Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS

TIM OBSERVASI & WAWANCARA BANGSAL BEKISAR


RSJ. Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
Tim Observasi
& Wawancara

Oleh :

Fitri Wardayanti (J01215014)


Ismitri Ambarwati A (J01215015)
Nawal Fatin (J01215025) Program Studi Psikologi Klinis
Nikmah Dwi Noer W (J01215026) Fakultas Psikologi
Putri Alfiyah N (J01215028) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Baruna WP (J71215051) Di
Rsj. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Fatimah Intan P (J71215056)
2018

Pembimbing
M. Kholik, M.Psi. Psikolog
HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA
A. Identitas Klien

Nama : YS
Tempat/ tanggal lahir : Jbr, 23 Mei 1995
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan :-
Status Pernikahan : Belum menikah
Alamat : JBR
Anak ke : 1 dari 5 bersaudara
Our Clien’s Data

Kegemaran / Hobi Kegiatan Di Luar Penggunaan waktu


Rumah senggang

Modifikasi sepeda Nongkrong bersama Bermain game di HP dan


motor dan bermain teman – temannya, play station, menonton
game balapan liar dan video berkonten berita dan
mengkonsumsi miras. pengetahuan umum
(eksperimen).
B. Identitas Orang Tua

Ayah Kandung Ibu Kandung

Nama : AST Nama : EA


Alamat : JBR Alamat : JBR
Umur : 50 tahun Umur : 47 tahun
Suku bangsa : Jawa Suku bangsa : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SLTA Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Wiraswasta
Tingkat sosial ekonomi : Menengah ke atas Tingkat sosial ekonomi : Menengah ke atas
Keterangan lain : orang tua klien sudah bercerai Keterangan lain : orang tua klien sudah berce-
sejak klien berusia sekitar tiga tahun dan ayahn ai sejak klien berusia sekitar tiga tahun dan ibu
ya menikah kembali saat klien duduk di kelas 1 nya menikah kembali saat klien duduk di kelas
SMP 1 SMP
C. Susunan Keluarga

Hub. Dalam
No Nama Jenis kelamin Usia Pendidikan Pekerjaan
Keluarga

1. AST Ayah Laki-laki 50 tahun SLTA Swasta

2. EA Ibu Perempuan 47 tahun SLTA Ibu rumah tangga

3. YS Subjek Laki-laki 23 tahun SLTA -

4. JPM Adik Perempuan 8 tahun SD Pelajar

5. MPE Adik Perempuan 4,5 tahun TK Pelajar


6. ZPE Adik Perempuan 2 tahun Belum
-
sekolah
7. Z Adik Perempuan 1 tahun Belum
-
sekolah
D. Keadaan Keluarga
Status pernikahan : belum menikah
Orang tua bercerai sejak klien berusia sekitar 3 tahun

E. Latar Belakang Subjek

Pendidikan
Nama dan Tahun Tahun
Taraf Ijazah/ Keterangan
Tempat Sekolah Masuk Keluar

TK TK US 2000 2002 LULUS

SD MI US 2002 2008 LULUS


SMP SMP PGRI GL 2008 2011 LULUS
SMA SMA PGRI 1 K 2011 2014 LULUS
Pengalaman Kerja Klien

Tahun Tahun
No Tempat Bekerja Jabatan Keterangan
Masuk Keluar
1 Bengkel Montir 2008 2017
Bekerja selama 1 bulan
2 Kebun Jeruk Petani 2011 2011
di kebun milik tetangga
Bekerja hanya beberapa
3 Kuli bangunan Kuli 2011 2011
hari saja
F. Gambar Genogram

Gambar 1. Genogram Subyek

Keterangan :

: laki – laki : Meninggal

: perempuan : Subyek
Masa/
No Peristiwa Perasaan/ Penghayatan
Tahun
1 Anak Usia 3 tahun orangtua klien bercerai, klien -
pernah berganti nama karena sering sakit-
G. Rangkuman Biografi sakitan, yang awalnya klien bernama GSBK
menjadi YS.
Klien Saat SD klien pernah dimintain uang dan di -
pukul oleh teman-temanya serta diejek karena
berpenampilan kumuh.
2 Remaja Kelas 1 SMP klien bekerja di bengkel. Klien dapat menyalurkan
hobinya melalui bekerja di
bengkel.

