Anda di halaman 1dari 31

DEMOKRASI

INDONESIA
NAMA KELOMPOK :
1 . A D H E L L A R A F T I A N A W.
2. JABAL NUR
3. ALMA NASHUHA
4 . S A S A B E L A T R I P.
A. DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM POLITIK
Istilah demokrasi (democracy) berasal dari
penggalan kata bahasa Yunani yakni demos dan
kratos/cratein

Demos berarti rakyat dan cratein berarti


pemerintahan.
• Salah satu pendapat terkenal dikemukakan oleh Abraham Lincoln di
tahun 1863 yang mengatakan demokrasi adalah pemerintahan dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat (government of the people, by the
people and for the people).
• demokrasi didefinisikan (Eep Saefulloh Fatah, 1994: 5). Berdasar
berbagai pengertian yang berkembang dalam sejarah pemikiran
tentang demokrasi, kita dapat mengkategorikan ada 3 (tiga) makna
demokrasi yakni demokrasi.
• sebagai bentuk pemerintahan, demokrasi sebagai sistem politik dan
demokrasi sebagai sikap hidup.
1. DEMOKRASI SEBAGAI
BENTUK PEMERINTAHAN
PLATO dalam
tulisannya Republic

menyatakan bahwa bentuk pemerintahan yang baik itu


ada tiga yakni monarki, aristokrasi, dan demokrasi.
V
demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan
dimana pemerintahan itu dipegang oleh rakyat
dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak.

Monarki adalah bentuk pemerintahan yang


dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin
tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan
rakyat banyak.

Aristokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan


yang dipegang oleh sekelompok orang yang
memimpin dan dijalankan untuk kepentingan
rakyat banyak.
• menurut Pollybius, bentuk pemerintahan yang ideal bukan
politeia, tetapi demokrasi yang bentuk pemerosotannya
adalah mobokrasi (pemerintahan yang chaostic).
• Jadi Pollybius lebih sejalan dengan pendapat Plato. Ia
terkenal dengan ajarannya yang dikenal dengan nama
Lingkaran Pollybius, bahwa bentuk pemerintahan akan
mengalami perputaran dari yang awalnya baik menjadi
buruk, menjadi baik kembali dan seterusnya.
• Dengan demikian teori Pollybius telah mengubah wajah
demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang buruk
menjadi sesuatu yang ideal atau baik dan diinginkan dalam
penyelenggaraan bernegara sesuai dengan kehendak rakyat.
DEMOKRASI SEBAGAI SISTEM
SISTEM POLITIK
• Samuel Huntington (1997: 6-7) menyatakan bahwa sistem politik di dunia ini ada dua yakni
sistem politik demokrasi dan sistem politik non demokrasi.
• Menurutnya, suatu sistem politik disebut demokrasi apabila para pembuat keputusan kolektif
yang paling kuat dalam sistem itu dipilih melalui pemilihan yang jurdil. Di dalam sistem itu, para
calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan semua penduduk berhak memberikan suara.
• Sedangkan sistem politik non demokrasi meliputi sistem totaliter, otoriter, absolut, rezim
militer, sistem komunis, dan sistem partai tunggal. Demokrasi sekarang ini merupakan lawan
dari sistem politik otoriter, absolut, dan totaliter.
SUKARNA (1981: 4-5) ADAPUN PRINSIP-PRINSIP DARI
SISTEM POLITIK DEMOKRASI ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1. pembagian kekuasaan 8. management yang terbuka
2. pemerintahan konstitusional
9. pers yang bebas
3. pemerintahan berdasarkan hukum
10. pengakuan terhadap hak hak
4. pemerintahan mayoritas minoritas
11. perlindungan terhadap hak asasi
5. pemerintahan dengan diskusi manusia

6.pemilihan umum yang bebas 12. peradilan yang bebas dan tidak
memihak

7. partai politik lebih dari satu dan 13. pengawasan terhadap administrasi
mampu melaksanakan fungsinya negara
14. management yang terbuka
15. mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan kehidupan politik pemerintah

16. kebijaksanaan pmerintah dibuat oleh badan perwakilan politik tanpa


paksaan dari lembaga manapun

17. penempatan pejabat pemerintahan dengan merit sistem bukan poil sistem

18. penyelesaian secara damai bukan dengan kompromi

19. jaminan terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu.


