Anda di halaman 1dari 50

MINYAK bumi

• Minyak mentah (crude oil) atau minyak bumi (petroleum).


• Petroleum (bahasa Yunani : petros = batuan dan oleum =
minyak). Terbentuk dari sisa tanaman atau hewan jutaan tahun
lampau akibat dari pemanasan internal Bumi.
ASAL MINYAK bumi
MINYAK bumi
• Minyak bumi mentah mengandung campuran
rumit hidrokarbon, ditambah sejumlah kecil
senyawa yang mengandung nitrogen, sulfur,
oksigen, aspal, logam runutan.
• Hidrokarbon, berdasar struktur kimia
1) Alifatik (n-normal, bercabang, siklo)
2) Aromatis (naftalena, mono-, di-, dan poly)
contoh hidrokarbon poli aromatis (PAH).
HIDROKARBON
HIDROKARBON
MINYAK bumi
• Minyak bumi mentah dapat diubah dengan proses
fisik dan kimia menjadi bensin, minyak tanah, minyak
pemanas, minyak diesel, minyak pelumas, lilin dan
aspal.
• Dalam bentuk sulingan hidrokarbon yang utama
adalah alkana, naftena, senyawaan aromatis, dan
alkena.
• Alkena bukan konstituen umum dlm minyak bumi
mentah, tetapi dibentuk oleh proses cracking yg
sering digunakan dlm produksi minyak.
MINYAK bumi
MINYAK bumi
• Hidrokarbon memiliki daya larut yg
rendah dlm air dan sangat lipofilik.
• Contoh PAH yg paling sederhana
(naftalena) memiliki kelarutan dlm air 30
mg/l, dan menurun dg bertambahnya
bobot molekul (McAuliffe, 1966).
• Hidrokarbon sangat cepat menyerap
partikulat dlm air, sehingga terjerap dlm
sedimen.
Pencemaran laut : masuk / dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi, dan/atau
komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh
kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku
mutu dan/atau fungsinya (PP No.19/1999).
Pencemaran laut : perubahan dalam
lingkungan laut termasuk estuari yang
menimbulkan akibat buruk sehingga dapat
merusak sumber daya hayati laut, bahaya
terhadap kesehatan manusia, gangguan
terhadap kegiatan di laut termasuk perikanan
dan penggunaan laut secara wajar,
menurunkan kualitas air laut dan mutu
kegunaan serta manfaatnya (Konvensi Hukum
Laut III / United Nations Convention on the
Law of the Sea = UNCLOS III).
1. Ladang minyak bawah laut
2. Penambangan lepas pantai
3. Kebocoran saluran pipa minyak.
4. Operasi kapal tanker
5. Docking (perbaikan / perawatan kapal)
6. Terminal bongkar muat tengah laut
7. Tanki ballast dan tanki bahan bakar
8. dumpers ilegal, pembuangan minyak mentah
ke laut
9. Scrapping kapal (pemotongan badan kapal
untuk menjadi besi tua)
10. Kecelakaan tanker (kebocoran lambung, kandas,
ledakan, kebakaran dan tabrakan)
11. Sumber di darat (minyak pelumas bekas, atau
cairan yang mengandung hidrocarbon (
perkantoran dan industri )
12. Tempat pembersihan (dari limbah pembuangan
refinery)
13. bencana alam (seperti badai) dapat
menyebabkan tumpahan minyak juga.
LADANG MINYAK BAWAH LAUT
OPERASI KAPAL TANKER
PERBAIKAN KAPAL (DOCKING)
TERMINAL BONGKAR MUAT
TANKI BALLAST
SCRAPPING KAPAL
MINYAK PELUMAS BEKAS
PENGILANGAN MINYAK
BUANGAN INDUSTRI
KECELKAAN TANKER
KECELAKAAN TANKER
Pencemaran minyak yang pertama terjadi 18 Maret
