Anda di halaman 1dari 55

Problem Analisis Fisioterapi

pada Gangguan Tumbuh


Kembang Anak

Jeri N Sumual
#JakartaCPCenterYPACJakarta
#managerlayananterapi
#fisioterapis
Sasaran seminar n workshop

Meninjau kembali proses berfikir fts, dalam


pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan bagi calon pasien/klien.
Meningkatkan mutu proses berfikir fts, dalam
pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan bagi pasien/ klien.
Konsep pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan

Proses berfikir secara logis


dan sistematis dalam
pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan.
Analisis Masalah
• Analisis situasi(AS) → mengetahui masalah
utama.
• Analisis persoalan (AP) → mengetahui
sebab.
• Analisis keputusan(AK) → menetapkan
pilihan.
• Analisis persoalan potensial (APP) →
mengamankan pelaksanaan keputusan.
Tahapan analisis situasi
1. Mengidentifikasi masalah
2. Memilah masalah
3. Memprioritaskan masalah
4. Melokasi masalah
Mengidentifikasi Masalah
Dilakukan dengan :
a) Observasi lapangan.
b) Analisis dokumen/medikal record.
c) Mencari informasi melalui orang
lain( meeting/wawancara ) →
memerlukan kepekaan.
d) Hasil : list of problem ( daftar
masalah ).
Memilah masalah
Mengurai masalah kompleks → masalah
tunggal.
a) Masalah yang tidak saling berhubungan,
( pisahkan secara horisontal ).
b) Masalah yang mempunyai hubungan
sebab – akibat( Pisahkan secara vertikal ).
c) Hasil : masalah2 tunggal.
Memprioritaskan masalah
1) Jika ada lebih dari satu masalah yang siap
ditangani, perlu menentukan masalah
prioritas.
2) Kriteria prioritas:
- seriousness ( dampak/akibat )
- urgensi ( waktu )/ deadline.
- tingkat perkembangan / kecenderungan.
3) Hasil : masalah tunggal prioritas
Melokasi masalah
• Masalah tunggal prioritas :
a. 1). Penyimpangan
2). perlu mengetahui sebab AP
b. perlu menentukan pilihan AK
c. perlu mengamankan pelaksanaan
keputusan

APP
OVERVIEW ANALISIS
KELAINAN PADA ANAK
SECARA UMUM
Tumbuh kembang
Motorik

Leisure Sensori

Produk
Problem Kognitif
tivitas

Self Inter
care personal
Intra
personal
Early detection ?.....
Upaya skrining untuk menemukan :
– Suatu penyimpangan
– Mengenal faktor resiko
– Mencegah dampak negatif dari
penyimpangan perkembangan
sensomotor,praksis,n representative
Lanj…
• Upaya Promotive
• Upaya Preventive
• Upaya Kurative
• Upaya Rehabilitative
→dapat diberikan sesuai indikasi pada
masa kritis proses tumbang.
→diberikan sesuai umur perkembangan
anak, agar tercapai kondisi tumbang yang
optimal.
I.
Analisis Perkembangan Anak
 Aspek motorik kasar
 Aspek motorik halus
 Aspek mengamati objek
 Aspek bahasa dan bicara
 Aspek personal,sosial dan kognitif
Analisis Deteksi Gangguan
Penyimpangan Perkembangan

Melihat, Mendengar,
Berbahasa/ Berbicara,
Keterlambatan Mental,
Spectrum Autism,
Lambat Belajar,
Gangguan Pemusatan Perhatian(add)dll.
Analisis Deteksi gangguan
mental dan emosional
• no health without mental health
• Kehamilan yang diinginkan.
• Stressor lain; hidup yang kompetitif,
lingkungan sumpek, alam yang tidak
bersahabat.
• Suka menyendiri, memiliki perasaan
berbeda dari orang lain( ketakutan/ tidak
nyaman bertemu orang banyak ).
Lanj…

