Anda di halaman 1dari 24

FRAKTUR HUMERUS PADA BAYI BARU

LAHIR
IKA LUKITA SARI, S.KED
10542017410

Pembimbing :
Dr. Marlenny W.T. Martoyo, Sp.A
PENDAHULUAN
 Trauma lahir merupakan trauma pada bayi akibat tekanan mekanik
(seperti kompresi dan traksi) selama proses persalinan.

 Trauma lahir kadang masih terjadi dan tidak dapat dihindari, dengan
kejadian rata-rata 6-8 kejadian per 1.000 kelahiran hidup. Umumnya
bayi yang lebih besar (BMK) lebih rentan mengalami trauma lahir.
Kejadian paling sering dilaporkan pada bayi dengan berat lahir
>4.500 gram.

 Adapun faktor resiko lainnya adalah persalinan dengan bantuan alat


terutama forceps atau vakum; persalinan sungsang; dan traksi
abnormal/berlebihan selama proses persalinan.
LAPORAN KASUS
 Identitas pasien

• Nama : by. Ny. Y

• No.RM : 63 09 30

• Tgl Lahir : 11 – 05 – 2018

• Umur : 4 hari

• Jenis Kelamin : perempuan

• Alamat : jl. Cendrawasih, Mariso

• Agama : islam

• Ruang : Lily
 Identitas Keluarga

• Nama Ayah : Tn. J

• Umur :-

• Pekerjaan : Pratu

• Status kesehatan : Sehat

• Nama Ibu : Ny.Y

• Umur :-

• Pekerjaan : IRT

• Status kesehatan : Sehat


 Anamnesis

• Anamnesis : Alloanamnesis (ibu pasien)

• Keluhan utama : fraktur humerus dextra

 Hasil pemeriksaan sebelum dirujuk (RS.Sinjai)

Anamnesa :

Ada bengkak pada lengan kanan,dialami sejak 3 jam setelah lahir, tidak ada demam,
tidak ada sesak, riwayat lahir spontan dengan presentase kepala belakang
 Pemeriksaan Fisik ;
• Kesadaran : composmentis E4M6V-
• HR : 140x/m
• RR : 46x/m
• T : 36,5 C
• BBL : 3.900 gram
• PBL : 50 cm
• Apgar : 8/10
 Tindakan yang telah dilakukan :

• IVFD dextrose 10% 6,4 CC/jam

• Enteral 60 ml/kgBB/hari = 8 x 30 ml/ASI

• Injeksi ampicillin 190 mg/12jam/iv

• Injeksi gentamicin 19 mg/24jam/iv

• Rawat tali pusat alcohol 70%

• Pemasangan spalak pada humerus dextra


DIAGNOSIS SEMENTARA

 Fraktur humerus dextra + bayi lebih bulan


(BLB)/Sesuai Masa Kehamilan (SMK)/
presentase belakang kepala (PBK) +
omparalisis + sepsis neonatorum.
 Pemeriksaan Penunjang :
 Pemeriksaan darah rutin :

• WBC : 29,61 (10³/ul)

• RBC : 4,71 (10 /ul)


• HGB : 16,4 gr/dl 6

• MCV : 97,0 fl
• MCH : 34,8 pg
• MCHC : 35,9 gr/dl
 Pemeriksaan Radiologi :

Fraktur komplit dengan deformitas / angulasi


fragmen fraktur tulang humerus kanan 1/3
medial.
 Anamnesis Terpimpin :
 Seorang bayi perempuan usia 4 hari dirujuk dari Rumah Sakit Sinjai
dengan keluhan bengkak pada lengan kanan dialami sejak 3 jam
setelah lahir. Tidak ada demam, tidak ada sesak. Riwayat bayi lahir
spontan dengan presentasi belakang kepala. Ibu mengatakan
persalinan yang terjadi lama dan bidan yang melahirkan terpaksa
mematahkan lengan bayi untuk membantu mempercepat proses
persalinan.
 Pemeriksaan Fisik :
• Keadaan Umum : lemah
• Kesadaran : Composmentis
• BB : 3900 gr
• PB : 50 cm
• Suhu : 36,80 C
• Nadi : 134 x / menit
• Pernafasan : 54 x / menit
Hasil pemeriksaan Perinatologi Lily (14-05-2018)

 Bayi perempuan lahir tanggal 11-05-2018 dirujuk dengan fraktur humerus dextra.
Bayi lahir spontan,persentase belakang kepala, segera menangis. A/S: 8/10

 BBL : 3900 gram PBL : 50 cm

 HR : 148 x/ menit Suhu : 36,50 C

 P : 44x / menit

 Trauma lahir : fraktur humerus dextra

 Kelainan congenital : (-)

 Caput : (-)

 Sefal hematom : (-)

 SSP : Demam : (-)

 Reflex moro : (-) extremitas superior dextra

 Kejang : (-)

 Refleks isap/ telan : (+)


