Anda di halaman 1dari 14

• petunjuk racun yang telah ditelan korban.

Bau: • Pakaian, lubang hidung, mulut, rongga badan

Pakaian: • bercak-bercak→ tercecernya racun


• Perhatikan → perluasannya

• kelainan warna
Lebam mayat:
Kulit: • menemukan luka bekas suntikan

• Suatu tanda kematian akibat racun.


Perubahan kulit:
• identifikasi racun
Kuku:
Rambut: • Identifikasi racun

• perubahan warna sclera


Sklera:
Inspeksi in situ:
• otot-otot & alat-alat dalam.

Pemeriksaan darah:
• Perhatikan warna darah
• coklat kemerahan gelap: racun → hemolisis
• Bercak-cercak darah: racun→ trombosit.
• Cair & tdk beku: racun penyebab kematian cepat

Lidah:
• Lihat ada/tidak → noda →obat, tablet, kapsul atau zat korosif.

Esofagus:
• Lihat ada/tidak → regurgitasi & selaput lender → hiperemi atau korosif.

Epiglotis & glottis:


• Lihat ada/tidak → hiperemi, edema

Paru-paru:
• Tidak spesifik→perbendungan.

Lambung & usus dua belas jari:


• Lambng: lihat warna, isi, selaput lender (hiperemi atau nekrosis)

Usus-usus:
• Diikat agar isi tidak keluar.
Hati:
• Lihat degenerasi lemak atau nekrosis
Ginjal:
• Racun masuk → perubahan degeneratif
Urin:
• diambil keseluruhan dari
Otak:
• Lihat ada/tidak perdarahan kecil-kecil dalam otak.
Jantung:
• degenerasi sel otot-otot jantung sehingga menjadi lunak, berwarna merah pucat, atau coklat kekuning-
kuningan & ventrikel mulai melebar.
Limpa:
• perbendungan akut
Empedu:
• bahan mendeteksi → morfin, heroin dsb.
Jaringan lemak:
• Racun diasbsorbsi baik → keluar ke darah
Jaringan sekitar tempat suntikan:
• Dicurigai keracunan akibat suntikan.
Rambut dan kuku:
• kecurigaan keracunan arsen.
• membantu menentukan penyebab kematian dan cara kematian
• mengumpulkan keterangan sebanyak mungkin dan sedetail-
detailnya
• Perhatikan bila ada hal-hal yang mecurigakan disekitar korban
seperti surat wasiat dan sebagainya
• Temukan barang bukti
• Penyebab kematian
Membantu • Cara kematian
menentukan
• Pola korban sewaktu hidup
Kumpulkan • Riwayat kesehatan pada saat hidup
keterangan
• Surat wasiat
Perhatikan hal
mencurigakan
• Muntahan
Temukan barang • Darah
bukti • Suntikan dll
pengambilan bahan

Analisis Toksikologi
pemeriksaan toksikologik

wadah bahan
pemeriksaan toksikologik

bahan pengawet

cara pengiriman
Darah
• Jantung kiri & kanan secara terpisah→ 50 ml (per jtg)
• Darah tepi → 30-50 ml, dari vena iliaka komuni
Urin
• Hasil eksresi racun → diambil keseluruhan → spot test (pendahuluan)

Bilasan lambung
• Diambil keseluruhan

Usus
• Diambil dengan diikat.
• Pengikatan pada usus tiap 60 cm l
• Pengikatan : batas usus halus & usus besar & anatar usus besar & poros usus.

Hati
• Detoksifikasi racun → ambil keseluruhan

Empedu
• Jangan dibuka→mencegah aliran ke hati

Ginjal
• Kedua-duanya diambil

Otak
• Diambil keseluruhan
Keracunan • bahan pembunuh serangga → • Pemeriksaan luar: • Pemeriksaan
Insektisida sering & mudah didapatkan 1. Luka bakar kimiawi→bercak berwarna coklat, toksikologi:
(golongan karbamat) mencekung → kulit sekitar mulut atau tempat lain darah, isi
• kematian: bunuh diri. 2. Warna lebam mayat : biru gelap & ujung jari & lambung dan
kuku yang kebiru-biruan. jaringan hati.
• pemeriksaan dalam:
1. perbendungan alat dalam.
2. Lambung: terdapat dua lapisan cairan → lapisan
carian lambung & lapisan larutan insektisida.

Keracunan • gas tidak berwarna, tidak • Mati→waktu singkat → lebam mayat berwarna • Diagnosis
karbon berbau & tidak merangsang merah terang (ikatan CO-Hb darah> 20%-30% keracunan gas
Monoksida selaput lendir, sedikit lebih saturasi) CO dapat
ringan dari udara → mudah • Pemeriksaan Lab. Sederhana: pengenceran alkali ditegakan
menyebar atau percobaan formalin dengan
• Kematian: gangguan anoksi jaringan otak bantuan hasil
• Pemeriksaan dalam: bintik perdarahan pda otak pemeriksaan
atau gambaran infark TKP.

Keracunan • sangat toksik→ takaran kecil • Tertelan →rusaknya system enzim pernapasan sel→ • Pemeriksaan
Sianida → kematian cepat oksigen tdak terlepas oxy-Hb → kadar oxy-Hb → toksikologii:
• Kematian: bunuh diri, tinggi → lebam mayat warna merah terang darah dan isi
pembunuhan, kecelakan Lab, • Pemeriksaan: bau khas CN (bau amandel) lambung.
penyemprotan (fumigasi)
pertanian & penyemprotan
gudang-gudang kapal
Keracunan Arsen • racun : membunuh Akut: • Pemeriksaan
• Kecelakaan: industry • pemeriksaan luar: dehidrasi hebat toksikologi:
& pertainian • Pemeriksaan dalam: kelainan saluran pencernaan → darah, isi
• Tidak mecurigakan→ perdarahan submukosa, erosi, & ulserasi→masa lambung & urin
gejala gangguan berupa bubuk putih • Kronik: rambut,
gastrointestinal Kronik: kuku & tulang→
• Pemeriksaan luar: kelainan pigmentasi kulit, garis positif.
putih kuku tubuh →kaheksia
• Pemeriksaan dalam: kelainan saluran pencernaan
ringan.
• Kelainan histologic degenerative → hati dan ginjal.

Keracunan • sedative, hipnotik, • Kematian depresi pada pusat pernapasan • Pemeriksaan


Barbiturat antikonvulsan, →hipoksia toksikologi:
anestetik atau • Pemeriksaan luar: lebam mayat akan berwarna darah& urin, isi
kombinasi gelap. lambung
(pirazolon, saisilat • Pemeriksaan dalam: (pendahuluan)
& para-aminofenol) 1. perbendungan alat dalam,
→ potensiasi efek 2. paru edmatosus,
analgetik 3. busa halus di saluran pernapasan, bintik-bintik
• Kematian: bunuh perdarahan substansi otak,
diri atau kecelakaan 4. lambung mngkin ada sisa obat.
→ dosis berlebihan.
Keracunan • Obat • Pemeriksaan luar : bekas suntikan baru/lama. • Pemeriksaan
Narkotika menghilangnyeri & semasa hidupnya → suntik → pembesaran kelenjar toksikologi:
menyebabkan limfe regional. darah, urin,
keadaan stupor • tattoo cairan empedu,
• Kematian: sering • Kematian akibat: depresi pernafasan. suntikan, nasal
disebabkan • Pemeriksaan : kelainan paru → pembendungan swab bila
kecelakaan hebat & edema. dengan sniffing,
isi lambung
Sebab
• penyakit atau cedera/ luka yang bertanggung jawab atas
terjadinya kematian
Cara
• Kejadian yang menyebabkan kematian (wajar/tidak
Kematian
wajar)
Mekanisme
• gangguan fisiologik dan atau biokimiawi yang
ditimbulkan oleh penyebab kematian
Pada kasus diatas sebab
kematian, cara kematian,
dan mekanisme kematian
belum dapat ditegakan
karena kurangnya
informasi yang
didapatkan dalam kasus
tersebut.