Anda di halaman 1dari 7

disentri amoeba

Disentri adalah kumpulan gejala yang terdiri dari diare berdarah, lendir
dalam tinja, dan nyeri saat mengeluarkan tinja.
Amoebiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa
anaerobik, yaitu Entamoeba histolitica dengan atau tanpa gejala klinik.
Penyakit infeksi usus besar yang disebabkan oleh parasit usus
Entamoeba histolytica ini biasa disebut juga disentri ameba, enteritis
ameba, dan colitis ameba.
Etiologi
Penyebab disentri adalah infeksi bakteri atau amuba.
• Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dikenal sebagai disentri
basiler dan merupakan penyebab tersering disentri pada anak. Shigella
dilaporkan sebagai penyebab tersering disentri basiler pada anak.
• Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba hystolitica
dikenal sebagai disentri amuba.
• Entamoeba hystolitica memiliki 2 bentuk yaitu
trofozoit dan
• kista. Trofozoit merupakan bentuk invasif
amuba yang masuk
• melalui makanan atau minuman yang
tercemar kista. Kista akan
• berubah menjadi trofozoit di dalam usus
halus dan mengadakan
• invasi pada kolon. Amuba akan melekat pada
selubung mukosa
• mucus kolon lalu diikuti dengan aktivitas
sitolitik. Akibat
• berkurangnya lapisan mucus yang protektif,
kerusakan barier
• epitel, dan lisis sel penjamu menyebabkan
trofozoit mampu
• melakukan penetrasi jaringan yang mendalam
sehingga buang
• air besar akan bercampur lendir dan tinja.
• Kuman Shigella biasanya keluar melalui jalur fekal-oral.
• Setelah melewati barier asam lambung, shigella akan berkembang
biak dalam usus halus dan menghasilkan enterotoksin.
• Enterotoksin yang dihasilkan akan meningkatkan sekresi air
• dan elektrolit ke dalam lumen sehingga terjadi diare sekretorik.
• Selanjutnya shigella memasuki usus besar dan melakukan invasi
• pada mukosa usus besar. Shigella menimbulkan ulserasi mukosa
• dan membentuk mikroabses sehingga menimbulkan buang air
• besar yang bercampur lendir dan darah
kista dalam makanan dan minuman yang terkontaminasi tinja--> Kista
hanya melewati gaster(tahan terhadap asam/ pH rendah )--> yang
tertelan mengeluarkan trofozoit dalam usus besar dan memasuki
submukosa. Bentuk kista biasanya sferis, berukuran 10-18 mm. Kista
yang matang berisi 2 inti yang akan membelah menjadi 4 inti yang kecil.
Selama proses pematangan vakuola glikogen akan dikeluarkan dan
benda kromatoid menjadi makin kabur dan akhirnya menghilang. Kista
sangat tahan terhadap bahan kimia tertentu. Kista bisa tetap hidup dan
infektif dalam kondisi lembab sedangkan dalam feses yang mengering
dapat bertahan sampai 12 hari dan dalam air selama 30 hari.
anemia (-), tanda infeksi kapan hiponatremia
bakteri (-)--> AL tidak dikoreksi? tahapan nya
ringan <135, hiponatremia hipotonik
meningkat bagaiman? ada
pemeriksaan lain?