Anda di halaman 1dari 36

Mengenal Pola Asuh yang

Tepat Sesuai Kebutuhan Anak

Anandya Ikhwan Muttaqin, M.Psi, Psikolog


Apa itu Pola Asuh ?
• Macam2 pola asuh ?
• Pengaruh pola asuh terhadap perkembangan
Psikososial anak.
• Tahap perkembangan anak
• Indikator perkembangan psikologi anak yang
baik.
• Kenali Kebutuhan anak sejak dini.
• Telusuri minat dan bakatnya.
• Solusi ketika menghadapi permasalahan
dengan anak ketika mengasuh.
Apa itu POLA ASUH ?

Cara Orang Tua dalam mendidik anak


(Ellizabeth Hurlock)

Bagaimana Orang tua Memperlakukan anak, mendidik,


membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak
dalam proses kedewasaan, hingga kepada upaya
pembentukan norma-norma yang diharapkan oleh
Masyarakat.
Orang tua memiliki peran yang
sangat penting dalam
mengembangkan pribadi anak baik
atau buruknya perkembangan
anak, sangat bergantung kepada
baik buruknya perlakuan orang tua
kepada anak
0 - 7 TAHUN pertama anak adalah 80
Persen perkembangan otak anak

Meningat anak Usia Dini adalah masa-


masa yang sangat menentukan, maka
juga dinamakan dengan masa usia emas
(GOLDEN AGE)
PENTINGNYA PENGASUHAN ANAK
USIA DINI & GOLDEN AGE
1. 90% POTENSI MANUSIA TUMBUH KEMBANG
BERADA DI USIA GOLDEN AGE HINGGA 4 TH
DAN 95% DI USIA DINI HINGGA 8 TH
2. KEGAGALAN DALAM POLA PENGASUHAN DI
USIA DINI DAN GOLDEN AGE INI, AKAN
BERIMPLIKASI PADA GAGALNYA MASA
REMAJA DAN DEWASA
3. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PISIK
DAN MENTAL MANUSIA RELATIF TIDAK
BERBANDING LURUS TIDAK SEIMBANG,
MAKA HARUS DIKAWAL ATAU DIASUH
SECARA PROPORSIONAL
POTENSI ANAK USIA DINI DAN
PERKEMBANGANNYA
1. CREATIVITY (KREATIVITAS - SALAH SATU DIMENSI
KEBERBAKATAN YG MELIPUTI: INTUISI, RASIO,
PERASAAN DAN TALEN CIPTA)--GUILFORD DAN
CLARK
2. QUETIONT (KECERDASAN - KEMAMPUAN MENGOLAH
EMOSI DAN PIKIRAN SECARA OPTIMAL)--DANIEL
GOLEMAN
3. INTELLIGENCE (MENCAKUP BERBAGAI KEMAMPUAN
MENTAL/IQ TINGGI)--GARDNER (MI)
4. GIFTED (BERBAKAT - KEMAMPUAN INTELEKTUAL
TINGGI, JG MENUNJUK PD KEMAMPUAN
KREATIVITAS YG TINGGI, CERDAS DAN INTELIGENT -
MANUSIA BISA BERKEMBANG SAMPAI PADA POTENSI
PUNCAKNYA 150 KEBERBAKATAN)--GUILFORD
Orang Tua sangat berperan untuk
mengembangkan kecerdasan emosi
anak dengan cara menanamkan nilai-
nilai pentingnya berbagi, saling
menyayangi, membangun disiplin,
berkomunikasi secara efektif, sehingga
merangsang kemampuan anak untuk
mendengar, mengerti, dan berpikir
(Prof. Dr. Sarlito Wirawan)
Anak-anak yang mempunyai masalah dalam
kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan
belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol
emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah
dapat di lihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau
tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa.
Sebaiknya para remaja yang berkarakter atau
mempunyai kecerdasan emosi tinggi akan
terhindar dari masalah-masalah umum yang
dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran,
narkoba, miras, perilaku seksual pra nikah,
Neurosis, dan psikotik.
(STUDI, DR. MARVIN BERKOWITZ, UNIVERSITY
OF MISSOURI-ST, LOUIS)
AKIBAT KESALAHAN POLA ASUH ?
Tidak Taat Aturan
Terlalu Pemalu / Pemurung
Makan dengan tangan kiri
Sering Berkata Kotor
Berbagai Penyimpangan Perilaku
Tidak Taat Aturan
Sikap Kekanak-kanakan di Usia
Dewasa
Low Self Esteem /
Harga diri yang rendah
Darimana anak mulai belajar
dan mulai membentuk karakter
kepribadiannya ?
TEORI BELAJAR SOSIAL VS PERKEMBANGAN
(ALBERT BANDURA, 1981)

• SEORANG ANAK DALAM BELAJAR SANGAT


DITENTUKAN OLEH PELIBATAN: SOSIAL, KOGNITIF
DAN TINGKAHLAKU, KETIGANYA SANGAT
MENENTUKAN DAN MEMAINKAN PERAN DALAM
SEBUAH PEMBELAJARAN UNTUK MENGANTARKAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK

• TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL ADALAH TEORI


MODEL, YAITU: BELAJAR MELALUI PENIRUAN
TINGKAH LAKU ATAU MODEL, YAITU ORANG
TUA, GURU, ORANG DEWASA ATAU TEMAN
SEJAWAT, ATAU HEWAN DIPERHATIKAN
SEBAGAI MODEL PENIRUANNYA
Oleh sebab itu orang tua harus
menjadi contoh dan suri tauladan
yang terbaik bagi anak-anaknya.
LALU BAGAIMANA POLA ASUH
YANG TEPAT BAGI ANAK-ANAK
KITA ?
Pertama-tama kita harus mengetahui
mana Gaya pengasuhan yang paling
tepat bagi anak-anak kita

Tujuannya adalah

Agar kita dapat memberikan


pengasuhan yang tepat dan sesuai
dengan kebutuhan mereka.
Apa itu Gaya pengasuhan ?
Empat dimensi yang mempengaruhi pola
hubungan antara orang tua dan anak Diana
Baumrind (Boyd & Bee, 2010), yaitu:

1.Kehangatan orang tua dalam memberikan


perhatian pada anak
2.Aturan yang diterapkan oleh orang tua di
rumah.
3.Harapan-harapan atau ekspektasi yang
dimiliki orangtua terhadap anak.
4.Komunikasi yang terbentuk antara orangtua
dan anak.
Berdasarkan keempat dimensi tersebut
Baumrind membagi pola asuh kedalam 4
tipe pola asuh, yaitu :

1.Authoritarian (Otoriter)
2.Permissive / Indulgent (Pemanjaan)
3.Neglectful (Pengabaian)
4.Authoritative (Demokrasi)
1. Authoritarian (Otoriter)
Perilaku orang tua :
Mendominasi dan memiliki kontrol yang besar pada
anak. Ini terlihat dari banyaknya aturan dan batasan
yang harus dipatuhi anak tanpa syarat. Mereka
memiliki tuntutan dan ekspektasi yang tinggi pada
anak-anak dan percaya bahwa cara seperti ini bisa
membuat anak sukses dan berperilaku baik.
Orang tua yang otoriter kerap melayangkan
ungkapan “pokoknya” dalam berbagai situasi, tanpa
peduli dengan keinginan atau pendapat anak.
Akibatnya adalah :
• Anak mungkin disiplin atau patuh namun
tidak
• Kurang menghargai diri sendiri
• Sulit untuk berpikir kreatif
• Mudah cemas.
• Baik di depan orang tua namun “liar” diluar
rumah.
• Emosi mudah meledak-ledak.
• Sulit mengambil keputusan
2. Permissive / Indulgent
(Pemanjaan)
Perilaku orang tua :
sikap permisif atau “serba boleh” dan tidak
banyak menuntut.
Jarang mendisiplinkan, memberikan batasan
atau aturan pada anak karena meyakini bahwa
anak harus jujur terhadap dirinya sendiri.
Memberikan banyak perhatian, kehangatan,
dan interaksi. Namun, miskinnya aturan dan
batasan akan mendorong anak untuk berbuat
semaunya.
Akibatnya adalah :
• Mudah frustasi
• Bergantung berlebihan pada orang lain
• Mudah merasa cemas/ khawatir
• Sulit menerima tanggung jawab
• Immaturity / Kekanak-kanakan
• Sulit mengendalikan keinginan
• Sering merengek atau meminta sesuatu
secara berlebihan.
3. Neglectful (Pengabaian)
Perilaku orang tua :
Memberikan waktu dan biaya yang sangat
minim pada anak-anaknya.
Kurang berinteraksi dan menyediakan waktu
berkualitas bersama anak bahkan cenderung
lepas tangan atau “terputus” dari kehidupan
anak.
Waktu yang dimiliki orang tua banyak
digunakan untuk keperluan pribadi mereka,
seperti bekerja, bahkan meminimalisir biaya
untuk anak.
Akibatnya adalah :

• Sulit mematuhi aturan yang ada di


masyarakat.
• Bermasalah dengan perilaku di lingkungan
• Memiliki sifat permusuhan
• Sulit mengontrol emosi
• Tidak berempati
• Penyendiri, dan sulit menjalin relasi
dengan orang lain
• Frustasi
4. Authoritative (Demokrasi)
Perilaku orang tua :
Menganggap penting alasan di balik sikap atau
perilaku anak sehingga mereka bersikap
demokratis.
Mau mendengar pendapat dan memahami
perasaan anak. Pada saat yang sama, ada
pula batasan dan aturan tetapi dalam batas
wajar.
Disiplin diterapkan secara konsisten dengan
cara yang suportif dan bukan bersifat
menghukum.
Akibatnya adalah :
• Kompeten
• Memiliki tanggung jawab sosial yang baik.
• Mandiri.
• Mampu mengatasi masalah secara
mandiri
• Terampil
• Memiliki empati dan sosial skill yang baik.
Apa yang harus Orang tua lakukan ?
• Jadilah contoh yang baik bagi anak-anak
• Beri penghargaan positif
• Komunikasi yang intens dengan empati
• Konsisten dalam menerapkan aturan
• Ajarkan untuk memilih
• Telusuri dan ikuti minat anak
• Bebaskan anak untuk mengeksplorasi lingkungan
• Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya
• Beri kesempatan untuk bersosialisasi
• Beri kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya
• Cukupi kebutuhan gizinya
• Ajarkan agama sejak usia dini.
Sekian dan Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai