Anda di halaman 1dari 39

PRESENTASI KASUS

CA PARU DEXTRA JENIS SMALL CELL


CARCINOMA
Pembimbing : dr. Wisuda Moniqa, Sp.P. M.Kes

Oleh :
Jehan Arinda Pridiabdhy G4A016123
I.
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. SS
Jenis Kelamin : Pria
Usia : 58 tahun
Alamat : Kedunggede RT 004/005
No. CM : 02010922
Pekerjaan : Tidak Bekerja (Tukang
kayu sebelum sakit)
Agama : Islam
Ruang Rawat : Cendana
Tanggal Masuk RS : Jum’at, 25 Mei 2018
Tanggal Periksa : Kamis, 31 Mei 2018
ANAMNESIS
Keluhan Utama:
Batuk berdahak
Keluhan Tambahan:
Sesak, lemas, mual dan nafsu makan berkurang

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang ke poliklinik paru RSMS tanggal 25 Mei 2018 dengan
keluhan batuk berdahak sejak 1 tahun SMRS, dirasakan terus
menerus dan menganggu aktivitas pasien. Pasien mengatakan
bahwa batuknya semakin bertambah berat ketika sedang makan atau
beraktivitas ringan, berkurang ketika pasien beristirahat. Pasien juga
mengatakan seiring bertambahnya waktu keluhan semakin
bertambah disertai dengan sesak nafas, mual, nafsu makan
menurun, berat badannya menurun dan lemas. Keluhan demam,
mual, dan nyeri dada disangkal.
Pasien bercerita awal mula muncul keluhan sering berobat di
Puskesmas kemudian dirujuk ke RSUD Banyumas sempat
disedot cairan di paru kanan, serta dirujuk kembali ke RS
Sardjito sebelum kontrol ke RSMS. Pasien juga mengakui
pernah operasi usus buntu 2 tahun lalu. Pasien kontrol di
poliklinik akan menjalani program kemoterapi yang pertama.
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat keluhan serupa : Efusi pleura Riwayat keluhan serupa : disangkal


Riwayat mondok : disangkal Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat OAT : disangkal Riwayat kencing manis : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal Riwayat asma : disangkal
Riwayat kencing manis : disangkal Riwayat alergi : disangkal
Riwayat asma : disangkal Riwayat paru : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Riwayat operasi : ileus obstruktif
Riwayat sosial dan ekonomi
Community Home
Pasien sudah menikah dan tinggal Pasien tinggal di sebuah rumah. Rumah
bersama istri, satu orang anak dan terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 kamar
saudara istri dirumahnya. Hubungan mandi. Kamar mandi dan jamban di
antara pasien dengan keluarga, dan dalam rumah. Atapnya memakai genteng
tetangga baik. dan lantai terbuat dari keramik. Ruangan
Personal habbit rumah cukup terang matahari cukup
masuk ke dalam rumah serta ventilasi
Pasien pernah merokok sehari minimal 2 cukup.
bungkus, tidak mengonsumsi alkohol, ataupun
mengkonsumsi obat-obatan terlarang, pasien
juga mengaku jarang berolahraga. Occupational
Pasien sebelumnya bekerja
Drug and Diet sebagai tukang kayu, namun
Menu makan pasien terdiri dari nasi, sayur- saat ini sudah tidak bekerja
sayuran dan lauk-pauk. Pasien makan sehari sejak 3 tahun lalu.
2-3 kali.
Pemeriksaan Fisik
✘ Keadaan umum : Kurus, tampak lemah
✘ Kesadaran : Compos mentis
Tanda Vital
✘ Tekanan darah : 110/60 mmHg
✘ Nadi : 84 x/menit, isi dan tekanan cukup
✘ Laju pernafasan : 28 x/menit, reguler
✘ Suhu : 36.8 oC
✘ SPO2 : 97%
Status Gizi
✘ BB : 43 kg
✘ TB : 163 cm
✘ BMI : 16.2 (underweight)
Status generalis

Kepala : mesosefal, distribusi rambut


merata, venektasi temporal (-)
Leher : deviasi trakhea (-), tidak terdapat
pembesaran KGB, tidak terdapat
pembesaran tiroid, JVP tidak nampak, tidak
kuat angkat
Mata : edema palpebrae (-/-), ptosis (-/-),
konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-),
pupil isokor 3mm/3mm, reflek cahaya (+/+)
Telinga : otore (-/-), deformitas (-/-), nyeri
tekan (-/-)
Hidung : nafas cuping hidung (-/-), discharge
(-/-), deformitas (-/-)
Status generalis

