Anda di halaman 1dari 10

Management Control In Not Profit

Organization
Pengendalian Manajemen Pada
Organisasi Nirlaba
Dosen Akademik:
Ludwina Harahap, S.E., M.S.Ak

Disusun Oleh:
1. Anissa Pruyandini (18114001)
2. Tiara Ratna Biandari (18114002)
3. Selvi Vera Ningsih Pasaribu (18114003)
4. Nabila Dinda Swari (18114008)
5. Suryadi Sinaga (18114013)
Management Control System
management control system diartikan sebagai suatu alat, media, atau sarana yang
digunakan oleh senior manager untuk memastikan bahwa subordinates manager secara
efektif dan efisien tetap berusaha untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain,
fasilitas yang digunakan untuk pencapaian tujuan management itulah yang disebut
management control system.

Pengendalian manajemen sangat erat hubungannya dengan perencanaan yang dibuat oleh
organisasi. Pengendalianlah yang dapat mengendalikan proses implementasi dari
perencanaan tujuan yang strategis yang dibuat yang diharapkan untuk dicapai.

Dalam mengimplementasi strategi, pengendalian manajemen dapat berjalan dengan baik


apabila didukung dengan unsur-unsur dalam organisasi tersebut, unsur-unsur yang
dimaksud adalah struktur organisasi, sumber daya manusia (para karyawan), serta
budaya dari lingkungan organisasi.

Selain itu, pengendalian manajemen juga dapat membantu dalam merancangkan strategi
baru. Dapat membantu menemukan masalah apabila terjadi kesalahan dalam
implementasi strategi yang diterapkan, sehingga manajer dapat mengambil keputusan
yang tepat dalam menangani kasus atau permasalahan yang terjadi.
Karakteristik
Organisasi Nirlaba

Pengertian Jenis Organisasi


Organisasi Nirlaba Nirlaba

Organisasi
Nirlaba
Ambiguitas Tujuan dan Konflik

Management Pengukuran Kinerja Dalam


Control in Organisasi Nirlaba

Non Profit
Akuntansi Organisasi Nirlaba
Organization
Pengawasan Eksternal
Yayasan X
Profile: Kegiatan Yasyasan X :
Berawaldari rasa kepedulian terhadap kemanusiaan pada
tahun 1997 hingga 1999, sekelompok pemuda
melakukan aksi sosial memberikan harapan untuk Program Beasiswa Yatim Piatu dan
negeri. Menindaklanjuti aksi mereka yang disertai Dhuafa.
kesadaran terhadap potensi filantropi di Indonesia, serta
untuk mengoptimalkan masyarakat prasejahtera agar
bisa mandiri, lahirlah Yayasan X pada 10 Desember Sejumlah program yang bertujuan meningkatkan
1999. pengetahuan dan keterampilan anak-anak, baik yatim
maupun piatu dan dhuafa. Program tersebut meliputi
beasiswa pendidikan, pemenuhan perlengkapan
Visi: sekolah seperti tas dan alat tulis pemenuhan
Menjadi Yayasan yang dapat dipercaya oleh masyarakat perlengkapan beribadah, pelatihan keterampilan, dan
untuk kepentingan sosial. sebagainya. Daerah – daerah yang menerima bantuan
dalam program beasiswa yatim piatu dan dhuafa
masih meliputi kecamatan tebet dan sekitarnya.
Misi:
• Melakukan program recovery dalam meningkatkan
kualitas hidup untuk membangun kemandirian. Program Recovery Bencana
• Menjalin kemitraan dengan masyarakat, dunia
usaha, pemerintah, media, dunia akademis dan
organisasi masyarakat sipil (Civil Society Program yang bertujuan mengurangi dampak bencana
Organization – CSO) lainnya. melalui pemberdayaan potensi dan kapasitas
masyarakat untuk mengenali potensi bencana dan
• Berperan aktif dan mendorong terbentuknya membuat persiapan menghadapi bencana. Selain
berbagai forum kerjasama dan program sosial – tindakan preventif, Yayasan X juga menyiapkan tim
kemanusiaan penting lainnya. yang siap dikerahkan jika terjadi bencana.
Praktik Manajemen Kontrol Pada Yayasan X
Ambiguitas Tujuan dan Konflik Pengukuran Kinerja Dalam
Oraganisasi nirlaba cenderung menarik Organisasi Nirlaba
pengelola yang sangat berkomitmen terhadap Tujuan Yayasan X adalah untuk dapat
tujuan organisasi. Pengelola pada dasarnya berkontribusi untuk menyediakan pelayanan
bekerja didasarkan tidak mengharapkan public dan untuk menyediakan pelayanan
imbalan, namun pengelola senang bekerja public tersebut Yayasan X dalam kegiatan dan
dengan tujuan yang sama dengan organisasi. aktivitasnya untuk mengumpulkan dana
sumbangan dari para donatur, dan yayasan x
Namun Pada Yayasan X ini para pengelola juga mengajak masyarakat luas untuk dapat
cenderung memiliki sifat-sifat relawan, bergabung menjadi donatur dan relawan untuk
bekerja tanpa mengukur besar kecilnya berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang
imbalan yang diperoleh. Namun karena dilakukan.
terbatasnya imbalan yang diterima, karena
sumber utama dari yayasan x adalah Salah satu yang digunakan dalam pengukuran
berdasarkan sumbangan dari donatur dan kerja pada Yayasan X menggunakan kontrol
relawan hasil termasuk pemberian insentif berbasis
kinerja bagi pengelola yang berhasil mengajak
masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada
Yayasan X
Praktik Manajemen Kontrol Pada Yayasan X
Akuntansi pada Yayasan X Pengawasan Internal dan Eksternal
Yayasan X telah melakukan adanya
pemisahaan pencatatan untuk dibuatnya
Yayasan X terlihat adanya pengawasan internal
laporan aktivitas dan operasional yang terdiri
dan eksternal yaitu:
dari;
– Laporan Operasional
Pengawasan Internal
– Laporan Aktivitas

Observasi
Laporan keuangan tersebut adalah sebagai
bentuk pertanggungjawaban Yayasan X Pemisahan Rekening
khususnya terhadap para donatur dan pihak Pemisahan Fungsi
yang berkontribusi didalamnya, selain itu
Yayasan X menyediakan laporan publikasi Pengawasan Eksternal
keuangan dan aktivitas yang dilakukan secara
Laporan Pertanggungjawaban.
periodic.
Kesimpulan
Kejelasan tujuan dan sasaran dalam organisasi sangat penting, sehingga tidak ada
keambiguan dalam tujuan dan konflik maka perlu menggunakan indicator-indikator
yang sesuai dengan tujuan.

Terdapat perbedaan antara penerapan akuntansi organisasi laba dengan organisasi


nirlaba. Hal ini dapat dilihat dari laporan keuangan yang dibuat oleh organisasi
nirlaba.

Karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi laba pada umumnya.


Karyawan organisais nirlaba cenderung memiliki sifat-sifat relawan yang membantu
tanpa mengharapkan imbalan.

Dilihat dari bentuk pengendalian pada Organisasi Nirlaba “Yayasan X” terdapat


perbedaan management control system yang diterapkan oleh Organisasi Laba pada
umumnya. Yayasan X telah menerapkan pengendalian management yang baik untuk
organisasinya sesuai dengan tujuan organisasi namun diperlukan evaluasi dan
peningkatan pengendalian secara berkala agar menjadi lebih baik.