Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS & REFERAT

OCULUS DEXTRA
ULKUS KORNEA
OL EH

DEWI NOR FARAHIN BINTI RADIN NOR AZAM


C11113802
RESIDEN PEMBIMBING: DR. HADIJAH
KONSULEN PEMBIMBING : DR. YUNITA , SP. M(K), M.KES
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU
KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2018
Identitas Pasien
Nama : Tn. S
No. registrasi : 126686
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 48 tahun
Agama : Islam
Suku/bangsa : Makassar/Indonesia
Alamat : Jl. Tj. Japura No.4
Pekerjaan : Tukang besi buruh binaan
Tanggal pemeriksaan : 22 Oktober 2018
Tempat pemeriksaan : Balai Kesehatan Mata Masyarakat
Anamnesis
Keluhan utama:
Nyeri pada mata kiri
Anamnesis Terpimpin:
Nyeri pada mata kiri dan merah dialami sejak 5 hari yang lalu setelah
terkena percikan las besi saat beliau kerja. Pasien juga mengeluh
penglihatan bertambah kabur disertai silau. Pusing tidak ada, air mata
berlebih (+), kotoran mata berlebih (+), rasa mengganjal ada, rasa
berpasir ada. Riwayat diberi tetes mata atau berobat tidak ada. Riwayat
pemakaian kacamata tidak ada, riwayat tindakan/operasi pada mata
tidak ada, riwayat penyakit mata yang lain tidak ada. Riwayat penyakit
yang sama pada keluarga/lingkungan tidak ada. Riwayat penyakit DM
tidak ada.HT disangkal. Riwayat alergi disangkal.
Foto klinis pasien
OD OS
Palpebra Edema (-) Edema (+)
Silia Sekret (-) Sekret (+)
Apparatus Lakrimasi (-) Lakrimasi (+)
Lakrimalis
Konjungtiva Hiperemis (+) Hiperemis (+) tipe
mixed
Mekanisme Ke segala arah Ke segala arah

Pemeriksaan Muskular

Oftalmologi
Kornea Jernih Keruh
Tes Sensitivitas Normal Normal

Placido Normal Normal


Bilik Mata Kesan normal Kesan normal
Depan
Iris Coklat, kripte Coklat, kripte (+)
(+)
Pupil Bulat, sentral Bulat, sentral

Lensa Jernih Keruh


Palpasi
OD OS

Tensi Okuler Tn Tn

Nyeri Tekan (-) (+)

Massa Tumor (-) (-)

Glandula Pre Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran


Aurikuler
Tonometri
◦ TOD 15 mmHg
◦ TOS Tn

Visus
◦ Jarak jauh: VOD: 20/30 Tidak dilakukan koreksi
VOS : 20/200 Tidak dilakukan koreksi
◦ Jarak dekat: Tidak dilakukan pemeriksaan
Campus visual
◦ Tidak dilakukan pemeriksaan

Color sense
◦ Tidak dilakukan pemeriksaan

Light sense
OD OS
◦ RCL (+) (+)
◦ RCTL (+) (+)
Penyinaran oblik

OD OS

Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis (+)

Kornea Jernih Keruh, tampak fluoresensi


(+) di daerah perifer arah
jam 4-5, udem (+)

Bilik Mata Depan Kesan normal Kesan normal, hipopion (-)

Iris Coklat, kripte (+) Coklat, kripte (+)

Pupil Bulat, sentral, RC (+) Bulat, sentral, RC (+)

Lensa Jernih Jernih


Oftalmoskopi
o Tidak dilakukan pemeriksaan

USG
◦ Vitreous tampak jernih, retina intak
Slit Lamp
◦ SLOD : Palpebra tidak edema. Silia sekret tidak ada. Konjungtiva hiperemis (-)
Kornea jernih. BMD van heick 4. Iris coklat, kripte (+). Pupil bulat sentral RC
(+). Lensa jernih