1967 ketika sebuah tanker TORREY CANYON dengan
kapasitas 117000 ton pecah di pantai Ingris dan 20 km
pantai tercemar oleh minyak.
Resistensi MINYAK
• Minyak dioksidasi dengan bantuan bakteri tertentu dan
diperkirakan akan membutuhkan 400000 liter Oksigen dari
laut untuk setiap liter minyak.
• Untuk membersihkan tumpahan tersebut dapat
berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
• Komponen tidak larut akan mengapung dan
menyebabkan air laut berwarna hitam.
• Komponen minyak tenggelam dan terakumulasi dalam
sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan
pantai.
• Komponen hidrokarbon yang bersifat toksik
berpengaruh pada reproduksi, perkembangan,
pertumbuhan, dan perilaku biota laut, terutama pada
plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan
sendirinya dapat menurunkan produksi ikan.
• Proses emulsifikasi merupakan sumber mortalitas bagi
organisme, terutama pada telur, larva, dan
perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat
rentan pada lingkungan tercemar.
• Molekul hidrokarbon merusak membran sel
biota laut, mengakibatkan keluarnya cairan sel
dan penetrasi bahan tersebut ke dalam sel.
Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma
dan berbau minyak, sehingga menurun
mutunya.
• Secara langsung minyak menyebabkan
kematian pada ikan karena kekurangan
oksigen, keracunan karbon dioksida, dan
keracunan langsung oleh bahan berbahaya.
• Melalui rantai makanan, minyak terakumulasi
dalam senyawa lemak dan protein, kemudian
berpindah ke tropic level lebih tinggi.
• Organisme migrasi atau mati.
• Menghalangi penetrasi sinar matahari,
mengganggu fotosintesis fitoplankton dan
makroalga.
• Menempel di daun, mengganggu respirasi dan
pertumbuhan.
• Mengahalangi pertukaran gas atmosfer dan
mengurangi kelarutan oksigen.
• Di pantai akan mengganggu akar mangrove
dan menyebabkan pembusukan akar.
• Mematikan fauna dasar (kerang, gastropoda,
kepiting, udang dan ikan), lebih lanjut
merusak rantai makanan.
• Kematian terumbu karang.
• Kematian burung laut (camar, pelikan)
KEMATIAN IKAN
KEMATIAN PENYU
KEMATIAN BURUNG
• Peristiwa pecahnya kapal tanker Torrey
Canyon. Burung yang mati 10.000 ekor di
sepanjang pantai dan 30.000 ekor tertutup
oleh genangan minyak ( Farb, 1980 ).
• Pembuangan air ballast di Alaska sekitar
Pebruari-Maret 1970, mencemari seribu mil
jalur pantai dan diperkirakan paling sedikit
100 ribu ekor burung musnah (Siahaan, 1989
dalam Misran 2002).
pembersihan
 Bioremediasi : penggunaan mikroorganisme atau agen
biologis..
98% dari alkana biodegradasi dalam 28 hari. Aromatik yang
terbiodegradasi 200 kali lebih cepat daripada di alam.
pembersihan
 MENGGUNAKAN HYDROFIREBOOM
pembersihan
 Watch and wait: dalam beberapa kasus, redaman alam minyak
mungkin paling tepat, karena adanya sifat invasif dalam proses
rehabilitasi, terutama di daerah sensitif secara ekologis.
 Dredging : untuk minyak yang terdispersi oleh deterjen dan
minyak padat selain air.
pembersihan

