Anda di halaman 1dari 27

Laporan Kasus

Demam Berdarah Dengue

Oleh :
Tiara Sundari

Pembibing :
dr. Wahdini, Sp.A

Kepanitraan Klinik Senior


Bagian Ilmu Penyakit Anak RSUD Meuraxa
Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama
2018
IDENTITAS PASIEN

Nama : MA
Jenis Kelamin : Laki-laki
No CM : 07 31 09
Umur/Tgl Lahir : 11 tahun 1 bulan / 09 September 2007
Agama : Islam
Alamat : Punie – Darul Imarah, Aceh Besar
Masuk Perawatan : 12/10/2018
ANAMNESIS

Keluhan Utama
Demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke IGD RSUD Meuraxa dibawa oleh keluarganya
dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Demam tinggi timbul mendadak
dirasakan naik turun tidak tentu waktu. Demam dirasakan cenderung naik pada
malam hari dan turun pada pagi hari. Keluhan demam disertai dengan keringat
dingin (+), menggigil, badan terasa lemas (+), sakit kepala (+), nyeri belakang
mata (+), nyeri otot dan sendi, mual (+), muntah (+) nyeri ulu hati (+), nafsu
makan dan minum pasien menurun. Keluhan gusi berdarah dan bibir pecah-
pecah juga dirasakan pasien. BAK dan BAB dalam batas normal.
Pasien sudah minum obat parasetamol, namun demam hanya turun
sebentar dan naik kembali. Riwayat anggota keluarga di rumah dan tetangga
dekat rumah yang mengalami sakit yang sama disangkal. Uji tuorniquet (+).
Riwayat Penyakit Dahulu
• Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga


• Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien.

Riwayat Kehamilan Ibu


• Selama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit tertentu, tidak
meminum obat atau jamu selama kehamilan. Antenatal care teratur,
periksa di puskesmas, keguguran tidak pernah.BBL : 3100 gram.

Riwayat Kelahiran
• Cukup bulan, lahir spontan pervaginam, ditolong bidan menangis
spontan dengan BBL : 3100 gram
Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
• Merangkak umur ± 6 bulan, duduk umur ± 9 bulan, berdiri umur ±
11bulan, berjalan umur ± 11 bulan, berbicara lancar umur ± 1 tahun
5 bulan.

Riwayat Imunisasi
• BCG 1x, polio 4x, campak 1x, hepatitis B 3x, DPT 4x
• Kesimpulan : riwayat imunisasi dasar anak lengkap, tetapi ibu lupa
waktunya.

Riwayat Nutrisi
• Pasien mendapatkan ASI eksklusif sampai 6 bulan, kemudian
dilanjutkan dengan susu formula. kemudian ibu pasien melanjutkan
dengan susu formula. Tidak ada alergi dan tidak ada diare saat
peralihan ASI ke susu formula. Saat ini pasien makan tiga kali sehari
sesuai menu keluarga.
Status Gizi

Vital Sign
• Antropometri
• Tinggi badan : 145 cm
(persentil >50)
• Frekuensi Nadi: 100
kali/menit, reguler, kuat
Status Umum angkat, isi cukup. • Berat badan : 39 kg
(persentil >50)
• Pernafasan: 22
• Keadaan umum: Tampak kali/menit, retraksi • BB/U : 39/36 x 100% =
sakit sedang interkostal (-), simetris 108% (Gizi Lebih)
dextra : sinistra.
• Kesadaran: Compos • TB/U : 145/143 x
mentis. • Suhu : 37,7oC (diukur 100% = 101%
pada aksila) (Normal)

• TD: 118/73 mmhg • BB/TB : 39/37 x 100%


= 108,3% (Normal)
Pemeriksaan Fisik
MATA : Konjungtiva anemis (-
KEPALA : /-), ikterik (-/-) mata cekung (-)
Normochephali

Mulut : faring hiperemis (-)


LEHER :
Pembesaran KGB (-), trakea lidah kotor (+) tonsil (T1/T1)
deviasi (-)

ABDOMEN THORAX
Inspeksi : Distensi(-). Inspeksi : simetris
Auskultasi : Peristaltik (+). Palpasi : fremitus taktil simetris.
Palpasi : Soepel, nyeri Perkusi : sonor
tekan epigastrium (+), Auskultasi : vesikuler
hepar dan lien tidak teraba.
Perkusi : Timpani di
seluruh lapangan perut.
COR
Inspeksi: Iktus kordis (-).
Palpasi : Iktus kordis teraba,
EKSTREMITAS nyeri tekan (-).
akral hangat (+) edema (- Perkusi: Batas jantung normal.
) clubbing finger (-) Auskultasi: BJ 1 > BJ 2, 7
murmur (-).
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah rutin tanggal 12/10/2018

PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN

Leukosit 3.7 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL

Eritrosit 4.94 10^/uL 3.90 – 5.00 10^/uL

Hemoglobin 13.7 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL

Hematokrit 39.9% (H) 34-39%

Trombosit 115 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL


DIAGNOSA BANDING
Febris ec dd 1. Demam Dengue
2. Demam Berdarah Dengue
3. Chikungunya

DIAGNOSA
Demam Berdarah Dengue

ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


IgG dan IgM anti-dengue
PENATALAKSANAAN

a. Terapi suportif. b. Medikamentosa.

- Bed rest. -IUFD RL 20 Tpm.


- Periksa darah rutin 2x/hari. -Drip paracetamol jika suhu > 38.5
- Edukasi untuk banyak - Paracetamol 3 x 500 mg PO.
minum. -Iv. Ondancetron 1 Amp/8 jam
- Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam.
FOLLOW UP HARI RAWATAN 2

S : Demam (+), nafsu makan tidak ada,


PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
mual (+), muntah (+), Perdarahan gusi (-),
nyeri kepala (+), nyeri otot dan sendi (+), Leukosit 4.7 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL
keringat dingin (+), mengigil (+), nyeri ulu Eritrosit 6.13 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL
hati (+) BAK (+) BAB (+).
Hemoglobin 16.7 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL
O : Nadi : 88x/menit Hematokrit 48.6% (H) 34-39%
RR: 23 x/menit
Trombosit 102 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL
T: 38,6oC
Faring Hiperemis (+), Lidah kotor (+).

A : Demam Berdarah Dengue IMUNOSEROLOGI HASIL NILAI RUJUKAN

P : - IUFD RL 20 Tpm. Anti Dengue IgG Positif Negatif


- Paracetamol 3 x 500 mg PO. Anti Dengue IgM Positif Negatif
- Iv. Paracetamol 500 mg jika T:38.50C
- Iv. Ondancetron 1 Amp/8 jam.
- Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam.
FOLLOW UP HARI Jam 06:30 WIB
RAWATAN 3 PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
S : Demam (+), nafsu makan tidak ada, Leukosit 3.0 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL
mual (-), muntah (+), Perdarahan gusi (-), Eritrosit 6.04 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL
nyeri kepala (+), nyeri otot dan sendi (+),
Hemoglobin 16.5 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL
keringat dingin (+), mengigil (+), nyeri ulu
hati (+), gelisah (+), BAK (-) BAB (-). Hematokrit 48.5% (H) 34-39%

Trombosit 28 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL


O : Nadi : 110 x/menit
RR : 26 x/menit Jam 12:30 WIB
T : 38,9oC PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
Faring hiperemis (+), Lidah kotor (+)
Leukosit 3.4 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL

A : Demam Berdarah Dengue Eritrosit 6.17 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL

Hemoglobin 16.6 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL


P : - IUFD RL 20 Tpm. Hematokrit 48.6% (H) 34-39%
- Paracetamol 3 x 500 mg PO.
Trombosit 23 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL
- Iv. Paracetamol 500 mg jika T:38.50C
- Iv. Ondancetron 1 Amp/8 jam Jam 23:30 WIB
- Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam. PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN

Leukosit 3.6 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL

Eritrosit 6.08 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL

Hemoglobin 16.7 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL

Hematokrit 48.1% (H) 34-39%

Trombosit 19 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL


FOLLOW UP HARI FOLLOW UP HARI
RAWATAN 4 RAWATAN 5
S : Demam (-), nafsu makan tidak ada, mual (+), S : Demam (-), nafsu makan ada walaupun sedikit,
muntah (-), Perdarahan gusi (-), nyeri kepala (+), mual (-), muntah (-), Perdarahan gusi (-), nyeri
nyeri otot dan sendi (+), keringat dingin (+), kepala (), nyeri otot dan sendi (), keringat dingin (-),
mengigil (+), nyeri ulu hati (-) BAK (+) BAB (+). mengigil (-), nyeri ulu hati (-) BAK (+) BAB
(+).timbul ruam kemerahan pada kaki dan tangan.
O : Nadi : 90 x/menit
RR : 20 x/menit O : Nadi : 90 x/menit
T : 37,2oC RR : 20 x/menit
T : 37,7oC
A : Demam Berdarah Dengue
A : Demam Berdarah Dengue
P : - IUFD RL 20 Tpm.
- Paracetamol 3 x 500 mg PO. P : - IUFD RL 20 Tpm.
- Iv. Paracetamol 500 mg jika T:38.50C - Paracetamol 3 x 500 mg PO.
- Iv. Ondancetron 1 Amp/8 jam - Iv. Paracetamol 500 mg jika T:38.50
- Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam. - Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam.

PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN

Leukosit 4.2 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL


Hasil Lab hari
Eritrosit 5.88 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL
rawatan 4
Hemoglobin 16.0 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL

Hematokrit 46.5% (H) 34-39%

Trombosit 42 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL


FOLLOW UP HARI FOLLOW UP HARI
RAWATAN 6 RAWATAN 7
S : Demam (-), nafsu makan ada walaupun sedikit,
S: Demam (-), nafsu makan ada walaupun sedikit,
mual (-), muntah (-), Perdarahan gusi (-), nyeri
mual (-), muntah (-), Perdarahan gusi (-), nyeri
kepala (), nyeri otot dan sendi (), keringat dingin (-),
kepala (), nyeri otot dan sendi (↓), keringat dingin (-
mengigil (-), nyeri ulu hati (-) BAK (+) BAB (+),
), mengigil (-), nyeri ulu hati (-) BAK (+) BAB (+).
ruam kemerahan (+).
Ruam kemerahan mulai (↓)
O : Nadi : 90 x/menit
O : Nadi : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36,1oC
T : 36,7oC
A : Demam Berdarah Dengue
A : Demam Berdarah Dengue
P : - IUFD RL 20 Tpm.
P : - IUFD RL 20 Tpm.
- Paracetamol 3 x 500 mg PO.
- Paracetamol 3 x 500 mg PO.
- Iv. Paracetamol 500 mg jika T:38.50C
- Vit B Comp 2x1
- Iv. Ranitidin 1 Amp/12 jam.

PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN

Leukosit 5.2 10^/uL 5.0 – 14.5 10^/uL Leukosit 4.3 10^/uL (L) 5.0 – 14.5 10^/uL

Eritrosit 5.82 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL Eritrosit 5.72 10^/uL (H) 3.90 – 5.00 10^/uL

Hemoglobin 15.8 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL Hemoglobin 15.5 g/dL (H) 10.5 – 13.0 g/dL

Hematokrit 46.3% (H) 34-39% Hematokrit 44.8% (H) 34-39%

Trombosit 36 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL Trombosit 72 10^3/uL (L) 156 – 408 10^3/uL
DEFINISI

Demam berdarah dengue (DBD)


merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh
virus dengue yang sekarang lebih dikenal sebagai genus
Flavivirus.

ETIOLOGI

Virus dengue termasuk group B arboviruses dan dikenal sebagai genus


flavivirus, famili Flaviviridae, yang mempunyai 4 jenis serotipe yaitu DEN-1,
DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Vektor dari virus dengue adalah nyamuk Aedes aegypti

Hostnya adalah manusia yang digigit oleh nyamuk betina


EPIDEMIOLOGI
Angka Insidensi DBD di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, pada tahun 2011 sebanyak
65.725 kasus dengan jumlah meninggal 597 orang tersebar pada 31 provinsi.

pada tahun 2012 meningkat menjadi 90.245 kasus dengan jumlah meninggal 816 orang tersebar
pada 33 provinsi.

Pada tahun 2013 jumlah kasus sebanyak 86.547 dengan jumlah meninggal 647 orang tersebar pada
semua provinsi.

Pada tahun 2012 – 2014 daerah endemis DBD di provinsi Aceh yaitu Kota Lhokseumawe, Banda
Aceh dan Kabupaten Aceh Besar
PATOFISIOLOGI
PERJALANAN PENYAKIT

Fase
Demam

Fase
Kritis
Fase
Penyembuh
an
ANAMNESIS PX. PENUNJANG
Demam 2-7 hari yang timbul
mendadak, tinggi, terus menerus,
Pemeriksaan Laboratorium
bifasik

Adanya manifestasi perdarahan Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan Antigen dan


Nyeri kepala, mialgia, artalgia dan Antibodi Virus
nyeri retroorbital

Dijumpai kasus DBD baik di


lingkungan sekolah, rumah, atau
sekitar rumah.

