Anda di halaman 1dari 63

Sumber: rkit, pixabay.

com
PETA KONSEP

POLIMER

Pembentukan Berupa

Polimerisasi Polimerisasi
Koplimer Homopolimer
Adisi Kondensasi

Polimer Polimer
Termoplastik Polimer Alam Termoseting
Sintesis Sintetis
Polimer

Sumber: PublicDOmainPictures, Sumber: greissdesign, Sumber: Hans, pixabay.com


pixabay.com pixabay.com

Sumber: Susbany, pixabay.com Sumber: Taken, pixabay.com


Polimer

Polimer berasal dari bahasa yunani ”Poly = Banyak” dan ”Meros =


Bagian”.
Polimer merupakan suatu rantai molekul: tersusun oleh monomer yang
terdiri dari 1.000 hingga 1.000.000 monomer per rantai molekul.
Reaksi pembentukan polimer disebut reaksi polimerisasi.

Monomer

Polimer
A. REAKSI PEMBENTUKAN POLIMER

Polimer dapat diklasifikasikan berdasarkan pada jenis reaksi


pembuatan polimernya:
• Polimer Adisi
• Polimer Kondensasi
1. Polimer adisi

Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan


rangkap.
Proses polimerisasinya adalah perkaitan langsung antar monomer
berdasarkan reaksi adisi.
Polimerisasi adisi terdapat dua tahap yaitu:
1.Satu ikatan rangkap dari ikatan rangkap monomer terbuka,
sehingga terdapat dua elektron tak berpasangan.
2.Elektron-elektron tak berpasangan membentuk ikatan baru
antarmonomer.
1. Polimerisasi adisi

Polimer adisi terbentuk melalui reaksi adisi, yaitu reaksi


pemutusan ikatan rangkap.

H H H H
n C=C ─C─C─
H H H H n
Monomer Polimer
Polietilena
Unit pembangun menghasilkan dimer (dua monomer) kemudian dimer
bereaksi terus menerus sehingga disebut reaksi polimerisasi.
CH2=CH2 + CH2=CH2 → ─CH2─CH2─CH2─CH2─n
Etena Polietena
Poliisoprena
Pembentukan poliisoprena (karet alam)
Unit pembangunya adalah 2-metil-1,3-butadiena, yang dalam
perdagangan disebut isoprena.
Poliisoprena

Mula-mula kedua ikatan rangkapnya terbuka membentuk 4 elektron


tunggal. Elektron tunggal dari atom C nomor 2 dan 3 membentuk
ikatan rangkap sedangkan elektron tunggal pada atom C 1 dan 4
digunakan untuk bersambungan dengan monomer yang lain.
2. Polimerisasi kondensasi

Pada polimerisasi kondensasi, monomer-monomer saling berkaitan


dengan melepas molekul kecil, seperti H2O atau CH3OH (metanol).
Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer yang mempunyai dua
gugus fungsi atau gugus aktif.
Terdapat dua tahapan dalam reaksi kondensasi yaitu;
1. Ikatan tertentu pada monomer terputus sehingga terbentuk unit
pembangun yang mempunyai dua elektron tak berpasangan.
2. Pembentukan ikatan antargugus pembangun membentuk polimer
dan terjadi terus menerus.
Nilon 6,6
Pembuatan Nilon 6,6
Nilon 6,6 terbentuk dari dua jenis monomer berbeda yaitu asam
adipat \ (asam 1,6-heksadioat) dan heksametilendiamina (1,6-
diaminoheksana).
Kondensasi terjadi dengan melepas molekul air, yang berasal dari
atom H dari gugus amina dan gugus –OH karboksilat.
Nilon 6,6

H2O
Dakron
Dakron terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu asam tereftalat dan
etilen glikol (glikol).
Uji Kepahaman

Untuk menguji pemahaman kamu


mengenai Reaksi Pembentukan
Polimer, kamu bisa mengerjakan
soal halaman 83

Sumber: gerlat, pixabay.com


B. PENGGOLONGAN POLIMER

1. Pengolongan polimer berdasarkan asalnya.

2. Pengolongan polimer berdasarkan jenis monomernya.

3. Pengolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas.


Pengolongan polimer berdasarkan asalnya

Dibedakan menjadi;

• Polimer Alam

• Polimer Sintetis
Polimer Alam

Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari
makhluk hidup. Contoh polimer alam dapat dilihat pada tabel berikut.

