Anda di halaman 1dari 17

PERUBAHAN ANATOMI DAN

FISIOLOGI SISTEM PERKEMIHAN


PADA MASA KEHAMILAN,
PERSALINAN, DAN NIFAS
Presented by
Ni Luh Putu Satvika Saesari Dwi Jati (P17311186026)
Dika Tri Muzayana (P17311186029)
Pendahuluan

1 2 3
Perubahan system Perubahan tersebut Bidan perlu memahami
organ ibu pada masa seringkali perubahan tersebut
kehamilan, persalinan, menyebabkan untuk dapat
dan nifas. ketidaknyamanan memberikan asuhan
pada ibu. yang tepat.
Definisi

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana


terjadinya proses penyaringan darah sehingga bebas
dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dan
menyerap zat-zat yang masih diperlukan.
Zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh larut dalam
air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih) (Chalik,
2016).
Anatomi Sistem
Perkemihan
Perubahan Sistem Perkemihan pada
Masa Kehamilan

Perubahan
Anatomik Perubahan
Fungsional
◦ Volume, berat, dan ukuran ginjal bertambah
selama kehamilan.
◦ Dilatasi Ureter karena pengaruh progesteron,
terjadi sekitar usia 6-10 minggu  dapat
menimbulkan bendungan yang
memudahkan terjadinya infeksi.
◦ Ureter juga akan mengalami pemanjangan, Perubahan
melekuk, dan kadang berpindah letak ke
lateral, dan akan kembali normal 8-12 minggu Anatomik
setelah melahirkan.
◦ Kandung Kemih akan mengalami hipertrofi
karena pengaruh estrogen. Pembuluh darah
mukosa akan melebar dan membengkak.
Adanya peningkatan 60% aliran darah
sampai akhir trimester pertama yang
kemudian secara bertahap turun sampai
akhir kehamilan. Kadar glukosa urin dapat
meningkat selama kehamilan.
Tubulus mengalami penurunan
Perubahan kemampuan dalam mengabsorbsi
glukosa. Glukosuria umumnya terjadi
Fungsional pada kehamilan.

Proteinuria juga umum terjadi selama


kehamilan karena ada eksresi berlebih
asam amino, namun proteinuria dengan
hipertensi merupakan masalah serius.
TM 1
Adaptasi
Ibu Hamil
TM 3 TM 2
Trimester 1

◦ Pada bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehingga sering timbul
kencing. Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari
rongga panggul dan ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan metabolisme dan
sirkulasi tubuh ibu yang meningkat dan juga mengekresi produk sampah janin. Fungsi
ginjal berubah karena adanya hormone kehamilan, peningkatan volume darah, postur
wanita, aktifitas fisik dan asupan makanan.
◦ Sejak minggu ke-10 gestasi pelvic ginjal dan ureter berdilatasi. Ginjal pada kehamilan
sedikit bertambah besar panjang bertambah 1-1,5 cm, volume renal meningkat 60 ml
dari 10 ml pada wanita yang tidak hamil. Protein urine secara normal disekresikan 200-
300mg/hari, bila melebihi 300 mg/perhari maka harus diwaspadai terjadi komplikasi.
Trimester 2
◦ Kandung kemih tertekan oleh uterus yang membesar mulai
berkurang, karena uterus sudah mulai keluar dari rongga
panggul. Pada trimester kedua, kandungan kemih tertarik keatas
dan keluar dari panggul sejati kearah abdomen. Uretra
memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih bergeser
kearah ke atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukan
oleh hyperemia kandung kemih dan uretra. Peningkatan
vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih menjadi
mudah luka dan berdarah.
◦ Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal memungkinkan
distensi kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. pada saat yang
sama, pembesaran uterus menekan kandung kemi,menimbulkan
rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih berisi sedikit urine.
◦ Pada kehamilan kepala janin mulai turun
ke pintu atas panggul keluhan sering
kencing akan timbul lagi karena kandung
kencing akan mulai tertekan kembali.
Pada kehamilan tahap lanjut pelvis ginjal
kanan dan ureter lebih berdelatasi dari
Trimester 3 pada pelvis kiri akibat pergeseran uterus
yang berat ke kanan. Perubahan-
perubahan ini membuat pelvis dan ureter
mampu manampung urine dalam volume
yang lebih besar dan juga memperlambat
laju aliran urine.
Perubahan pada Masa Persalinan
Selama persalinan, kandung kemh sedikit naik diatas simfisis pubis, seiring dengan makin
masuknya janin ke panggul. Hal ini dapat menyebabkan restriksi utetra, dan
menyebabkan retensi urine. Jika karena retensi urine, kandung kemih sangat membesar
sehingga hal tersebut dapat mengganggu kemajuan persalinan. Tonus kandung kemih
dapat menghilang dan terjadi luka pada uretra, menyebabkan disuria (Stables, 2010)

Pada kala IV, kandung kencing harus kosong, kalau penuh ibu diminta untuk kencing
dan kalau tidak bisa lakukan kateterisasi. Kandung kemih yang penuh mendorong
uterus keatas dan menghalangi uterus berkontraksi sepenuhnya.
Perubahan
Anatomik

Perubahan
pada Masa
Perubahan Nifas
Diuresis Kandungan
Urine
Perubahan Anatomik
◦ Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi)
turut menyebabkan peningkatan fungsi ginjal, sedangkan
penurunan kadar sterorid setelah wanita melahirkan sebagian
menjelaskan sebab penurunan funngsi ginjal selama masa pasca
partum.
◦ Dilatasi akibat kehamilan yang terjadi pada kaliks renalis, pelvis
renalis, dan ureter biasanya menetap hingga 4-6 minggu sampai 3-
4 bulan pascapersalinan (Prawirohardjo, 2010).
◦ Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses
melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir.
◦ Glikosuria ginjal diinduksikan oleh kehamilan
menghilang. Laktosuria positif pada ibu
meyusui merupakan hal yang normal.
◦ BUN (blood urea nitrogen), yang meningkat
selama pasca partum, merupakan akibat
otolisis uterus yang berinvolusi, Pemecahan Perubahan
kelebihan protein di dalam sel otot uterus
juga menyebabkan proteinuria ringan (+1) Kandungan
selama satu sampai dua hari setelah wanita
melahirkan. Hal ini terjadi pada sekitar 50%
Urine
wanita.
◦ Asetonuria bisa terjadi pada wanita yang
tidak mengalami komplikasi persalinan atau
setelah suatu persalinan yang lama dan
disertai dehidrasi.
Diuresis

◦ Dalam 12 jam pasca melahirkan, ibu mulai membuang kelebihan cairan yang tertimbun di
jaringan selama ia hamil. salah satu mekanisme untuk mengurangi cairan yang teretensi
selama masa hamil ialah diaforesis luas, terutama pada malam hari, selama dua sampai
tiga hari pertema setelah melahirkan.
◦ Diuresis pascapartum, yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen, hilangnya
peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah, dan hilangnya peningkatan volume
darah akibat kehamilan, merupakan mekanisme tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan.
◦ Keluaran urin meningkat selama 7 hari setelah kelahiran, karena jumlah cairan sirkulasi
menurun dan produk sisa metabolisme terkait involusi uterus (kembalinya uterus ke ukuran
semula) sudah kembali ke keadaan seperti sebelum hamil (Harrison, 2003).
Terima Kasih