola dengan :

- Meletakkan lutut pada posisi fleksi kira-kira

dalam sudut 300, dengan tungkai diputar secara

eksternal

- Satu tangan dari pemeriksaan menstabilkan

tungkai bawah dengan memegang bagian akhir

atau ujung distal dari tungkai atas, dan tangan

yang lain memegang bagian proksimal dari

tulang tibia, kemudian usahakan untuk

digerakkan ke arah anterior


5. Apley Compresion Test

 Tes ini dilakukan untuk menentukan nyeri lutut yang


disebabkan oleh robeknya meniskus

 Penderita dalam posisi berbaring tengkurap lalu


tungkai bawah ditekukkan pada sendi lutut kemudian
dilakukan penekanan pada tumit pasien

 Penekanan dilanjutkan sambil memutar tungkai ke


arah dalam dan luar

 Apabila pasien merasakan nyeri di samping medial


atau lateral garis persendian lutut maka lesi pada
meniskus medial dan lateral sangat mungkin ada
6. Apley Distraction Test
 Tes ini dilakukan untuk membedakan lesi
meniskal atau ligamental pada persendian lutut
 Tindakan pemeriksaan ini merupakan
kelanjutan dari Appley ComppresionTest
 Lakukan distraksi pada sendi lutut sambil
memutar tungkai bawah keluar dan kedalam
dan lakukan fiksasi
 Apabila pada distraksi eksorotasi dan endorotasi
itu terdapat nyeri maka hal tersebut disebabkan
oleh lesi di ligamen
2.8. Penatalaksanaan

Tujuan penatalaksanaan osteoartritis adalah:

 Menghilangkan rasa nyeri

 Mengurangi disabilitas

 Memperbaiki fungsi sendi yang terkena

 Menghambat progresifitas

 Penatalaksanaan OA terdiri dari pengobatan/medikamentosa yang terdiri

dari analgesik dan anti inflamasi (sering digunakan NSAID) dan program

rehabilitasi medik
 Program rehabilitasi medik yang sering dilakukan pada OA
dapat berupa:
a. Terapi panas superfisial
b. Terapi dingin
c. Terapi listrik
d. Hidroterapi
e. Latihan penguatan otot
f. Ortotik Prostetik
g. Terapi okupasi
h. Psikologi
LAPORAN
KASUS
DATA
DATA DATA
DATA PROFIL
PROFIL ANALISIS
ANALISIS
IDENTITAS ANAMNESA
DIAGNOSIS
KLINIS
KLINIS PENUNJANG
PENUNJANG TERAPI
TERAPI KASUS
KASUS
REFERENSI

PASIEN

Data Pasien
Nama : Ny. R M
Tanggal Lahir : 6-10-1962 ANAMNESA
Umur : 56
No. RM : 210886
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kayu Batu
Agama : Kristen
Suku : Papua Keluhan Utama
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Nyeri pada lutut kanan
Tanggal Pemeriksaan : 5-11-2018
IDENTITAS DATA DATA PROFIL ANALISIS
REFERENSI
PASIEN KLINIS PENUNJANG TERAPI KASUS
ANAMNESA

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang kepoli rehab medik dikonsulkan dari poli anestesi dengan keluhan nyeri lutut sebelah
kanan, nyeri dirasakan sejak ± 1 tahun, dan memberat sejak 2 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan
memberat saat beraktivitas kadang dan saat diistrahatkan nyeri berkurang. Ketika cuaca dingin
dirasakan tambah nyeri Kalau pas nyeri pasien susah berjalan. Nyeri yang dirasakan kadang sampe
buat kaki kaku susah digerakkan apalagi pas pagi hari. Kaki sebelah kanan dirasakan bengkak. Pasien
pernah ke poli nyeri untuk di sunti pada lututnya. Pasien pernah terpleset sehingga kaki luka lecet.
Dikeluarga pasien tidak ada yang mengalami penyakit seperti pasien.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


- Riwayat Tekanan darah tinggi tidak ada
- Riwayat trauma ada (tahun 2015)
- Riwayat Kencing manis tidak ada
- Riwayat Penyakit Jantung tidak ada
- Riwayat Asma tidak ada
- Riwayat Pengobatan Paru tidak ada
IDENTITAS DATA DATA PROFIL ANALISIS
REFERENSI
PASIEN KLINIS PENUNJANG TERAPI KASUS
ANAMNESA
Riwayat

Riwayat Penyakit Keluarga


Hanya penderita yang sakit seperti ini.