• Penurunan/ hilangnya fungsi


intelektual dan fungsi kognitif.
• Penurunan/ hilangnya kemampuan
sosial interaksi.
• Mengalami gangguan regulasi diri
dan modulasi diri.
II.
Analisis Tumbang Secara Umum

• Bayi prematur
• NICU
• Pasca meningitis
• Hyperbilirubin
• Bayi dengan riwayat TORCH
• Penyimpangan tumbang lain.
Pengertian Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK)/ DIFABLE/ DISABILITAS:
• Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang mengalami keterbatasan atau
keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual,
sosial, maupun emosional, yang
berpengaruh secara signifikan dalam proses
pertumbuhan atau perkembangannya
dibandingkan dengan anak-anak lain yang
seusia dengannya.
jenis disabilitas
1. Anak disabilitas penglihatan adalah anak yang mengalami
gangguan daya penglihatan berupa kebutaan menyeluruh
(total) atau sebagian (low vision).
2. Anak disabilitas pendengaran adalah anak yang
mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian ataupun
menyeluruh, dan biasanya memiliki hambatan dalam
berbahasa dan berbicara.
3. Anak disabilitas intelektual adalah anak yang memiliki
inteligensia yang signifikan berada dibawah rata-rata anak
seusianya dan disertai dengan ketidakmampuan dalam
adaptasi perilaku, yang muncul dalam masa perkembangan.
4. Anak disabilitas fisik adalah anak yang mengalami
gangguan gerak akibat kelumpuhan, tidak lengkap anggota
badan, kelainan bentuk dan fungsi tubuh atau anggota gerak.
5. Anak disabilitas sosial adalah anak yang memiliki masalah
atau hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol
sosial, serta berperilaku menyimpang.
6. Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity
disorder (ADHD) adalah anak yang mengalami gangguan
perkembangan, yang ditandai dengan sekumpulan masalah
berupa ganggguan pengendalian diri, masalah rentang atensi
atau perhatian, hiperaktivitas dan impulsivitas, yang
menyebabkan kesulitan berperilaku, berfikir, dan
mengendalikan emosi.
7. Anak dengan gangguan spektrum autisma atau
autism spectrum disorders (ASD) adalah anak yang
mengalami gangguan dalam tiga area dengan
tingkatan berbeda-beda, yaitu kemampuan
komunikasi dan interaksi sosial, serta pola-pola
perilaku yang repetitif dan stereotipe.
8. Anak dengan gangguan ganda adalah anak yang
memiliki dua atau lebih gangguan sehingga
diperlukan pendampingan, layanan, pendidikan
khusus, dan alat bantu belajar yang khusus.
9. Anak lamban belajar atau slow learner adalah
anak yang memiliki potensi intelektual sedikit
dibawah rata-rata tetapi belum termasuk gangguan
mental. Mereka butuh waktu lama dan berulang-
ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas
akademik maupun non akademik.
10. Anak dengan kesulitan belajar khusus atau
specific learning disabilities adalah anak yang
mengalami hambatan atau penyimpangan pada
satu atau lebih proses psikologis dasar, berupa
ketidakmampuan; mendengar, berpikir, berbicara,
membaca, menulis, mengeja dan berhitung.
11. Anak dengan gangguan kemampuan
komunikasi adalah anak yang mengalami
penyimpangan dalam perkembangan bahasa, baik
melalui bahasa reseptif maupun bahasa ekspresif.
(bahasa wicara, suara, irama, dan kelancaran dari
usia rata-rata yang disebabkan oleh faktor fisik,
psikologis dan lingkungan).
12. Anak dengan potensi kecerdasan lebih dan/
atau bakat istimewa adalah anak yang memiliki
skore inteligensi yang tinggi (gifted), atau mereka
yang unggul dalam bidang-bidang khusus
(talented) seperti musik, seni, olah raga,
kepemimpinan, interpersonal dll.
sistem Layanan fisioterapi pada
gangguan tumbang anak

KOMUNIKATIVE INFORMATIVE EDUKATIVE


III. Analisis treatment

• Tunggu sesaat ( you have to wait )