◦ SLOS : Palpebra edema. Silia sekret ada. Konjungtiva hiperemis. Kornea


udem dan keruh di perifer. tampak fluoresensi (+) di daerah perifer arah jam
4-5, BMD van heick 4 hipopion (-). Iris coklat, krypte (+). Pupil bulat sentral
RC (+). Lensa jernih.
Slit Lamp Oculus SINISTRA
Tes fluoresensi (+)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Kalium hidroksida (KOH): Tidak dilakukan
Resume
Nyeri pada mata kiri dan merah dialami sejak 5 hari yang lalu, Pasien
juga mengeluh penurunan visus disertai silau.Lakrimasi (+), sekret
berlebih (+), rasa mengganjal ada. Riwayat penyakit DM tidak ada.HT
disangkal.
Dari pemeriksaan oftalmologi didapatkan VOD 20/30 dan VOS 20/200.
Pada OS ditemukan palpebra edema (+), sekret (+), lakrimasi (+),
konjungtiva hiperemis (+), kornea udem (+), tampak keruh diinferior
arah jam 4-5, fluoresensi (+), BMD kesan normal, hipopion (-), iris
coklat, kripte (+), pupil bulat, sentral, lensa kesan keruh, refleks cahaya
(+).
Diagnosis
Oculus Sinistra Ulkus Kornea ec bakteri

 Ulkus kornea ec jamur


 Ulkus kornea ec virus
 Glaukoma(acute attack)
Terapi
Oral:
◦ Ciprofloxacin 2 dd 1
Topikal:
◦ Cendo Tropin 1% (atropine sulfat) 2x1 tetes/OS
◦ Vigamox (Moxifloxacin hyrdocloride) 6x1 tetes/OS
◦ Cendo Hyalub (Sodium hyaluronate)
Anjuran: Tes gram, kultur,KOH
Prognosis
Quo ad vitam : Bonam
Quo ad sanationem : Dubia et malam
Quo ad visum : Dubia
Quo ad kosmeticum : Dubia
TINJAUAN
PUSTAKA
Anatomi
Kornea
Fisiologi Kornea
Kornea berfungsi sebagai membran pelindung dan jendela yang dilalui
berkas cahaya menuju retina.
Peran kornea dalam proses refraksi cahaya bagi penglihatan seseorang
sangatlah penting.
Setiap kerusakan pada kornea (erosi, penetrasi benda asing atau
keratokonjungtivitis ultraviolet) mengekspos ujung saraf sensorik dan
menyebabkan nyeri yang intens disertai dengan refleks lakrimasi dan
penutupan bola mata involunter.
Trias yang terdiri atas penutupan mata involunter (blepharospasme),
refleks lakrimasi (epiphora) dan nyeri selalu mengarahkan kepada
kemungkinan adanya cedera kornea.
Patomekanisme Luka pada
kornea
Stadium Infiltrasi progresif
Stadium ulkus aktif
Stadium regresi
Stadium sikatrik
Patologi perforasi ulkus kornea
Perforasi ulkus kornea dapat
terjadi bila proses ulkus lebih
dalam dan mencapai membrana
Descemet. Membran ini keluar
sebagai descemetocele.

Pada stadium ini, tekanan yang


meningkat pada pasien secara
tiba-tiba seperti batuk, bersin,
mengejan, dan lain-lain akan
menyebabkan perforasi,
kebocoran humor aquous,
tekanan intraokuler yang menurun
dan diafragma iris-lensa akan
bergerak depan
Berdasarkan topografi

Ulcerative keratitis (ulkus kornea) Non-ulcerative keratitis

Lokasi • Ulkus kornea sentral Keratitis superfisial • Keratitis difus superfisial


• Ulkus kornea perifer • Keratitis superfisial
pungtata

Purulensi • Ulkus kornea purulent


atau ulkus kornea Deep keratitis
supuratif
• Ulkus kornea non-purulent

Asosiasi hipopion • Simple corneal ulcer Non-supuratif Suppurative deep keratitis


(tanpa hipopion) • Abses kornea sentral
• Ulkus kornea hipopion • Interstitial keratitis • Abses kornea posterior
• Disciform keratitis
• Keratitis profunda
• Sclerosing keratitis
Kedalaman ulkus • Ulkus kornea superfisial
• Deep corneal ulcer
• Corneal ulcer with
impending perforation
• Ulkus kornea perforasi