Paru
✘ Inspeksi : ketertinggalan gerak (+/-),
retraksi intercostae (-/-), jejas (-/-)
✘ Palpasi : Vocal fremitus apex dextra
= sinistra
Vocal fremitus basal dextra < sinistra
✘ Perkusi : Redup pada seluruh
lapang paru kanan
✘ Auskultasi : SD vesikuler (+/+), RBK
(+/+)
Status generalis
Abdomen
Jantung
✘ Inspeksi : datar, bekas luka operasi
✘ Inspeksi : Ictus cordis tak
(+)
tampak
✘ Palpasi : Ictus cordis tak ✘ Auskultasi : Bising usus (+) normal
teraba
✘ Perkusi : Timpani
✘ Perkusi : Batas Jantung
✘ Palpasi : Supel, nyeri tekan (-),
Kanan atas : SIC II LPSD
defans muscular (-), pembesaran hepar
Kiri atas : SIC II LPSS
(-), pembesaran lien (-)
Kanan bawah : SIC IV LPSD
Kiri bawah : SIC V, 2 jari medial
Ekstremitas
LMCS ✘ Atas : Edem (-/-), sianosis (-/-),
✘ Auskultasi : S1>S2, reguler, akral hangat (+/+)
Murmur (-), Gallop (-).
✘ Bawah : Edem (-/-), sianosis (-/-),
akral hangat (+/+)
Pemeriksaan Penunjang
RO thorax 25 Mei 2018

Kesan: Efusi pleura dextra masive -> DD :


massa pulmo
Besar pulmo tak valid dinilai
Sistema tulang yang tervisualisasi baik
c
Sitologi Cairan
Hasil Patologi Anatomi 6/11/2017
Sampel : Sitologi cairan
Mikroskopik : Sediaan sitologi dengan cell block menunjukan
sel-sel yang berkelompok dengan didapat gambaran moldy sel
sukup polimorfik, ukuran cukup kecil, inti bulat, hiperkromatis, oval,
latar belakang berupa eritrosit merata.
Kesan : - Sitologi dengan cell block AJH massa
paru dextra : didapatkan sel ganas.
- Pendapat : Kesan small cell lung carcinoma.
Sitologi Cairan
Hasil Patologi Anatomi 6/11/2017
Sampel : Sitologi cairan
Mikroskopik : Sediaan sitologi dengan cell block menunjukan
sel-sel yang berkelompok dengan didapat gambaran moldy sel
sukup polimorfik, ukuran cukup kecil, inti bulat, hiperkromatis, oval,
latar belakang berupa eritrosit merata.
Kesan : - Sitologi dengan cell block AJH massa
paru dextra : didapatkan sel ganas.
- Pendapat : Kesan small cell lung carcinoma.
Diagnosis “
✘ CA Paru kanan jenis small
cell carcinoma T4N3M1A
stadium IV
✘ Efusi pleura dextra
✘ Anemia
✘ Hipoalbuminemia
Penatalaksanaan
Medikamentosa Non medikamentosa
✘ O2 2 lpm nasal kanul ✘ Bed rest
✘ IVFD NaCL 0.9% 20 tpm ✘ Makan makanan yang mengandung
✘ Inj. Ceftriaxone 2 gr/24 jam IV buah-buahan dan sayuran.
✘ Inj. MP 2x62.5 mg
✘ Inj. Mecobalamin 2x1 amp
✘ Curcuma 3x1 tab
✘ Vip albumin 3x1 caps
✘ Plasbumin 20% 1 flash IV
✘ Transfusi PRC 1 kolf -> premedikasi
difenhidramin

Prognosis
✘ Ad Vitam : Dubia ad malam
✘ Ad Functionam : Dubia ad malam
✘ Ad Sanationam : Dubia ad malam
II.
TINJAUAN PUSTAKA
KANKER PARU
📖
Kanker paru adalah tumor ganas pada organ paru, dan
terletak pada daerah saluran nafas atau epitel bronkus.
Terjadinya kanker paru ditandai dengan pertumbuhan sel
yang tidak normal, tidak terbatas dan cenderung merusak
jaringan normal.
221.220 kanker paru EPIDEMIOLOGI Indonesia menduduki peringkat 4
di Amerika Serikat
pada tahun 2014, kanker terbanyak, Karena sistem
dengan 158.040 pencacatan kita yang belum baik
kematian prevalensi pastinya belum
diketahui pasti.
ETIOLOGI

✘ Rokok  mengandung nitrosamin


dan aromatik polisiklik hidrokarbon
✘ Paparan terhadap asbes
✘ Paparan terhadap radium/radon
✘ Paparan terhadap arsen
✘ Polusi
✘ Genetik
PATOFISIOLOGI
Paparan zat yang
bersifat karsinogenik Mengendap pada
terus menerus
saluran napas

Deskuamasi Perubahan epitel


(hiperplasia/metaplasia silia dan mukosa
jaringan)
MANIFESTASI KLINIS

✘ Batuk-batuk dengan / tanpa dahak (dahak


putih, dapat juga purulen) sekitar 45%-75%
✘ Batuk darah 57%
✘ Sesak napas
✘ Suara serak
✘ Sakit dada
✘ Sulit / sakit menelan
✘ Benjolan di pangkal leher
✘ Sembab muka dan leher, kadang-kadang
disertai sembab lengan dengan rasa nyeri
yang hebat
MANIFESTASI KLINIS

