Anda di halaman 1dari 31

NILAI BUDAYA

DR.MARSEL
Pengertian
Nilai (norma, anggapan): Konsep abstrak dalam diri
manusia mengenai apa yang dianggap baik, benar,
indah.
Budaya: Adat istiadat atau perilaku sehari-hari manusia
dalam berinteraksi dengan lingkungannya
Etika: tata krama atau pengaturan perilaku terkait
dengan ahlak, hak dan kewajiban
Robin M. Williams  4 kualitas nilai
1. Nilai mempunyai konsepsi yang lebih dari pada
sekedar sensasi dan emosi. Karena ditarik dari
pengalaman seseorang.
2. Kalau pun toh emosi tetapi merupakan potensi.
3. Nilai bukan tujuan konkrit dari tindakan, tetapi
merupakan tolok ukur dari tujuan-tujuan
4. Nilai berhubungan dengan pilihan. Pilihan menjadi
prasarat untuk mengambil keputusan.
PERBANDINGAN NILAI & KEYAKINAN
• KEYAKINAN • NILAI
• Kepercayaan sungguh • Belum tentu
sungguh benar
• Tidak memerlukan bukti • Perlu bukti empiris
empiris
• Dipandang sbg. Faktor • Dipandang bukan sebagai
dan yg tahu tidak berani Faktor
melanggar
• Gambaran apa yg disukai • Tidak sekedar
dgn yg tidak disukai disukai/disukai
SISTEM NILAI BUDAYA
Gabungan nilai yang sama dari individu-individu
yang ada di dalam masyarakat / komunitas.
Dalam keadaan tertentu dlm masyarakat dan sulit
untuk diganti.
Contoh: di suatu Perguruan Tinggi menyontek
adalah perbuatan yang sangat dibenci  ketahuan
langsung tidak lulus.
ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kerangka Kluckhon mengenai 5


Dasar dalam hidup yang
menentukan orientasi budaya
manusia
Masalah
dasar dlm Orientasi Nilai Budaya
Hidup
Hidup itu buruk
Hakekat tetapi manusia
Hidup Hidup itu Buruk Hidup itu baik wajib berusaha
(MH) supya hidup itu
menjadi baik

Karya untuk
Hakekat Karya untuk
Karya untuk kedudukan,
Karya menambah
nafkah hidup kehormatan,
(MK) karya
dll
Masalah dasar dlm
Orientasi Nilai Budaya
Hidup
Persepsi Orientasi ke Orientasi ke Orientasi ke
manusia ttg masa kini masa lalu masa depan
waktu (MW)
Pandangan Manusia Manusia Manusia
manusia tunduk terha berusaha berhasrat
terhadap alam dap alam yg menjaga menguasai alam
(MA) dahsyat keselarasan
dengan alam
Masalah dasar dlm
Orientasi Nilai Budaya
Hidup
Hakekat Orientasi Orientasi Individualisme
hubungan antara kolateral vertikal, rasa bernilai tinggi
manusia dengan (horizontal), rasa kebergantu usaha atas
sesamanya keber-gantungan ngan pada kekuatan
(MM) kepada tokoh-tokoh sendiri
sesamanya atasan dan
(Gotong royong) berpangkat
Kebudayaan atau yang disebut peradapan ; adalah pemahaman
yang meliputi : pengetahuan, kepercayaan , seni, moral, hukum,
adat istiadat yang diperoleh dari anggota masyarakat ( Taylor
1997 )
Pendapat umum sesuatu yang baik dan berharga dalam kehidupan
masyarakat. ( Bakker 1984 )
Pola tingkah laku mantap : pikiran, perasaan, dan reaksi yang
diperoleh dan terutama diwujudkan oleh simbul-simbul pada
pencapaian tersendiri dari kelompok manusia yang bersifat
universal ( Kroeber & klukhon 1950 )
Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “ budayah “ /
“ bodhi “ yang berarti budi akal atau segala sesuatu yang
berkaitan dengan akal. Budaya dapat dipisahkan sebagai kata
majemuk Budi & Daya yang berupa : cipta , rasa, karsa, karya
( Kuncoroningrat 1980 )

Dimensi wujud kebudayaan


1. Dimensi gagasan , konsep, pikiran manusia. Wujud
ini disebut “ sistem budaya “ sifatnya abstrak, tidak
dapat dilihat berpusat pada kepala.