Kelas 1 SMP Klien pernah melarikan diri ketika Klien merasa tidak bisa
pelajaran mengaji. mengaji. Dan hal ini
terulang sampai SMA.
Kelas 2 SMP klien jatuh dari sepeda motor Klien mempunyai bekas
ketika balapan luka di lengan dan pinggang.
Kelas 1 SMA klien pernah bekerja di kebun Klien ingin mengumpulkan
jeruk selama 1 bulan. uang untuk di tabung.
Selain itu klien juga bekerja menjadi kuli di
rumah tetangga
3 Dewasa
Klien pernah memukul tetangganya Klien merasa sedikit kecewa
Satu tahun setelah lulus SMA klien disuruh
2016 orangtuanya untuk mendaftar polisi akan tetapi
saat tes kesehatan tidak lolos.
Klien memukul polisi

Masuk rumah sakit jiwa untuk pertama kali Klien menyakiti diri sendiri

2017 Masuk rumah sakit jiwa untuk kedua kali Klien marah-marah dan
bertengkar dengan ibunya
Sambungan,,

No. Masa / Tahun Peristiwa Perasaan / Penghayatan

3 2017 Kakek klien meninggal dunia s Klien merasa kecewa kare


aat klien berada di RSJ na kakeknya telat di bawa
ke RSUD
2018 Klien mengalami kecelakaan k Klien memiliki bekas luka di
arena ada pengendara yang ti dada dan pundak
dak menyalakan lampu sen sa
at berbelok
Klien masuk RSJ untuk ketiga Klien memukul pundak ibu
kalinya nya, merasa sedih namun
bersikap biasa saja setelah
nya
H. Riwayat Keluhan
1. Keluhan utama : marah-marah, memukul ibu
dengan batu bata, jarang mandi, keluyuran, men
D

galami halusinasi dan ketakutan.


D

2. Sebab keluhan : ingin selalu menambah sepeda


motor untuk dimodifikasi dan mengira bahwa ibu
klien mengambil tabungan klien tanpa izin
No Hari/ Tanggal Tempat Dan Waktu Kegiatan
Bangsal Bekisar,

I. Jadwal
Orientasi Tempat Praktik
1 Jum’at, 22 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 –
(Bangsal Bekisar)
15.00

Pemeriksaan 2 Sabtu, 23 Juni 2018


Bangsal Bekisar,
08.00 – 12.00 ; 13.00 –


Observasi Klien
Membangun Rapport
15.00
Bangsal Bekisar,  Observasi Klien
3 Minggu, 24 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 –  Wawancara Identitas
15.00 Klien
 Observasi Klien
Bangsal Bekisar,
 Wawancara
4 Senin, 25 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 –
 Mencatat Rekam
15.00
Medis Klien
No Hari/ Tanggal Tempat Dan Waktu Kegiatan
 Observasi Klien
 Wawancara
Bangsal Bekisar,
 Mencatat Rekam
5 Selasa, 26 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 –
Medis Klien
15.00
 Jalan – Jalan Sekitar
Lingkungan RSJ
 Observasi Klien
Bangsal Bekisar,  Melakukan TAK
6 Rabu, 27 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 – didampingi perawat
15.00 ruangan
 Wawancara
 Jalan – jalan
Bangsal Bekisar,
 Mengajak pasien
7 Kamis, 28 Juni 2018 08.00 – 12.00 ; 13.00 –
bermain TOD (truth
15.00
or dare)
J. ANAMNESA

ANAMNESA

Autoanamnesa Alloanamnesa

Alloanamnesa 1
Klien
Narasumber : RL
(YS)
Status : Perawat Bangsal

Alloanamnesa 2
Narasumber : EK
Status : Perawat Bangsal Bekisar
1. Deskripsi Klien secara umum

K. Observasi Perilaku : Perilakunya cukup tenang, kooperatif dan pembicaraannya


Seperti anak kecil. Klien memiliki kemampuan ADL (Activity daily living
) yang baik terbukti dengan kegiatan sehari-hari klien mampu makan
sendiri, membersihkan badan sendiri, membersihkan ruang tidur,
menyapu ruangan sekitar bangsal dan mencuci peralatan makannya.
Ketika berjalan klien membungkuk dan terlihat kurang bertenaga,
jalannya pelan dan memiliki langkah pendek.