No Polimer Monomer Polimerisasi Contoh


1 Pati/amilum Glukosa Kondensasi Biji-bijian, akar umbi

2 Selulosa Glukosa Kondensasi Sayur, kayu, kapas

3 Protein Asam Kondensasi Susu, daging, telur,


amino wol, sutera
4 Asam Nukleotida Kondensasi Molekul DNA dan RNA
nukleat (sel)
5 Karet alam Isoprena Adisi Getah pohon karet
Polimer Sintesis

Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak


terdapat di alam dan harus dibuat oleh manusia. Contoh polimer
sintesis dapat dilihat pada tabel berikut.
Polimer Monomer Terdapat pada

1. Polietena Etena Kantung, kabel plastik

2. Polipropena Propena Tali, karung, botol plastik


3. PVC Vinil klorida Pipa paralon, pelapis lantai

4. Polivinil alcohol Vinil alcohol Bak air


5. Teflon Tetrafluoroetena Wajan atau panci anti lengket

6. Dakron Metil tereftalat dan etilena glikol Pipa rekam magnetik, kain atau
tekstil (wol sintetis)
7. Nilon Asam adipat dan heksametilena Tekstil
diamin
8. Polibutadiena Butadiena Ban motor
9. Poliester Ester dan etilena glikol Ban mobil

10. Melamin Fenol formaldehida Piring dan gelas melamin

11. Epoksi resin Metoksi benzena dan alcohol Penyalut cat (cat epoksi)
sekunder
Pengolongan polimer berdasarkan jenis monomernya

Dibedakan menjadi:
1. Homopolimer.
2. Kopolimer.
Homopolimer

Homopolimer adalah polimer yang terbentuk atas monomer sejenis (-P-


P-P-P-P-P-P-P-)n. Contohnya, polietilena, polipropilena, polistirena,
PVC,teflon, amilum,selulosa dan polisoprena.
Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu
berikatan membentuk polimer yang berikatan tunggal.
Kopolimer

Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang


monomernya tidak sejenis atau monomer pembentukannya lebih dari
satu. contohnya; bakelit, nilon 6,6- dan dakron.
Homopolimer dan Kopolimer
Pengolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas

Pengolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas


khususnya plastik, dapat dibedakan menjadi:
• Polimer termoplastik.
• Polimer termoseting.
Perbedaan sifat ini dapat dilihat juga dari strukturnya. Termoplas
terdiri atas rantai lurus atau bercabang, sedangkan termoset
tersusun dari ikatan saling menyilang antar rantai sehingga memiliki
sifat yang keras dan kaku.
Polimer Termoplas

Polimer termoplas adalah polimer


yang tidak tahan panas. Polimer
tersebut apabila dipanaskan akan
meleleh (melunak), dan dapat dilebur
untuk dicetak kembali (didaur ulang).
Contohnya polietilena, polipropilena,
dan PVC.
Sumber: suvajit, pixabay.com
Polimer Termoset

Polimer termosting adalah polimer


yang tahan panas. Polimer tersebut
apabila dipanaskan tidak akan
meleleh (sukar melunak), dan sukar
didaur ulang. Contohnya melamin Sumber: Taken, pixabay.com

dan bakelit (digunakan untuk


peralatan listrik).
Uji Kepahaman

Untuk menguji pemahaman kamu


mengenai Penggolongan Polimer,
kamu bisa mengerjakan soal
halaman 86

Sumber: gerlat, pixabay.com


Berbagai Macam Polimer

Sumber: PublicDOmainPictures, Sumber: BrokenSphere, Sumber: greissdesign,


pixabay.com commons.wikimedia.org pixabay.com

Sumber: Taken, pixabay.com Sumber: Dwight Burdette,


commons.wikimedia.org
1. Karet Alam

Karet alam ditakik dari pohon karet (Havea brasiliensis). Getah pohon
karet disebut lateks. Karet dikoagulasikan dari lateks menggunakan
asam format. Karet mentah kemudian dipres dan dikeringkan.
Penggunan karet alam adalah untuk ban kendaraan.

Sumber: Irvin calicut, Sumber: Angie, commons.wikimedia.org


commons.wikimedia.org
Struktur karet alam

Karet alam tersusun dari monomer isoprena atau 2-metil-1,3-


butadiena.

Isoprena
Vulkanisasi karet alam

Karet alam bersifat elaastis, lunak, lengket dalam keadaan panas.


Sifat elastis terjadi karena polimernya saling kusut. Karet dapat
dikeraskan dengan belerang. Pengerasan terjadi karena terbentuknya
ikatan antar rantai. Proses ini disebut vulkanisasi dan ditemukan dan
dipatenkan oleh Charles Goodyear (USA).
2. Karet sintetik

Ada beberapa macam karet sintetik di antaranya yaitu polibutadiena,


polietana, polikloroprena dan SBR.
Polibutadiena

Polibutadiena dibuat dari monomer butadiena.