2. Dimensi aktifitas : disebut sistem sosial ; berupa


aktifitas manusia yang saling berinteraksi, sifat konkrit
dapat diamati atau diobsevasi
the sum total of learned belief, values,
and customs that serve to direct the
consumer behavior of members of a
particular society.
Kumpulan kepercayaan, nilai dan
kebiasaan yang digunakan utuk
mengarahkan perilaku konsumen suatu
masyarakat.
BUDAYA BERSIFAT TIDAK TERLIHAT
Dampak budaya bersifat
alamiah dan otomatis yang
mempengaruhi perilaku yang
biasanya dianggap biasa saja.
• Contohnya, ketika orang ditanya mengapa ia
melakukan sesuatu, mereka sering menjawab,
”karena merupakan hal yang biasa dilakukan.”

• respon superfisial ini mencerminkan adanya


pengaruh budaya pada perilaku kita.

• Sering ketika berinteraksi dengan orang yang


memiliki nilai dan kebiasaan yang berbeda
ketika menjadi sadar betapa budaya
membentuk perilaku kita.
• Apresiasi mengenai budaya
mempengaruhi kehidupan kita terasa
ketika kita berhadapan dengan masyarakat
lain yang memiliki karakteristik budaya
yang berbeda.
• Contohnya, kita menggosok gigi dua kali
sehari, di sisi lain ada masyarakat yang
tidak menggosok gigi sama sekali.
Simpulan
• Manusia memandang diri mereka pada
konteks budaya dan bereaksi terhadap
lingkungan mereka berdasarkan kerangka
budaya mereka.
• Setiap individu memandang dunia
berdasarkan sudut pandang budaya masing-
masing.
BUDAYA DIPELAJARI
• Tidak seperti karakteristik biologis seperti
jenis kelamin, rambut, warna kulit atau
kecerdasan, budaya merupakan sesuatu yang
dipelajari.
• Pada usia muda, kita mendapatkan nilai,
kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan
kita.
• Untuk anak, pembelajaran budaya
didorong oleh proses bermain. Ketika
anak bermain, mereka berakting dan
melakukan budaya.
• Pembelajaran budaya ini mempersiapkan
mereka pada kehidupan nyata.
• how to behave
• informal learning di mana anak mempelajari
dengan meniru orang lain seperti keluarga,
teman, karakter di televisi
• technical learning, di mana guru
memberikan instruksi kepada anak apa,
bagaimana, dan mengapa sesuatu harus
dilakukan.
Kebudayaan dan Unsur-unsurnya
1. Peraturan dan perlengkapan hidup manusia : ( pakaian, perumahan,
transportasi) dsb
2. Mata pencaharian hidup dan sistem –sistem ekonomi (pertanian,
peternakan, sistem produksi, distribusi) dll
3. Sistem kemasyarakatan ( system kekerabatan, orpol, sistem hukum,
sistem perkawinan ) dll
4. Bahasa ( lisan maupun tertulis)
5. Kesenian ( seni rupa, seni suara, seni gerak, seni pahat ) dll
6. Sistem pengetahuan ( pengathuan alam, fisika dll )
7. Religi ( sistem kepercayaan )
Wujud Kebudayaan
a. Wujud kebudayaan mempunyai sifat yang abstrak : artinya tidak
dapat dilihat tidak dapat diraba, hanya bisa diyakini
keberadaannya. Bertempat di alam pikiran/ di kepala. Misal : adat
istiadat setempat bersih desa
b. Wujud kebudayaan yang bersifat sosial ( sosial system) adalah
merupakan tindakan yang terpola dari manusia itu sendiri. Sistem
ini merupakan kegiatan setiap hari manusia itu sendiri ( kegiatan
pasar, kegiatan perkantoran) dll
c. Wujud kegiatan fisik : adalah merupakan seluruh hasil fisik dari
perbuatan manusia dalam masyarakat, bersifat konkrit , mis
bangunan , komputer, OHP dll
Berbagai Kebudayaan Di Indonesia
Pola Pikir Budaya Barat
 Pikiran cenderung menekankan dunia obyektif dari
pada rasa sehingga membuahkan ilmu dan teknologi
 Filsafat dipusatkan pada ujud dunia rasio
 Cara berpikir dalam hidup lebih terpikat oleh
kemajuan material, serta teknis & ilmiah analisis
 Dasar kehidupan adalah : martabat manusia
kebebasan & teknologi
Ket :
Manusia adalah ukuran segala-galanya manusia mempunyai
kemampuan menyempurnakan diri yang bertitik tolak rasio ,
intelek , pengalaman, kemampuan sebagai ukuran dan bukan
kebijakan hati. Kepuasan diperoleh lewat usaha keras sehingga
persaingan keras
Kebebasan dimulai dari sosialisasi anak dengan membiarkan
membentuk dirinya sendiri dalam mengembangkan bakat , bebas
dari campur tangan orang tua dan mengarah spesialisasi
Teknologi merupakan kebutuhan manusia, teknologi
menghasilkan dinamisme tentang manajemen keberanian
berusaha, dan penguasaan materi
Pola Pikir Budaya Timur
Pada intinya bersumber dari agama, menyukai intuisi
dari pada akal budi. Pemikir timur lebih menekankan segi
dalam jiwa, bersifat khayalan. Timur lebih disiplin
mengendalikan diri, mengedepankan keharmonisan dengan
alam sebab alam memberikan makan, tempat berteduh,
Keberhasilan diperoleh dengan cara meditasi, terikat dengan
mistik. Menegakan norma bersumber dari ajaran agama.
Nilai kehidupan tertinggi datang dari dalam nurani seperti
nrimo karena takdir, pepesten, pasrah.
Rumusan Kebudayaan Nasional Indonesia
Menurut hasil rapat Kebudayaan Nasional Indonesia 1936
oleh Sutan Takdir Alisabana Cs dengan Ki Hajar Dewantoro
& Dr Soetomo merumuskan sebagai berikut :

Kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang


timbul dari sebuah usaha budinya rakyat Indonesia sendiri
dengan rumusan : BHINEKA TUNGGAL IKA “ dan
bertumpau pada kebudayaan lama dan asli terdapat sebagai
puncak kebudayaan di daerah –daerah diseluruh Indonesia
yang ber idiologi PANCASILA
Puncak kebudayaan daerah bersifat universal
Jenis Kebudayaan Di Indonesia
a. Kebudayaan Modern
Kebudayaan modern biasanya berasal dari manca negara
datang di Indonesia merupakan budaya/ kesenian import.
Budaya modern akting, penampilan, dan kemampuan
meragakan diri didasari sifat komersial. Budaya modern lebih
mengesampingkan norma , gaya menjadi idola masyarakat
dan merupakan target sasaran Contoh : film, musik jazz
b. Kebudayaan Tradisional
Bersumber dan berkembang dari daerah setempat.
Penampilan mengutamakan norma dengan mengedepankan
intuisi bahkan bersifat bimbingan
Dan petunjuk tentang kehidupan manusia. Kebudayaan
tradisional kurang mengutamakan komersial dan sering
dilandasi sifat kekeluargaan. Contoh : Ketoprak, wayang orang,
keroncong, ludruk
c. Budaya Campuran
Budaya campuran pada hakekatnya merupakan
campuran budaya modern dengan budaya tradisional
yang berkembang dengan cara asimilasi ataupun
defusi. Kebudayaan campuran sudah
memperhitungkan komersiel tapi masih
mengindahkan norma dan adat setempat. Contoh :
Musik dangdut, orkes gambus, campur sari
Perubahan Kebudayaan, berubah dengan cara :
Difusi : adalah penyebaran unsur kebudayaan dari suatu
masyarakat ke masyarakat lain antar individu antar keluarga
ataupun golongan.
Difusi ini dapat menyebar dengan cara :
a. Penetration Pacifiqua : masuknya unsur kebudayaan dari
masyarakat satu kemasyarakat lain tanpa adanya paksaan :
mis listrik masuk desa
b. Penetration Hard : masuknya unsur kebudayaan dari
masyarakat satu kemasyarakat lain disertai kekerasan : misal
model pakaian yang tidak sesuai dengan adat setempat
c. Penetration symbolik : masuknya kebudayaan secara
berdampingan saling menguntungkan dan tidak
merugikan contoh koperasi
2. Akulturasi : adalah diterimanya kebudayaan lain/luar kemudian
diolah menjadi kebudayaan sendiri . Mis : politik dakwah,
pendidikan. Musik padang pasir menjadi musik gambus.
3. Asimilasi : Terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak sama
kebudayaannya tapi dapat hidup secara berdampingan dengan
damai saling mendekat lambat laun menjadi sama bahkan
menjadi model kebudayaan yang baru. Kebudayaan ini dibentuk
dari unsur yang berbeda-beda oleh mobilitas penduduk. Contoh :
keroncong dan langgam menjadi campur sari
Budaya global vs budaya Lokal
 Globalisasi ditandai dengan borderless society dan borderless world.
 Globalisasi juga ditandai dengan meningkatnya nilai simbolis barang
dan jasa, meningkatnya nilai estetika dan melemahnya preferensi
tradisional.
 Contoh budaya global, seperti Uni Eropa, tehnologi informasi,
masuknya tradisi-tradisi laintanpa bisa disaring.
 Semakin lemahnya kekuatan budaya lokal untuk melakukan
resistensi.
 Budaya lokal kehilangan jati diri di tengah gempuran budaya global
yang ngepop.