Anda di halaman 1dari 72

Konsep dan Teori

Perilaku
Perilaku

Perilaku manusia bersifat kompleks.


Perilaku manusia dapat terjadi karena berbagai sebab dan
terarah pada berbagai tujuan.
• Proses perkembangan perilaku manusia sebagian ditentukan
oleh kehendaknya sendiri, sebagian bergantung pd alam,
sedangkan makhluk lain sepenuhnya bergantung pd alam
• Ciri manusia memiliki kebutuhan yg scr terus menerus utk
dipenuhinya
• Manusia dibekali cipta (kognitif), rasa (afektif), karsa
(psikomotor).
Perilaku…

 Perilaku manusia tdk lepas dari proses pematangan organ-


organ tubuh
 Perilaku individu tdk timbul dg sendirinya, ttp akibat adanya
stimulus, baik internal maupun eksternal
Perilaku manusia tidak terlepas dari keberadaan dirinya
sebagai makhluk biologis, makhluk individu, makhluk sosial,
makhluk religius, dst.
Kompleksitas Perilaku Manusia

ASPEK BIOLOGIS

ASPEK ASPEK
SPIRITUAL PSIKOLOGIS

ASPEK SOSIOLOGIS
KAITAN PERILAKU THDP STIMULUS
EXTERNAL

PERILAKU
Stimulus Organisme Respons
INTERNAL

5
INTERAKSI BEHAVIOR-PERSON-
ENVIRONMENT (Bandura, 1977)

Behavior

Environment Person
6
PERILAKU MANUSIA
DITINJAU DARI ASALNYA

1. Native behavior
Native behavior merupakan perilaku bawaan,
bukan merupakan hasil belajar. Perilaku semacam
ini sering juga disebut insting.
2. Acquired behavior
Acquired behavior adalah perilaku yang
terbentuk sebagai hasil belajar. Perilaku ini
terbentuk karena individu berinteraksi dengan
lingkungannya, baik itu lingkungan fisik maupun
lingkungan sosial
CIRI-CIRI PERILAKU MANUSIA YG
MEMBEDAKAN DG MAKHLUK LAIN

 Menurut Sarlito Wirawan, 1983, Ciri-ciri


perilaku manusia yg membedakan dg makhluk
lain adalah:
 Kepekaan sosial
 Kelangsungan perilaku
 Orientasi pada tugas
 Usaha dan perjuangan
 Tiap individu adalah unik
Kepekaan Sosial:

 Kemampuan manusia utk dpt menyesuaikan


perilakunya sesuai dg pandangan & harapan orang
lain
 Mns adalah makhluk sosial yg dlm hidupnya perlu
kawan & bekerjasama dg orang lain.
 Perilaku mns adalah situasional, artinya perilaku mns
akan berbeda pd situasi yg berbeda
 Example : perilaku manusia saat ta’ziah (melayat)
dengan perilaku saat pesta
Kelangsungan Perilaku

 Antara perilaku yg satu ada kaitannya dg perilaku yg


lain, perilaku sekarang adalah kelanjutan perilaku yg
baru lalu, dst
 Perilaku mns tjd scr berkesinmabungan bkn scr serta
merta
 Perilaku mns tdk pernah berhenti pd suatu saat.
 Example: mahasiswa farmasi yg setiap hari kuliah
akhirnya lulus & memiliki kepandaian serta skill
dibidang kefarmasian, kemudian peroleh pekrjaan–
penghasilan– berumahtangga---keturunan---cucu dst.
Orientasi Pada Tugas
 Setiap perilaku mns sll memiliki orientasi pada suatu
tugas tertentu
 Seorang mhs yg rajin belajar menuntut ilmu,
orientasinya adl utk dpt menguasai ilmu pengetahuan
tertentu
 Individu yg bekerja, berorientasi utk menghasilkan
sesuatu
 Example: mahasiswa yg giat belajar utk semsteran,
malam hari tidur agak lebih cepat agar bs belajar bsk
pagi badan terasa segar shg mampu mengerjakan soal
dgn baik.
Usaha dan Perjuangan