Sikap : Klien memiliki sikap yang pemalu, perilakunya masih kekanak-


kanakan dan cengengesan. Suaranya terdengar lirih dan pelan. Cara
berjalannya sedikit membungkuk, Klien cenderung merahasiakan bebera
pa hal sehingga masih kurang terbuka dengan tim observer.

Kondisi : Klien berpakaian bersih dan berpenampilan rapi. Kuku klien


terlihat bersih dan pendek. Perawakan tubuhnya kurus dengan kira – kira
berat badannya 58 kg dan tinggi badannya 167 cm. Klien memiliki kulit
sawo matang, rambut hitam pendek, memiliki kumis yang tipis.

2. Observasi Lingkungan
L. Studi Dokumentasi
Riwayat 1 Riwayat 2 Riwayat 3
(14-11-2016 s/d 10-12-2016) (20-08-2017 s/d 12-09-2017) (07-06-2018 s/d saat ini)
1. gangguan skizofrenia hebrefenik
Gangguan psikotik polimorfik akut Episode depresif berat dengan gejala episode berulang (F20.1.3)
dengan gejala skizofrenia (F23.1) psikotik (F32.3) 2. gangguan depresif berat dengan
gejala psikotik (F32.3)

Keluhan : gelisah, bingung, sulit tidur,


Keluhan : sering marah-marah, jarang mandi, tertawa sendiri, marah-
membenturkan kepala di dinding, marah dan bertengkar dengan ibunya
Keluhan : sering marah-marah, tertawa
membawa alat perkakas (obeng) yang terkait masalah cerai. Lalu klien
sendiri, keluyuran tanpa tujuan, dan tak
digunakan untuk bunuh diri, diserahkan ke ayah kandungnya.
tahu waktu, pendiam, suka menyendiri,
menganiaya diri sendiri, ngelantur, Selanjutnya muncul gejala pada klien
sulit tidur, jarang mandi, tertawa sendiri,
jarang tidur malam, sempat mau yaitu marah-marah, merusak barang,
marah-marah, ekspresi datar,
mencekik temannya, memukul polisi, sering berbicara sendiri, melamun dan
mengalami halusinasi auditori dan
mendengar bisikan seolah mengajak- tertawa sendiri, klien memiliki banyak
visual.
mengajak, terkadang mandi dengan keinginan (seperti ingin mempunyai
memakai baju, akan dan mandi tidak rumah besar dan mobil. Selain itu klien
teratur dan merasa ketakutan. merasa makan dan minumnya ada
sesuatu, dan ia mandinya tidak teratur.
M. Pedoman Diagnosis Skizofrenia Menurut PPDGJ

No Aspek Ya Tidak Keterangan


Mayorr (minimal terdapat 1 aspek)
1. Isi pikiran √
2. Waham √
3. Halusinasi auditori √ Klien mendengar suara berdenging
4. Kekacauan perilaku √
Minor (minimal terdapat 2 aspek)
1. Halusinasi √ Klien melihat bayangan hitam pukul
dua malam
2. Arus pikiran √ Pembicaraan klien terkadang tidak
relevan (ngelindur)
3. Perilaku katatonik √
4. Reaksi emosional √ Klien memiliki ekspresi yang tergolong
datar
Identifikasi
No. Kriteria gejala Keterangan

Diagnosis Skizofrenia Hebrefenik 1. Usia remaja (15-25 tahun)