H2C=CH─CH=CH2 → ─CH2─CH=CH─CH2─ n
Butadiena Polibutadiena

Polibutadiena mirip dengan monomer karet alam. tetapi polibutadiena


kurang kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak sehingga tidak
baik digunakan untuk ban.
Polikloropena (Neoprena)

Monomer dari polikloropena adalah kloroprena, yaitu 2-kloro-1,3-


butadiena.
H2C=CCl─CH=CH2 → ─CH2─CCl=CH─CH2─ n
Kloroprena Polikloropena
Neoprena mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin
dibandingkan elastomer lain. Oleh karena itu, polikloropena
digunakan sebagai selang untuk oli atau bensin.
SBR

SBR atau styrene butadiena rubber adalah kopolimer dari stirena 25%
dan butadiena 75%.
SBR adalah karet sintetik yang paling terkenal dan banyak diproduksi.
SBR banyak digunakan sebagai ban kendaraan bermotor.
3. Polietilena (polietena)

Polietilena adalah plastik yang paling sederhana dan paling murah.


Polietilena tidak berbau,tidak berwarna dan tidak beracun. Umumnya
digunakan untuk pembungkus makanan, kantong plastik, jas hujan
ember dan lain-lain. Monomer polietilena adalah etena yang
diperoleh dari perengkahan minyak bumi.
Polietilena

Kita mengenal dua buah plastik yaitu polietilena densitas tinggi


(HDPE atau high density polyethilene) dan polietilena densitas
rendah (LDPE atau low density polyethilene). HDPE terdiri dari
molekul rantai lurus sehingga tersusun lebih rapat dengan demikian
ikatan antar molekulnya lebih kaku dan kuat. LDPE mempunyai
rantai cabang yang kurang rapat sehingga lebih elastis dan plastis
dibandingkan HDPE.
Jenis - Jenis Plastik

Simbol yang tertera dalam plastik

Sumber: OpenIcons, pixabay.com

Sumber: OpenIcons, pixabay.com Sumber:


ClkerFreeVectorImages,
pixabay.com
PET

PET atau Polyethilen teraphtalate untuk minuman dingin dan makanan


dan makanan beku siap saji.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


HDPE

HDPE atau high density polyethilene. HDPE sangat tahan terhadap


bahan kimia sehingga digunakan untuk tempat susu dan cairan
pencuci, botol oli dan lain-lain.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


PVC

PVC atau polyvinyl chlorida. Untuk tempat sampah, pipa, botol


minuman dan shampo.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


LDPE

LDPE atau low density polyethilene. Digunakan untuk tas jinjing


kantong plastik dan berbagai pembungkus lainya.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


PP

PP atau Polypropylene atau polipropilena Untuk tempat margarin,


wadah makanan yang cocok untuk microwave, botol kosmetik.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


PS

Polystyrena atau polistirena. Untuk tempat yoghurt, ikan atau daging,


tempat burger dan bungkus telur, untuk pelindung komponen
elektronika dan styrofoam.

Sumber: OpenIcons, pixabay.com


Other

Plastik lainya,yaitu jenis plastik yang tidak termasuk jenis diatas,


misalnya melamin.

Sumber: ClkerFreeVectorImages,
pixabay.com
4. Polypropylene (Polipropilena)

Mirip dengan polietena tetapi lebih kuat dan tahan lama. Monomernya
adalah propena. Polipropilena digunakan untuk membuat karung, tali,
botol, plastik.

Sumber: tsschrott, pixabay.com


5. Teflon

Teflon addalah nama dagang poly tetraflouroetilena (PTFE).


Monomernya adalah tetraflouroetena. Oleh karena ikatan C-F sangat
kuat dan tahan terhadap panas maka teflon bersifat kuat dan tahan
terhadap api serta tidak reaktif. Teflon banyak digunakan sebagai
pelapis tangki dan anti lengket.

Sumber: Taken, pixabay.com


6. PVC

Polivinil klorida (PVC) adalah plastik kedua terbanyak yang diproduksi


setelah polietilena. Monomernya adalah vinilklorida. Digunakan sebagi
pipa, paralon, pelapis lantai dan selang.

Sumber: Стрелец
Игорь,commons.wikimedia.org
7.Polystyrene (Polistirena)

Polistirena dibuat dari stirena. Digunakan untuk membuat styrofoam,


misalnya untuk gelas minuman, isolasi dan kemasan makanan.

Sumber: Mattes, commons.wikimedia.org


8. Akrilat

• Asam akrilat merupakan nama lain dari asam 2-propenoat


(CH2=CH─COOH). Ada berbagai polimer yang dibuat dari asam
akrilat.
• PMMA atau polimetilmetakrilat, atau flexyglass atau plastik bening
keras yang digunakan sebagai kaca jendela pesawat dan mobil.
• Akronitril atau orlon digunakan untuk baju wol dan karpet.
Struktur Metil metakrilat, orlon
9. Terilen

Terilen dibentuk dari dua monomer yaitu suatu dialkohol dan suatu
dikarboksilat. Ikatan monomernya adalah ikatan ester, sehingga terilen
disebut juga poliester. Contohnya Dakron. Dakron digunakan sebagai
tekstil sedangkan polimer ini juga dikenal dengan nama dagang Mylar
atau bahan balon yang dikirim ke stratosfer.

Sumber: MAKY_OREL, pixabay.com


10. Nilon

Nilon adalah polimer kondensasi yang melibatkan gugus amina dan


gugus karbiksilat. Ikatan monomernya disebut ikatan poliamida.
Tatanama nilon dikaitkan dengan jumlah atom karbon dalam
monomernya. Nilon 6,6 artinya masing-masing monomernya
mengandung 6 atom karbon.Nilon bersifat kuat ringan dan ditarik tanpa
retak digunakan sebagai jala, parasut jas hujan dan tenda

Sumber: Counselling, pixabay.com


11. Bakelit

Bakelit pertama kali disintesis oleh Leo Baekeland. Bakelit adalah


suatu polimer berasal dari fenol dan formaldehida.
Bakelit termasuk plastik termoseting tidak dapat dilelehkan dan tidak
dapat dibentuk ulang. Digunakan sebagai piringan hitam dan alat-alat
listrik.

Sumber: vuralyavas, pixabay.com


12. Resin Urea Formaldehida dan Melamin-
formaldehida.

• Resin urea formaldehidan dan melamin formaldehida mempunyai


struktur mirip bakelitjaringan tiga dimensi yang kompleks sehingga
bersifat termoplasting.
• Resin urea formaldehidan digunakan sebagi perekat dan melamin
formaldehida sebagai pekakas makan.

Urea Melamin
Uji Kepahaman

Untuk menguji pemahaman kamu


mengenai Berbagai Macam
Polimer, kamu bisa mengerjakan
soal halaman 95

Sumber: gerlat, pixabay.com


D. PENANGANAN LIMBAH PLASTIK

Sekitar 20% sampah perkotaan adalah limbah plastik. Limbah plastik


sukar untuk diuraikan oleh karena itu perlu penanganan khusus
untuk mengatasinya.
Cara yang dapat ditempuh untuk mengatasinya adalah;
1.Daur Ulang.
2. Incinerasi.
3. Plastik Biodegradable.
1. Daur Ulang

Penanganan ini paling ideal


yang mungkin untuk
mengatasinya. Akan tetapi tidak
mudah dijalankan. HDPE
adalah plastik yang paling
banyak didaur ulang.
2. Incinerasi

• Incinerasi adalah proses pembakaran sampah pada suhu tinggi,


kemudian energi pembakarnya digunakan sebagai pembangkit
listrik.
• Akan tetapi pembakaran menimbulkan pencemaran yang baru yaitu
pencemaran udara.

Sumber: Wastespectrum, Sumber: jorchr, commons.wikimedia.org


commons.wikimedia.org
3. Plastik Biodegradable

Plastik biodegradeble adalah plastik yang dapat diuraikan atau


ramah lingkungan. Biasanya plastik ini berbahan dasar dari zat
tepung. Sayangnya plastik jenis ini lebih mahal
pembuatanyasehingga konsumen enggan untuk memakai dan
membelinya.
Uji Kepahaman

Untuk menguji pemahaman kamu


mengenai Penanganan Limbah
Plastik, kamu bisa mengerjakan
soal halaman 97

Sumber: gerlat, pixabay.com


Untuk lebih mendalami materi BAB III Polimer, kamu bisa
mengunjungi situs berikut :

 http://www.elsevier.com/wps/find/jurnaldescription.cws_home/3046
6/description#description
 http://id.shvoong.com/exact-sciences/1825442-polimer/
 http://chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/klasifikasi-
polimer/berdasarkan-asalnya
 Animasi pembentukan polimer
http://www.colorado.edu/ebio/genbio/05_02Polymers_A.swf