Anda di halaman 1dari 7

REGULASI KEUANGAN

SEKTOR PUBLIK
KELOMPOK 9
1.Min amrina Rosadah (201712055)
2.Laila Rohmawati (201712239)
3.Dwi anggoro wicaksono (201712241)
Defenisi Regulasi Keuangan Publik
Regulasi berasal dari bahasa inggris, yaitu regulation atau peraturan. Regulasi publik adalah ketentua
n yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam proses pengelolaan organisasi publik, baik pada organisa
si pemerintah pusat, pemerintah daerah,partai politik, yayasan dan lain sebagainya.

Dasar Hukum Keuangan Publik


Proses penyelenggaraan pemerintahan untuk mengkoordinasi pelaksanaan hak dan kewajiban warga
negara dalam sistem pengelolaan keuangan negara. Pengelolaan keuangan negara maupun keaung
an daerah, sebagai mana yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar 1945 perlu dilaksanakan sec
ara profesional, terbuka dan bertanggungjawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
hak dan kewajiban negara (Bastian, 2005)

Hak Hak Negara Yang Dimaksud, Mencangkup Antara Lain:

1. Hak monopoli, mencetak dan mengadarkan uang.


2. Hak untuk memungut sumber-sumber keuangan seperti pajak, bea dan cukai.
3. Hak untuk memproduksi barang dan jasayang dapat dinikmati oleh khalayak umum,
yang dalam hal ini pemerintah dapat memperoleh (kontra prestasi) sebagai sumber
penerimaan negara.

Kewajiban negara adalah Berupa Pelaksanaan Tugas-Tugas Pemerintah sesuai dengan


pembukaan UUD 1945 yaitu:

1. Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia.


2. Memajukan kesejahteraan umum.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial.
Pelaksanaan kewajiban atau tugas-tugas pemerintah tersebut dapat berupa pengeluaran dan diakui
sebagai belanja negara. Dalam UUD 1945 Amandemen VI secara khusus diatur mengenai Keuangan
Negara yaitu pada bab VIII pasal 23 yang berbunyi sebagai berikut:
1. Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara diteta
pkan setiap tahun dengan undang –undang dan dilaksanakan secara terbuka secara bertanggungjaw
ab untuk sebesar –sebesarnya kemakmuran masyarakat.
2. Rancangan Undang- Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diajukan oleh Presiden u
ntuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan DPD.
3. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
yang diusulkan oleh presiden, pemerintah menjalankan anggaran pendapatan dan belanja negara ta
hun lalu.
Dasar Hukum Keuangan Daerah
Pembangunan daerah sebagai bagian prinsip otonomi daerah dalam pengelolaan sumb
erdaya. Prinsip otonomi daerah memberikan kewenangan yang luas dan tanggung jawa
b nyata pada pemerintahan daerah secara proporsional. Dengan pengaturan, pembagia
n dan pemanfaatan sumber daya nasional, pemerintah pusat dan pemerintah daerah m
engembangkan suatu sistem perimbangan keuangan antara pusat dan daerah yang adil
. Sistem ini untuk mencerminkan pembagian tugas kewenangan dan tanggung jawab ya
ng jelas antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah secara transparan. Kriteria k
eberhasilan pelaksanaan sistem ini adalah tertampungnya aspirasi semua warga, dan
berkembangnya partisipasi masyarakat .
Berdasarkan pasal 18 UUD 1945 Amandemen IV, tujuan pembentukan Daerah Otonom
adalah meningkatkan daya guna penyelenggaraan pemerintah untuk melayani masyara
kat dan melaksanakan program pembangunan.
Dalam rangka penyelenggaraan Daerah Otonom, menurut penjelasan Pasal 64 Undang-undang Nom
or 5 Tahun 1974, fungsi penyusunan APBD adalah untuk :
1. Menentukan jumlah pajak yang dibebankan kepada Rakyat Daerah yang bersangkutan,
2. Mewujudkan otonomi yang nyata dan bertanggung jawab,
3. Memberi isi dan arti kepada tanggung jawab Pemerintah Daerah umumnya dan Kepala Daerah khu
susnya, karena APBD itu menggambarkan seluruh kebijaksanaan Pemerintah Daerah,
4. Melaksanakan pengawasan terhadap pemerintah daerah dengan cara yang lebih mudah dan berha
sil guna,
5. Merupakan suatu pemberian kuasa kepada Kepala Daerah untuk melakssanakan penyelenggaraa
n Keuangan Daerah di dalam batas-batas tertentu.
Permasalahan Regulasi Keuangan Publik di Indonesia

1. Regulasi yang berfokus pada manjemen


2. Regulasi belum bersifat teknik
3. Perbedaan interpretasi antara undang-undang dan regulasi di bawahnya
4. Pelaksanaan regulasi yang bersifat transisi berdampak pemborosan anggaran
5. Pelaksanaan regulasi tanpa sanksi