Anda di halaman 1dari 27

PHILOSOPHY

ILMU dan Kebudayaan


 EB Taylor, kurber dan kluchor
kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,
adat serta kebiasaan lainnya yang di peroleh dari
manusia sebagai anggota masyarakat
 Kuntjanigrat (1979) kebudayaan merupakan unsur
yang terdiri dari sistem religi, upacara keagamaan,
sistem dan organisasi masyarakat, sistem
pengetahuan bahasa, kesenian, dan sistem mata
pencarian.
 Asley montagu = kebudayaan mencerminkan
tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar
hidupnya.
 Maslow kebudayaan manusia = fisiologi, rasa aman, afiliasi
harga diri dan pengembangan potensi
1. ada kemampuan belajar
2. budi
Kebudayaan hewan = fisiologi dan rasa aman
berdasarkan insting
Mavies & jonh biezalz  kebutuhan alat penyelamatan di muka
bumiAlfred korzybsi kebudayaan mengikat waktu
Hubungan Budi dan Manusia

Budi

Manusia mampu menilai

Tujuan, dan isi kebudayaan.


Kebudayaan Terdiri
- Nilai2 kebudayaan
jiwa dan dasar dari wujud kebudayaan
(di tangkap oleh budi)
- Tata hidup
cerminan kebudayaan yg kongkrit dari kebudayaan yang abstrak
(di tangkap oleh indra)
 Nilai budaya + tata hidup

Perwujudan kebudayaan / sarana kebutuhan berbentuk fisik


 kemudahan

Ada krn pendidikan


Kebudayaan dan Pendidikan
 Allport , vernon dan linzey (1951)
Enam nilai dasar dalam kebudayaan yakni nilai :
1. teori,
2. ekonomi,
3. estetika,
4. sosial,
5. politik
6. agama.

 Masalah utama dalam pendidikan ???


menentukan nilai2 kebudayaan
yg di ajarkan
Karena
- Nilai budaya harus di kembangkan dalam diri anak didik
haruslah relevan dengan zaman dimana anak itu akan hidup.
- usaha pendidikan yang sadar dan sistematik mengharuskan
kita untuk eksplisit dan defenitif tentang kebudayaan.
Bagaimana ?
 Untuk menentukan nilai - nilai yang patut mendapatkan perhatian kita
sekarang, maka kita harus memperkirakan skenario dr masyrakat pada
masa depan yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

 1). Memperhatikan tujuan & strategi pembangunan nasional kita .


Dengan begitu, masyarakat Indonesia akan beralih dari masyarakat
tradisional yang rural agraris menjadi masyarakat modern yang urban
& bersifat industri.

 2). Pengembangan kebudayaan kita ditujukan kearah perwujudan


peradaban yang bersifat khas berdasarkan filsafat & pandangan hidup
bangsa Indonesia yakni pancasila.
 Dari karakteristik nomor 1, kita harus memperhatikan nilai2
masyrakat modern, yang :
 a. Lebih bersifat analitik (sebagian besar aspek kehidupan
bermasyarakat didasarkan kepada asas efisiensi, baik yang bersifat
teknis, maupun ekonomis).

 b. Lebih bersifat individual daripada komunal (ditinjau dari segi


pengembangan potensi manusiawi & masalah survival).

 Karakteristik nomor 2 menimbulkan pergeseran dalam nilai sosial


& nilai kekuasaan (politik).
 Masyarakat modern seharusnya menggunakan ilmu & teknologi
sebagai landasan utamanya. Dengan begitu, kekuatan berpikir akan
bersifat dominan dan membuat cara pengambilan keputusan yang
berdasarkan intuisi, perasaan & tradisi akan tergeser kebelakang.

 Tapi sekarang, keadaan ini bersifat terbalik. Intuisi, pikiran &


tradisilah yang dominan, tapi bukan berarti kita harus
menyingkirkan betul2 ketiga hal ini, namun berpikir akan
mnghasilkan kepetusan yang lebih efektif dari intuisi, perasaan &
tradisi.
 * Masyarakat tradisional berorientasi kepada status.
 * Masyarakat modern berorientasi kepada prestasi.