 Usaha & perjuangan pd mns telah dipilih


& ditentukan sendiri, serta tdk akan
memperjuangkan sesuatu yg memang
tdk ingin diperjuangkan
 Mns memiliki cita-cita (aspirasi) yg ingin
diperjuangkannya, sedangkan hewan
hanya berjuang utk mendapatkan
sesuatu yg sudah tersedia di alam
Tiap-Tiap Individu Mns Adalah Unik
 Unik berarti mns satu berbeda dg mns yg lain
& tdk ada 2 mns yg sama persis di muka bumi
ini, walaupun ia dilahirkan kembar.
 Mns mempunyai ciri-ciri, sifat, watak, tabiat,
kepribadian, motivasi tersendiri yg
membedakannya dr mns lainnya
 Perbedaan pengalaman yg dialami individu pd
masa silam & cita-citanya kelak dikemudian
hari, menentukan perilaku individu di masa kini
yg berbeda-beda pula.
PROSES PEMBENTUKAN
PERILAKU

 Perilaku mns terbentuk krn adanya


kebutuhan (abraham maslow)
 Motivasi
 Faktor perangsang & penguat
Pengaruh sikap & kepercayaan
Perilaku Mns Terbentuk Krn Adanya
Kebutuhan
Aktualisasi

Harga Diri

Mencintai &
Dicintai

Rasa Aman

Kebutuhan Fisiologis/Biologis

Elektrolit Makan/
H20
O2 15 Minum Seks
Motivasi

 Dorongan penggerak utk mencapai tujuan


tertentu, baik disadari ataupun tdk disadari.
Motivasi dpt timbul dari dlm diri individu atau
datang dari lingkungan.
 Motivasi yg terbaik adalah motivasi yg datang dari
dlm diri sendiri (motivasi intrinsik), bukan
pengaruh lingkungan (motivasi ekstrinsik)
 Contoh : saudara belajar dgn tekun dan giat krn
ada motivasi untuk mendapatkan indeks prestasi.
Faktor Perangsang & Penguat

 Utk meningkatkan motivasi berperilaku dpt


dilakukan dg 4 cara sbb:
 Memberi hadiah dlm bentuk penghargaan,
pujian, piagam, hadiah, promosi pendidikan &
jabatan
 Kompetisi atau persaingan sehat
 Memperjelas tujuan atau menciptakan tujuan
antara (pace making)
 Memberi informasi keberhasilan kegiatan yg
telah dilakukan, utk mendorong lebih berhasil.
17
Pengaruh Sikap & Kepercayaan
 Sikap seseorang sangat mempengaruhi perilaku, baik sikap
positif maupun negatif
 Contoh: sikap ibu terhdp pentingnya imunisasi bg
bayi.
 Sikap orang yg benci & iri terhdp keberhasilan seseorang
(sikap negatif)
 Hal lain yg mempengaruhi perilaku adalah kepercayaan yg
dimiliki seseorang
 Contoh: kepercayaan seseorang bhw perbuatan yg baik
akan memperoleh pahala di kemuadian hari (positif)
Perilaku..
Perilaku manusia merupakan segala sesuatu yang
diperbuat atau dikerjakan oleh manusia, yang
merupakan kompleks dari gejala-gejala jiwa.
Gejala-gejala jiwa manusia :
o Kognisi
o Afeksi
o Konasi
GEJALA-GEJALA JIWA
 PERHATIAN
 PENGAMATAN
 TANGGAPAN
KOGNISI  IMAJINASI
 INGATAN
 PIKIRAN
 INTUSISI

