Anda di halaman 1dari 14

Nama Kelompok:

Putri Amalia Indah 010116A002

Arintika Hesti N A 010116A011

Aulia Cahyani 010116A012

Baiq Asriati 010116A013

Cahya Miftakhul F 010116A015

Della Eka Setia N 010116A019

Devy Arum Sari 010116A021


1.KRISIS

2. INTERVENSI KRISIS

3. KELAHIRAN ANAK

4. MASUK SEKOLAH
1. KRISIS

Krisis didefinisikan juga sebagai konflik atau masalah atau ga


ngguan internal yang merupakan hasil dari keadaan stress ka
rena adanya ancaman terhadap dirinya.
Krisis juga dapat diartikan sebagai ketidakseimbangan psikol
ogis yang merupakan hasil dari peristiwa menegangkan atau
mengancam integritas diri.
2. INTERVENSI KRISIS

Intervensi krisis adalah metode pemberian bantuan terhad


ap mereka yang tertimpa krisis, di mana masalah yang mem
butuhkan penanganan yang cepat dapat segera diselesaika
n dan keseimbangan psikis yang dipulihkan. Intervensi krisi
s merupakan suatu intervensi ringkas yang dirancangkan un
tuk membantu individu-individu, keluarga-keluarga atau ko
munitas-komunitas untuk mengatasi suatu krisis yang diras
akan dan memperbaiki tingkatan penanggulangannya
3. KELAHIRAN ANAK

Menjadi orang tua adalah sebuah lompatan besar yang menantang. Unt
uk beberapa orang, momen perubahan besar ini akan lebih disulitkan ol
eh sejumlah tantangan yang mungkin menanti dimasa pasca melahirkan,
mulai dari baby blues, depresi postpartum (DPP), dan spikosis postpartu
m, dan trauma melahirkan (PTSD). Adapun penyebab, gejala dan Dampa
k pada seorang yang mengalami krisis kelahiran anak:
a. Penyebab

Penyebab: seseorang mengalami krisis melahirkan adalah Mengalami at


au menyaksikan peristiwa yang mengancam jiwa, terutama mereka yang
memiliki riwayat trauma atau penyalahgunaan;bayi prematur atau bayi
dengan masalah medis yang berujung pada NICU; dan kematian bayi sel
ama melahirkan, atau segera setelah kelahiran.
b. Gejala

Mengalami satu atau beberapa peristiwa yang


melibatkan ancaman cedera serius atau kemati
an (untuk dirinya sendiri atau bayi mereka). 01
02
Respon perasaan takut, tidak berdaya, atau ho
ror yang mengikuti pengalaman tersebut.

03
Teror kilas balik, mimpi buruk, kenangan mengganggu, dan halusinasi yang berulang
dan kembali dari waktu ke waktu. Ia biasanya akan merasa tertekan, cemas, atau me
ngalami serangan panik saat teringat hal-hal yang mengingatkan mereka tentang acar
a tersebut.
c. Dampak

konsekuensi nyata bagi ibu yang mengalami trauma setelah melahirkan, jika tidak se
gera mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan. Ibu penderita postpartum PTSD
akan lebih kecil kemungkinannya untuk ingin hamil dan melahirkan lagi; mereka kura
ng mungkin untuk menerima perawatan medis tindak lanjut; mereka cenderung unt
uk tidak menyusui (karena sakit, perasaan tersakiti, pasokan susu rendah, keraguan
diri, dan kurang percaya diri
4. MASUK SEKOLAH

kasus anak tak mau bersekolah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. P
enyebab ini bisa berasal dari dirinya sendiri (internal) dan dari luar diriny
a (eksternal). Penyebab yang berasal dari diri anak, misalnya sakit, malas,
atau karena lelah. Sementara itu, penyebab yang berasal dari luar diriny
a, yakni lingkungannya, misalnya dijauhi teman, pelajaran sekolah yang
sulit untuk diikuti, takut dengan seseorang, guru yang kurang jelas dala
m menerangkan, dan lain-lain.
Penyebab yang menjadikan anak malas dan mogok untuk berangkat ke sekolah

1. Anak merasa sa 2. Ada perasaan tak 3. Anak merasa dik


kit ut ucilkan

4. Tidak mau pisah 5. Anak belum cukup u 6. Anak tidak menyuka


dari orang tua mur i gurunya
Penyebab yang menjadikan anak malas dan mogok untuk berangkat ke sekolah

7.7. Mental
Mental anakmasih
anak yang yanlemah 8. Anak sudah merasa
g masih lemah bosan untuk sekolah
THANK YOU