✘ Invasi lokal
○ Nyeri dada
○ Dispnoe karena efusi pleura
○ Invasi ke perikardium.
○ Sindroma vena kava superior
○ Sindrom Horner
○ Suara serak, karena penekanan pada nervus
laringeal rekurer

✘ Gejala Penyakit Metastasis


○ Pada otak, tulang, hati, adrenal
○ Limfadenopati servikal dan supraklavikula
KLASIFIKASI

SCLC (small cell lung cancer)


NSCLC (non small cell lung cancer)
✘ adenokarsinoma
✘ karsinoma sel skuamosa
✘ karsinoma bronkoalveolar
✘ karsinoma sel besar
Want big
impact?
Use big
image.
DIAGNOSA

✘ Anamnesis
Batuk lama, batuk berdarah, sesak nafas, nyeri
dada, suara serak, sulit/nyeri menelan yang tidak
merespon dengan pengobatan atau penurunan
berat badan dalam waktu singkat, nafsu makan
menurun, demam hilang timbul, sakit kepala, nyeri di
tulang atau parese, dan pembengkakan atau
ditemukannya benjolan di leher, aksila atau dinding
dada
DIAGNOSA

✘ Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik mencakup tampilan umum
penderita yang menurun, penemuan abnormal pada
pemeriksaan fisik paru seperti suara napas yang
abnormal, benjolan superfisial pada leher, ketiak
atau dinding dada, tanda pembesaran hepar atau
tanda asites, dan nyeri ketok di tulang
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Radiologi : Rontgen foto toraks PA / Lateral

Computerized Tomography ( CT )-Scan toraks

CT Otak, Bone survey, Bone Scan, Ultrasonography


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah Rutin
Histopatologi , Sitologi dari :
Sputum ,
Bilasan bronkus
Sikatan bronkus
Cairan Pleura
Bahan biopsi aspirasi kelenjar dan tumor
PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Bronkoskopi
- Biopsi aspirasi trantorakal
- Punksi dan biopsi pleura
- CT scanning
- Biopsi kelenjar getah bening
- Mediastinoskopi
- Torakotomi explorasi
- Tumor marker
STADIUM KANKER
PENATALAKSANAAN

SMALL CELL CARCINOMA


✘ Stadium terbatas

Pilihan modalitas terapi pada stadium ini adalah


kombinasi dari kemoterapi berbasis platinum dan terapi
radiasi toraks
✘ Stadium lanjut

Pilihan utama modalitas terapi stadium ini adalah


kemoterapi kombinasi
PENATALAKSANAAN
NON SMALL CELL CARCINOMA
✘ BEDAH
Modalitas ini adalah terapi utama, terutama stadium I-II dan stadium IIIA yang masih dapat direseksi
setelah kemoterapi neoadjuvan
✘ Radioterapi
Radioterapi merupakan salah satu modalitas penting dalam tatalaksana kanker paru. Radioterapi
dapat berperan di semua stadium sebagai terapi kuratif, definitif, kuratif neoajuvan, ajuvan maupun
paliatif
✘ Kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan sebagai modalitas neoadjuvan pada stadium dini, atau sebagai adjuvan
pasca pembedahan
✘ Terapi Target
Terapi target diberikan pada penderita dengan stadium IV kanker paru mutasi EGFR positif yang
sensitif terhadap EGFR-TKI
✘ Terapi Kombinasi
Terapi kombinasi diberikan pada kasus-kasus tertentu, terutama yang tidak memenuhi syarat untuk
menjalani pembedahan
PROGNOSIS

Estimasi survival 5 tahun berdasarkan stage penyakit


adalah sebagai berikut :
✘ Stage IA - 75%

✘ Stage IB - 55%

✘ Stage IIA - 50%

✘ Stage IIB - 40%

✘ Stage IIIA - 10-35%

✘ Stage IIIB – kurang dari 5%

✘ Stage IV – kurang dari 5%


PENCEGAHAN

Penelitian tentang rokok mengatakan bahwa lebih dari


63 jenis bahan yang dikandung asap rokok itu bersifat
karsinogenesis. Secara epidemiologik juga terlihat kaitan
kuat antara kebiasaan merokok dengan insidens kanker
paru, maka tidak dapat disangkal lagi menghindarkan
asap rokok adalah kunci keberhasilan pencegahan yang
dapat dilakukan
KESIMPULAN

✘ Kanker paru adalah tumor ganas pada organ paru, dan


terletak pada daerah saluran nafas atau epitel bronkus.
✘ kanker paru dibagi dua jenis yaitu, kanker paru karsinoma
bukan sel kecil dan kanker paru jenis karsinoma sel kecil
✘ Penentuan derajat dan stadium kanker paru menggunakan
metode TNM
✘ Penatalaksanaan kanker paru menggunakan tindakan
bedah, radioterapi, kemoterapi, terapi target dan terapi
kombinasi
✘ Prognosis dari kanker paru makin buruk bila stadium dan
derajatnya makin tinggi
thanks!