GEJALA-GEJALA PERASAAN
AFEKSI
JIWA MANUSIA EMOSI

REFLEKS
INSTINK
OTOMATISME
KONASI
KEMAUAN/MOTIF
HASRAT
MINAT
NAFSU
FAKTOR YG MEMPENGARUHI
PERILAKU SESEORANG

 Faktor genetik atau faktor endogen :


mrp konsepsi dasar atau modal utk
kelanjutan perkembangan perilaku
makhluk hidup itu:
Jenis ras
Jenis kelamin
Sifat fisik :
Jenis Kelamin

 Perbedaan perilaku pria & wanita dpt dilihat


dari cara berpakaian & melakukan pekerjaan
sehari-hari
 Pria berperilaku atas dasar pertimbangan
rasional atau akal
 Wanita atas dasar pertimbangan emosional
atau perasaan
 Perilaku pada pria disebut maskulin
sedangkan wanita disebut dengan feminin
Sifat Fisik

 Perilaku individu akan berbeda-beda krn sifat


fisiknya
 Orang tipe piknis/stenis (pendek, gemuk,
perut besar) : mudah bergaul, humoris,
ramah, mudah penyesuaian diri
 Tipe atletis : tulang & otot kuat, badan
kokoh & tegap dll : sulit kontak dgn dunia
sekitar, suka menyendiri, sedikit bicara
Sifat Kepribadian
 adalah keseluruhan pikiran, perasaan dan perilaku yg
sering digunakan oleh seseorang dlm beradapatasi seara
terus menerus terhdp kehidupannya. (Maramis)
contoh : pemalu, pemarah, pengecut dsbx
 Perilaku individu adalah manifestasi dari kepribadian yg
dimilikinya sbg perpaduan antara faktor genetik &
lingkungan.
 Perilaku individu tdk ada yg sama krn adanya perbedaan
kepribadian yg dimiliki individu, yg dipengaruhi oleh aspek
kehidupan, spt pengalaman, usia, watak, tabiat, sistem
norma, nilai, & kepercayaan yg dianutnya.
Bakat pembawaan: adalah kemampuan
individu utk melakukan sesuatu yg sedikit
sekali bergantung pada latihan mengenai
hal tsb.
contoh : bakat seni lukis
Intelegensi: adalah kemampuan untuk
berfikir scr abstrak(Sukardi), sedangkan
Embbing : Intelegensi adalah kemampuan
utk membuat kombinasi.
Faktor Eksternal atau Faktor
Endogen

 Lingkungan
 Pendidikan
 Agama
 Sosek
 Kebudayaan
 Faktor lain : SSP, persepsi, emosi
Faktor Lingkungan

 Lingkungan menyangkut segala sesuatu yg


ada di sekitar individu, baik fisik, biologis
maupun sosial
 Lingkungan sangat berpengaruh thd
perilaku individu krn lingkungan mrp lahan
utk perkembangan perilaku.

28
PERILAKU MANUSIA DLM HUBUNGANNYA
DGN LINGKUNGAN

1. Individu menggunakan lingkungan


2. Individu menentang lingkungan
3. Individu menyesuaikan diri dengan
lingkungan, mencakup :
a. mengubah dirinya (autoplastis)
b. mengubah lingkungan (alloplastis)
Pendidikan

 Scr luas pendidikan mencakup seluruh proses


kehidupan individu sejak dlm ayunan hingga liang
lahat, berupa interaksi individu dg lingkungannya,
baik scr formal maupun informal
 Proses & kegiatan pendidikan pada dasarnya
melibatkan msl perilaku individu maupun klp
 Kegiatan pendidikan formal maupun non formal
berfokus pd PBM, dg tujuan agar terjadi perubahan
perilaku, yaitu dr tdk tahu mjd tahu.
Agama

 Tempat mencari makna hidup yg terakhir atau


penghabisan.
 Sbg suatu keyakinan hidup yg msk ke dlm
konstruksi kepribadian seseorang sangat
berpengaruh dlm cara berpikir, bersikap,
bereaksi & berperilaku individu
 Seseorg yg mengerti & rajin melaksanakan
ajaran agama dlm kehidupan, akan
berperilaku & berbudi luhur sesuai dg ajaran
agama yg diyakininya
Sosial Ekonomi

