Anda di halaman 1dari 22

Laporan Pemeriksaan Psikologis Pasien

Rawat Inap Ruang Kakak Tua RSJ


Dr.Radjiman Wediodingrat Lawang

Disusun Oleh:
Zahrotus Sa’adah J71215090
Afiah Nur Sholichah J71215092
Identitas Subjek
Nama : ZK
TTL :Sumenep, 13 Desember 1997
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku Bangsa : Madura
Agama :Islam
Pendidikan terakhir : Tidak sekolah
Pekerjaan : Tidak bekerja
Status Pernikahaan : Belum Menikah
Alamat : Sumenep Madura
Anak Ke : 3 (Tiga)
Hobby : Merawat burung
Identitas orang tua
a. Ayah b. Ibu
Status sebagai ayah kandung Status sebagai ibu kandung
Nama : Surahma Nama : Buhani
Alamat : Dsn. Nyambungan Alamat : Dsn. Nyambungan
RT.004 RW.004 Ds. RT.004 RW.004 Ds.
Jenangger Kec.Batang- Jenangger Kec.Batang-
Umur Batang Kab.Sumenep Umur Batang Kab.Sumenep
Suku Bangsa Madura Suku Bangsa Madura
Agama : - Agama :-
Pendidikan : Madura Pendidikan : Madura
Pekerjaan : Islam Pekerjaan : Islam
Tingkat : SD Tingkat Sosial : SD
Sosial : Petani Ekonomi : Penjual
Ekonomi : Menengah KebawaH : Menengah Kebawah
Latar Belakang Pendidikan Subjek
No Taraf Nama dan Tempat Tahun Tahun Ijazah/
Sekolah Masuk Keluar Keterangan
1 SD SDN Jenangger 2003 2010 Lulus
Sumenep Madura dengan
Ijazah
2 SMP MTs Miftahun Ulum 2010 2013 Lulus
Matang-matang Madura dengan
ijzah
Latar Belakang Pengalaman Kerja Subjek
No Tempat Jabatan Tahun Tahun Keterangan
Bekerja Masuk Keluar

1 Sawah Petani Subjek pernah bekerja di


sawah sebagai petani
- -
selama 2 tahun.

2 Home Pekerja Subjek bekerja membuat


industry paving di home industry di
- -
Sumenep Madura
Riwayat Keluhan
A. Keluhan
Subjek ZK dirawat di Rumah sakit jiwa Dr Radjiman Widiyodiningrat Lawang
sebanyak 1 kali selama setahun terakhir . Subjek dirawat pada bulan April 2018
dengan keluhan kebingungan, lalu saat diantar ke rumah sakit subjek menolak
untuk turun dari kendaraan, dan menurut keterangan keluarga subjek dibawa ke
rumah sakit ini dengan alasan karena mencoba untuk membunuh saudara.
Kemudian pemeriksaan selanjutnya di rumah sakit jiwa ini pada tanggal 28 Mei
2018 subjek mengalami gaduh gelisah dengan berbicara sendiri, tertawa sendiri,
bingung, bicara sendiri dengan berbisik-bisik. Subjek didiagnosa F.25.0 Skizoafektif
disorder manic type.
Sebab-sebab Keluhan

