Anda di halaman 1dari 31

PROSESING FILM

RADIOGRAFI
BERTOLD SUMEDI,SKM
Prosesing adl suatu cara utk
mendptkan gambar yg permanen dlm
pembuatan foto rontgen dg menggunakan
cairan kimia tertentu.

Prosedur prosesing film radiografi :


1. Memasukkan film yg telah terpapar sinar X
dlm developer ------- DEVELOPING
2. Mencuci film dg air -------- RINSING
3. Memasukkan film dlm fixer ----------- FIXING
4. Mencuci film dg air ------------- WASHING
5. Mengeringkan film ------------ DRYING
Proses pembentukan bayangan
laten pada film radiografi
Paparan radiasi kimiawi :
mengubah kristal silver halide yg bersifat
fotosensitif pada film radiografi utk
memproduksi gambaran laten
(tersembunyi).
Prosesing film mengubah gambaran
laten menjadi gambaran radiografik yg
visible (dpt dilihat = visual).
Perubahan emulsi film selama
prosesing film radiografi
 Sebelum paparan, banyak kristal silver
bromida terdapat dalam emulsi. (Gb A)
Perubahan emulsi film selama
prosesing film radiografi
 Setelah paparan, kristal-kristal yang
terpapar sinar X mengandung atom-atom
silver netral pada latent image sites (area
yang diarsir pd Gb.B ).
Perubahan emulsi film selama
prosesing film radiografi
 Developer mengubah kristal2 yg terpapar
sinar X dan mengandung atom-atom silver
netral pd latent image sites mjd butiran-
butiran padat silver metalik (Gb C)
Perubahan emulsi film selama
prosesing film radiografi
Larutan fixer melarutkan kristal silver
bromida yg tdk terpapar sinar X dan tdk
terproses oleh developer, shg menyisakan
butir2 silver metalik padat saja. (Gb D)
Before exposure After development
Emulsion 底片 Emulsion

AgBr
Ag

Base Base
After exposure After fixing
Emulsion Emulsion

AgBr被洗掉

Latent image
Base Base
Ref. 1
Latent Image
Udara /soft tissue Tulang Logam
Banyak sinar-x Lebih sedikit sinar-x jika hanya sedikit
menembus dan menembus dan tidak sinar-x
mengekspos banyak kristal perak menembus
banyak kristal perak halida yang terkena kristal perak
halida halida tidak
terkena
Developing
Pada pusat-pusat pengembangan
terjadi konversi ke perak metalik
yang berwarna hitam
Udara/soft tissue Tulang Logam
Developing (continued)
Seluruh kristal dikonversi ke
metalik silver yang berwarna
hitam
Udara/soft tissue Tulang Logam
Metode Prosesing
1. Manual :
 Dengan kamar gelap :
Metode visual dan Metode temperatur (waktu)
Yang dipergunakan pada lab radiologi adalah metode
visual.
 Tanpa kamar gelap (self procesing) : larutan
monobath disuntikkan dlm pembungkus film
yg telah disinar, dipijat 15 detik ----
pembungkus film dibuka --- film dimasukkan
lar pengeras ---- dibilas air ---- dikeringkan.
2. Otomatis --- menggunakan prosesor
otomatis
Metode Manual dg menggunakan
kamar gelap
Perbedaan metode visual dan metode
temperatur waktu adalah pada saat
developing.
Pada metode visual, film dimasukkan dlm
lar developer sampai terbentuk bayangan
putih;
pada metode temperature waktu, lamanya
tahap developing mengikuti tabel
temperatur waktu.
Tabel temperatur waktu utk
prosesing manual
Q1. 顯影液內何成份可解決chemical fog的問題?
Chemical
fog
Temperature Development time
Film density

