Anda di halaman 1dari 18

Gagal Ginjal

Rizqi Ismanda Nugraha

Keperawatan Medikal Bedah


Gagal Ginjal
Akut
Gagal Ginjal
Gagal Ginjal
Kronik

Keperawatan Medikal Bedah


Gagal Ginjal
Akut

Gagal ginjal akut merupakan istilah yang merujuk pada kondisi


ketika ginjal seseorang rusak secara mendadak, sehingga tidak
bisa berfungsi. Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba
tidak bisa menyaring limbah kimiawi dari darah yang bisa
memicu bertumpuknya limbah tersebut (dikutip dari
www.alodokter.com).

Keperawatan Medikal Bedah


Gagal Ginjal
Kronik

Gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal


menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Secara
medis, gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai penurunan laju
penyaringan atau filtrasi ginjal selama 3 bulan atau lebih
(dikutip dari www.alodokter.com)

Keperawatan Medikal Bedah


APA SAJA FAKTOR PENYEBAB GAGAL GINJAL
Etiologi
• Kondisi Prerenal (Hipoperfusi Ginjal)
Gagal Ginjal • Penyebab Intrarenal (Kerusakan jaringan ginjal)
Akut
• Pasca Renal

Biasanya dipengaruhi oleh penyakit sistemik seperti


diabetes melitus, glumerulonefritis, pielonefritis,
Gagal Ginjal
hipertensi yang tidak dikontrol, obtruksi traktus urinarius,
Kronik penyakit ginjal polikistik, infeksi dan agen toksik. Fungsi
renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang
normalnya dieksresikan kedalam urine) tertimbun dalam
darah dan beberapa obat.
Keperawatan Medikal Bedah
Tanda dan Gejala 1. Berkurangnya produksi urine.
2. Mual dan muntah.
3. Nafsu makan berkurang.
4. Bau napas menjadi tidak sedap.
5. Sesak.
6. Tingginya tekanan darah.
7. Mudah lelah.
8. Penumpukan cairan dalam tubuh (edema),
Gagal Ginjal yang dapat menyebabkan pembengkakan
Akut pada tungkai atau kaki.
9. Penurunan kesadaran.
10. Dehidrasi.
11. Kejang.
12. Tremor.
13. Nyeri pada punggung, di bawah tulang
rusuk (flank pain).
Keperawatan Medikal Bedah
Tanda dan Gejala 1.
2.
Mual.
Muntah.
3. Kehilangan nafsu makan.
4. Kulit gatal yang berkepanjangan.
5. Penurunan berat badan atau malah meningkat akibat
penumpukan cairan.
6. Lebih sering ingin buang air kecil, terutama di malam
hari atau bila tahap lebih lanjut lagi urine semakin
sedikit.
Gagal Ginjal 7.
8.
Terdapat darah dalam urine.
Edema atau pembengkakan pada mata kaki, tungkai,
Kronik 9.
atau tangan akibat penumpukan cairan.
Nyeri dada, terutama jika ada penumpukan cairan pada
jaringan jantung.
10. Sesak napas, jika ada penumpukan cairan di paru-paru.
11. Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.
12. Gangguan tidur atau insomnia.
13. Kram dan kejang otot.
14. Pucat.
15. Pusing.
16. Disfungsi ereksi pada pria.
Keperawatan Medikal Bedah
Pencegahan

Gagal Ginjal Semua orang yang berisiko terkena gagal ginjal akut harus
diawasi saat mereka sakit atau memulai pengobatan
Akut
baru. Orang-orang tersebut disarankan untuk menjalani
tes darah dan mengecek volume urine secara rutin.

