Anda di halaman 1dari 45

STUDI KEPUSTAKAAN

PENELUSURAN PUSTAKA, LANDASAN


TEORITIS DAN KERANGKA PIKIR PENELITIAN
PENGERTIAN
STUDI KEPUSTAKAAN
Kegiatan melakukan ‘penelusuran kepustakaan
dan menelaahnya’. Karenanya seorang peneliti
yang mendalami, mencermati, menelaah, dan
mengidentifikasi pengetahuan yang ada dalam
kepustakaan (sumber bacaan, buku-buku
referensi atau hasil penelitian lain) untuk
menunjang penelitiannya disebut mengkaji bahan
pustaka.
KRITERIA STUDI KEPUSTAKAAN
YANG BAIK

 Relevansi : kecocokan antara hal-hal


(variabel-variabel) yang diteliti dengan
teori-teori yang dikemukakan.
 Kelengkapan : banyaknya kepustakaan yang
dibaca.
 Kemutakhiran : Tahun terbit kepustakaan
yang digunakan. Makin baru makin
mutakhir, makin baik studi kepustakaan.
FUNGSI STUDI KEPUSTAKAAN

• Untuk mempertajam permasalahan, artinya


dengan adanya studi kepustakaan itu, maka
permasalahan yang dikemukan akan semakin
jelas arah dan bentuknya.
• Untuk mencari dukungan fakta, informasi atau
teori-teori dalam menentukan landasan teori
atau kerangka berpikir atau alasan bagi
penelitiannya.
• Untuk mengetahui dengan pasti apakah
permasalahan yang dipilih belum pernah
diteliti ataukah sudah pernah diteliti oleh
peneliti-peneliti terdahulu.
• Untuk mengetahui, apakah terdapat masalah-
masalah lain yang mungkin lebih menarik dari
masalah yang sedang diteliti.
• Untuk memperlancar penyelesaian penelitian.
• Untuk mengetahui kekurangan-kekurangan
yang mungkin ada.
MANFAAT STUDI KEPUSTAKAAN

• Menggali teori-teori dasar dan konsep yang


telah ditemukan oleh para ahli terdahulu;
• Mengikuti perkembangan penelitian dalam
bidang yang akan diteliti;
• Memperoleh orientasi yang lebih luas
mengenai topik yang dipilih (mempertajam
masalah/ mengetahui apakah ada
permasalahan yang lebih menarik) ;
• Menghindarkan duplikasi penelitian
(permasalahan yang pernah diteliti
sebelumnya);
• Dapat mempelajari bagaimana cara
mengungkapkan buah pikiran secara
sistematis, kritis dan ekonomis.
CARA MELAKUKAN STUDI
KEPUSTAKAAN

 Mengetahui jenis pustaka, yang dibutuhkan


yaitu:
 berdasarkan bentuk pustaka, dibedakan
atas:
• sumber tertulis, seperti buku-buku
pengetahuan, surat kabar, majalah,.
• sumber tidak tertulis, seperti film,
slide, manuskrip, relief.
 berdasarkan isi pustaka, dibedakan atas:
• sumber primer, merupakan sumber
bahan yang dikemukakan sendiri oleh
orang/pihak pada waktu terjadinya
peristiwa/mengalami peristiwa itu
sendiri, seperti buku harian, notulen
rapat, dan sebagainya,
• sumber sekunder, merupakan sumber
bahan kajian yang dikemukakan oleh
orang atau pihak yang hadir pada saat
terjadinya peristiwa/tidak mengalami
langsung peristiwa itu sendiri, seperti
buku-buku teks.
 Mengkaji dan mengumpulkan bahan
pustaka.
Menggunakan alat bantu yang disebut
kartu bibliografi atau kartu kutipan. Kartu
ini, biasanya terbuat dari kertas manila
warna-warni yang berukuran kira-kira
10X15 cm. Pengelompokkan dilakukan
sesuai dengan jenis warna. Pengkajian dan
pengumpulan hasil kajian dalam kartu
bibliografi minimal harus mencakup:
 nama variabel atau pokok masalah,
 nama pengarang atau pencetus ide
tentang pokok masalah,
 nama sumber di mana dimuat
penjelasan tentang variabel atau pokok
masalah,
 tahun yang menunjukkan pada waktu
sumber tersebut dibuat atau diterbitkan,
 nama instansi (lembaga, unit, penerbit
dan sebagainya) yang bertanggung-
jawab atas penerbitan sumber kajian,
 nama kota tempat penulisan atau
penerbitan sumber kajian,
 isi penjelasan tentang variabel atau
pokok masalah.
 Menyajikan studi kepustakaan.
Penyajian studi kepustakaan dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu;
 cara kutipan langsung, yaitu jika dalam
menuangkan hasil kajian, peneliti
memindahkan hasil karya orang lain
masih dalam bentuk asli, baik utuh
maupun sebagian.
 cara kutipan tidak langsung, yaitu jika
dalam menuangkan hasil kajian, peneliti
terlebih dahulu meramu atau mengambil
intisari dari beberapa sumber kajian.
KERANGKA BERFIKIR