• Lihat/rasakan respon yang terjadi ( you
have to see )
• Lakukan stimulasi secara soft n gentle
( action )
• Selalu perhatikan hal2 secara detail.
• And start again ( wait, see, n action )
a. Analisis Primary Sensory
System Problem
OLFACTORY PROBLEM
VISUAL PROBLEM
AUDITORY PROBLEM
GUSTATORY PROBLEM
TACTILE PROBLEM
VESTIBULAR PROBLEM
PROPRIOSEPTIVE PROBLEM
PRIMARY FUNCTION…
Heartrate Problem
Breathing Problem
Slepping Problem
Digestion Problem
Swallowing Problem
Vestibular Problem
Pain Problem
Touch Problem
Body Awareness Problem
Coughing Problem
Blood Pressure Problem
b. Analisis Sensory Motor
Development
Postural security
Awarness
Motor planning
Body scheme
Reflex maturity
Ability to screen input
Primary function…
Hand - eye coordination
Temperature regulation
Hunger/thirst
Taste / smell
Auditory & visual processing
Posture / balance
Body movement
Bladder control
Motor planning
c. Analisis Perceptual Motor
Eye – hand coordination
Ocular motor control
Postural adjusment
Auditory language skill
Visual spacial perception
Attention center function
Primary function…
Control emotions
Emotional responses
Attachment
Protective function
Memory
Attention
Desire to eat/ drink
d. Analisis Cognition -
Intelectual

Daily living activities


Behaviour
Academic learning.
Primary function…
Reading/ writing
Mathematics
Impulse control
Daily living skills
Problem solving
Decision making
Thinking
Reasoning
Language/ comunication.
Analisis cognitive n intelektual
• Ber sosialisasi • Kemandirian

Mampu Percaya pada


membina diri sendiri dan
hubungan mandiri
dengan sesama

Mampu Pandai
menguasai diri berorganisasi /
mempunyai bekerja
toleransi teamwork
• Berpikir strutural
• Pehamaman dan abstrak
Moral sekaligus
Problem Oriented Assesment
1. INDIVIDUAL ASESMEN
2. KONSEP I C F
3. ANALISIS TUGAS
4. GOAL SETTING
5. TREATMENT
Interaction of Concepts
Health Condition
(disorder/disease)

Body
Activities Participation
function&structur (Restriction)
e (Impairment) (Limitation)

Environmental Personal
Factors Factors
Basic of neural network
for the modulasi
postural tone
(Vestibular System)
Table 9-1: The Cranial Nerves
GAMBARAN UMUM
CEREBRAL PALSY
Klasifikasi Cerebral Palsy
Gangg. Distribusi Postural Tonus

Hypo Fluktuatif Hyper


Sp. Athetoid
-Hypo ke normal
CP Flaccid -Prox > distal CP Spastik
Tonic Spasm Ath.
Athetoid murni -Hypo ke hyper
- hypo ke normal -Merata
- merata
Choreo athetoid
-Hypo ke normal/hyper
Ataxia
-merata
-Hypo ke normal
-Flexi > ekst
Hyperkinetik
- Normal ke hyper
ANALISIS SIDEEFFECT PADA CP
Pengelihatan ( visual )
Pendengaran ( auditory )
Bicara – komunikasi ( mengecap )
Perabaan Sensorik ( taktil )
Menghidu ( mencium bau )
Keseimbangan/koordinasi/agility, posisi dan
propriosepsi
Kognitif ( motivasi )
Kejang ( neurotransmitter )
Kelainan bawaan ( jantung dll )
Prilaku ( behaviour )
IV. Analisis Masalah lain dari
kelainan tumbang
• Down syndrome
• Hydrochepaly
• Artrogriposis
• Spinal muscular atropy
• Dll.
Down syndrome
HYDROCEPHALY
hydrosephaly
artrogriposis
let’s practical together
• Buat group.
• Melakukan “main mapping” terhadap kasus.
• Melakukan analisis masalah.
• Melakukan “approach” Stimulasi/ treatment
sesuai kebutuhan.
• Diskusi bersama.
Terimakasih