SOLIDIFYING
peralatan
• Booms : mengumpulkan minyak dan mengangkat minyak
dari air
• Skimmers adalah perahu yang dapat menghapus minyak
dari air.
• Sorbents adalah spons yang dapat mengumpulkan minyak
• Chemical and biological agents: membantu untuk
mengurai minyak ke laut
• Vacuums: menyedot minyak dari pantai dan air
permukaan
• Sekop atau peralatan jalan: biasanya digunakan untuk
membersihkan minyak di lepas pantai
Pencegahan tumpahan minyak
• Pelatihan Sensory Seafood, berupaya untuk mendeteksi
minyak di laut, misal untuk mencari makanan laut yang
tercemar dan memastikan bahwa produk konsumen aman
untuk dimakan.

• Secondary containment - metode untuk mencegah rilis


minyak atau hidrokarbon ke lingkungan.

• Program pencegahan dan penanggulangan kendali (SPCC)


tumpahan minyak oleh Amerika Serikat Environmental
Protection Agency

• Double-hulling - dengan membangun lambung ganda di


kapal untuk mengurangi risiko dan tingkat keparahan dari
tumpahan dalam kasus tabrakan atau landasan.
Transformasi
PROSES FOTOKIMIA
Transformasi fotokimia minyak mentah dan minyak
bahan bakar mencakup
1) Pembentukan radikal radioaktif.
2) Pembentukan peroksida dan hidroperoksida
peralihan yang sangat beracun.
3) Pembentukan produk oksidasi (asam karboksilat,
ester, aromatik teroksigenasi, senyawaan karbonil,
karbondioksida (GESAMP, 1977; Larsen et.al., 1976;
Hansen, 1977).
PROSES FOTOKIMIA
Transformasi
PROSES MIKROBIOLOGI
• Bakteri dan jamur, dapat memetabolisme
hidrokarbon, minyak bahan bakar dan fraksinya scr
utuh atau sebagian.
• Mekanisme umum oksidasi bakteri dari aromatis
mencakup
1) penggabungan kedua atom molekul oksigen menjadi
hidrokarbon aromatis dan pembentukan cis-
dihidrodiol
2) terbentuk senyawa katekol (Gibson, 1977)
Transformasi
PROSES MIKROBIOLOGI
3) Cincin benzena antara / berdekatan dg gugus hidroksil
dari kotekol dpt mengalami pemutusan enzimatis.
4) Oksidasi berhenti sampai terbentuk metabolit
teroksidasi (asam salisilat, asam naftenat, naftil alkohol)
PROSES MIKROBIOLOGI
PENGAMBILAN DAN METABOLISME OLEH BIOTA

FAKTOR BIOAKUMULASI
REMIS (Rangia cuneata)
• Naftalena 6,1 ABSORBSI
• Fenantrena 32 • terjadi melalui
• Chrysena 8,2 • Permukaan pernafasan
• Benzo(a)pyrena 8,7 • Jalur pencernaan
• Permukaan luar
• Hidrokarbon umumnya
tersimpan dlm jaringan
yg kaya lemak (GESAMP,
1977)
PERSISTENSI HIDROKARBON DALAM BIOTA (Connell dan Miller, 1982)

WAKTU PARUH
BIOTA SENYAWA
(hari)
Naptalena 2
Antrasena 3
Tiram (Crassostrea virginica ) Fluorantena 5
Benzo(a)antrasena 9
benzo(a)pyrena 18
B(a)P 16
Alifatik dan Aromatik 2
Kerang (Mytilus viridis )
Alifatik 4
Aromatik 48 - 60
Copepoda (Calanus helgalandicus) Naptalena 1,5
Kutu air (Daphnia pulex) Antrasena 0,4
Naptalena tergantung waktu kontak
Rainbow trout (Salmo gairdneri)
Metil naftalena 0,3 - 48
ikan mullet laut (Mugil caphalus) n-Alkana 18
TOKSISITAS AROMATIK YANG LARUT

Kepekatan (ppm)

ORGANISME Moore & Dwyer Minyak mentah Bahan bakar

1974 LC50 96 jam minyak No.2

Tumbuhan 10 - 100

Finfish 5,0 - 50 1,0 - ˃ 10 1,0 - ˃ 10

Hewan berkulit keras 1,0 - 10 1,0 - ˃ 10 0,1 - 10

Bivalva 5,0 - 50 1,0 - ˃ 10 0,5 - 5

Gastropoda 1,0 - 100 1,0 - ˃ 10 1,0 - 5

Avertebrata 1,0 - 10 ˃ 5 - 10

Larva (semua spesies) 0,1 - 1 0,1 - 5

Hewan yang masih muda 5 - ˃ 10 1,0 - ˃ 10


KEPEKAAN ORGANISME DEWASA TERHADAP MINYAK

SUHU LC50 96 JAM (ppm)

SPESIES (⁰C) Minyak Bahan bakar

mentah minyak No.2


VERTEBRATA (TELEOSTEI)

Ikan sungai bersisik perak (Menidia beryllina) 5,5


Ikan teluk (Fundulus simulus) 18 - 22 16,8
Ikan sungai kepala kambing (Cyrinodon variegatus) ˂ 19,8
Salmon merah jambu (Oncorhyncus gorbuscha) 2,92 0,81
Dolly varden smolts (Salvelinus malma) 2,94 2,29
3,6 - 10
Ikan kod saffron (Eleginus gracilis) 2,28 2,93
Moncong pipa (Aularhynchus flavidus) 1,34

AVERTEBRATA

Udang Leander terrvicornis 6


Udang kecil rumput (Palaemonetes pugio) 18 - 22 ˃ 16,8 3,5
larva udang kecil coklat (Penaeus aztecus) ˃ 19,8 4,9
Udang kecil dok (Pandalus danae) 0,81 1,11
Udnag kecil 'hump-back" (Pandalus goniurus) 1,98 1,69
Udang kecil skooter (Evalus fabrieli) 3,5 - 5,4 1,46 0,53
Udang kecil kulit bergaris (Pandalus hypsinotus) 2,72
Udang kecil merah jambu (Pandalus borcalis) 2,43 0,21
CRACKING