 Hubungan antarmanusia akan lebih bersifat individual


karena :
survival seseorang akan ditentukan oleh kemampuannya untuk
bersaing secara produktif dalam masyarakat yang
menekankan kepada prestasi
Sehingga
 Kita harus dibekali dgn kepercayaan pada diri sendiri dan
persiapan mental serta serta kemampuan untuk bersaing.
 Tanpa ini, maka masyarakat akan membentuk kelompok
sendiri yang bersifat disfungsional.
 Pengembangan kebudayaan nasional ditujukan kearah
terwujudnya suatu peradaban yang mencerminkan aspirasi &
cita-cita bangsa Indonesia.
 Untuk mewujudkan peradaban tersebut, dibutuhkan
kreatifitas. (kemampuan untuk mencari pemecahan baru
terhadap suatu masalah.)
 Kegiatan kreatifitas berarti melakukan sesuatu yang lain,
suatu pola yang bersifat alternatif.
 Kreatifitas juga berfungsi sebagai media yang
memperhalus budi pekerti.
 Dalam hal ini, ilmu & seni bersifat saling melengkapi.
Jika ilmuwan mengkaji aspek yang bersifat generik dari
wujud fisik, maka seniman menyentuh daerah yang
paling pribadi, kemanusiaan yang soliter & unik.
 Selain nilai kreatifitas, adapun nilai agama yang berfungsi
sebagai sumber moral bagi segenap kegiatan. Agama
memberikan kompas & tujuan.
 Kemajuan pesat dibidang ilmu & teknologi tidak memberikan
kebahagiaan yang hakiki membuat manusia berpaling kembali
kepada nilai-nilai agama.
 Seperti ilmu dan seni yang saling melengkapi, maka agama
juga melengkapi ilmu.
Ilmu dan Pengembangan Kebudayaan
Nasional
Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling
tergantung dan saling mempengaruhi satu sama lain. Di satu
sisi, pengembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung
dari kondisi kebudayaannya. Di sisi lain, pengembangan ilmu
akan mempengaruhi jalannya kebudayaan.
a. Ilmu sebagai suatu cara berpikir
4 karakteristik ilmu :

 Ilmu mempercayai rasio sebagai alat untuk mendapatkan


pengetahuan yang benar
 Alur jalan pikiran yang logis yang konsisten dengan
pengetahuan yang telah ada
 Pengujian secara empiris sebagai kriteria kebenaran obyektif
 Mekanisme yang terbuka terhadap koreksi
Manfaat ilmu yg dpt ditarik yaitu sifat
rasional, logis, obyektif, dan terbuka.
b. Ilmu sebagai asas moral.
asas moral bagi kaum ilmuan yang menjadi karakteristik yakni
meninggikan kebenaran dan pengabdian secara universal.

c. Nilai- nilai ilmiah dan pengembangan kebudayaan nasional.


ada 7 nilai yg terpancar dr hakikat keilmuan yakni:
 kritis,
 logis,
 rasional,
 obyektif,
 terbuka,
 menjunjung kebenaran
 pengabdian universal.
Pengembangan kebudayaan nasional pd hakikatnya adalah
perubahan dari kebudayaan yg sekarang bersifat konvensional
ke arah situasi kebudayaan yg lebih mencerminkan aspirasi dan
tujuan nasional.
dasarnya adalah penafsiran kembali dari nilai-nilai konvensional agar
lebih sesuai dgn tuntutan zaman serta penumbuhan nilai-nilai
baru yang fungsional.
d. Arah peningkatan peranan keilmuan
ada 6 langkah yg sistemik dan sistematis untuk meningkatkan
peranan dan kegiatan keilmuan :
 harus memperhatikan situasi kebudayaan masyarakat sekitar
 menemukan kebenaran
 percaya terhadap metode yg digunakan dlm kegiatan
tersebut
 pendidikan keilmuan harus dikaitkan dengan pendidikan
moral
 pengembangan dalam bidang filsafat
 keg. Ilmiah harus bersifat otonom
POLA
KEBUDAYAAN
 C.P.Snow(ilmuan): ada 2 pola kebudayaan : Ilmuan dan non
ilmuan
dimana yang membedakan antara ke dua kebudayaan ini
adalah objek kajiannya.

Ilmuan ( Ilmu alam)


Non ilmuan ( Ilmu sosial )
Ilmu alam
mengkaji mengenai alam, struktur dimana manusia itu hidup,
dan yang menunjang kehidupan manusia.

Ilmu sosial
mempelajari tentang manusia itu sendiri, mengenai pola hidup,
pola pikir, serta perkembangan yang terjadi pada manusia.
Perbedaan yang timbul antara ilmu alam dan ilmu sosial,yang
menybabkan ilmu alam relatif lebih maju. hal ini di sebabkan
oleh :
- Aspirasi/emosi manusia yang tidak tetap
- Variabel yang mempengaruhi tingkah laku manusia, sangat
bnyak
- Aspek sosial (kluarga,penghsilan,dll)
Adanya dua pola kebudayaan ini, bukan saja bisa berdampak
untuk membangun, tapi bisa juga berdampak destruktif.
Terima
Kasih
Gracias
TERIMA
TERIMA KASIH
Isne A. Barus Rini R. Nenobesi Anastasya

KASIH
1408010055 1408010062 1408010050

Saskia N Sammy Y. Touw Dheya M. Olmus Siti Kadijah


1408010002 1408010009 1408010032 1408010031