C
20. konstitusi/ UUD yang demokratis

C
21. prinsip persetujuan

C
3. DEMOKRASI SEBAGAI SIKAP HIDUP

• Tim ICCE IUN (2003: 112) menyebut demokrasi sebagai pandangan


hidup. Bahwa demokrasi tidak datang dengan sendiri dalam
kehidupan bernegara. Ia memerlukan perangkat pendukungnya
yakni budaya yang kondusif sebagai mind set dan setting sosial dan
bentuk.
• konkrit dari manifestasi tersebut adalah dijadikannya demokrasi
sebagai pandangan hidup.
B. PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Prinsip-prinsip demokrasi telah banyak
dikemukakan oleh para ahli. dinyatakan Sukarna
(1981) di atas, menunjuk pada prinsip demokrasi
sebagai suatu sistem politik. Contoh lain, misalnya
Robert Dahl (Zamroni, 2011: 15) yang menyatakan
terdapat dua dimensi utama demokrasi, yakni: 1)
kompetisi yang bebas diantara para kandidat, dan 2)
partisipasi bagi mereka yang telah dewasa memiliki
hak politik.
PRINSIP DEMOKRASI SECARA UMUM

keadilan kebebasan
(equality (freedom).
PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI DI
BAGI MENJADI 7
1
Negara Berdasarkan Konstitusi

Pengertian negara demokratis adalah


negara yang pemerintah dan warganya
menjadikan konstitusi sebagai dasar
penyelenggaraan kehidupan berbangsa
dan bernegara. Konstitusi dapat
diartikan sebagai undang-undang dasar
atau seluruh peraturan hukum yang
berlaku di sebuah negara.
2
Jaminan Perlindungan HAM

Perlindungan terhadap HAM


merupakan salah satu prinsip
negara demokrasi karena
perlindungan terhadap HAM pada
hakikatnya merupakan bagian dari
pembangunan negara yang
demokratis.
3
Kebebasan Berserikat dan Mengeluarkan Pendapat

Salah satu prinsip demokrasi adalah


mengakui dan memberikan kebebasan
setiap orang untuk berserikat atau
membentuk organisasi. Setiap orang
boleh berkumpul dan membentuk
identitas dengan organisasi yang ia
dirikan. Melalui organisasi tersebut setiap
orang dapat memperjuangkan hak
sekaligus memenuhi kewajibannya.
4
Pergantian Kekuasaan Secara Berkala

Pergantian kekuasaan secara berkala


bertujuan untuk membatasi kekuasaan
atau kewenangan penguasa. Pergantian
kekuasaan secara berkala dapat
meminimalisasi penyelewengan dalam
pemerintahan seperti korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Pergantian seorang
kepala negara atau kepala daerah
dapat dilakukan dengan mekanisme
pemilihan umum yang jujur dan adil.
5
Adanya Peradilan Bebas dan Tidak Memihak

Peradilan bebas adalah peradilan yang


berdiri sendiri dan bebas dari campur
tangan pihak lain termasuk tangan
penguasa. Pengadilan bebas merupakan
prinsip demokrasi yang mutlak diperlukan
agar aturan hukum dapat ditegakkan
dengan baik.
6
Penegakan Hukum dan Persamaan Kedudukan Setiap Warga
Negara di Depan Hukum

Hukum merupakan instrumen untuk menegakkan


kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu,
pelaksanaan kaidah hukum tidak boleh berat
sebelah atau pandang bulu. Setiap perbuatan
melawan hukum harus ditindak secara tegas.
Persamaan kedudukan warga negara di depan
hukum akan memunculkan wibawa hukum. Saat
hukum memiliki wibawa, hukum tersebut akan
ditaati oleh setiap warga negara.
7
Jaminan Kebebasan Pers

