Anda di halaman 1dari 28

PASSANGER

 JANIN
 PLASENTA
 AIR KETUBAN
JANIN
 Pertumbuhan janin dipengaruhi oleh :
a. Faktor Ibu
 Keadaan kesehatan ibu saat hamil
 Penyakit yang menyertai kehamilan
 Penyulit kehamilan
 Kehamilan tunggal atau ganda
 Kebiasaan ibu (merokok, alkohol)
b. Faktor Janin
 Jenis kelamin
 Penyimpangna genetik, kel kongenital,
pertumbuhan yg abnormal
KEPALA ANAK
 Pada persalinan kepala anak merupakan
hal penting, besar kepala janin dan
luasnya panggul merupakan hal yg
menentukan
 TULANG KEPALA ( CRANIUM) :
- Tulang hidung (os Nasale)
- Tulang pipi (Os Zygomaticum, 2 buah)
- Tulang rahang atas (os Maxilare)
- Tulang rahang bawah (Os Mandibulare)
 BAGIAN TENGKORAK
- Tulang dahi (os frontale, 2 buah)
- Tulang ubun – ubun (os parietal, 2 buah)
- Tulang pelipis (os temporale, 2 buah)
- Tulang belakang kepala (os Ocipitale)
- Sebelah dalam ada tulang baji (os
sphenoidale) dan tulang tapisan (os
ethmoidale)
- Antara tulang – tulang terdapat sela
tengkorak (sutura) yang memungkinkan
terjadi pergeseran, kalau kepala tertekan
maka tulang satu bergeser dgn tulang lain
hingga ukuran kepala menjadi lebih kecil
(moulage)
SELA TENGKORAK
(SUTURA)
 Sutura Sagitalis ; sela panah, antara
kedua parietal
 Sutura Koronaria ; sela mahkota, antara
os frontale dan os parietal
 Sutura lamboidea ; antara os ocipitale dan
kedua os parietal
 Sutura frontalis ; antara kedua os frontale
DAERAH – DAERAH BAGIAN KEPALA

 Sinsiput ( depan kepala )


 Vertex ( puncak kepala )
 Occiput ( belakang kepala )
UKURAN DIAMETER KEPALA
 Diameter Occipito – frontalis : 12 cm (letak
puncak kepala)
 Diameter Mento – Occipitalis : 13 cm
(letak dahi)
 Diameter SubOcipito – bregmatica : 9 cm
(letak belakang kepala)
UKRAN CIRCUMFERENSIA
(KELILING KEPALA)
 Circ fronto – occipitalis : 34 cm
 Circ mento – occipitalis : 35 cm
 Circ suboccip – brgmatica : 32 cm
 PLANUM ( bidang )
- Plan fronto occipito : 34 cm
- Plan maxio parietalis : 35 cm
- Plan tracheo parietalis : 34 cm

 UKURAN BADAN JANIN


 Jarak bahu : 12 cm, lingkaran : 34 cm
 Jarak bokong : trochanter : 9.5 – 10 cm
2. LETAK JANIN DALAM RAHIM
A. Letak Kepala
- Letak fleksi : Letak Belakang Kepala
- Letak Defleksi : Letak Puncak Kepala
 Letak dahi
 Letak muka
B. Letak Bokong = Letak Bokong
- Letak bokong sempurna (complete
breech)
- Letak bokong tidak sempurna
C. LETAK MELINTANG
- Letak posisi kepala kanan
- Letak posisi kepala kiri
A. BENTUK DAN UKURAN
 Bentuk : bundar atau oval
 Ukuran : diameter 15 – 20 cm, berat 500 –
600 gram
 Dibentuk lengkap pada umur 16 minggu,
ruang amnion mengisi seluruh rongga
rahim
B. PLACENTA DAN BAGIAN -
BAGIANNYA
1.BAGIAN FETAL
 Vili korialis
 Ruang interviller, darah dari ibu di ruang
interviller berasal dari arteri spiralis yg
berada di desidua basalis
 Bagian permukaan janin, uri dilapisi oleh
selaput amnion
2. BAGIAN MATERNAL
 Terdiri dari desidua kompakta yg terdiri dari
beberapa lobus dan kotiledon ( 15 – 20
lobus ).
 Pertukeran utero placenta terjadi melalui
intervili melalui tali pusat
3. TALI PUSAT
 Panjang tali pusat ke placenta 50 – 55 cm
diameter 1 – 2,5 cm, terpanjang 200 cm
terpendek 1cm.
 Terdiri dari 2 arteri umbilikalis, 1 vena
umbilikalis serta jelly warthon
 Jenis insersi tali pusat
- Insersi lateralis
- Insersi sentralis
- Insersi marginalis
- Insersi velamentosa
4. TIPE – TIPE PLACENTA
 Placenta normal
 Placenta membranasea (tipis)
 Placenta Suksenturiata (satu lobus terpisah)
 Placenta Spuria
 Placenta bilobus (dua lobus)
 Placenta trilobus (tiga lobus)
5. PLACENTA MENURUT PERLEKATANNYA
 Placenta adhesiva (melekat)
 Placenta akreta (lebih melekat)
 Placenta inkreta (sampai otot polos)
 Placenta perkreta (sampai otot polos)
6. FAAL PLACENTA
 Nutri yaitu alat pemberi makan janin
 Respirasi yaitu alat penyalur zat asam dan
pembuang Co2
 Ekskresi yaitu alat pengeluaran sampah
metabolisme
 Imunisasi yaitu alat penyalur macam –
macam antibodi ke janin
 Pertahanan yaitu alat yang menjaring obat
– obatan dan kuman – kuman yang
melewati uri
7. HORMON YANG DIHASILKAN
URI
 Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG)
 Chorionic Somstommamotroprim
(placenta lactogen)
 Estrogen
 Progesteron
 Triptropin korionik dan relaksin
1. VOLUME
 Volume air ketuban 1000 – 1500 cc,
berwarna putih keruh, berbau amis,
reaksinya alkalis (netral), berat jenis 1.008
 Komposisi : 98% air, sisanya albuin, urea,
asam urik, sel – sel epitel, rambut lanugo,
verniks caseosa, kadar protein 2.6 gr
%/liter, terutama albumin
2. FAAL KETUBAN
 Proteksi janin
 Mencegah perlekatan janin
 Agar janin bebas bergerak
 Regulasi terhadap panas dan perubahan suhu
 Mungkin untuk menambah suplai cairan janin,
dengan cara ditelan atau diminum, yang
kemudain dikeluarkan melalui kencing janin
 Meratakan tekanan intra uterin dan
membersihkan jalan lahir bila ketuban pecah
 Peredaran air ketuban dengan darah ibu cukup
lancar dan cepat, kira – kira 350 – 500 cc
3. AIR KETUBAN UNTUK
DIAGNOSIS
 Jenis kelamin bayi
 Golongan darah (ABO)
 Rhesus iso imunisasi
 Maturitas janin
 Pemeriksaan tentang penyakit
4. ASAL AIR KETUBAN
 Kencing janin
 Transudati darah ibu
 Sekresi dari epitel amnion
 Asal campuran
5. CARA MENGENAL KETUBAN
 Dengan kertas lakmus
 Makroskopis: bau amis, ada lanugo,
rambut dan verniks caseosa dan
bercampur mekonium
 Mikroskopis : ada lanugo dan rambut
 Laboratorium : kadar urea (urium) rendah
dibanding dengan air kemih