Anda di halaman 1dari 12

Pemeriksaan Pola Jalan

Normal
Naftalia Gresica Saragih
2016
Definisi
Berjalan normal merupakan gerakan dengan
koordinasi tinggi yang dikontrol oleh susunan saraf
pusat yang melibatkan sistem yang sangat Kekuatan otot
kompleks.
Gaya berat

Pemeriksaan pola jalan normal adalah studi tentang Kekuatan momentum


gerak manusia yang digunakan dalam menilai dan
mengobati kondisi yang berbeda yang mengganggu
kemampuan orang untuk
SIKLUS BERJALAN Dalam satu siklus berjalan terdiri dari
2 fase, yaitu
• fase menapak (stance phase)
• fase mengayun (swing phase).
Heel Strike
Fase ini merupakan moment seluruh
centre of gravity berada pada tingkat
terendah dan seseorang berada pada
tingkat yang paling stabil.

Foot Flat
Berat tubuh berpindah ke depan pada tungkai. Dengan
tumit seperti rocker, knee fleksi sebagai shock
absorption. Saat heel rocker, ankle plantar fleksi dengan
kaki depan menyentuh lantai sedangkan tungkai yang
berlawanan pada posisi fase preswing.
Midstance
Saat ankle dorsal fleksi (ankle rocker)
bayangan tungkai mulai bergerak ke depan
sementara knee dan hip ekstensi. Sedangkan
tungkai yang berlawanan mulai bergerak
menuju fase mid-swing

Heel Off
Saat posisi ekstensi knee yang meningkat dan akan diikuti
sedikit fleksi. Dimana posisi tungkai yang lain berada pada fase
terminal swing. Pada fase heel off, centre of gravity berada di
depan kaki yang menapak jadi tekanan gravitasi akan
meningkatkan lingkup dari ekstensi hip dan dorsal fleksi ankle.
Toe Off
Dimulai dari heel strike pada anggota gerak
bawah kontralateral dan diakhiri toe-off
pada anggota gerak ipsilateral, dengan
meningkatnya ankle ke posisi plantar fleksi
diikuti fleksi knee maka hip tidak lagi pada
posisi ekstensi.
ETIOLOGI KELAINAN
Kelainan Gaya Berjalan
Berikut ini adalah beberapa jenis kelainan gaya
berjalan :
Gaya berjalan akan berubah apabila salah satu
sistem yang mendukungnya mengalami gangguan.
Patofisiologi secara umum adalah : 1. Gait Hemiplegia
2. Gait Diplegia
1. Gangguan penglihatan 3. Gait Neuropatik
2. Vestibulopati 4. Gait Miopati (Gait Waddling)
3. Hilangnya deteksi propioseptif, pasien dengan 5. Gait Parkinsonian
kelainan ini berjalan dengan 6. Gait Choreiform
7. Ataxia (Serebelar)
PEMERIKSAAN
1. Lebar jangkauan kaki seharusnya tidak lebih dari dua Pemeriksaan Fisik lainnya
atau empat inchi dari tumit ke tumit
•ü Lasègue’s Test (HNP problem)
2. Pusat gavitasi tubuh ( body’s center of gravity) berada
•ü Thomas Test (Test for Hip Problem)
dua inchi dari depan tulang sacrum yang kedua (S-2) •ü Trendelenburg Test (Test for Hip Problem)
3. Lutut seharusnya fleksi pada semua stance phase •ü Bulge Test (Tests for Knee Problems)
kecuali pada heel strike untuk menjaga pergeseran •ü Patellar Ballottement (Tests for Knee Problems)
vertical dari pusat gravitasi agar tidak berlebihan. •ü Lachman Tes
4. Pelvis dan trunk bergerak kelateral kira-kira 1inchi ke
sisi berat tubuh saat berjalan ke pusat graitasi yang
keseluruhannya berada pada hip.
5. Rata-rata panjang langkah seseorang adalah 15 inchi.
6. Rata-rata orang dewasa berjalan dalam setiap
menitnya adalah 90-120 langkah.
7. Selama swing phase pelvis berotasi 40 derajad
Hip Problem Hip Problem
Kekuatan otot

Gaya berat

Kekuatan momentum

panjang ekstrimitas bawah asimiteris,


keterbatasan gerak sendi, gangguan
neurologis (spastik hemiparese (stroke),
propulsive (Parkinson’s), scissors (cerebral
palsy), wadding (hip dislocation), steppage
(herniasi disc. Lumbar, GBS, nerve damage