 Klg yg status sosial ekonominya


berkecukupan, akan mampu menyediakan
segala fasilitas yg diperlukan utk memenuhi
kebutuhan hidupnya
 Klg yg sosial ekonominya rendah akan
mengalami kesulitan dlm memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari
Kebudayaan

 Soerjono Soekanto, 2001; Ekspresi jiwa terwujud dlm


cara-cara hidup & berpikir, pergaulan hidup, seni
kesusastraan, agama, rekreasi & hiburan
 Kebudayaan diartikan sbg kesenian, adat-istiadat atau
peradaban mns
 Hasil kebudayaan mns akan mempengaruhi perilaku
mns itu sendiri
Faktor-Faktor Lain

 Susunan saraf pusat: memegang peranan penting krn


merup. Sarana utk memindahkan energi yg berasal dr
stimulus melalui neuron ke simpul saraf tepi yg akhirnya
akan berubah menjadi perilaku.
 Persepsi : prose diterimanya rangsang melalui pancaindra yg
didahului oleh perhatian (attention) shg indivdu sadar ttg
sesuatu yg ada diluar maupun didlm dirinya.
 Emosi : merpkn manifestasi perasaan atau afek keluar
disertai banyak komponen fisiologis, dan bioasanya
berlangsung tdk lama(Maramis). Perilaku individu dpt
dipengaruhi emosi.
Proses Belajar

Adalah bentuk mekanisme sinergi antara


faktor hereditas & lingkungan dlm rangka
terbentuknya perilaku
PROSEDUR PEMBENTUKAN
PERILAKU

 Menurut Skinner, Perilaku mrp interaksi antara


perangsang dg tanggapan, ada 2 macam tanggapan,
yakni;
 Responden respons (refleksif atau perilaku responden)
 Operant response atau instrumental behavior
Responden Respons (Refleksif atau Perilaku
Responden)

 Mrp tanggapan yg disebabkan oleh adanya rangsangan


(stimulus) tertentu atau electing stimuli yg menimbulkan
tanggapan yg relatif tetap
 Contoh : melihat orang makan rujak menimbulkan air liur
keluar.
 Responden respons termasuk respons emosi atau perilaku
emosi yg timbul krn ada hal-hal yg tdk mengenakan.
 Contoh: menangis krn sedih, sakit atau terharu, muka pucat
krn takut.
 Responden respons maupun perilaku emosi keberadaannya
sangat terbatas & kemungkinan utk dimodifikasi sangat kecil
Operant Response atau Instrumental
Behavior

 Tanggapan ini timbul & diikuti oleh perangsang


tertentu atau penguat & memperkuat tanggapan atau
perilaku tertentu yg telah dilakukan, contoh: sieorang
mahasiswa,krn rajin & tekun dlm belajar memperoleh
IP diatas 3, dkemudian diberi hadiah oleh ortunya.
 Operant response mrp bagian terbesar dari perilaku
mns yg kemungkinan memodifikasinya tdk terbatas
Utk membentuk jenis tanggapan atau perilaku perlu
diciptakan kondisi tertentu yg disebut operant
conditioning
Prosedur Pembentukan Perilaku
Dalam Operant Conditioning

