Anda di halaman 1dari 16

Disusun oleh

dr. Robiyanti Nur Chalifah H


Pendamping Internsip :
dr. Sahata Parhusip
dr. Susy Andrianti

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


RSUD AHMAD RIPIN
 Nama : Ny. R Diagnosa klinis : Medikamentosa
 Jenis kelamin :
Perempuan Hipoglikemi dengan Dm  O2 3 L/i
 Usia : 66 tahun Tipe II tidak terkontrol  IVFD Dextrose 10 % XX
 Alamat : RT 10 Hipertensi Grade II gtt/i
Berembang Anemia Sedang  Inj. Dextrose 40% 50 ml
 Pekerjaan : IRT bolus iv
 Masuk rs : 18 oktober Obat oral :
2018  Sucralfat syr 3x C1
 No. Rm : 176104  Amlodipin 1x 10 mg

 Captopril pulv 25 mg
sublingual lanjut
oral 2x25 mg
 Aspilet 1x1

 Sliding scale protap


ruangan
 Diet 1700 kkal
Dextrose 5 %  Dextrose juga disimpan
sebagai glikogen pada hati
 Komposisi : glukosa 5000 dan otot. Metabolisme
mg/dl, 253 mOsmol/L dextrose akan menghasilkan
CO2,air, dan sumber energi
 Sering digunakan jika pasien
memiliki gula darah yang  Namun penggunaan untuk
rendah atau memiliki kadar resusitasi dihindarkan
gula darah yang rendah atau karena komplikasi yang
memiliki kadar natrium diakibatkan antara lain,
yang tinggi hiperosmolalitas
hiperglikemik, diuresis
osmotik dan asidosis
serebral.
Kontra Indikasi :
Pada pasien hiperglikemi (diabetes), pasien
gangguan ginjal, gangguan absorpsi glukosa-
galaktosa, sepsis akut
 merupakan kompleks Efek lainnya :
alumunium hidroksida dan Membantu sintesa
sukrosa sulfat yang efeknya prostaglandin
sebagai antasida minimal.
Menambah sekresi bikarbonat
Meningkatkan daya tahan dan
 Mekanisme kerja : perbaikan mukosa
membentuk lapisan pada
dasar tukak sehingga
melindungi tukak dari
pengaruh agresif asam
lambung dan pepsin.
 Konstipasi
 Diare
 Mual
 Gangguan pencernaan

DOSIS
4 x 1 gram /hari (2jam sebelum makan dan
sebelum tidur mlm) selama 4-6 minggu .
Maksimal 8 gram/hari
Anak < 15 tahun tidak dianjurkan
 Merupakan CCB ( Calcium Channel Blokker) golongan
dihidropiridin.

Mekanisme kerja :
Memblok kanal kalsium pada membran sehingga
menghambat kalsium masuk ke dalam sel.

Fungsi kalsium : intraselluler messenger untuk menjembatani


suatu rangsang menjadi respon. Sebuah sel dapat
berkontraksi apabila terjadi peningkatan kalsium intra sel.
Jika tidak ada kalsium, maka sel kontraktil seperti miokard
dan sel otot polos pembuluh darah tidak akan berkontraksi.
Efek nya :
Vasodilatas Awal kerja : 30 -50 menit
Memperlambat laju jantung Efek puncak : 6-12 jam
Menurunkan kontraktilitas Lama kerja 24 jam
miokard sehingga tekanan
darah menurun.
Absorpsi : oral diabsorbsi dgn
baik
Efek samping Dimetabolisme di hati
Flushing Waktu paruh : 30-50 jam
sakitkepala
Mual hipotensi ortostatik.
 Amlodipin bersifat long acting, memiliki efek
antiksidan dan meningkatkan nitric oxide
sehingga mampu memperbaiki fungsi
endotel.

Dosis
 Hipertensi : dosis awal 1x5 mg/hari dosis
maksimal 10 mg/hari
 Infark miokard akut : 5-10 mg/hari
 Merupakan golongan ACE inhibitor

Mekanisme kerja :
Menghambat perubahan angiotensin 1 menjadi
angiotensi 2sehingga terjadi vasodilatasi dan
penurunan sekresi aldosteron
vasodilatasi secara langsung akan menurunkan
tekanan darah sedangkan berkurangnya
aldosteron akan menyebabkan eksresi air dan
natrium dan retensi kalium.
Hipertensi , terutama pada penderita
hipertensi dengan DM, karna dapat
menurunkan resistensi insulin,
Hipertensi dengan proteinuria, gagal jantung,
pasca onfark miokard dengan gangguan
fungsi diastolik

Kontraindikasi :
Wanita hamil, menyusui, hiperkalemia
 hipotensi
 Gangguan fungsi ginjal Absorpsi : oral 60% - 75 %
 Batuk kering yang menetap  Waktu paruh : 1,9 jam
Bila gangguan ginjal 3,5-32
jam
 Pemberian bersama diuretik Bila anuria 20-40 jam
hemat kalium dapat
menimbulkan hiperkalemi

 Mula kerja : 60 -90 menit


 Lama kerja : tergantung
dari dosis
Hipertensi :
Dosis awal 1x12,5 mg/hari
Dosis penunjang 2x25 mg/hari
Dosis maksimal : 2x25 mg/hari
Menghambat siklooksigenase –1 dalam
platelet dan mencegah pembentukan
tromboksan-A2.) sehingga menghambat
agregasi trombosit dan dapat mencegah stroke
dan infark jantung .
 Mula kerja : 20 menit -2 jam
 Waktu paruh : 15-20 menit
 Eksresi : di ginjal dalam bentuk asam salisilat

 Efek
samping : nyeri epigastrium, muntah,
perdarahan lambung

 Dosis: dosis loading 150 -300 mg


Dosis pemeliharaan 75-100 mg