Riwayat Kebiasaan
Penderita merupakan ibu rumah tangga, perkerjaan sehari-hari berupa menyapu, memasak (berdiri lama)
dan mencuci. Penderita juga sering berbelanja di pasar dengan berjalan kaki dan membawa keranjang belanja yang
cukup berat.

Riwayat Sosisal Ekonomi


Penderita tinggal di rumah dengan suami di rumah berlantai satu, jumlah kamar 2 dengan toilet jongkok.
Sumber air adalah sumur bor atau pompa.

Riwayat Psikologis
Penderita merasa cemas dengan penyakit yang di derita karena penderita takut penyakitnya bertambah
parah, tidak dapat disembuhkan dan memperhambat perkerjaan sehari-hari.
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

Kesadaran : Composmentis
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang
PEMERIKSAAN FISIK Tekanan Darah : 130/90mmHg
Nadi : 78 x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu : 36,6oC
SpO2 : 99%
Berat Badan : 70kg
Tinggi Badan : 156 cm
BMI : 28,76 ( overweight)
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

Kepala
 Ukuran : normocephal

STATUS GENERALIS  Simetris muka : Simetris kiri dan kanan

 Deformitas : Tidak ada

 Rambut : Hitam, ikal, pendek


Mata
 Eksoptalmus/Enoptalmus : tidak ada
 Kelopak mata : Edema palpebral (-)
 Konjungtiva : Anemis -/-
 Sklera : Ikterus (-/-)
 Kornea : Jernih
 Pupil : Bulat, isokor, reflex
cahaya (+)
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

Telinga
Pendengaran : Dalam batas normal
Nyeri tekan di prosesus mastoideus : tidak ada
STATUS GENERALIS

Hidung
Perdarahan : tidak ada
Sekret : tidak ada
Mulut
 Oral candidiasis : tidak ada
 Tonsil : T1 – T1, hiperemis (-)
 Faring : Hiperemis (-)
Leher
 Kelenjar getah bening : Tidak ada pembesaran
 JVP : 5+-2cm (normal)
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

Thoraks
Inspeksi
 Bentuk : Normochest, simetris kiri dan kanan, spider nevi (-)
 Pembuluh darah : Tidak ada kelainan
STATUS GENERALIS
 Buah dada : Ginekomasti (-)
 Sela iga : Dalam batas normal
 Lain-lain : (-)
Paru
 Palpasi : Fremitus raba simetris kiri = kanan, nyeri tekan (-)
 Perkusi : Batas paru hepar ICS VI kanan
Batas paru belakang kanan ICS IX
Batas paru belakang kiri ICS X
 Auskultasi : Bunyi pernapasan vesikuler
Ronchi -/-, Wheezing -/-
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

Abdomen
Inspeksi : cembung, ikut gerak napas, caput medusa (-), spider
nevi (-)
STATUS GENERALIS Palpasi : Nyeri tekan (-), Hepar/Lien: Tidak teraba
Perkusi : Timpani, ascites (-).
Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal
.