 Respirasi : Sesak (-) Sianosis : (-)
Expiratory grunting (-) Pernapasan cuping hidung : (-)
BP (-) Retraksi : (-)
BT (-)
 Kardiovaskuler : BJ I/II : murni / regular
Bunyi tambahan : (-)
Capillary refill time : normal
 Hematologi : Pucat : (-)
Perdarahan : (-)
 Traktus Gastrointestinal dan Abdomen : Muntah : (-)
Peristaltic : (+) kesan normal
H/L : tidak teraba
Tali pusat : kering
BAB : normal
Tanda Radang : (-)
 Metabolisme : Edema : (-) Ikterus : (+)
BAK : lancar Kramer : II
Lain-lain : Ballard : > 42 minggu
TU : 45-50
Pemeriksaan Penunjang :

 15-05-2018

Pemeriksaan Bilirubin :

 Bilirubin total : 5,5 mg/dl

 Bilirubin direct : 0,7 mg/dl

 Bilirubin indirect : 4,8 mg/dl

Pemeriksaan Darah Rutin :

 WBC : 9,71 (103/ul)

 RBC : 4,65 (106/ul)

 HGB : 16, 0 gr/dl

 MCV : 102,8 fl

 MCH :34,4 pg

 MCHC : 33,5 g/dl

 PLT : 391 (103/ul)


FOLLOW UP
Tanggal Hasil anamnesis Instruksi
Masuk perawatan S sakit pada lengan atas dialami 3 jam IVFD Dextrose 10 % 8 tpm
14/05/2018 setelah dilahirkan

O Ku : lemah
N : 134 x/ menit
S : 36,8 C
P : 54 x/ menit

A Fraktur humerus dextra

15/05/2018 S kurangi cairan, Menangis keras, BAB IVFD Dextrose 10% 12 tpm
DPJP Anak baik, Lengan kanan sulit digerakkan Cefotaxim 2x 175 mg/iv
Gentamicin 2x/8j/iv
S : 36,7 C Zamel drips 1x 0,3
0 P : 36 x/ menit Sonde 30 Cc/2j
N : 138 x/ menit Cek darah rutin + bilirubin
BB : 3750 gram Konsul CITO orthopedic
Ikterus Kramer IV
Fraktur humerus 1/3
A Fraktur humerus by aterm + ikterus
Orthopedic S bengkak lengan kanan Inform consent
O
A deformitas ektremitas Bisa extensi Lapor OK
P Closed fracture Humerus Konsul anastesi
OP besok jam 08.00 Puasakan mulai jam
02.00
Dorong ke OK jam
07.30

Anastesi S - Puasakan kurang


O
HR : 128 x/ menit lebih 4 jam
S : 36,4 C Injeksi AB profilaksis

A P : 42 x /menit Cefotaxime 1 x 150


Rh : -/- Wh : -/- mg
ASA PS kls I IVFD Dextrose 5% 37
tpm
16/07/2018 Post operative Terapi sesuai bagian
anak
Orthopedic Jaga gips agar tetap kering IVFD dextrose 20 tpm
Boleh makan/minum
Evaluasi

Anastesi Intra OK
S:-
O : HR : 123 x/menit
P : 30x / menit
S : 36,7 C
A : ASA Pr kelas II

PACU
S:-
O : BP (-)
HR : 120x/menit
P : 28x/menit
S : 36,6 C
A : ASA Pr Kelas II
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang
yang umumnya disebabkan akibat rudapaksa. (Mochtar, 1999)
Fraktur tulang kadang terjadi selama kelahiran. Menurut
Hamilton tulang-tulang yang kebanyakan mengalami cedera
adalah klavikula, humerus, femorus. Gejala fraktur pada bayi
baru lahir adalah sebagai berikut:
 Perubahan warna jaringan yang terkena.
 Deformitas postur tubuh atau bengkak.
 Abnormal mobilitas atau kurangnya gerakan.
 Menangis merintih ketika tulang digerakkan
1. FRAKTUR CLAVICULA

• Fraktur pada bagian tengah clavicula. Lokasi yang paling


Tipe I sering terjadi fraktur.

• Fraktur pada bagian distal clavicula. Lokasi tersering


Tipe II kedua mengalami fraktur setelah midclavicula.

• Fraktur pada bagian proksimal clavicula. Fraktur yang


paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula,
Tipe III
insidensnya hanya sekitar 5%.

• fraktur clavicula bagian distal


Tipe IV
TANDA DAN GEJALA

Bayi tidak dapat menggerakkan lengan secara bebas pada sisi


yang terkena,

Krepitasi dan ketidak teraturan tulang,

Kadang-kadang disertai perubahan warna pada sisi fraktur, Tidak


adanya refleks moro pada sisi yang terkena

Adanya spasme otot sternokleidomastoideus yang disertai dengan hilangnya


depresi supraklavikular pada daerah fratur

Biasanya diikuti palsi lengan

Adanya pembengkakan pada sektor daerah fracture

Pergerakan lengan berkurang.

Iritable selama pergerakan lengan


2. FRAKTUR HUMERUS

 Fraktur humerus pada bayi baru lahir adalah


Kelainan yang terjadi pada kesalahan teknik
dalam melahirkan lengan pada presentasi puncak
kepala atau letak sungsang dengan lengan
membumbung ke atas.
 Pada keadaan ini biasanya sisi yang terkena tidak
dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi
tersebut menghilang.
 Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula
ditemukan fraktur ini, jika ditemukan ada
tekanan keras dan langsung pada tulang
humerus oleh tulang pelvis.
 Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur
total.
TERIMAKASIH