Anda di halaman 1dari 50

OLEH:

MUHAMMAD ANANG
NIM:
431416033
KELAS:
B
Oleh
Muhammad Anang
 ( 650 – 546 M ) Listrik pertamakali ditemukan oleh
seorang cendikiawan Yunani yang bernama Thales.
 1733 = William Gilbert
 1739 = Charles du Fay
 1800 = Alessandro Volta
 1831 = Micheal Faraday.
 Listrik merupakan elektro dari
atom ke am pada sebuah penghantar. Semua atom
memiliki partikel yang di sebut elektron terletak pada
orbtnya mengelilingi proton. Atom yang paling
sederhana adalah atom hidrogen (atom air).
 Setiap benda terdiri dari bagian-bagian yang sangat
kecil, yang disebut molekul. Apabila molekul ini dibagi
lagi menjadi bagian yang lebih kecil, bagian-bagian kecil
ini disebut atom.
 Tiap-tiap atom mempunyai satu inti yang disebut
proton. Proton mempunyai listrik yang bermuatan
positif(+), dan dalam keadaan tidak bergerak(diam).
Proton ini dikelilingi oleh satu atau beberapa benda
yang sangat kecil, dan benda ini disebut electron.
 Elektron ini mengandung muatan listrik negatif(-) dan
berputar mengelilingi proton dengan kecepatan kira-
kira 300.000km/detik.
 arus listrik timbul karena
adanya aliran electron. Arus
listrik diluar sumbernya
mengalir dari kutub positif ke
kutub negatif dan di dalam
sumbernya dari kutub
negatif ke kutub positif. Jadi
aliran arus listrik adalah
kebalikan dari arah aliran
electron.
 Reaksi dari arus listrik
Arus listrik akan bereaksi jika mengalir. Itu
termasuk panas, magnetic dan gerak kimiawi.
Dan disebut three action dari aliran listrik.

1. Reaksi panas
ketika arus listrik mengalir pada konduktor,
arus tersebut mengalami tahanan. Akibat
tahanan, aliran arus listrik menhasilkan panas
didalam konduktor. Makin besar tahanan arus
listrik, makin besar panas yang dihasilkan
2. Reaksi magnet
arus listrik yang mengalir, menembus
konduktor dan menghasilkan garis gaya
magnet, bisa dilihat dengan mengadakan
percobaan sederhana yaitu taburkan serbuk
besi diatas selembar kertas, kemudian alilrkan
arus listrik pada kawat menembus kertas
3. Reaksi kimia
ketika arus listrik mengalir dalam asam
balerang, melelui elektroda platina asam
balerang terurai menjadi O2 dan H2
dinamakan Elektrolisa, yang mana merupakan
gerak kimia dari arus listrik. Baterai, elektro
plating dan polising menggunakan gerak kimiawi
dari arus listrik.
 Jika kutub positif (+) dari baterai dihubungkan dengan
kutub negatif (-), melalui konduktor, maka arus
mengalir.
 Aliran arus listrik bisa dianalogikan dengan aliran air,
seperti ilustrasi disamping. Jika ada reservoir air, A
dan B yang mana A lebih tinggi dari B dan dihubungkan
satu dengan yang lain dengan pipa, air mengalir dari A
ke B.
 Jika permukaan air di A lebih tinggi dari B dihasilkan
tekanan air. Sebab air mengalir kebawah. Aliran listrik
terjadi seperti aliran air, dari positif (+) ke negatif (-).
Jika potensial positif (+) lebih tinggi dari pada
potensial kutub negatif (-) dan ini voltage antara
terminal yang berseberangan. Listrik tidak akan
mengalir jika tidak ada perbedaan potensial (sama
halnya dengan air) antara sumber dan kutub yang lain.
Aliran listrik ini disebut arus listrik sama dengan
aliran air yang disebut dengan aliran air.
 Suatu sumber listrik menghasilkan tegangan
listrik yang disingkat dengan huruf E
(electromotive force). Tegangan listrik di
dalam suatu sumber listrik terjadi karena
perbedaan potensial antara kedua kutub-
kutubnya. Potensial yang tertinggi dinyatakan
dengan tanda + (positif) dan potensial yang
terendah dinyatakan dengan tanda – (negatif).
 Perbedaan potensial adalah juga menunjukkan
voltage. Kita menunjukkan voltage
dengan symbol (E) dan menghitung dalam
satuan volt (V).
 1 volt adalah voltage yang dibutuhkan untuk
mengalirkan arus listrik 1 Ampere melalui
penghantar yang mempunyai tahanan 1 Ohm.
1 Rangkaian hambatan dalam arus bolak-balik