Ya

Tidak
Klien berusia 23 tahun
2. Pemalu/suka menyendiri √ Klien memiliki ciri kepribadian
pemalu, kurang bersosialisasi dengan
teman lainnya dan kurang senang
menceritakan masalahnya pada orang
lain
Perilaku tidak bertanggung √ Klien cenderung menyendiri daripada
jawab dan kecenderungan bergaul dengan teman-temannya
untuk menyendiri, hampa
tujuan dan hampa perasaan
Afek pasien dangkal dan tidak √ klien sering cekikikan ketika
wajar, sering disertai diwawancarai dan tidak serius, suka
Diagnosis cekikikan atau perasaan puas
diri, senyum sendiri, atau oleh
bercanda, tertawa sendiri

sikap tinggi hati, tertawa


Aksis I : F20.3 (skizofrenia hebefrenik.ep.berulang) menyeringai, mannerisme,
mengibuli secara bersenda
gurau, keluhan hipokondriakal
Aksis II : - dan ungkapan kata yang
Ck. Pendiam, pemalu, kekanak-kanakan diulang-ulang
Proses pikir mengalami √ ketika diwawancarai jawaban klien
Aksis III : - disorganisasi dan pembicaraan cenderung tidak sesuai dengan
tak menentu (rambling) serta pertanyaan yang diberikan (ngelindur),
Aksis IV : Berkaitan dengan primary support group, berupa : dukungan inkoheren dan jawabannya bersifat kekanak-
keluarga yang kurang dan status ekonomi yang rendah Gangguan afektif dan √
kanakan
Klien mendengar suara berdenging dan
Aksis V : Rata-rata GAF scale 41-50 dorongan kehendak serta melihat bayangan berwarna hitam
gangguan proses berpikir
umumnya menonjol.
Halusinasi dan waham
mungkin ada tetapi biasanya
tidak menonjol. Dorongan
kehendak dan yang brtujuan
hilang serta sasaran
ditinggalkan, sehingga
perilaku penderita
memperlihatkan ciri khas,
yaitu perilaku tanpa tujuan dan
tanpa maksud.
N. LANDASAN TEORI

Konsep dasar kepribadian manusia


menurut Erik Erikson tidak hanya dipengar
-uhi oleh keinginan/dorongan dari dalam
diri individu, tapi juga dipengaruhi oleh
faktor- faktor luar, seperti adat, budaya
dan lingkungan tempat dimana
kepribadian individu berkembang dengan
menghadapi serangkaian tahapan -
tahapan sejak manusia lahir (bayi) hingga

D
memasuki usia lanjut usia (masa dewasa

D
akhir).
O. Pembahasan Kasus
 Klien dipilih karena dianggap kooperatif dan dapat berkomunikasi dengan
baik. Hal tersebut dapat dilihat dari observasi yang dilakukan sebelumnya.
Klien masuk rumah sakit jiwa untuk yang ketiga kalinya pada tanggal 7 Juni
2018 dengan diagnosis sizofrenia hebrefenik.
 Selama menjalani pemeriksaan, dapat diketahui bahwa klien menampakkan
perilaku yang mengarah pada diagnosis sizofrenia hebrefenik episode
berulang. Seperti halnya menunjukkan ciri khas pemalu, kekanak-kanakan,
suka menyendiri, serta memiliki afek yang dangkal. Klien juga melakukan
perilaku yang kurang bertanggung jawab seperti halnya tidak membuang
sampah jika tidak disuruh, membakar motor, memukul ibunya. Klien
mengalami halusinasi baik auditori maupun visual. Halusinasi auditori yang
dialami klien yakni mendengar suara bisikan dari tembok dan telinganya
berdenging sedangkan halusinasi visualnya melihat bayangan-bayangan
hitam ketika malam hari.
O. Pembahasan Kasus

 Bila ditinjau dari teori kepribadia Eric Ericson patologi yang terjadi pada klien
dilatarbelakangi oleh kondisi primary support yang kurang mendukung terutama
disebabkan adanya konflik keluarga berupa masalah perceraian orang tua serta
kurangnya dukungan orang tua terhadap bakat dan minat klien, selain itu juga
dipengaruhi oleh faktor luar lainnya seperti masalah percintaan, kondisi
ekonomi, keinginan dan hobi yang tidak bisa tersalurkan. Klien merasa rendah
diri, hal ini terjadi karena klien merasa bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.
Orangtua klien telah bercerai ketika klien berusia 3 tahun, dan pada saat itu
klien tinggal bersama neneknya. Tinggal dan diasuh bersama neneknya sampai
SMP. Pada saat SD klien juga merupakan korban bullying seperti dipukul,
dimintai uang dan di ejek karena kondisi keluarganya yang bercerai sehingga
tidak terurus. Ketika klien menginjak kelas 6 SD, klien sudah mulai mencoba
merokok bersama temannya, kebiasaan ini terus berlanjut sampai klien duduk di
bangku SMA kelas dua.
O. Pembahasan Kasus

