Anda di halaman 1dari 33

DIABETES MELLITUS

OLEH :

1. Setya Andi Wibowo J5001400


2. Muhammad Ibrahim J500140093

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
DEFINISI OPERASIONAL
Diabetes adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak
meproduksi cukup insulin (hormon yang mengatur regulasi gula
darah), atau ketika tubuh tidak bisa efektif menggunakan produk
insulin. (WHO, 2010)

Diabetes adalah penyakit kronik dan kompleks yang memerlukan


perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko
multifaktor, diluar kontrol glikemik (ADA, 2017)

DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan


karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. (Perkeni, 2015)
Klasifikasi Diabetes Mellitus (ADA 2009)
Tipe I Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin
absolut
- Autoimun
- Idiopatik
Tipe II Bervariasi, mulai yang dominan resistensi insulin disertai
defisiensi insulin relatif sampai yang dominan defek sekresi
insulin disertai resistensi insulin
Tipe lain - Defek genetik fungsi sel beta
- Defek genetik kerja insulin
- Penyakit eksokrin pankreas
- Endokrinopati
- Karena obat atau zat kimia
- Infeksi
- Sebab imunologi yang jarang
- Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM
Diabetes mellitus Pertama kali menderita DM saat hamil
gestasional
Diagnosis Diabetes Mellitus
• Poliuri
• Polidipsi
Keluhan Klasik • Polifagia
• Berat badan menurun tanpa sebab
yang jelas

• Lemas
• Kesemutan
• Luka yang sulit sembuh
Keluhan lain • Gatal
• Mata kabur
• Disfungsi ereksi (pria)
• Pruritus vulva (wanita)
Kriteria Diagnosis DM

Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL

Atau
Pemeriksaan glukosa plasma ≥ 200 mg/dL 2 jam
setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan
beban glukosa 75 gram
Atau

Permeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dL


dengan keluhan klasik
Atau
Pemeriksaan HbA1c ≥ 6,5% dengan menggunakan
metode yang terstandarisasi oleh National
Glycohaemoglobin Standarization Program (NSGP)

Perkeni, 2015
Kadar tes laboratorim darah untuk diagnosis
diabetes dan prediabetes
Glukosa plasma
Glukosa darah
HbA1c (%) 2 jam setelah
puasa (mg/dL)
TTGO (mg/dL)
Diabetes ≥ 6,5 ≥ 126 ≥ 200
Prediabetes 5,7-6,4 100-125 140-199
Normal < 5,7 < 100 < 140
PENATALAKSANAAN
DIABETES MELLITUS
Menghilangkan keluhan
DM

Jangka Memperbaiki kualitas


pendek hidup

Mengurangi risiko
komplikasi akut

Tujuan Mencegah dan menghambat


Jangka progresivitas penyulit
panjang mikroangiopati dan
makroangiopati

Menurunkan morbiditas
Akhir
dan mortalitas DM
Penatalaksanaan Penatalaksaan
Umum khusus

Pola hdup sehat


(terapi nutrisi
Riwayat penyakit
medis dan
aktivitas fisik)

Intervensi
Pemeriksaan fisik
farmakologis

Evaluasi
laboratorium

Penapisan
komplikasi
OBAT
ANTIHIPERGLIKEMIA
ORAL
Sulfonilurea

Glinide

Obat Antihiperglikemik Oral


Biguanide

Tiazolidindion

Inhibitor α
glukosidase

Inhibitor DPP-IV

Inhibitor SGLT-2
1. Sulfonilurea
Mekanisme kerja : Meningkatkan sekresi
insulin oleh sel beta pancreas

Contoh obat : Glibenclamid, Glipizide,


Gliclazide, Gliquidone, Glimepiride

Efek samping utama : Hipoglikemi dan


peningkatan berat badan
2. Glinide
Mekanisme kerja : meningkatkan sekresi
insulin

Contoh obat : Repaglinide, Neteglinide

Efek samping utama : Hipoglikemi


3. Biguanide
Mekanisme kerja : Mengurangi produksi glukosa hati
(glukoneogenesis) dan memperbaiki ambilan glukosa di
jaringan perifer

Contoh obat : Metformin

Efek samping utama : Gangguan saluran pencernaan


seperti dispepsia dan diare
4. Tiazolidindion
Mekanisme kerja : Menurunkan resistensi insulin dengan
meningkatkan jumlah protein pengangkut glukosa,
sehingka meningkatkan ambilan glukosa di jaringan perifer

Contoh obat : Pioglitazone

Efek samping utama : Edema


5. Inhibitor α-glukosidase
Mekanisme kerja : Memperlambat
absorpsi glukosa dalam usus halus

Contoh obat : Acarbose

Efek samping utama : Flatus, tinja lembek


6. Inhibitor DPP-IV
Mekanisme kerja : Meningkatkan sekresi
insulin dan menghambat sekresi glukagon

Contoh obat : Sitagliptin, Linagliptin

Efek samping utama : Sebah, muntah


7. Inhibitor SGLT-2

Mekanisme kerja : Menghambat penyerapan


kembali glukosa ditubulus distal ginjal

Contoh obat : Dapagliflozin

Efek samping utama : Dehidrasi, infeksi


saluran kemih
OBAT
ANTIHIPERGLIKEMIA
SUNTIK
Insulin
Obat
antihiperglikemia
suntik
Agonis GLP-1
1. Insulin
Insulin digunakan saat :

HbA1c > 9% dengan kondisi dekompensasi metabolik

Penurunan berat badan yang cepat

Hiperglikemia berat yang disertai ketosis

Krisis Hiperglikemia

Gagal dengan kombinasi OHO dosis optimal

Kehamilan dengan DM/Diabetes melitus gestasional yang tidak terkendali dengan


perencanaan makan
Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat

Kontraindikasi dan atau alergi terhadap OHO


Dasar pemikiran terapi insulin : Sekresi
insulin fisiologis terdiri dari sekresi basal
dan sekresi prandial. Terapi insulin
diupayakan mampu menyerupai pola
sekresi insulin yang fisiologis

Efek samping utama : Hipoglikemia


Jenis
Insulin

Insulin kerja cepat


(Rapid-acting insulin)

Insulin kerja pendek


(Short-acting insulin)

Insulin kerja menengah


(Intermediate-acting
insulin)

Insulin kerja panjang


(Long-acting insulin)

Insulin kerja ultra panjang


(Ultra long-acting insulin)
2. Agonis GLP-1/Incretin Mimetic

Mekanisme kerja : bekerja pada sel-beta sehingga terjadi peningkatan


pelepasan insulin, mempunyai efek menurunkan berat badan,
menghambat pelepasan glukagon, dan menghambat nafsu makan

Contoh obat : Liraglutide, Exenatide, Albiglutide, dan Lixisenatide.

Efek samping utama : Sebah dan muntah


TERAPI KOMBINASI
TERIMA KASIH