PEMERIKSAAN FISIK
Uji tuorniquet (+)

Perdarahan kulit

Pembesaran Hati
Laboratoriu
Klinis DIAGNOSA m

Dua kriteria klinis pertama + satu kriteria laboratorium cukup untuk menegakan
Diagnosis Kerja DBD

Derajat 1 Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi


perdarahan ialah uji bendung.
Derajat 2 Seperti derajat 1, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau
perdarahan lain.
Derajat 3 Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat,
tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg), atau hipotensi, sianosis di
sekitar mulut, kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah.
Derajat 4 Syok berat (profound shock), nadi tidak teraba, tekanan darah
tidak terukur.
Mengenal tanda dan gejala yang mendahului syok
(warning sign)
Kriteria Gejala
Klinis Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
Muntah yang menetap
Letargi, Gelisah
Perdarahan mukosa
Pembesaran hati
Akumulasi cairan
Oligouria
Laboratorium Peningkatan hematokrit bersamaan dengan penurunan
cepat jumlah trombosit
Hematokrit awal tinggi

DIAGNOSA BANDING

Demam dengue, immune Trombrochytopenic Purpura (ITP), cikungunya, Morbili,


demam tifoid
PENATALAKSANAAN

Tatalaksana Demam Berdarah Dengue tanpa syok

Berikan anak banyak minum.


Berikan paracetamol bila demam.
Berikan infus sesuai dengan dehidrasi sedang:
- Berikan hanya larutan istonik seperti ringer laktat/asetat.
- Berat badan < 15 kg : 7 ml/kgBB/jam
- Berat badan 15-40 kg : 5 ml/kgBB/jam
- Berat badan > 40 kg : 3 ml/kgBB/jam
Pantau tanda vital dan diuresis setiap jam, serta periksa laboratorium
(hematokrit, trombosit, leukosit dan hemoglobin) tiap 6 jam.
Apabila terjadi penurunan hematokrit dan klinis membaik, turunkan
jumlah cairan secara bertahap sampai keadaan stabil.
Apabila terjadi perburukan klinis berikan tatalaksana sesuai dengan
tatalaksana syok terkompensasi.
Tatalaksana Demam Berdarah Dengue dengan syok

Berikan oksigen 2-4 L/menit secara nasal.


Berikan 20 ml/kg larutan kristaloid seperti ringer laktat/asetat
secepatnya.
Jika tidak menunjukan perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid 20
ml/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian
koloid 10-20 mg/kgBB/24 jam.
Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin
menurun pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi; berikan
transfusi darah/komponen.
Jika terdapat perbaikan klinis jumlah cairan dikurang hingga 10
ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam
sesuai kondisi klinis dan laboratorium.
Dalam banyak kasus, cairan intravena dapat dihentikan setelah 36-48
jam. Ingatlah banyak kematian terjadi karena pemberian cairan yang
terlalu banyak daripada pemberian yang terlalu sedikit.
Tatalaksana Komplikasi Perdarahan

Anak yang masih syok dan menunjukan tanda kelebihan cairan yang
berat sangat sulit untuk ditangai dan berada pada risiko kematian yang
tinggi. Rujuk segera.
Jika syok sudah pulih namun anak masih sukar bernapas atau bernapas
cepat dan mengalami efusi luas, berikan obat minum atau furosemid
intravena 1 mg/kgBB/dosis sekali atau dua kali sehari selama 24 jam dan
terapi oksigen.
Jika syok sudah pulih dan anak stabil, hentikan pemberian cairan
intravena dan jaga anak agar tetap istirahat di tempat tidur selama 24-48
jam. Kelebihan cairan akan diserap kembali dan hilang melalui diuresis.
Komplikasi Pencegahan

Komplikasi pada bayi


dan anak usia muda Pemberantasan Sarang
berupa kehilangan cairan Nyamuk (PSN) melalui
dan elektrolit, gerakan 3M (Menguras –
hiperpireksia, dan kejang Menutup – Mengubur).
demam
PROGNOSIS
Prognosis baik jika diatasi maksimal 90 menit dan buruk jika melebihi 90 menit.

Kriteria memulangkan pasien DBD:

Tidak Tidak
demam tampak
distres
minimal Nafsu Perbaikan Minimal 2-3 Jumlah
Jumlah urin pernapasan
24 jam makan klinis yang hari setelah trombosit >
cukup yang
tanpa membaik jelas syok teratasi 50.000/mm3
disebabkan
pemberian efusi
antipiretik pleura/asites