Formasi • Non-sloughing corneal


ulcer
• Sloughing corneal ulcer
Berdasarkan Etiologi
Keratitis infeksi Ulkus kornea bakteri
Ulkus kornea jamur
Ulkus kornea virus
Protozoal keratitis

Keratitis alergi Phlyctenular keratitis


Vernal keratitis
Keratitis atopik
Keratitis trofik Keratitis neuroparalitik
Keratitis eksposur
Keratitis dengan penyakit kulit dan membran mukosa

Keratitis dengan gangguan sistemik kolagen vaskular

Keratitis traumatik

Keratitis idiopatik
Ulkus Kornea
Ulkus kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea akibat
kematian jaringan kornea.
Penyebab ulkus kornea adalah bakteri, jamur, akantamuba, dan herpes
simpleks.
Ulkus Kornea

Ulkus kornea bakteri Streptococcus alfa-hemolyticus,


Staphylococcus aureus, Staphylococcus
epidermidis
Pseudomonas

Ulkus kornea jamur Laju perkembangan keratitis jamur lambat


Fusarium solani, Aspergillus fumigatus,
Penicillium citrinum, Candida albicans,
Cephalosporium, dan Curvularia

Ulkus kornea virus Adenovirus


Virus herpes simpleks
virus herpes zoster
Tanda dan gejala
Trias: Fotofobia, lakrimasi, penurunan visus
Mata merah ringan hingga berat, sekret.
Kekeruhan berwarna putih pada kornea dengan defek epitel yang bila
diberi pewarnaan fluoresens akan berwarna hijau ditengahnya.
Penipisan kornea lipatan Descemet, reaksi jaringan uvea : suar,
hipopion, hifema dan sinekia posterior.
Penyebab Ulkus Tanda dan gejala
Ulkus kornea bakteri • Gram positif, stafilokokkus aureus dan
streptokokkus :pneumoniGambaran ulkus
terbatas,bentuk bulat/lonjong putih abu2
• Pseudomonas: Ulkus melebar dengan
cepat, purulent
• Visus menurun
• Photophobia
• Nyeri
• Mata merah
• Edema
• Slit lamp: Focal white opacity
Ulkus kornea jamur • Infiltrat abu-abu di keliling infiltrat halus di
sekitarnya (fenomena satelit)
• Perjalanan lama
• Batas tegas
Ulkus Kornea Virus • Diawali rasa sakit
• Vesikel kulit
• Edem palpebra
• Konjuctiva hiperemis
• Kornea keruh
• Infiltrat bentuk dendrit
Pemeriksaan Penunjang
Tes flouresensi
Uji Fistel (Seidel Test)
Pewarnaan gram dan KOH
Kultur
Penanganan
Non Farmakologi
◦ Tidak boleh dibebat
◦ Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali satu hari
◦ Debridement
◦ Kompres hangat
Farmakologi
Penyebab Ulkus kornea Terapi Farmakologi
Ulkus Kornea bakterial Antibiotik topikal
Antibiotik sistemik
Ulkus Kornea Jamur Anti jamur topikal
Anti jamur sistemik
Ulkus Kornea Virus Anti virus
Pengobatan non-spesifik
• Sikloplegik
• Analgetik Sistemik
• Vitamin
• Menghindari Steroid
Operatif
Kauterisasi
Penutupan ulkus
Perforasi + prolaps iris: Iridektomi
Keratoplasti
Komplikasi
◦ Kebutaan parsial atau komplit dalam waktu sangat singkat
◦ Perforasi kornea dapat berlanjut menjadi endoptalmitis
dan panopthalmitis
◦ Prolaps iris
◦ Sikatrik kornea
◦ Katarak
◦ Glaukoma sekunder
Prognosis
Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan cepat
lambatnya mendapat pertolongan, jenis mikroorganisme penyebabnya,
dan ada tidaknya komplikasi yang timbul.
Terima Kasih