Anda di halaman 1dari 19

Muhammad Arfiansyah R

Muhammad Jauhan Labibul I


Nabila Edward
Nadia Firyal

Seminar 2 Nadia Sani Amalia


Nasya Safira
Naufal Rifqian
Ninda Pangestika Setyawan
Novelia Desi
Noviara Ghita Thiananda
Demam Sejak 5 Hari Yang Lalu
Wanita, 24 tahun diantar keluarganya ke UGD rumah sakit tempat saudara
bekerja sebagai dokter karena demam sejak 5 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh
demamnya disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian serta mual, nyeri
ulu hati dan muntah sebanyak 2 kali.
Keluhan perdarahan disangkal. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan dan
kurang minum karena merasa mual. Sesak napas disangkal, namun mengaku batuk-
batuk sejak 1 hari yang lalu. 3 hari sebelum sakit hari pertama, pasien mendapat tugas
memandu wisata ke Gunung Gede serta mengunjungi desa-desa disana. Pada
pemeriksaan fisik awal didapatkan:
- Kesadaran : compos mentis
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 100x/menit
- Suhu : 38,6°C
- Pernapasan : 18x/menit reguler
- Lidah tampak kering, warna agak pucat
- Jantung : dalam batas normal
- Paru : suara napas vesikuler terdengar melemah pada bagian bawah basal kedua
paru
- Ekstremitas : ptechie (-)
- Lab :
Hb : 16,8 g/dl Dengue antigen NS-1 : (-)
Hematokrit : 49 Dengue antibody Ig G : (+)
Leukosit : 2500/mm3 Dengue antibody Ig M : (-)
Trombosit : 80.000/mm3

Keyword : Ptechie, Vesikuler, Dengue Ag NS-1, Dengue Ab Ig G, Dengue Ab Ig M


Klarifikasi Istilah
• Petechiae adalah bintik-bintik merah akibat pendarahan di dalam kulit. Warna
terkadang bervariasi dari merah menjadi biru atau ungu.
• Vesikuler adalah udara saat melewati ductus alveolar dan alveoli, suara terdengar
diseluruh lapang paru, suaranya halus, rendah, inspirasi lebih panjang dari
ekspirasi 3 : 1, terdengar paling jelas di perifer paru-paru, inspirasi > ekspirasi.
• Dengue antigen NS-1 (nonstruktural protein 1) ditemukan pada hari pertama
demam sebelum timbulnya antibody
• Ig G muncul pada hari ke 3-5 sejak timbul gejala
• Ig M muncul sekitar hari ke-14 dan bertahan seumur hidup
Mind Map
♀ 24 tahun
KU: demam 38,6°C
Ke Gunung Gede & KT: sakit kepala, nyeri otot,
mengunjungi desa sendi, ulu hati, mual
muntah, tidak nafsu makan
& kurang minum, batuk
PF: demam febris,
suara napas
vesikuler melemah
dikedua basal paru,
lidah tampak kering PP: Ht ↑, leukopenia,
& pucat trombositopenia,
dengue Ag NS-1 (-),
Ab Ig G (+), Ab Ig M (-
)
-Penegakan Diagnosis Diagnosis Banding :
-Penatalaksanaan -DBD
-Pencegahan -Dengue Fever
Tujuan Pembelajaran
1. Mengetahui patogenesis demam
2. Mengetahui definisi demam menurut onset dan masa inkubasi
penyakit
3. Mengetahui suara napas vesikuler ( patogenesis suara napas
vesikuler melemah)
4. Mengetahui kriteria diagnosis DBD dan Demam Dengue
5. Menjelaskan Dengue antigen NS-1, Dengue antibody Ig G,
Dengue antibody Ig M, Widal dan interpretasinya
6. Menjelaskan patogenesis plasma leakage
7. Menjelaskan kelainan hematologi pada DBD dan pemeriksaan
laboratorium
8. Menjelaskan penatalaksanaan
Patogenesis Demam
Onset Demam pada penyakit infeksi
- Dengue Hemorrhagic Fever : Demam dengan onset mendadak, berlangsung
2-7 hari. Pada fase akut sulit dibedakan dengan DHF dengan Dengue Fever
dan penyakit infeksi lainnya pada daerah tropis. Tanda dari kegagalan
sirkulasi dan manifestasi perdarahan biasanya muncul pada 24 jam setelah
atau sesudah suhu tubuh turun ke normal atau dibawah normal.
- Dengue Fever : Demam dengan onset mendadak(38oC-40oC), berlangsung
2-7 hari. Demam mungkin turun setelah beberapa hari dan meningkat lagi
12-24 jam kemudian.
- Chikungunya : Demam febris akut dengan masa inkubasi 3-7 hari, sering
disertai dengan nyeri pada sendi.
- Typhoid Fever : Demam berkelanjutan (39o-40oC)setelah 7-14 hari setelah
bakteri masuk.
Patogenesis
Suara Nafas Vesikuler Melemah
Kriteria Diagnosis
Demam Dengue
Didapatkan demam akut dengan dua atau lebih gejala/tanda berikut:
• nyeri kepala
• nyeri retro orbital
• nyeri sendi
• nyeri otot
• ruam
• manifestasi perdarahan
• leukopenia, dan
• ada kejadian di lokasi dan waktu yang sama, dan telah dikonfirmasi oleh kriteria
laboratorium(serologi, isolasi, deteksi genom virus) mendukung bagai kasus Dengue.
Demam Berdarah Dengue
Seluruh 4 komponen berikut harus terpenuhi:
• Demam atau riwayat panas selama 2-7 hari,adakala bifasik.
• Kecenderungan perdarahan.
• Trombositopenia (≤ 100.000 sel per mm3)
• Adanya kebocoran plasma dengan manifestasi:
1. kenaikan hematokrit ≥ 20% di atas rerata usia,seks dan populasi
2. penurunan hematokrit setelah intervensi penggantian volume yang setara atau
lebih besar dari 20% nilai dasarnya
3. tanda-tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites, dan
hipoproteinemia.Sindrom Syok Dengue : kasus DBD dengan sempitnya tekanan nadi
(< 20 mmHg),hipotensi atau tanda syok lain
Pemeriksaan Hematologi
• Hb, HT : Hb (normal) HT 
• Leukosit : leukopenia
• Hitung jenis : trombosit = trombositopenia
Pemeriksaan Serologi
• Hari 1-3 : Pemeriksaan NS-1 (antigen)
• Hari 4-5 : Pemeriksaan antbody IgM & IgG

Infeksi Infeksi Infeksi


primer sekunder sekunder/lama
Patogenesis DBD
Patogenesis DBD

seconday
Antibody dependent
heterologous infection
enhancement theory
theory

Ikatan virus-antibodi
Antibodi akan
akan aktivasi makrofag
mempercepat replikasi
& virus akan
virus pada monosit/
bereplikasi (@
makrofag
makrofag)
Kenapa Plasma Leakage Terjadi?
Pemeriksaan Laboratorium
1). Hemoglobin
Terjadi peningkatan 20% dari normal sesuai umur dan jenis kelamin yang sebanding
dengan kenaikan nilai hematokrit
2). Hitung Leukosit
Jumlah leukosit penderita bervariasi dari 2.200-18.400 sel/mm3 darah. Leukopenia
ditemukan pada sebagian besar penderita DBD pada hari ketiga demam dan mencapai
nilai terendah pada hari keempat. Lalu meningkat lagi beberapa hari kemudian
3). Hematokrit
Pada penderita terjadi peningkatan 20% dari nilai normal pada masa akut. Biasanya
saat pengambilan darah penderita saat demam onset sakit, maka akan didapatkan
kenaikan 20%, tanpa mendapatkan terapi cairan infus. Rentang nilai hematokrit yang
umumnya didapatkan 42-47% pada anak, sedang pada dewasa 45-51%. Hal ini dapat
bervariasi karena lamanya terkena infeksi DBD saat dihitung mulai demam pertama.
4). Trombosit
Umumnya pada masa akut jumlah trombosit 100.000 /mm3 darah untuk patokan rawat
inap dan rawat jalan 150.000 /mm3 Padaa saat awal infeksi, trombosit dlm jumlah normal,
kemudian menurun drastis, hingga saat fase demam, fase syok mencapai puncak terendah
(bisa mencapai 20.000)
5). Memeriksa adanya Limfosit Plasma Biru (LPB) pada hapusan darah.
LPB 4% sensitifitas dan spesifitas 68-83% pada hari keempat.
Sebetulnya perubahan pada limfosit tersebut sudah diamati lama
6) Serologi
Terdapat lima uji serologi dasar yang umum digunakan untuk mendiagnosis infeksi Dengue
secara rutin yaitu :
1. Uji hambatan hemaglutinasi (Hemaglutinasi inhibition = HI)
2. Uji Fiksasi komplemen (Complemen fixation = CF)
3. Uji Netralisasi (Neutralization test = NT)
4. IgM Capture enzymelinked immunosorbent assay (MAC ELISA)
5. Indirect lg G ELISA
Penatalaksanaan
• Terapi supportif
• Penting untuk menjaga volume cairan → asupan cairan, terutama per oral →
suplemen cairan intravena jika perlu
• Pada pasien Hb,Ht meningkat, trombosit <100.000 → rawat → infus kristaloid →
kontrol Hb,Ht, trombosit setiap 12 jam
Referensi
1. Rena NMRA, Utama S, Parwati T. Kelainan Hematologi Pada Demam Berdarah
Dengue. J Peny Dalam. 2009; 10 (3): 218-25.
2. Suhendro, Leonard, Chen K, Pohan HT. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Demam
Berdarah Dengue. Ed 5 Jilid II. Jakarta: Interna Publishing.2009.
3. Gubler DJ. Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever. Available at :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC88892/ . Accessed 17 April
2017.
4. Natesan SK. Chikungunya Virus Clinical Presentation. Available at :
http://emedicine.medscape.com/article/2225687-clinical . Accessed 17 April
2017.