Kebebasan pers merupakan salah satu


pilar penting dalam prinsip prinsip
demokrasi. Pers yang bebas dapat
menjadi media bagi masyarakat untuk
menyalurkan aspirasi serta
memberikan kritikan dan masukan
kepada pemerintah dalam pembuatan
kebijakan publik.
INDIKATOR DEMOKRASI
• Kerangka kerja penilaian demokratisasi di antaranya dirumuskan APA yang
diinspirasi konsep yang dikembangkan oleh David Beetham dalam membuat
indikator demokrasi. Beetham menerjemahkan “kedaulatan rakyat” (rule of the
people) secara lebih spesifik.
• Perlakuan terhadap masyarakat harus didasari pada keyakinan bahwa setiap orang
harus diperlakukan dengan rasa hormat yang setara. Setiap orang memiliki
kapasitas yang setara dalam menentukan pilihan. Pilihan tersebut dapat
mempengaruhi keputusan kolektif dan semua kepentingan yang mendasari pilihan
tersebut harus diperhatikan (Christine Sussana Tjhin, 2005: 11-13, 19-21).
• Kerangka kerja utama dibagi menjadi 3 komponen utama. Pertama, Kerangka Hak-
hak Warga Negara yang Kesetaraannya Terjamin (Guaranteed Framework of Equal
Citizen Rights).Termasuk di dalamnya adalah akses pada keadilan dan supremasi
hokum, juga kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul, dan hak-hak dasar
yang memungkinkan masyarakat untuk memperoleh/menjalankan hak-haknya
secara efektif.
SEJARAH PERJALANAN DEMOKRASI
INDONESIA
1.Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 - 1950 ).
Tahun 1945 – 1950, Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia.
Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya
revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4
Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR, DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini
segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Untuk menghindari kesan bahwa
negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan :
a.Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi lembaga legislatif.
b.Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik.
c.Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil
menjadi parlementer
• 2.Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama ( 1950 - 1966 ).
a.Masa Demokrasi Liberal 1950 – 1959;
Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai
Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Masa demokrasi ini peranan parlemen,
akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik.
Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan:
Dominannya partai politik,
Landasan sosial ekonomi yang masih lemah,
Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950.
Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :
Bubarkan Badan Konstituante,
Kembali ke UUD 1945 dan tidak berlakunya UUD S 1950,
Segera dibentuk MPRS dan DPAS.
• b.Masa Demokrasi Terpimpin 1959 – 1966
Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah
untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner
dengan berporoskan nasakom dengan ciri:
Dominasi Presiden
Terbatasnya peran partai politik
Berkembangnya pengaruh PKI
Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain:
Mengaburnya sistem kepartaian, pemimpin partai banyak yang dipenjarakan,
Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk
DPRGR,
Jaminan HAM lemah,
Terjadi sentralisasi kekuasaan,
Terbatasnya peranan pers,
Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur).
Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI yang menjadi tanda akhir
dari pemerintahan Orde Lama.
• 3.Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde baru ( 1966 - 1998 )
Dinamakan juga demokrasi pancasila. Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya
Surat Perintah 11 Maret 1966, Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945
secara murni dan konsekwen. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan
disegala bidang melalui Pelita I, II, III, IV,V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan
Pemilihan Umum tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
• 4.Pelaksanaan Demokrasi Reformasi ( 1998 – sekarang )
Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil
Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998.
Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan bangsa Indonesia yang demokratis antara
lain:
a. Keluarnya Ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi,
b. Ketetapan No. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum,
c. Tap MPR RI No. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN,
d. Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI,
e. Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I, II, III, IV.
Pada Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemiluhan umum sudah dua kali yaitu tahun 1999
dan tahun 2004.
D. PENDIDIKAN DEMOKRASI
Pendidikan demokrasi pada hakikatnya adalah
sosialisasi nilai-nilai demokrasi supaya bisa
diterima dan dijalankan oleh warganegara.
Demokrasi bukan sekedar
bentuk pemerintahan

Demokrasi adalah sikap hidup yang


harus tumbuh dan berkembang
dalam diri warga negara, baik yang
sedang memerintah maupun yang
tidak sedang memerintah.
• Negara demokrasi tanpa adanya sikap hidup dan
budaya demokrasi hanya akan menghasilkan
kekacauan dan anarki.
• Demokrasi paling tidak mencakup dua hal, yaitu
struktur dan kultur (Zamroni, 2011:5).
• Pendidikan demokrasi secara subtantif menyangkut
sosialisasi, diseminasi, aktualisasi dan implementasi
sistem, nilai, konsep dan praktik demokrasi melalui
pendidikan.
• Bahmueller dalam Udin Winataputra (2001:72 )

Faktor-faktor perkembangan demokrasi negara

Tingkat perkembangan Perasaan akan identitas Pengalaman sejarah dan


ekonomi Nasional budaya kewarganegaraan
TUJUAN PENDIDIKAN DEMOKRASI

mempersiapkan warga masyarakat berperilaku dan


bertindak demokratis, melalui aktivitas
menanamkan pada generasi muda akan
pengetahuan, kesadaran dan nilai-nilai demokrasi.
Pendidikan demokrasi dalam arti luas dapat dilakukan
secara :
1
Informal

2
Formal

3
Non formal
Per tanyaan:
1. Putri  dari sistem politik demokrasi ada prinsip
yaitu yg dimaksud prinsip managemen yg terbuka
2. Rinda  menur ut anda sejauh mana, manfaat
media massa dalam pengar uh thdp demokrasi
pemerintahan saat ini
3. Fanda  contoh pemerintahan caustik
4. Mosda  masih relevankah demokrasi di ind
5. Ratna  apakah str uktur dan kultur pd masa or de
lama dengan or de saat ini berbeda
6. V idya  maksud dari demokrasi paling tidak
mencakup dua hal, yaitu str uktur dan kultur
7. vella  mengapa tingkat ekonomi mjd faktor
pengembangan demokrasi