Genitalia
Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas
 Superior : Akral hangat
 Edema : -/-
 Eritem Palmaris : (-)
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

STATUS LOKALIS

REGIO GENU

Inspeksi : Deformitas ( -/- ) , kemerahan ( +/ -), atrofi ( -/+),


edema (+/ -)
Palpasi : Teraba hangat ( +/- ), Krepitasi ( +/ +)
Movement : Nyeri gerak ( +/+ )
IDENTITAS DATA PROFIL ANALISIS
ANAMNESA REFERENSI
PASIEN PENUNJANG TERAPI KASUS
DATA KLINIS

STATUS LOKALIS

Pengukuran massa otot


Resume

Seorang wanita 56 th, keluhan nyeri pada lutut kanan sejak


kurang lebih 1tahun yang lalu dan bertambah berat sejak 2
minggu terakhir. Nyeri dirasakan hilang timbul, timbul saat
berganti posisi (dari duduk ke berdiri dan sari berdiri ke
duduk) atau saat duduk dan berdiri terlalu lama. Nyeri
berkurang bila pasien beristirahat. Terdapat kaku pada pagi
hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema dan nyeri
gerak pada genu dextra. Terdapat pula keterbatsan LGS
genu (fleksi- ekstensi genu dextra : 0-110º ; sinistra: 0-110º).
Visual Analogue Scale dextra 6, sinistra 4.
DIAGNOSIS KERJA
Diagnosa klinik
: Osteoartritis
genu dextra

Diagnosa Etiologi
:
Degeneratif

Diagnosa Topis : Kartilago genu dextra

Impairment : Nyeri lutut kanan


Keterbatasan lingkup gerak sendi
Disabilitas : Gangguan aktifitas kehidupan sehari-hari
Handicap: tidak ada
IDENTITAS DATA ANALISIS
ANAMNESA DATA KLINIS REFERENSI
PASIEN PENUNJANG KASUS
TERAPI

a. Fisioterapi
Evaluasi :
 Nyeri regio genu dekstra VAS genu dekstra 6
 Keterbatasan LGS genu dekstra
 Gangguan AKS seperti berdiri lama, duduk lama,
PROGRAM
perpindahan posisi dari duduk ke berdiri dan dari berdiri
ke duduk
Program :
 Terapi dingin pada genu dekstra
 Ultasound regio genu sinistra
 Latihan LGS aktif genu bilateral sesuai toleransi pasien
 Stretching musculus quadriceps dan hamstring
 Strengthening musculus quadriceps dan hamstring dengan
menggunakan sepeda statis
IDENTITAS DATA ANALISIS
ANAMNESA DATA KLINIS REFERENSI
PASIEN PENUNJANG KASUS
TERAPI

a. Okupasi Terapi :

Evaluasi :
Nyeri regio genu dekstra, VAS genu dekstra 6 dan
sinistra 4
PROGRAM Gangguan AKS seperti berdiri lama, duduk lama,
perpindahan posisi dari duduk ke berdiri dan dari berdiri
ke duduk, kesulitan dalam toileting.
Program :
Latihan atau edukasi melaksanakan aktivitas kehidupan
sehari-hari dengan prinsip mengurangi beban pada
sendi lutut (joint protection).
IDENTITAS DATA ANALISIS
ANAMNESA DATA KLINIS REFERENSI
PASIEN PENUNJANG KASUS
TERAPI

Ortotik Prostetik
Evaluasi :
Nyeri regio genu dekstra dan sinistra, VAS genu
PROGRAM dekstra 6 dan sinistra 4
Gangguan AKS seperti berdiri lama, duduk
lama, perpindahan posisi dari duduk ke berdiri
dan dari berdiri ke duduk, kesulitan dalam
toileting.
Deformitas (-) tetapi terdapat masalah obesitas
Program :
Rencana pemakaian Knee Brace, lutut kiri dan kanan
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS

PROGNOSIS

 Ad vitam : dubia ad bonam


 Ad fungsional : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia ad bonam
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS

PEMBAHASAN
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS

TEORI OSTEOARTHRITIS TEORI

 Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan


sendi kronis (jangka lama) dimana terjadi  beberapa faktor resiko yang berhubungan
proses pelemahan dan disintegrasi dari dengan penyakit osteoartritis antara lain
tulang rawan sendi yang disertai dengan usia, jenis kelamin dimana wanita lebih
pertumbuhan tulang dan tulang rawan sering terkena ketimbang pria, faktor
baru pada sendi sehingga fungsi sendi herediter, obesitas, riwayat trauma, beban
berkurang bahkan sampai hilang. pekerjaan dan olahraga yang terlalu berat.
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS
The American College of Rheumatology menyusun kriteria diagnosis OA lutut
idiopatik berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiologi sebagai berikut:

Klinis dan Laboratorium Klinis dan radiologi Klinis


Nyeri lutut + minimal 5 dari Nyeri lutut + minimal 1 dari Nyeri lutut + minimal 3 dari
9 berikut : 3 berikut: 6 berikut :
 Umur > 50 tahun  umur> 50 tahun  umur> 50 tahun
 stiffness < 30 menit  stiffness < 30 menit  stiffness < 30 menit
TEORI  krepitasi  krepitasi + osteofit  krepitasi
 nyeri pada tulang  nyeri pada tulang
 pelebaran tulang  pelebaran tulang
 tidak hangat pada  tidak hangat pada
perabaan perabaan
 LED < 40mm/jam
 Rheumatoid factor
<1:40
 Cairan sinovial : jernih,
viscous, leukosit
<2000/mm3
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS

KASUS
 Nyeri dirasakan berkurang bila pasien
beristirahat. Terdapat kaku pada pagi hari.
Pasien merupakan seorang wanita berumur 56
Penderita merupakan ibu rumah tangga,
tahun, datang dengan keluhan nyeri pada lutut
perkerjaan sehari-hari berupa menyapu,
kanan sejak kurang lebih 1tahun yang lalu dan
memasak (berdiri lama) dan mencuci. Penderita
bertambah berat sejak 2 minggu terakhir. Nyeri
juga sering berbelanja di pasar dengan berjalan
dirasakan hilang timbul yang muncul saat berganti
kaki dan membawa keranjang belanja yang
posisi (dari duduk ke berdiri dan sari berdiri ke
cukup berat. Pada tahun 2015 pasien pernah
duduk) atau saat duduk dan berdiri terlalu lama.
jatuh dan lututnya terbentur.
 BB: 70kg
 BMI: 28,7
IDENTITAS DATA
PASIEN
ANAMNESA DATA KLINIS
PENUNJANG TERAPI ANALISIS REFERENSI

KASUS

 Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema dan


nyeri gerak pada genu dextra. Terdapat pula
keterbatasan LGS genu (fleksi- ekstensi genu
dextra : 0-110º ; sinistra: 0-110º). Visual Analogue
KASUS Scale dextra 6, sinistra 4.

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien


didiagnosis dengan penyakit Osteoartritis.
PENEGAKAN DIAGNOSIS

DIAGNOSIS

Pemeriksaan
Anamnesis Pemeriksaan fisik
penunjang

OSTEOARTHRITIS REGIO GENU DEXTRA


Penata Laksanaan
TEORI

Penatalaksanaan OA terdiri dari


pengobatan/medikamentosa yang terdiri
dari analgesik dan anti inflamasi (sering KASUS
digunakan NSAID) dan program
rehabilitasi medik.  Pasien ini direncanakan menjalani fisioterapi untuk
mengevaluasi nyeri regio genu dekstra, keterbatasan
LGS genu dekstra, gangguan AKS seperti berdiri lama,
duduk lama, perpindahan posisi dari duduk ke berdiri
dan sebaliknya dengan program terapi dingin pada
genu dekstra, Ultasound regio genu sinistra, latihan
LGS aktif genu bilateral sesuai toleransi pasien,
stretching musculus quadriceps dan hamstring,
strengthening musculus quadriceps dan hamstring
dengan menggunakan sepeda statis.
KESIMPULAN
 Osteoartritis (OA) adalah suatu kelainan sendi kronis (jangka lama)
dimana terjadi proses pelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi
yang disertai dengan pertumbuhan tulang dan tulang rawan baru pada
sendi sehingga fungsi sendi berkurang bahkan sampai hilang.
 Osteoarthritis dapat menyebabkan kecacatan pada penderita jika tidak
mendapatkan tatalaksana yang tepat. Penatalaksanaan rehabilitasi medik
pada pasien ini dapat dilakukan dengan program latihan stretching dan
penguatan otot quadriceps.
TERIMA KASIH 