Anda di halaman 1dari 23

Biji

dan
Perkembangannya
Biji adalah bakal biji matang yang sudah
mengalami fertilisasi, terdiri dari
embrio, endosperm dan kulit biji

Setelah fertilisasi terjad pertumbuhan berbagai


pagian dalam ovulum membentuk biji
Diantaranya;
• Zigot menjadi embrio
• Endossperm terbentuk
• Integumen menjadi kulit biji
Biji memiliki struktur dasar seperti bakal biji
dengan berubahan. Kadang semuanya
berkembang menjadi biji

Bervariasi dalam ukuran, bentuk, warna, permukaan

Pada tumbuhan tertentu dapat membantu


identifikasi spesies atau varietas
Permukaan : halus, berkerut, bergaris, spt pita,
berlekuk, menjala, bernodul, alveolate,
berambut, memiliki pola seperti finger print

Ukuran : seperti debu, Angrek = 20,33 ug,


Lodoicea maldivica ( 6 Kg)
Bagian Utama Biji
1. Embrio
2. Endosperm (jika ada)
3. Kulit biji
 Kulit biji berkembang dari integumen matang
 Terjadi perubahan histologi
 Bitegmik ovule: kulit biji dari kedua
integumen (Gossypium),
atau integumen luar saja (Cucurbitaceae)
(integumen dalam menghilang)
Terjadi perubahan
histologisyang jelas

Integumen luar :
4 – 6 lapis sel berdinding
tipis 6 daf 3 zona :
epidermis luar, zona
berpigmen luar (2-5 lap),
epidermis dalam (D)
Integumen dalam :
8 – 18 lapis 3 daf
tidak ada perubahan,
pemanjangan sel, endapan
amilum (C)
E. 2 / 3 hari kmd : sel
epidermis luar
memanjang secara
radial.
20 daf : membesar
beberapa kali
F. Dinding epidermis
menebal, terbentuk
palisade
Epidermis dalam
memanjang radial,
penebalan papan,
membentuk “fringe
layer”
Cucurbitaceae :
bakal biji bitegmik,
hanya integumen luar
menjadi kulit biji,
integumen dalam
berdegenerasi
Pada Luffa :

Ktg. Emb. matang Kulit biji matang, 5 zona :

Integumen luar : Epidermis : 1 lapis


10 – 15 lapis Hypodermis : 2 – 10 lapis lapisan
Mekanik : ostoesklereid

Integumen dalam : Aerenkim : 2 – 3 lapis


2 – 3 lapis Khlorenkim : 10 – 12 lapis
sel memanjang
Acantaceae : unitegmik, integumen dikonsumsi oleh
endosperm, pada biji matang hanya ada epidermis

Andrographis : integumen dihabiskan


sampai biji matang

Lorantaceous : ategmik “biji telanjang”

Orchid : K.b berupa selaput tranparan

Plantago : epidermis hygroskopis dan


berlendir saat kotak
dengan air
Magnolia : integumen dalam lapisan pelindung
integumen luar : mengkilat, berwarna terang,
sarcotesta berlemak (sebagai atraktan)
Struktur khusus post fertilisasi

1. Caruncula : struktur mengkilat, putih, terletak diujung


mikropil, hasil proliferasi integumen luar /
funikulus atau sekitar mikropil.

Fungsinya :
-Membantu penyebaran karena
mengandung gula
-Melewatkan air ke embrio untuk
perkecambahan karena bersifat
higroskopis
2. Operculum : Hasil pembelahan
ujung integumen dalam, setelah
fertilisasi sel daerah ini melakukan
perluasan berbentuk spt. kubah. Sel
operkulum menjadi tebal dan
mengandung substransi warna
jingga terang

3. Arilus : Muncul dari funikulus,


mengelilingi seluruh/sebagian
ovulum, berdaging, berambut, dlsb
Bagian yang dapat dimakan
Contoh : ??
Biji “labyrinth”
Struktur internal tidak
teratur, karena
endosperm atau
kotiledon yang
berlekuk / berlobus
Kulit biji juga
berlekuk.

Annonaceae, Palmae, Myristicaceae


Fungsi Kulit Biji

1. Melindungi embrio dan endosperm dari desikasi,


kerusakan mekanik, suhu, dan mikroorganisme
2. Membantu penyebaran biji dengan adanya struktur
khusus seperi bersayap, mengkilat, berwarna
terang, berambut, rongga udara
Biji :
Albuminous atu endospermous : jagung dan jarak
Ex albuminous atau Non endospermous : kacang, Cucurbitaceae
Kepentingan biji

1. Untuk kelestarian dan penyebaran


2. Sumber makanan utama : Cereal
3. Sumber minyak, serat, minuman
Arti penyebaran biji dalam biologi

1. Jika tumbuhan memiliki banyak biji dan semua


berkecambah dekat induk persaingan
2. Jika berkelompok dalam satu tempat, mudah
dideteksi oleh hewan
3. Berkumpulnya individu pada satu tempat,
dapat meningkatkan back cross
4. Padatnya populasi dari 1 spesies mudah
terserang fungi dan insekta
2 tipe utama dormansi

1. Dormansi kulit biji

Disebabkan kulit biji yang kuat, tahan secara


mekanik (Malvaceae, Leguminosae) atau
impermeable thd air/oksigen

Beberapa perlakuan untuk memecah dormansi :


1. Scarification
2. Merendam dlm asam sulfat
3. Mencuci biji dengan alkohol
2. Dormansi embrio

Setelah panen, embrio memerlukan waktu untuk


pematangan secara struktur atau fisiologis

Pada saat tersebar


• Biji berisi embrio dengan struktur yang belum matang
• Embrio sudah matang tetapi perlu membesar
• Tidak ada perubahan struktural, maka terjadi
pematangan fisiologi, misalnya hilangnya dormansi dan
adanya promotor pertumbuhan (Rosa)
Penyebaran biji