 Langkah Pertama:
 Melakukan pengenalan thd sesuatu yg mrp penguat,
yaitu brp hadiah
 Langkah Kedua:
 Melakukan analisis, dipergunakan utk mengenal bgn2
kecil pembentuk perilaku sesuai yg diinginkan
 Selanjutnya bgn2 tsb disusun dlm urutan yg tepat utk
menuju pada terbentuknya perilaku yg diinginkan
 Langkah Ketiga:
 Menggunakan bgn2 kecil perilaku ;
 Bgn2 perilaku ini disusun scr urut & dipakai utk
tujuan sementara
 Mengenal pengguat atau hadiah utk masing2
bgn tadi
 Membentuk perilaku dg bgn-2 yg telah tersusun
tsb
 Apabila bgn perilaku I telah dilakukan hadiahnya
akan diberikan, yg mengakibatkan tindakan tsb
akan sering dilakukan
 Akhirnya akan dibentuk perilaku kedua dst
sampai terbentuk perilaku yg diharapkan
BENTUK PERILAKU

 Perilaku dpt diberi batasan sbg suatu


tanggapan individu thd rangsangan yg berasal
dari dlm maupun luar diri individu tsb
 Secara garis besar bentuk perilaku ada 2
macam, yakni :
 Perilaku pasif (respons internal)
 Perilaku aktif (respons eksternal)
Perilaku Pasif (Respons Internal)

 Perilaku yg sifatnya masih tertutup, tjd


dlm diri individu & tdk dpt diamati scr
langsung.
 Perilaku ini sebatas sikap blm ada
tindakan yg nyata. Contoh : berfikir,
berfantasi, mengetahui manfaat KB tp
tdk mau menjadi ekseptor.
Perilaku Aktif (Respons Eksternal)

 Perilaku yg sifatnya terbuka


 Perilaku aktif adalah perilaku yg dpt diamati langsung,
berupa tindakan nyata
 Contoh : mengerjakan soal ulangan, seseorang
menganjurkan orang lain cepat berobat bila sakit spt
yg ia lakukan selama ini.
TEORI TENTANG DETERMINAN
PERILAKU
a.
Individu

Pengalaman
Stimulus Persepsi Tindakan
Pemahaman
Penafsiran

-a-
b.

Sistem sosial
Sistem budaya INDIVIDU PERILAKU
Sistem kepribadian
-b-

Teori aksi menurut Weber (a) dan Parsons (b)


P Tetap diadopsi
P
e Diterima
e K
r (adopsi)
n e
t Ditolak
g p
i
e u
m
t t Penguatan
b
a u
a
h s
n
u a Tetap ditolak
g
a n Ditolak
a Adopsi
n
n

Skema proses adopsi inovasi


Teori LAWRENCE GREEN

B = f (PF, EF, RF)

B : behavior
f : function
PF : predisposing factors
EF : enabling factors
RF : reinforcing factors
Teori Green
Behavior : perilaku
Predisposing Factors : faktor-fkator
predisposisi yg terwujud dlm pengetahuan,
sikap, kepercayaan, nilai-nilai dst.
Enabling Factors : faktor-faktor yg
memungkinkan yg terwujud dlm, fasililitas,
lingkungan, dst.
Reinforcing Factors : faktor-faktor pendorong
terjadinya perilaku.
Teori SNEHANDU B. KAR

B = f (BI, SS, AL, PA, AS)

B : behavior
f : function
BI : behavior intention
SS : social support
AI : accessibiliy of information
PA : personal autonomy
AS : action situation
Teori B. Kar
Behavior : perilaku
Behavior Intention : niat / motif untuk
berperilaku
Social Support : dorongan dari orang-orang
tertentu.
Accesebility of Information : informasi yg dapat
diperoleh
Personal Autonomy : otonomi / kemandirian
pribadi
Action Situation : situasi yang memungkinkan
tindakan dilakukan
Teori WHO

B = f (TF, PR, R, C)

B : behavior
f : function
TF : thought and feeling
PR : personal reference
R : resource
C : culture
Teori WHO

Behavior : perilaku
Thought and Feeling : apa yang
dipikirkan dan dirasakan
Personal Reference : orang-orang
tertentu yg dijadikan panutan
Resources : sumber dana yg dibutuhkan
Culture : kebudayaan masyarakat
sekitar
Behavioural
beliefs
Attitude towards
the behaviour
Outcome
I B
evaluations
n e
t h
Relative importance
e a
of attitudinal and
n v
normative factors
t i
i o
Normative
o u
beliefs
n r
Subjective norm
Motivations
to comply