2 Rangkaian induktor dalam arus bolak-balik

3 Rangkaian kapasitor dalam arus bolak-balik


1 Rangkaian hambatan dalam arus bolak-balik
2 Rangkaian induktor dalam arus bolak-balik
3 Rangkaian kapasitor dalam arus bolak-balik
Oleh
MuhammadAnang
 Gelombang menurut arah perambatannya:
 Gelombang Longitudinal
 Gelombang Transversal

 Gelombang menurut kebutuhan medium dalam


perambatannya:
 Gelombang Mekanik
 Gelombang Elektromagnetik
 Gelombang transversal adalah gelombang
dengan gangguan yang tegak lurus arah
penjalaran.
 Contoh: gelombang cahaya dimana gelombang
listrik dan gelombang medan magnetnya tegak
lurus kepada arah penjalarannya.
 Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan
arah penjalarannya.

 Contoh : gelombang bunyi,


 gelombang bunyi ini analog dengan pulsa
longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah
tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah
disebuah ujung, maka sebuah gelombang
longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut ,koil
– koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di
dalam arah di dalam mana gangguan berjalan
sepanjang pegas.
 Gelombang Transversal:
Perpindahan medium  Arah jalar gelombang
 Gelombang Longitudinal:
Perpindahan medium  Arah jalar
gelombang.
 Gelombang Mekanik
 Gelombang mekanik adalah gelombang yang
memerlukan medium tempat merambat.
 Contoh gelombang mekanik gelombang pada tali, gelombang
bunyi.
T
c
L

 C = kecepatan gelombang
 T = tegangan tali [N]
 L = rapat massa per satuan panjang [kg/m]
 Gelombang Elektromagnetik
 Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang
energi dan momentumnya dibawa oleh medan listrik (E)
dan medan magnet (B) yang dapat menjalar melalui
vakum atau tanpa membutuhkan medium dalam
perambatan gelombangnya.

 Sumber gelombang elektromagnetik :


 Osilasi listrik.
 Sinar matahari menghasilkan sinar infra merah.
 Lampu merkuri menghasilkan ultra violet.
 Inti atom yang tidak stabil menghasilkan sinar gamma
a. Refleksi (pemantulan)
Menurut Hukum Snellius, gelombang datang,
gelombang pantul, dan garis normal berada pada
satu bidang dan sudut datang akan sama dengan
sudut pantul, seperti tampak pada gambar berikut
 Pembiasan gelombang adalah pembelokan arah
lintasan gelombang setelah melewati bidang
batas antara dua medium yang berbeda
 Interferensi gelombang akan terjadi pada dua
buah gelombang yang koheren
 Peristiwa difraksi atau lenturan dapat terjadi jika
sebuah gelombang melewati sebuah penghalang
atau melewati sebuah celah sempit.
 Dispersi adalah penyebaran bentuk gelombang
ketika merambat melalui suatu medium.
Fluktuasi tekanan akustik   = p

p = P - Po

p = tekanan akustik [Pa]


P = tekanan udara sesaat [Pa]
Po = tekanan udara kesetimbangan [Pa]
Po = 1 atm. = 1.013x105 Pa  105 Pa
GELOMBANG SUARA

p
dB  20 log
p ref

pref = tekanan akustik acuan =20 Pa = 20x10-6 Pa


= batas ambang telinga manusia (0 dB)
Efek Doppler
Perioda gelombang = T
Frekuensi sumber = f =cT c=f
5T

