Anda di halaman 1dari 13

DEHIDRASI Oleh dr.

Inna Mayniza
Prodia OHI
PENDAHULUAN
50 - 70 % dari berat badan terdiri dari cairan.
Jaringan lemak lebih kurang mengandung air dibanding otot

 Sumber :
 Air yang diminum
 Bersama makanan
 Hasil metabolisme
DEHIDRASI
Banyak orang beranggapan bahwa dehidrasi merupakan hal biasa dimana
tubuh seseorang itu mengalami kekurangan cairan tubuh sehingga dapat
dengan mudah digantikan dengan minum cairan, yang sebenarnya tidak
membantu mengatasi masalah dehidrasi itu sendiri.

Sebagian orang beranggapan bahwa dehidrasi itu muncul hanya pada saat
menderita diare, padahal dehidrasi merupakan keadaan dimana tubuh
kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh organ-organ tubuh
untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik.
Ekskresi Cairan Tubuh Harian

Melalui :
Urin Paru
Keringat Feces

Rata kehilangan cairan / hari :


Kulit/paru : 800 - 1200 cc
Urine : 1500 cc
Feces : 100 – 1200 cc
PENYEBAB KEKURANGAN CAIRAN :

 Melalui sal cerna  Melalui kulit


 Muntah  Luka bakar
 Bocor  Keringat ↑↑
 Perdarahan

 Melalui sal kencing  Perpindahan keruang dalam badan


 Pemakaian diuretik  Peritonitis
 Penyakit ginjal  Pankreatitis
 Diabetes
TANDA DEHIDRASI
Dehidrasi sekalipun kategorinya ringan sedapat mungkin dihindarkan.
Tanyalah pada diri Anda sendiri, kapan terakhir buang air kecil? Jika
jawabannya enam atau delapan jam yang lalu, waspadalah, tubuh Anda
mungkin mengalami dehidrasi.
Bagi orang yang masih muda mungkin tidak mendatangkan begitu banyak masalah, karena
tubuh sedikit banyak bisa langsung menyesuaikan diri jika kekurangan cairan, akan tetapi
perlu diingat, jika hal ini diabaikan dan berlangsung secara terus menerus, maka akibat yang
fatal bakal dirasakan.

Bagi bayi dan lanjut usia, air yang hilang dari tubuh harus segera diganti dan jangan sampai
menunggu rasa haus itu datang.
Pada sebagian orang, ketika sedang diare mereka lebih mementingkan obat
daripada mengusahakan memberi cairan yang cukup bagi tubuh.
Apabila diare terjadi berulang kali maka akan mengakibatkan tubuh
kekurangan banyak cairan bahkan sejumlah mineral penting (elektrolit) seperti
sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang.

Usahakan untuk memperbanyak minum air putih dan tidak hanya


mengandalkan obat saja.
GEJALA DEHIDRASI
Rasa haus merupakan tanda awal dari dehidrasi, tetapi perlu diingat bahwa
dehidrasi dapat terjadi sebelum rasa haus itu datang. Gejala umum dehidrasi yang
biasanya timbul adalah:
1. Mulut kering
2. Dahaga
3. Tekanan darah rendah
4. Detak jantung berjalan cepat
5. Merasa sakit kepala dan pusing
6. Produksi urine sedikit, berwarna gelap, dan berbau tajam
7. Kurang konsentrasi
TINGKATAN DEHIDRASI
1. Dehidrasi ringan,
a. Kulit wajah tampak memerah
b. Rasa haus yang begitu besar
c. Kulit hangat dan kering
d. Tidak buang air kecil atau volume urine berkurang dengan warna gelap
e. Pusing dan tubuh merasa lemah
f. Mengantuk
g. Mulut dan lidah terasa kering disertai berkurangnya air liur
TINGKATAN DEHIDRASI
2. Dehidrasi sedang,
a. Tekanan darah menurun
b. Pingsan
c. Kontraksi yang kuat pada otot, lengan, kaki, perut, dan punggung
d. Kejang
e. Perut kembung
g. Ubun-ubun cekung
h. Denyut nadi cepat dan lemah
TINGKATAN DEHIDRASI
3. Dehidrasi berat,
a. Berkurangnya kesadaran dan tidak buang air kecil
b. Tangan dan kaki terasa dingin dan lembap
c. Denyut nadi yang semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
d. Tekanan darah yang menurun hingga tidak dapat diukur
e. Kebiruan pada ujung kuku, mulut, dan lidah
PENCEGAHAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering lupa bahwa betapa besar manfaat dari
air yang kita gunakan sehari-hari. Agar terbiasa minum air putih dalam jumlah yang
disarankan (minimal 8 gelas setiap hari), siasati dengan menyiapkan air di meja
kerja.
Jika minum air terasa kembung, minumlah pada saat haus tetapi dalam jumlah yang
banyak. Pada saat makan, awali dengan minum air putih agar pencernaan kita
bekerja dengan baik. Ketika kita sedang olahraga, jangan lupa untuk selalu
membawa air dalam kemasan dalam jumlah yang banyak.