The theory of reasoned action


Perceived susceptibility
(Because I often engage in
unprotected sex, I could get
infected with HIV
Belief in a personal
Perceived severity health threat
(Practically all people who
are HIV-infected die
eventually)
Health behaviour
(I will use condoms)
Perceived benefits
(if I always use condoms
when having sex, there will
be no risk of HIV infection) Belief in the
effectiveness of a
Perceived barriers health behaviour
(The use of condoms
reduces sexual enjoyment)

The health belief model applied to the reduction of sexual risk


Severity
(Lung cancer and coronary heart
diseases are serious diseases)

Vulnerability
(If I continue to smoke, I will run the
risk of getting these diseases) Threat appraisal
Intrinsic rewards
(I enjoy smoking)

Extrinsic rewards
(Smoking is good for my image) Protection motivation
Response efficacy (I intend to stop)
(Stopping smoking considerably
reduces the risk of getting cancer or
heart disease)

Self-efficacy Coping appraisal


(If I wanted to, I could stop smoking)

Response costs
(For the first few months I would
suffer terribly)

Protection motivation theory applied to the reduction of smoking


Predisposing factors Enabling factors Reinforcing factors
perception, knowledge skill, availability support from family,
attitudes, beliefs, values accessibility, referral peers, teacher,
employers, health
provider

motivation facilitation reinforcement

Behavioral causes

Skema Theori Green tentang Perubahan Perilaku


Attitude towards
Behavior

Subjective Behavioral
Behavioral
Norm Intention

Perceive
Behavioral
Control

Theory of Planed Behavior (Fishbein dan Ajzen)


K
E
P
Konsekuensi- Pemilihan yang U
Alternatif- konsekuensi “terbaik” T
alternatif (Risks and Risks kecil U
Benefits) Benefits besar S
A
N

Skema dasar pengambilan keputusan


Intelligence
(Penelusuran
masalah)

Design
Perencanaan
Penyelesaian masalah

Choice
Pemilihan tindakan Pengalaman pribadi
Pengaruh orang lain
(yang dianggap penting)
Kebudayaan
Implementation Faktor emosional
pelaksanaan tindakan
berdasarkan keputusan
TEORI TENTANG PERUBAHAN PERILAKU

1. Teori Stimulus Organisme


Perilaku terbentuk sbg respon
terhadap perangsang tertentu oleh
karena itu perilaku dapat berubah jika
terdapat perangsang yang
intensitasnya melebihi perangsang
sebelumnya.
2. Teori Festinger (Dissonance Theory)
 Perilaku seseorang dapat berubah jika
pada dirinya terjadi ketidak seimbangan
psikologis.
 Ketidak seimbangan mendorong ybs
untuk kembali ke keadaan seimbang atau
tenang secara psikologis. Dan hal ini bisa
dicapai dengan melakukan perubahan
perilaku.
3. Teori Fungsi
Perilaku manusia berhubungan dg kebutuhannya.
Perilaku memiliki fungsi instrumental, artinya
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan.
Perilaku berfungsi sbg pertahanan diri dalam
menghadapi lingkungan.
Perilaku berfungsi untuk menyesuaikan diri
terhadap apa yang terjadi.
Perilaku merupakan perwujudan/ekspresi diri .
TEKNIK-TEKNIK MENGUNGKAP
PERILAKU MANUSIA
OBSERVASI

