Anda di halaman 1dari 18

PLENO 2

ANGRY EYE
KELOMPOK 10
1. I Nyoman Gandhi ( 16310130) 9. Indra Dwi Setiawan ( 16310138)
2. I wayan Candra ( 16310131) 10. Indriyati Januar T ( 16310139)
3. Ica Berliana ( 16310132) 11. Ine Ahyar Hasriza ( 16310140)
4. Iga Afifah R ( 16310133) 12. Intan Lestari ( 16310141)
5. Ilham Ibnu R ( 16310134) 13. Intan Putri P ( 16310142P
6. Ilya yeltsin R (16310135) 14. Ipan Ferrel Heady (16310143)
7. Indah Aullia W (16310136) 15. Ira Candra Wijaya ( 16310144)
8. Indah Dwi Cuyunda (16310137)
Anggry Eye
Seorang perempuan 21 tahun datang ke klinik dengan keluhan mata merah sejak 2
hari yang lalu mata terasa bengkak, sakit, panas dan sering merasa kelilipan. Pada waktu
pagi hari pasien menemukan belek/kotoran yang banyak. Pasien merasa tidak nyaman
di tambah keluarnya air mata yang banyak, setelah melakukan anemnesa didapatkan:
• Visus mata kanan 6/6
• Visus mata kiri 6/6
• Terdapat eksudat mukopurulen
• Air mata cukup banyak
• Infeksi konjunctiva
Setelah wanancara dan pemeriksaan pasien diberikan obat salep mata
kloramfenikol dengan pemekaian 4x1 dioles pada mata kanan, pasien diperbolehkan
pulang
KEYWORD
• Perempuan 21 tahun
• Mata kanan merah 2 hari yang lalu
• Mata bengkak, sakit, panas, gatal dan kelilipan
• Keluar belek banyak pagi hari
• Banyak keluar air mata
• Riwayat obat klofamfenikol
• Injeksi konjunctiva
• Eksudat mukopurulen
PROBLEM
Perempuan 21 tahun datang ke klinik dengan keluhan mata kanan merah

DD
• Keratokonjunctivitis bakterial
• Keratosis
• gloukoma
• Iritis
MORE INFO
setelah 3 hari pasien datang dengan keluhan surupa pasien menyatakan keluhan
tidak berkurang dan terasa sekali pandangan kanan mulai kabur, pasien mengaku tidak
nyaman menggunakan salep mata tersebut sehingga hanya dioles 2x1 dalam 3 hari ini
etelah melakukan anamnesis dokter melakukan pemeriksaan fisik:
• Visus mata kanan 6/9
• Visis mata kiri 6/6
• Terdapat eksudat mukopurulen
• Air mata cukup banyak
• Kornea terdapat bercak putih/infiltrat berbentuk soliter
• Terdapat injeksi silinder
HIPOTESA
Perempuan 21 tahun datang ke poliklinik denagan keluhan mata kanan merah di duga
karena keratokonjunctivitis bakterail
DON’T KNOW
1. Definisi
2. Etiologi
3. Menifestasi klinis
4. Patofisiologi
5. Faktor resiko
6. Komplikasi
7. Perbandingan DD
8. Penatalaksanaan
9. prognosis
1. Definisi
KeratoKonjungtivitis : peradangan pada kornea dan
konjungtiva yang dapat disebabkab oleh berbagai faktor dan
sering mengalami kekambuhan .
oKeratokonjungtivitis yang menghasilkan banyak purulent
dikarenakan terpapar oleh bakteri.
2. Etiologi
 Diakibatkan oleh virus, bakteri, fungal, parasit, toksik ,
chlamydia, kimia dan agen alergik.
 Etiologi di dapat dari klinis pasien
Defek neuritopik
Berhubungan dengan penyakit sistemik
Toksik
Alergi
3. Manifestasi Klinis
Air mata dan mucus yang berlebihan
Mata merah
Sensitif terhadap cahaya
Tidak bias membuka mata
Sensasi adanya benda kecil seperti pasir dalam
mata
4. Patofisiologi
Konjungtivitas infeksi timbul akibat penurunan daya imun & kontaminasi eksternal.
Inveksi bakteri & virus melalui reaksi bertingkat dari peradangan leukosit / limfosit yg
menyebakan penarikan eritrosit / leukosit diarea tersebut
Leukosit mencapai permukaan & berakumulasi di konjungtiva dengan mudah melalui
kapiler yang mengalami dilatasi & peningkatan permeabilitas.
Pertahanan primer yang melindungi terhedap infeksi berupa lapisan epitel yang
menutupi konjungtiva
Rusaknya lapisan ini mempermudah terjadinya infeksi.
Pertahanan sekunder berupa system imunologi
5. Faktor Resiko
Terpapar allergen
Kontak dengan air mata, jari atau sap tangan orang yang
sakit tersebut
Menggunakan lensa kontak
Imunodefisiensi
Akibat penyakit sinusitis
6. komplikasi
Blefaritis Marginal pada konjungtiva
Keratitis punctate akibat konjungtivitis viral
Keratokonus ( perubahan bentuk kornea berupa
penipisan kornea shng menyerupai kerucut )
Ulserasi kornea marginal
Meningitis & septikemia
8. Penatalaksanaan
9. Prognosis
Prognosisnya tergantung berat ringannya gejala klinis yang
di rasakan pasien.
umumnya baik, terutama pada kasus yang tidak terjadi parut
atau vaskularisasi pada kornea .