Full development 650F 6 min


680F 5 min
700F 4.5 min
720F 4 min
760F 3 min
Development time

Ref. 1
PERALATAN UTK PROSESING FILM
RADIOGRAF (manual)
Kamar gelap, yg dilengkapi dg :
1. Lampu putih (white illumination) dan
SAFELIGHTING.
2. Tangki prosesing manual
3. Thermometer
4.Timer
 Ruang gelap harus bebas dari sinar putih, sinar
lampu, dan sinar alam.
 Ruang gelap terletak dekat dg ruang
radiografi, dan terproteksi dari radiasi.
PERALATAN PROSESING
Penerangan Tangki prosesing
 Lampu putih utk
memeriksa radiograf.  Terbuat dr porselin,
baja tahan karat,
 SAFELIGHTING
atau gelas.
tidak memberikan efek
 Diatas tangki
saat film dibuka,
disediakan film
memungkinkan bekerja
hanger.
dlm kamar gelap.
biasanya berupa lampu  Tangki sebaiknya
merah 15 watt. dilengkapi penutup
Tangki prosesing manual,
thermometer, timer, dan film hanger
Tangki prosesing manual
Prosesing Manual Tanpa kamar
gelap (self procesing)
Prosesing Otomatis
Automatic Processor

Film
Film
Exit Dryer
Entry
(heater, fan)

Developer Fixer Wash


LARUTAN DEVELOPER
Fungsi utama developer : mengubah
kristal silver halide yg telah terpapar
sinar X menjadi butiran silver metalik.
Kandungan :
 Developing agent : Phenidone (1-phenil-3-
pyrazolidone), dan hydroquinone
(paradihydroxy benzene).
 Activator. Developer hanya aktif pd pH basa.
aktifator (senyawa alkali) berupa sodium atau
potassium hydrozide. Buffer diperlukan utk
mempertahankan kondisi basa, berupa sodium
bicarbonate.
LARUTAN DEVELOPER--Kandungan

 Preservative (antioxidant) berupa


sodium sulfite, utk mencegah oksidasi lar
developer.
 Restrainer : potassium bromide --- utk
mempertahankan kristal2 silver halide yg tdk
terpapar sinar X dari proses developing

Proses developing dilakukan dg cara


memasukkan dan menggoncangkan film
dlm lar developer selama 5-10 detik, sampai
terbentuk bayangan putih.
RINSING
 Menggunakan air mengalir selama 20-30
detik.
 Tujuan : utk membersihkan sisa-sisa
developer, menghilangkan activator
alkali -------- mencegah netralisasi asam
fixer.
 Proses rinsing dilakukan scr manual,
tetapi tdk dilaksanakan pd prosesing
otomatis.
LARUTAN FIXER
Fungsi utama : melarutkan dan
menghilangkan Kristal silver halide dari
emulsi film --- yg tdk terproses selama
developing.
Proses fixing dilakukan dg cara memasukkan
film dlm lar fixer selama 10 menit, dan
menggoncangkan film setiap 5-30 detik
utk mencegah terbentuknya gelembung
udara, sampai terbentuk bayangan gigi
dan jar sekitarnya.
Fixing
Kristal tyang tidak terkena
sinar-X dihapus dari film

Udara/soft tissue Tulang Logam


Komponen lar fixer:
 Clearing agent : Ammonium thiosulfate
(“hypo”) utk melarutkan butiran silver halide.
 Acidifier. pH asam diperlukan utk
memungkinkan difusi thiosulfate kedalam
emulsi film dan kompleks silver thiosulfate
keluar dari emulsi film. Kondisi lar fixer yg asam
akan meng-inaktifasi developing agent yg
terbawa dlm emulsi film.
 Preservative : Ammonium sulfite. Mencegah
oksidasi thiosulfate (clearing agent)
 Hardener : Aluminum sulfate.
WASHING
 Menggunakan air mengalir --- sampai bau
asam dari lar fixer menghilang.
 Efektif pd suhu air 60 F.
 Tujuan : utk menghilangkan sisa-sisa larutan
fixer.
 Proses washing yg tdk baik dpt
menyebabkan discolorisasi dan
menyebabkan stains (kotoran/noda) pd film -
----- mengurangi keakuratan informasi
diagnostik.
Kesalahan selama prosesing
TERIMA KASIH