WAWANCARA

TEKNIK-TEKNIK KUESIONER
MENGUNGKAP
PERILAKU MANUSIA ANALISIS KARYA

BIOGRAFI

TES
Perilaku Kesehatan

 Adalah tanggapan seseorang thdp rangsangan yg


berkaitan dgn sakit dan penyakit, sistem layanan
kesehatan, makanan dan lingkungan.
 Respon atau reaksi dpt berbentuk pasif (pengetahuan,
persepsi atau sikap) dan aktif.
 Perilaku terhadap sakit dan penyakit adl perilaku ttg
bgm seseorang menanggapi rasa sakit dan penyakit yg
bersifat respon internal maupun eksternal, baik respon
pasif maupun aktif (praktik) yg dilakukan sehubungan
dgn sakit dan penyakit.
1. Bentuk perilaku seseorang sesuai
dgn tingkat pencegahan :

1. Perilaku peningkatan dan pemeliharaan kesehatan (health


promotion behavior), spt : ibu masak makanan bergizi utk
keluarga
2. Perilaku pencegahan penyakit (health prevention behavior) ,
spt: mengimunisasi bayi ke fasilitas kesehatan
3. Perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior), spt;
membeli & minum obat influenza dari warung atau toko obat.
4. Perilaku pemulihan kesehatan (health rehabilitation
behavior), spt; penderita patah tulang seminggu sekali datang
fisiotrapi sesui anjuran dokter.
2. Perilaku terhadap sistem pelayanan
kesehatan
a. Respon terhadapfasilitas kesehatan
b. Respon terhadap cara pelayanan respon
terhadp petugas
c. Respon terhdp pemberian obat-obatan
3. Perilaku terhadp makanan
4. Perilaku terhadap lingkungan kesehtan
66
Klasifikasi perilaku kesehatan

 Menurut Becker :
1. Perilaku kesehatan
2. Perilaku sakit (illenes behavior)
3. Perilaku peran sakit (the sick role behavior),
yaitu segala aktivitas individu yg sedang
menderita sakit utk memperoleh
kesembuhan.
Perilaku sakit (Sarlito Sarwono)

 Adalah bentuk tiindakanyg dilakukan oleh


individu yg sedang sakit agar memperoleh
kesembuhan
 Penyebab : ada tanda /gejala, frekuansi terus
menerus, menetap, perbedaan interpretasi ttg
gejala tsb.
Menurut Sri Kusmiyati, terdapat 7 gejala
perilaku orang sakit yg dapat diamati :

1. Fearfullness (merasa ketakutan)


2. Regresi (menarik diri) dari reaksi kecemasannya
3. Egosentris; orang yg sakit banyak mempersoalkan ttg
dirinya sendiri, banyak cerita seputar penyakitnya
4. Terlalu memperhatikan persoalan kecil(melebih-
lebihkan masalah yg dirasakan)
5. Reaksi emosional tinggi (sensitif)
6. Perubahan persepsi thdp orang lain
7. Berkurangnya minat
Perubahan perilaku pada orang sehat

 Konflik ; timbul akibat adanya dua atau lebih


keinginan yg tdk harmonis, spt: anak yg lulus dengan
NEM tinggi lulus di dua jurusan shg hrs memilih
 Frustasi; suatu keadaan yg terjadi akibat konflik
berkepanjangan, yg tdk terslesaikan
 Marah; bila frustasi yg dialami oleh seorang individu
tdk dpt dikelola dgn baik akan timbul perilaku mudah
marah.
Tugas Perilaku
1. Perilaku Dokter dalam Peresepan Obat Anak
2. Perilaku Dokter dalam Peresepan Obat Dewasa
3. Perilaku Pasien dalam Swamedikasi
4. Perilaku Pasien dalam Kepatuhan Minum Obat
5. Perilaku Pasien dalam Menjalani Terapi
(Kemoterapi/Hemodialisa, dll)
6. Perilaku pasien dalam mengakses Pelayanan
Kesehatan
7. Perilaku pasien dalam Penggunaan Obat
8. Perilaku Terkait Jaminan dan Non-jaminan
9. Perilaku peresepan /pembelian obat generik
10.Perilaku peresepan/pembelian Obat Paten