Pertama kali saat subjek dirawat di rumah sakit mengalami


kebingungan dan menolak untuk turun dari kendaraan. Hal ini
karena subjek di kasih tau bahwa subjek diantar untuk bekerja bukan
ke rumah sakit dan subjek tidak merasa sakit “gila” tetapi subjek
merasa dirasuki oleh makhluk ghaib yang merupakan sakit turunan.
Subjek masuk ke rumah sakit dengan alasan mencoba untuk
membunuh kakak saudaranya menggunakan pisau. Hal ini karena
subjek merasa diguna-guna oleh musuhnya dan dibisiki untuk
marah-marah dan membunuh saudaranya.
Jadwal Pemeriksaan
No Hari/Tanggal Tempat dan Waktu Kegiatan
2 Senin, 25 Juni Bangsal Kakak Tua,  Wawancara Subjek
2018 08.00-12.00 WIB dan 13.00-  Memmbangun Rapport
15.00 WIB  Observasi Subjek
3 Selasa, 26 Juni Bangsal Kakak Tua,  Wawancara Subjek
2018 08.00-12.00 WIB dan 13.00-  Observasi Subjek
15.00 WIB
4 Rabu, 27 Juni Bangsal Kakak Tua,  Observasi Subjek dan
2018 08.00-12.00 WIB dan 13.00- Lingkungan
15.00 WIB  Wawancara Subjek
5 Kamis, 28 Juni Bangsal Kakak Tua,  Observasi Lingkungan
2018 08.00-12.00 WIB dan 13.00-  Wawancara perawat
15.00 WIB
Observasi
Hari/Tanggal
Senin, 25 Juni 2018
Harian Kegiatan Subjek
• Subjek mengikuti lomba adzan dan tartil yang diadakan oleh RSJ dalam rangka
memperingati ulang tahun RSJ
• Pemeriksa melihat dan memperhatikan dari kejauhan, terlihat ada seorang ibu-
ibu yang meminta makanan yang dimakan oleh subjek, lalu subjek memberikan
separuh makanan yang dipegang.
• Dalam wawancara subjek mampu menunjukkan sikap kooperatif dengan
mampu menjawab apa yang ditanyakan dan mau melakukan kontak mata
dengan pemeriksa
Selasa, 26 Juni 2018 • Subjek beraktifitas pagi yakni bersih-bersih area bangsal, mandi, makan dan
minum obat, kemudian mendengarkan music dangdut sambil berjoget di ruang
tengah
• Reaksi pasien saat itu sangat antusias tidak ada beban, Saat itu pemeriksa
menanyakan seputar identitas subjek dan keluarganya, dan subjek pun
menjawabnya dengan kooperatif. Selang waktu beberapa menit sekitar 20
menit subjek sudah mulai mengalihkan pembicaraan, misalnya jawaban yang di
jawab pasien tidak sesuai dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh pemeriksa
• Pasien mengikuti pemeriksaan rehab dengan dokter
Hari/Tanggal Kegiatan subjek
Rabu, 27 Juni 2018 • Subjek dalam keadaan diikat pada tangannya di belakang pintu ruang isolasi
• Pasien berbicara sendiri dan tertawa-tawa, berteriak, menggedor pintu
• Subjek menumpahkan air ke lantai dan membersihkan dengan kaosnya
sendiri
• Subjek dengan halusinasinya yang tinggi dengan omongan yang ngelantur
• Subjek dipindah ke kamar 1 dengan keadaan berbaring di atas tempat tidur,
diikat di bagian tangan dan kakinya
• Subjek berbicara sendiri, menyanyi hingga 3 jam lamanya
• Terlihat kaki subjek bergerak tiada henti
• Subjek memakai pampers

Kamis, 28 Juni 2018 • Subjek tetap dalam keadaan seperti sebelumnya, dengan keadaan yang
kotor di atas tempat tidur
• Subjek juga masih berbicara sendiri, menyanyi hingga berteriak
• Subjek mengatakan bahwasanya dia tak ingin pulang dikarenakan banyak
musuhnya yang berada di rumah
Alloanamnesa
Diperoleh dari : BS Pada tanggal : Kamis, 28 Juni 2018

Hubungannya : Perawat bangsal


Pasien masuk ke RSJ pada tanggal 2 April 2018. Pasien keluar dari rumah sakit 20
hari sebelum memasuki RSJ, pasien masuk ke RSUD Sumenep, obat-obatnya tidak
diminum dengan rutin, namun hasilnya tidak membaik karena subjek telah
diputuskan oleh tunangannya lebih tepatnya 5 hari sebelum subjek masuk ke
RSUD Sumenep. Setelah kejadian yang membuat pasien terpukul terjadi
perubahan-perubahan perilaku menyimpang diantaranya berbicara sendiri, marah-
marah, mengomel, membentak kemudian berteriak-teriak, makan dan minumpun
tidak teratur, dan subjek pun merasakan sulit tidur, jika pasien tidak tidur makan
pasien akan berjalan mondar mandir. Pasien juga sempat melakukan percobaan
bunuh diri.
Studi Dokumentasi
◦ Subjek sudah pernah masuk ke rumah sakit jiwa untuk rawat inap sebanyak 1 kali. Pada
tanggal 2 April subjek masuk ke RSJ. Subjek didiagnosis Skizofrenia Afektif (F.25), keluhan
yang dirasakan oleh subjek adalah subjek sering mengalami halusinasi berupa bisikan untuk
mengamuk hingga subjek akan membunuh saudaranya.
◦ Pada tanggal 13 April 2018 subjek memasuki ruang cendrawasih dengan keadaan pasien
tenang, berbicara terarah, komunikasi yang komunikatif, kooperatif, dan pasien pun dapat
dikirim ke rehabilitasi untuk mengikuti proses kegiatan rehabilitasi mental. sedangkan pada
tanggal 26 Juni 2018 subjek dipindah ke bangsal kakak tua dengan keadaan yang terlihat,
subjek tenang dan kooperatif, bicaranya terarah dan pasien bisa mengikuti rehabilitasi mental.
◦ Selama di rawat di RSJ subjek pernah mengikuti serangkaian terapi yakni ECT
(Electroconvulsif Therapy), Isolasi, Restrain, pemasangan infus, injeksi obat neuroleptic,
oinjeksi obat intramuscular, dan injeksi obat intravena.
Gambar Genogram
Rangkuman Biografi
N Masa/Tahun Peristiwa Perasaan/Penghayatan
o
1 Anak-anak Pada saat subjek berusia 6 tahun, ayah dan ibu Subjek lebih nyaman
subjek bercerai, dan subjek lebih memilih tinggal bersama ibunya
tinggal bersama ibunya, hingga kemudian
ibunya menikah lagi dan subjek tinggal
bersama ibu dan ayah tirinya.
Pada saat kelas 2 SD subjek pernah tidak naik Subjek merasa biasa saja
kelas
2 Remaja Subjek memiliki perilaku yang kurang baik, Kegemaran subjek, subjek
diantaranya yakni merokok di musholla merasa senang
Subjek pernah mengalami sakit parah pada saat
jenjang sekolah SMP yakni Demam berdarah
dan Malaria, hingga kemudian disuntik.
3 2014-2016 Subjek bekerja di sawah, diantara kegiatannya Subjek senang membantu
yakni memanen padi dan membantu tetangga orang lain
yang sedang membutuhkan bantuan pertanian
No Masa/Tahun Peristiwa Perasaan/Penghayat
an
4 2016 Pasien dipasung oleh anggota keluarganya Subjek merasakan
selama 15 hari sakit di bagian kaki
akibat di pasung
Pasien bekerja di home indutri sebagai Subjek aktif
pembuat paving. berkegiatan
Subjek melakukan percobaan bunuh diri Subjek merasa tidak
saat tidak bisa membantu kakaknya dalam berdaya karena tidak
membangun rumah dapat membantu
orang lain
5 2017 Subjek mulai merasa mengalami halusinasi Ambisi yang
berupa bisikan yang menyuruh untuk menggebu-nggebu
marah-marah hingga akan membunuh kakak
iparnya
Landasan teori
A. skizoafektif
Skizoafektif adalah kelainan mental yang ditandai
adanya kombinasi gejala skizofrenia (gangguan
berpikir, delusi dan halusinasi) dan gejala afektif (gajala
depresif atau manik) (Ahmed dkk, 2011). Gejala afektif
ini bisa disebut juga gejala mood
Pembahasan Kasus

Subjek dipilih karena dianggap kooperatif dan dapat


berkomunikasi dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari
hasil observasi yang dilakukan sebelumnya. Subjek masuk
rumah sakit jiwa pada tanggal 2 April 2018 dengan diagnosis
Skizofrenia Afektif.
Selama menjalani pemeriksaan, dapat diketahui bahwa subjek
menampakkan perilaku yang mengarah pada diagnosis skizofrenia afektif
tipe manik, seperti halnya menunjukkan ciri khas pada aktivitas yang
berlebihan, subjek sangat gelisah, menghambur-hamburkan uang yang
nantinya dibelikan rokok, terus berbicara dan menyanyi-nyanyi. Subjek
juga mengalami gangguan emosi, disini pasien merasa senang, optimistic.
Halusinasi ditemukan selama pemeriksaan yaitu berupa halusinasi auditori
dan visual berupa m endengar suara-suara dan melihat bayangan keris.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan kasus diatas, dapat ditarik kesimpulan
bahwa gangguan yang terjadi pada subjek merupakan gangguan
skizofrenia afektif tipe manik yang mana gangguan tersebut
ditandai dengan adanya simtom-simtom negative seperti halusinasi
auditorik, serung mengamuk, marah-marah. Hal tersebut dipicu oleh
peristiwa traumatic yang menajadikan diri ideal yang tidak realistic
dimana hal ini merupakan ciri-ciri kepribadian yang tidak sehat
yang menyebabkan adanya keterasingan dan tidak adanya tanggung
jawab dalam mengambil keputusan, hal ini akan mengarah kepada
gangguan patologis.
Saran
Untuk Keluarga
◦Meningkatkan dukungan sosial dan membina rasa
percaya pasien dengan keluarga
◦Memberikan perhatian lebih intens dan tidak
membiarkan pasien sendirian untuk waktu yang lama
◦Selalu memberi aktivitas yang produktif untuk dilakukan
pasien selama berada di lingkungan rumah.
◦Mengapresiasi hasil karya dan perkembangan kesehatan
pasien
Untuk Keluarga
◦Meningkatkan dukungan sosial dan membina rasa percaya
pasien dengan keluarga
◦Memberikan perhatian lebih intens dan tidak membiarkan
pasien sendirian untuk waktu yang lama
◦Selalu memberi aktivitas yang produktif untuk dilakukan
pasien selama berada di lingkungan rumah.
◦Mengapresiasi hasil karya dan perkembangan kesehatan
pasien
Untuk Rumah Sakit
◦Meningkatkan pelayanan penuh psikofarmaka
◦Meningkatkan pelayanan kesehatan untuk membantu
pasien lebih cepat mengorientasi realitas
◦Memberikan terapi yang lebih variatif pada pasien untuk
menemukan kemampuan yang dapat dikembangkan oleh
pasien selama masa perawatan