 Saat masa SMP, Kedua orang tua klien menikah kembali dengan pasangan
yang lain saat klien menempuh pendidikan di SMP. Pada kelas 1 SMP, klien
diasuh oleh ayah dan ibu tirinya selama satu tahun. Setelah itu klien kembali lagi
diasuh oleh ibu kandung bersama nenek nya saat duduk di kelas 2 SMP. klien
mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis dan sering berganti pasangan
hingga 15 kali sampai klien memasuki masa SMA. Alasan klien sering berganti
pasangan dikarenakan klien mengalami pengkhianantan dari beberapa
pasangannya. Pada masa ini klien masih tetap mengalami tindakan bullying oleh
teman-temannya berupa veral dan non-verbal. Selain itu klien juga mulai
mencoba mengkonsumsi minuman keras atas ajakan temannya. Saat klien
ketahuan mengkonsumsi miras bersama temannya, ibunya memarahi klien,
mengurangi uang saku sekolah, menyembunyian kunci motor klien dan
membatasi ruang gerakknya. Akibat tindakan dan perilaku ibunya tersebut, klien
merasa terkekang dan marah.
O. Pembahasan Kasus

 Pada masa kelas 2 SMA, klien sudah mulai berhenti merokok. Namun, klien
mulai menggeluti dunia balap liar bersama teman-temannya. Saat klien
ketahuan melakukan hal-hal negatif seperti demikian, maka ibu klien memarahi
dirinya, mengurangi jatah harian, membatasi kegiatannya dan lain-lain. Setelah
lulus dari SMA, klien tidak langsung melanjutkan pendidikannya ke perguruan
tinggi melainkan menekuni pekerjaannya di bengkel.
 Setahun setelah lulus dari SMA klien mengikuti tes ujian masuk polisi atas
paksaan dari ibunya. Pada saat klien disuruh orangtuanya mendaftar polisi dan
ia gagal klien merasa sedikit kecewa. Menurut keterangan dari ibunya klien telah
mengikuti ujian masuk polisi sebanyak dua kali dan keduanya gagal lolos.
setelah mengalami kegagalan tersebut klien mengalami perubahan perilaku
yakni sering marah- marah keluyuran hingga larut malam, bicara sendiri, dan
lebih suka untuk menyendiri.
Kesimpulan

 Pada saat pemeriksaan ditemukan klinis


gangguan jiwa berupa adanya gangguan persepsi
dalam bentuk : halusinasi auditorik yaitu klien
masih mendengar suara-suara berdenging (tidka
dijelaskan secara rinci) di rumah sakit jiwa ,
halusinasi penglihatan yaitu klien melihat
bayangan berwarna hitam yang menyebabkan
perilakunya tergesa- gesa untuk tidur,
pemahaman diri (insight) pada taraf denial
(penolakan) klien merasa tidak mengalami
gangguan jiwa apapun.
 Ciri kepribadian yang nampak : pendiam, pemalu,
kekanak-kanakan
Anjuran untuk keluarga klien
SARAN Setelah pulang dari rumah sakit jiwa nanti keluarga dianjurkan untuk :
 Keluarga harus memastikan agar klien meminum obat secara teratur
 Memberi klien berbagai kegiatan yang positif
 Mampu mengantisipasi hal-hal yang membuat klien kambuh
 Menerima keadaan klien dan selalu memberikan pandangan positif
terhadap keadaan klien saat ini.
Anjuran untuk klien
 Lebih banyak bersosialisasi dan terbuka dengan keluarganya, orang
lain dan lingkuangan sekitar.
 Menanamkan kepercayaan diri dan selalu berfikir positif
 Rutin untuk kontrol dan minum obat dari rumah sakit
Anjuran untuk rumah sakit
 Menjaga kondisi kesehatan klien supaya tidak terpapar penyakit
lainnya
 Mengontrol perkembangan kondisi klien dan mengajak klien untuk
sering berkomunikasi
 Mengawasi klien saat mendapatkan kunjungan keluarga
D
D
Thank you