Anda di halaman 1dari 14

ONTOLOGI

(METAFISIKA,ASUMSI,PEL
UANG ,ASUMSI ILMU DAN
BATAS-BATAS
PENJELAJAHAN ILMU

DISUSUN OLEH :
* L A I T S A S S A M A R Q A N D I M U FA
20187270140
* S YA R I F A H M A D A S YA B A N I
20187270220
LATAR BELAKANG

• Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang


paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut
membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret.

• Pembahasan mengenai ontologi berarti membahas


kebenaran suatu fakta, untuk mendapatkan kebenaran
itu, ontologi memerlukan proses bagaimana realitas
tersebut dapat diakui kebenarannya, sedangkan proses
tersebut memerlukan dasar pola berfikir, dan pola
berfikir didasarkan pada bagaimana ilmu pengetahuan
digunakan sebagai dasar pembahasan realitas.
Adapun beberapa cakupan ontologi adalah Metafisika,
Asumsi, Peluang, beberapa asumsi dalam ilmu, dan
batasan-batasan penjelajah ilmu.
ONTOLOGI

Pengertian Ontologi
 Bahasa
ontologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu
On/Ontos=ada, dan Logos=ilmu. Ontologi
adalah ilmu tentang hakikat yang ada.
 Istilah
ontologi adalah ilmu yang membahas tentang
hakikat yang ada, yang merupakan Kenyataan
yang asas, baik yang berbentuk jasmani /
konkret, maupun rohani / abstrak.
ONTOLOGI

Aliran-aliran Ontologi
•Materialisme : sumber yang asal itu adalah materi, bukan rohani
Monoisme •Idealisme : Idealisme diambil dari kata “idea” yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa (rohani)

•Aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal
Dualisme
sumbernya, yaitu hakikat materi dan hakikat rohani

•Paham ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. Lebih
Pluralisme
jauh lagi paham ini menyatakan bahwa kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur.

•Nihilisme berasal dari bahasa Latin yang berarti nothing atau tidak ada
Nihilisme

•Paham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Baik
Agnotisisme
hakikat materi maupun ruhani
ONTOLOGI

Aspek Ontologi
Aspek ontologi ilmu pengetahuan tertentu hendaknya
diuraikan/ditelaah secara :
1) Metodis; Menggunakan cara ilmiah
2) Sistematis; Saling berkaitan satu sama lain secara teratur
dalam suatu keseluruhan
3) Koheren; Unsur-unsurnya harus bertautan,tidak boleh
mengandung uraian yang bertentangan
4) Rasional; Harus berdasar pada kaidah berfikir yang benar
(logis)
5) Komprehensif; Melihat obyek tidak hanya dari satu
sisi/sudut pandang, melainkan secara multidimensional
atau secara keseluruhan (holistik)
6) Radikal; Diuraikan sampai akar persoalannya, atau
esensinya
7) Universal; Muatan kebenarannya sampai tingkat umum
yang berlaku di mana saja.
METAFISIKA
ASUMSI

 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asumsi memiliki arti: (1) dugaan
yang diterima sebagai dasar; (2) landasan berpikir karena dianggap benar.
Dalam ilmu filsafat, asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya
dapat diuji secara empiris.

 Setiap ilmu selalu memerlukan asumsi

 Asumsi merupakan pengandaian mengenai obyek (metafisika) untuk


mendapatkan pengetahuan
PELUANG

Ilmu Probabilistik atau ilmu tentang peluang termasuk cabang


ilmu yang baru. Walau termasuk ilmu yang relatif baru, ilmu ini
bersama dengan statistika berkembang cukup pesat. Peluang
dinyatakan dari angka 0 sampai 1. Angka 0 menyatakan bahwa
suatu kejadian itu tidak mungkin terjadi. Dan angka 1 menyatakan
bahwa sesuatu itu pasti terjadi
BEBERAPA ASUMSI DALAM
ILMU

Asumsi dan skala


observasi

Asumsi dalam Matematika


dan Ilmu Alam

Asumsi Ilmu-Ilmu Sosial


BATAS-BATAS PENJELAJAHAN
ILMU

Dasar ontologi ilmu sebenarnya ingin berbicara pada


sebuah pertanyaan dasar yaitu, apakah yang ingin
diketahui ilmu ? Atau bisa dirumuskan secara eksplisit
menjadi, apakah yang menjadi bidang telaah ilmu ?
Berbeda dengan agama atau bentuk pengetahuan yang
lainnya, maka ilmu membatasi diri hanya kepada kejadian
yang bersifat empiris.
Secara lebih terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi yang dasar.

1) Asumsi pertama, menganggap objek-objek tertentu


mempunyai keserupaan satu sama lain
2) Asumsi kedua, ilmu menganggap bahwa suatu benda tidak
mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu
3) Asumsi ketiga, ilmu menganggap bahwa tiap gejala bukan
merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan
Karakteristik Filsafat Ilmu

Meskipun secara metodologis ilmu tidak membedakan antara ilmu sosial dan
ilmu alam , karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas, maka
filsafat ilmu sering dibagi menjadi ‘filsafat ilmu alam’ dan filsafat ilmu sosial’

Ilmu yang dalam perkembangannya memakai metode ilmiah di dalam hukum-


hukumnya mempunyai bahasa-bahasa ilmiah yang berbeda dengan bahasa
keseharian yang lain
Batas-batas Kerja Ilmu

bahwa ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti


di batas pengalaman manusia.

Ilmu tidak mempelajari sesuatu yang bukan dari pengalaman manusia, maka
ilmu tidak bekerja di luar batas kerjanya seperti keyakinan surga dan neraka.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH