Anda di halaman 1dari 19

Disfungsi Laring akibat kerja

Pembimbing :
dr. Magdalena, MKK
Disusun oleh:
Ria Sandita Wulandari (030.12.228)
Definisi

Laringitis adalah merupakan suatu proses inflamasi pada laring yang dapat terjadi baik akut maupun
kronik. Intoksikasi adalah Sesuatu yang akan berdampak buruk pada kesehatan manusia dan dapat
mempengaruhi sistem tubuh yang berbeda, termasuk yang terlibat dalam produksi suara dan ucapan.
Biasanya terjadi pada pekerjaan yang sering menggunakan suara lebih sering seperti penyanyi, guru,
bahkan pekerj dengan tingkat kebisingan yang berlebihan.
Epidemiologi
Sebuah penelitian yang dilakukan
WHO, terdapat 193.000 di Amerika Serikat bahwa cedera
kematian terjadi setiap saluran napas mungkin
tahun di seluruh dunia terjadi karena menghirup zat kimia,
sebagai akibat dari terutama setelah kebakaran atau
Keracunan yang disebabkan paparan occupa-tional terhadap
hidrokarbon, yang menyebabkan
akibat bahan kimia. disfungsi laring.

Di Kanada, 49% dari total populasi penelitian dari 351 orang yang terkena iritasi
lingkungan
mengeluhkan hilangnya suara atau suara serak

43% dari 218 kasus disfoni dari 1046 guru wanita di Spanyol. Para guru rata-rata
berbicara selama 102 menit per 8 jam. Pada penyanyi yang bersuara serak, 25%
mengalami nodul pita suara.
Klasifikasi Laryngitis

• zat iritan, seperti amonia, kalsium sianamida, dan


oksida logam, atau oleh mekanisme

Akut hipersensitivitas langsung

• disebabkan oleh zat kimia , asap, dan debu


• Dan berlangsung lebih lama
Kronis
Faktor Resiko

Konsumsi alkohol secara


Merokok
berlebihan

Paparan bahan iritan Cuaca dingin yang ekstrim

Riwayat penyakit pernafasan Penggunaan suara secara


ex: bronkitis berlebihan
Gejala Klinis

Suara serak/ suara


hilang

Nyeri tenggorokan,
batuk kering,

Sulit menelan
Patofisiologi
Laringitis ini biasanya didahului oleh faringitis dan infeksi saluran nafas
bagian atas lainnya. Hal ini akan mengakibatkan iritasi mukosa saluran
nafas atas dan merangsang kelenjar mucus untuk memproduksi mucus
secara berlebihan sehingga menyumbat saluran nafas. Kondisi tersebut
akan merangsang terjadinya batuk hebat yang bisa menyebabkan
iritasi pada laring., dan memacu terjadinya inflamasi pada laring
tersebut. Inflamasi ini akan menyebabkan nyeri akibat pengeluaran
mediator kimia
Lanjutan

Bila terpapar oleh kebisingan dalam jangka waktu yang lama juga akan
menyebabkan terjadinya gangguan pada laring dikarenakan apabila seseorang
terpapar bising sehingga ia akan mengeluarkan suara lebih kencang agar dapat
dimengerti saat berkomunikasi dengan rekan kerjanya dibandingkan bila berada
dilingkungan tidak bising, sehingga dapat mengganggu laring .
lanjutan

Vibrasi yang berkepanjangan atau terlalu dipaksakan dapat menyebabkan


kongesti vaskular setempat dengan edema bagian tengah membranosa pita suara,
tempat kontak tekanan paling besar. Akumulasi cairan pada submukosa akibat
vocal
abuse menyebabkan pembengkakan submukosa (terkadang disebut insipien atau
nodul awal). Voice abuse yang lama dapat mengakibatkan hialinisasi Reinke’s
space dan penebalan epitelium dasar. Perubahan massa mukosa mengurangi
kemampuan ketegangan pita suara dan penutupan glotis yang tidak sempurna.
Kebisingan

Berdasarkan Permenkes No. 78/Men.Kes/Per/XI/1987, yang


disebut dengan kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak
dikehendaki sehingga menggangu dan atau membahayakan
kesehatan.
Efek kebisingan
• Efek psikologis pada manusia (kebisingan dapat
membuat kaget, mengganggu, mengacaukan
@ konsentrasi)

• Menginterferensi komunikasi dalam percakapan dan


lebih jauh lagi akanmenginterferensi hasil pekerjaan
@ dan keselamatan bekerja.

• Efek fisis (kebisingan dapat mengakibatkan penurunan


kemampuan pendengarandan rasa sakit pada tingkat
@ yang sangat tinggi).
Cara Pengendalian

Desain akustik

Substitusi alat

Mengubah
proses kerja
Voice and speech signs and symptoms in individuals exposed to
chemical agents

Turpentine
Aseton
Bila terhirup dapat mengiritasi Terjadi gangguan saluran
hidung dan tenggorokan , bahkan pernapasan, yang menyebabkan
bila terpapar secara berlebihan Iritasi tenggorokan dan hidung.
dapatmenyebabkan depresi SSP Serta ketidaknyamanan. Paparan
jangka waktu lama dapat
mempengaruhi sistem neurologis.
Cat (toluene, xylene, and n-hexane)

Dapat mengiritasi hidung dan


tenggorokan, dan dapat
menyebabkan resiko kanker
laring.
Gejala vokal dan sensasi laring pada pekerja pabrik etanol dan
Gula akibat kerja

Gangguan vokal dapat terjadi karena upaya untuk


meningkatkan intensitas suara untuk dipahami di
lingkungan dengan kebisingan yang intens

paparan zat kimia tertentu dapat menyebabkan


suara serak, iritasi tenggorokan, batuk, sulit
bernapas dan iritasi mulut, lidah, hidung, dan
jaringan saluran pernapasan .
Hasil

Paparan bahan kimia seperti


Kebisingan ditempat kerja etanol dapat menyebabkan
dapat mempengaruhi rasa tidak nyaman pada
gangguan pada suara dan tenggorokan, suara serak,
tenggorokan bahkan dapat menyebabkan
kanker laring

Pada pekerja dengan


riwayat merokok dapat
memperberat kondisi saat
terpapar ditempat kerja
Prognosis jangka panjang tipe hipersensitivitas langsung dari laringitis akibat kerja

Berbagai jenis laringitis dapat dikelompokkan berdasarkan


gambaran klinis, etiologi, dan durasi, yaitu apakah
kondisinyareversibel atau tidak reversibel.

Laryngitis kronis disebabkan oleh zat kimia iritasi, asap, dan


debu serta laringitis akibat kerja akut disebabkan oleh
zat iritan, seperti amonia, kalsium sianamida, dan oksida
logam, atau oleh mekanisme hipersensitivitas langsung.
Kesimpulan

Penyakit saluran nafas bagian atas akibat kerja tersering terjadi pada pekerja yang sering
terpapar oleh debu yang berasal dari industry (kayu,tekstil, logam berat), pekerjaan yang
berhubungan dengan pembersihan, terpapar bahan bahan iritan dalam jangka yang lama,
dan juga pada seseorang yang merokok, mengkonsumsi alkohol juga dapat
meningkatkan resiko terjadinya hal tersebut.
Adapun zat-zat yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit saluran nafas bagian atas
ialah seperti debu yang berasal dari industry tekstil, kayu maupun pengolahan kulit dan
tepung, logam berat ( kromium, asbes), formaldehid ( CH2O), polisiklik aromatik
hidrokarbon, aseton, cat (toluene, xylene, n-hexane), turpentine.
Thank you