Upaya mencegah gagal ginjal kronik


1. Menjaga berat badan ideal.
2. Menghentikan kebiasaan merokok, karena kebiasaan
Gagal Ginjal ini dapat memperburuk kondisi ginjal.
Kronik 3. Mengikui petunjuk dokter dalam mengatur pola
makan dan mengonsumsi obat.
4. Hindari konsumsi obat pereda nyeri golongan OAINS
yang dapat memperburuk kondisi ginjal.
Keperawatan Medikal Bedah
Pengobatan Gagal Ginjal
Akut
Gagal ginjal akut yang masih tergolong ringan bisa
disembuhkan melalui rawat jalan. Sebaliknya, pasien
gagal ginjal akut yang tergolong berat harus menjalani
rawat inap. Durasi pengobatan tiap pasien tergantung
dari penyebab gagal ginjal akut dan rentang waktu Jika dapat menjalani rawat jalan, maka dokter akan
pemulihan ginjal itu sendiri. menyarankan pasien gagal ginjal akut untuk:
1) Memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah
terjadinya dehidrasi.
2) Menghentikan obat-obatan yang dapat memicu atau
memperparah gagal ginjal akut.
3) Mengobati infeksi yang mendasari terjadinya gagal ginjal
akut apabila ada.
4) Monitor kadar kreatinin dan elektrolit untuk melihat
kesembuhan.
5) Berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau spesialis
ginjal apabila penyebab gagal ginjal akut tidak jelas, atau
apabila terdeteksi adanya penyebab lain yang lebih serius.
Pada kondisi gagal ginjal akut yang berat, pasien akan
membutuhkan cuci darah
Keperawatan Medikal Bedah
Pengobatan Gagal Ginjal
Kronik
Penyakit ginjal tidak dapat disembuhkan. Perawatan
difokuskan untuk meredakan gejala, mencegah
kemungkinan komplikasi, serta menghambat
perkembangan penyakit gagal ginjal kronis menjadi lebih
parah.
1) Menjalankan pola makan yang sehat dan
seimbang.
2) Berolahraga secara teratur, setidaknya 150
menit dalam seminggu.
3) Menurunkan berat badan jika berat badan
berlebih atau obesitas.
4) Tidak mengonsumsi obat antiinflamasi
nonsteroid (OAINS) yang dapat
1) Obat hipertensi. menyebabkan gangguan pada ginjal.
2) Suplemen untuk anemia.
5) Menerima vaksinasi karena GGK membuat
3) Obat diuretik.
4) Suplemen kalsium dan vitamin D. tubuh rentan terserang infeksi.
5) Obat kortikosteroid. 6) Berkonsultasi dan senantiasa mengamati
kondisi kesehatan dengan memeriksakan diri
ke dokter secara teratur.
Keperawatan Medikal Bedah
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
• Anamnesa
– Identitas pasien – Identitas Penanggung Jawab
• Nama • Nama
• Usia • Usia
• Jenis Kelamin • Jenis Kelamin
• Alamat, Suku/bangsa • Pekerjaan
• Status Pernikahan • Hubungan dengan klien
• Agama – Riwayat Kesehatan
• Pekerjaan • Keluhan utama
• Diagnosa Medik • Riwayat penyakit sekarang
• No. Rekam Medis, tanggal masuk • Riwayat penyakit dahulu
• Riwayat kesehatan keluarga

Keperawatan Medikal Bedah


Pengkajian (Cont.)
• Anamnesa (Cont.)
– Pola Kebutuhan
• Aktivitas dan istirahat
• Sirkulasi
– Integritas Ego
– Eleminasi
– Makanan dan cairan
– Neuron sensorik
– Nyeri/Kenyamanan
– Pernafasan
– Keamanan

Keperawatan Medikal Bedah


DIAGNOSA DARI GAGAL GINJAL

Defisit volume cairan b/d fase diurisis dari gagal ginjal akut
Akut Resiko tinggi aritmia b.d gangguan konduksi elektrikal skunder dari
hiper kalemia.
Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan kelebihan
cairan, ketidakseimbangan elektrolit, efek uremik pada otot jantung

Kelebihan volume cairan b.d. penurunan haluaran urin, retensi cairan


dan natrium sekunder terhadap penurunan fungsi ginjal
Kronik Resiko tinggi perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d
katabolisme protein, pembatasan diet, peningkatan metabolisme,
anoreksi, mual, muntah
Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d. ketidakseimbangan volume
sirkulasi, ketidakseimbangan elektrolit

Keperawatan Medikal Bedah


INTERVENSI Akut
Defisit volume cairan b/d fase diurisis dari gagal ginjal akut

Tujuan : dalam waktu 2x24 jam defisit volume cairan Kriteria hasil : klien tidak mengeluh pusing, membran

dapat teratasi mukosa lembap, turgor kulit normal, TTV dalam batas
normal, urine >600 ml/hari.
Intervensi
a. Monitor status cairan (turgor kulit,
membrane mukosa dan urine
output)
b. Auskultasi TD dan timbang berat
badan
c. Kaji warna kulit, suhu, sianosis,
nadi perifer dan diaphoresis
secara teratur
d. Program untuk dialysis
e. Pertahan pemberian cairan
intravena

Keperawatan Medikal Bedah


INTERVENSI Kronik
Kelebihan volume cairan b.d. penurunan haluaran urin, retensi cairan
dan natrium sekunder terhadap penurunan fungsi ginjal

Tujuan : dalam waktu 1x24 jam, tidak terjadi Kriteria Hasil:klien tidak sesak nafas , edema
kelebihan volume cairan ekstermitas berkurang, produksi urine >600ml/hari

Intervensi
a. Kaji adanya edema ekstremitas
b. Anjurkan klien untuk melakukan
c. Kaji tekanan darah
d. Ukur intake dan output cairan
e. Berikan oksigen tambahan dengan
nasal canul/masker sesuai indikasi
f. Kolaborasi
a. Berikan diet tanpa garam
b. Diet rendah protein dan
tinggi kalori
c. Berikan obat diuretic
d. Lakukan dialisis
Keperawatan Medikal Bedah
BABAY