 Penggambaran alur fikir peneliti yang


memberikan penjelasan tentang objek
(variabel/fokus) permasalahan, mengapa
peneliti memiliki anggapan sebagaimana
diutarakan dalam hipotesis.
 Sintesis tentang hubungan antarvariabel
yang disusun dari berbagai teori yang telah
dideskripsikan.
MANFAAT KERANGKA BERFIKIR

 Kerangka menentukan apa dan siapa yang


akan atau tidak akan dikaji.
 Kerangka menegaskan adanya hubungan
yang ditunjukkan dengan tanda panah.
 Dasar perumusan hipotesis.
 Suatu penjelasan tentang hal-hal yang
berhubungan dengan variabel pokok, sub
variabel pokok/pokok masalah yang ada
dalam penelitian.
ISI KERANGKA BERFIKIR

 Variabel-variabel atau dimensi/fokus kajian


yang akan diteliti;
 Hubungan antar variabel dan ada teori
yang mendasarinya;
 Menampakkan apakah hubungan (+) atau
(-), berbentuk simetris,kausal atau timbal
balik;
 Menampakkan pelaku dan aktivitasnya
akan dikaji;
 Hubungan dan hasil yang diharapkan.
BENTUK KERANGKA BERFIKIR

 Kerangka berfikir sebaiknya memanfaatkan


bentuk diagram atau grafik daripada teks.
 Seluruh kerangka digambarkan pada satu
halaman saja, sehingga menggiring peneliti
untuk menemukan bingkai/model yang
merangkum fenomena yang jelas, memetakan
hubungan, membagi variabel yang berbeda
secara konseptual dan fungsional dan meneliti
dengan seluruh informasi sekaligus.
TAHAPAN PEMBUATAN
KERANGKA BERFIKIR

 Menetapkan variabel/fokus kajian;


 Membaca buku dan hasil penelitian;
 Deskripsi teori dan hasil penelitian;
 Analisis kritis teori dan hasil penelitian;
 Analisis komparatif teori dan hasil
penelitian;
 Sintesis/kesimpulan sementara;
 Buat kerangka berfikir;
 Buat hipotesis penelitian.
Kerangka Pemikiran Penelitian Kuantitatif

Kepemimpinan
(Independent variable) X1 → Y
(X1)

Kinerja Pegawai
(X1+X2) → Y (Dependent variable)
(Y)

Disiplin Pegawai
(Independent variable) X2 → Y
(X2)
Skema atau bagan tersebut memberikan
penjelasan tentang:
1. Pengaruh kepemimpinan dan disiplin
pegawai terhadap kinerja pegawai.
2. Kepemimpinan memiliki pengaruh langsung
terhadap kinerja pegawai.
3. Disiplin pegawai memiliki pengaruh
langsung terhadap kinerja pegawai.
4. Kepemimpinan dan disiplin pegawai
memiliki pengaruh langsung terhadap
kinerja pegawai.
Yang perlu dibuktikan dalam analisis data
penelitian adalah:
 Bagaimanakah arah pengaruh antara ketiga
variabel tersebut?.
 Seberapa besar tingkat keeratan pengaruh
antara ketiga variabel tersebut?.
 Apakah hubungan ketiga variabel tersebut
signifikan atau tidak?.
Studi pustaka (landasan teori) yang perlu
diuraikan adalah:
 Kepemimpinan (Independent variable).
 Disiplin pegawai (Independent variable).
 Kinerja pegawai (Dependent variable).
 Pengaruh kepemimpinan dan disiplin
pegawai terhadap kinerja pegawai.
Kerangka Pemikiran Penelitian Kualitatif
TUNTUTAN PERUBAHAN
Otonomi, demokratisasi, globalisasi, dan revolusi
teknologi informasi

LEVEL ORGANISASI
Reinventing government
Reformasi birokrasi
Good governance

Peran Tradisionil Perubahan Peran Peran Baru


Aparatur Aparatur Aparatur
Pemerintah Pemerintah

Key Success Factors


LEVEL APARATUR -Kepemimpinan
-Sikap Aparatur
-Iklim Organisasi
LANDASAN TEORI

 Landasan teori sering disebut kerangka


teori atau tinjauan pustaka.
 Bagian dari penelitian yang memuat teori-
teori dan hasil-hasil penelitian yang berasal
dari studi kepustakaan yang memiliki
fungsi sebagai kerangka teori dalam
menyelesaikan pekerjaan penelitian.
 Berisi deskripsi teori, yaitu uraian
sistematis mengenai teori-teori dan hasil
penelitian yang relevan dengan topik
kajian/variabel yang sedang diteliti.
 Dalam hal ini dikemukakan/dijelaskan
variabel atau fokus yang diteliti.
 Penjelasan variabel atau fokus yang
diteliti melalui pendifinisian, dan uraian
lengkap dan mendalam.
 Penjelasan variabel akan memudahkan
pemahaman terhadap ruang lingkup,
kedudukan dan prediksi hubungan antar
variabel/fokus penelitian.
 Landasan teori akan menjadikan
variabel/fokus penelitian menjadi ‘lebih
jelas dan terarah’.
 Kegiatan ini merupakan langkah setelah
dirumuskannya masalah penelitian yang
selanjutnya adalah mencari teori-teori,
konsep-konsep, generalisasi yang dapat
dijadikan landasan teoritis bagi penelitian
yang akan dilakukan dan menjadi bekal
teori yang akan digunakan dalam
pembahasan penelitian.
SYARAT LANDASAN TEORI

 Landasan teori hendaknya lengkap,


meliputi konsep-konsep variabel pokok/
fokus yang ada dalam permasalahan
penelitian.
 Landasan teori bukan hanya langsung
memberikan penjelasan tentang variabel
yang dimaksud, tetapi mulai dari beberapa
penjelasan umum kemudian mengarah
pada alternatif yang dimaksud.
 Landasan teori tidak selalu hanya dicari
dari sumber yang menyangkut bidang yang
diterangkan, tetapi dapat juga diambil dari
bidang-bidang lain yang relevan,
 Hendaknya diusahakan agar sumber kajian
pustaka bukan hanya yang berbahasa
Indonesia.
 Hendaknya diusahakan agar terdapat
imbangan yang serasi antara jumlah
kutipan yang bersifat teori dengan kutipan
hasil penelitian.
OPERASIONALISASI
MENYUSUN LANDASAN TEORI

 Tetapkan nama variabel/fokus yang akan


diteliti.
 Cari sumber bacaan (buku, kamus ke-
ilmuan, jurnal, laporan penelitian yang
relevan).
 Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik
yang relevan dengan variabel/fokus yang
diteliti.
 Cari definisi setiap variabel/fokus
penelitian, bandingkan dengan sumber
lainnya, pilih definisi yang sesuai.
 Baca seluruh isi topik buku, lakukan
analisis, renungkan dan buatlah rumusan
dengan bahasa sendiri.
 Deskripsikan teori yang sudah dibaca
kedalam bentuk tulisan dengan bahasa
sendiri.
Contoh Judul (kuantitatif)
Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin Pegawai
terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Dinas
Pekerjaan Umum Kabupaten Cilacap
 Objek/Variabel:
 Kepemimpinan
 Disiplin Pegawai
 Kinerja Pegawai
 Teori
 Kepemimpinan
• Definisi kepemimpinan
• Tipe kepemimpinan
• Fungsi kepemimpinan
• Bentuk kekuasaan pemimpin
• Indikator kepemimpinan
 Disiplin Pegawai
• Definisi disiplin
• Azas-azas disiplin
• Tujuan pembinaan disiplin pegawai
• Pedoman pendisiplinan pegawai
• Karakteristik disiplin
• Tindakan pendisiplinan
• Sasaran tindakan pendisiplinan
• Indikator disiplin pegawai
 Kinerja Pegawai
• Pengertian kinerja
• Tujuan peningkatan kinerja
• Penilaian kinerja
• Konsep pengukuran kinerja
• Indikator kinerja
 Pengaruh Kepemimpinan dan Disiplin
Pegawai terhadap Kinerja Pegawai
• Teori yang telah ada.
• Pendapat para ahli.
• Hasil penelitian.
• Jurnal.
• Proseding.
• Dan lain-lain.
Contoh Judul (Kualitatif)
Transformasi Peran Aparatur Pemerintah di
Kota Surakarta.
 Pijakan awal:
 Tuntutan perubahan.
 Fenomena dalam organisasi publik
 Transformasi peran aparatur pemerintah
 Key success factors (faktor-faktor kunci
keberhasilan)
 Teori
 Tuntutan Perubahan.
• Globalisasi.
• Otonomi.
• Demokratisasi.
• Revolusi teknologi informasi.
 Fenomena dalam organisasi publik
• Reinventing government.
• Reformasi birokrasi.
• Good governance.
 Transformasi peran aparatur
pemerintah
• Peran Tradisionil Aparatur Pemerintah
• Perubahan Peran Aparatur
• Peran Baru Aparatur Pemerintah
 Key success factors (faktor-faktor kunci
keberhasilan)
• Kepemimpinan
• Sikap Aparatur
• Iklim Organisasi