4T
S = sumber
3T D = detektor
2T
D
T

c c
S


Panjang gelombang = 
Fungsi Gelombang
• Kita menggunakan fungsi sinusoid untuk
menggambarkan berbagai gelombang
y(x,t) = Asin(kx-wt)
A: amplitudo Jika ∆x=, fasa
bertambah 2
kx-wt : fasa
2 Jika ∆t=T, fasa
k: bilangan k
gelombang  bertambah 2
2
w: frekuensi angular w  2 f
T
(2 rads = 360°)
Oleh
Muhammad anang
 Optik adalah cabang fisika yang menggambarkan

prilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan


materi.
 Bidang optik biasanya menggambarkan sifat cahaya

tampak , sinar inframerah, ultraviolet , dan dalam


bentuk sinar- X.
 Alat Optik : alat penglihatan manusia

 Alamiah : mata

 Buatan : alat bantu penglihatan manusia


untuk mengamati benda-benda yang tidak
dapat dilihat dengan jelas oleh mata: Kamera
dan Proyektor, Lup, Mikroskop ,
Teropong/Teleskop.
A. Mata
Benda dapat dilihat jelas jika bayangan jatuh
pada retina
Sifat bayangan : nyata, terbalik, diperkecil
Mata normal : Sn = pp = 25 cm
PR = ~

.
Macam cacat mata :
1. Miop (Rabun jauh)
kurang jelas melihat jauh
ditolong lensa negatif

2. Hipermetrop (rabun dekat)


kurang jelas melihat dekat
ditolong lensa positif

3. Presbiop (mata tua)


kurang jelas melihat jauh/dekat
penyebabnya daya akomodasi melemah
ditolong lensa bifokal
Kornea dan lensa mata
berfungsi sebagai lensa
cembung dan
menghasilkan bayangan
pada bagian retina yang
sensitif terhadap cahaya
disebut fovea. Iris
mengatur banyaknya
cahaya yang masuk ke
mata.
Ketika mata relaks (tidak berakomodasi), lensa mata pipih sehingga jarak
fokusnya paling besar, dan benda yang sangat jauh difokuskan di retina.
Agar benda pada jarak berbeda dapat difokuskan dengan cara menebal dan
memipihkan lensa mata (akomodasi mata)
Bayangan yang terjadi di retina adalah nyata, terbalik, diperkecil.
PP = 25 cm PR = ∞
Jangkauan Penglihatan

Mata dapat melihat dengan jelas jika letak benda


dalam jangkauan penglihatan, yaitu diantara titik
dekat mata (punctum proximum) dan titik jauh
mata (punctum remontum).
Titik dekat = 25 cm
Untuk mata
normal Titik jauh = tak terhingga
B. Kaca mata
Untuk menolong penglihatan penderita
cacat mata.
C. Lup (Kaca Pembesar)
Sifat bayangan: Maya, tegak, diperbesar.

Perbesaran anguler:
Keterangan:
Sn = titik dekat
(+)
f = jarak fokus lup
x = jarak mata ke bayangan
2F F
d = jarak mata ke lup
tanpa akomodasi  x = PR d
mata normal : PR = ~ M = Sn/f
akomodasi maksimum  x = Sn
mata normal, d = 0  M = Sn/f + 1
D. Mikroskop
(+) (+) Rumus-rumus mikroskop :
Sob 1/fob = 1/Sob + 1/S’ob
d 1/fok = 1/Sok + 1/S’ok
d = S’ob + Sok
2F F d = panjang tabung mikroskop
S’ob Sok
Perbesaran mikroskop:
objektif Okuler M = Mob . Mok
Mob = S’ob/Sob
Mok = Sn/fok + 1  akomodasi
maksimum
Mok = Sn/fok  tanpa akomodasi
E. Teropong
Panjang teropong :
d = fob + fok  rileks
d = fob + Sok  akomodasi pada jarak x
akomodasi maksimum : S’ok = - Sn
perbesaran anguler :
M = fob/fok  rileks
M = fob/Sok  akomodasi pada jarak x

Untuk teropong bumi panjang tabung ditambah 4 fp, (fp =


jarak fokus lensa pembalik)