Anda di halaman 1dari 39

CHONDROSARCOMA

ALFIANA NUR H
131611133063
DEFINISI

Chondrosarcoma merupakan tumor ganas yang berasal dari


kartilago primitif yang membentuk mesenkim, memproduksi kartilago
hialin, dan menghasilkan pertumbuhan yang abnormal dari tulang atau
kartilago secara lambat.
CON’T…

Kondrosarkoma merupakan tumor ganas primer tersering ketiga pada


tulang setelah mieloma multipel dan osteosarkoma.
CON’T…

Chondrosarcoma biasanya ditemukan pada tulang femur humerus, kosta,


bagian permukaan pelvis. Juga dapat mengenai tulang iga, kraniofasial,
sternum, skapula dan vertebra.
ETIOLOGI

 Etiologi Chondrosarcoma masih belum diketahui secara pasti. Namun


pada beberapa penelitian didapatkan bahwa Chondrosarcoma
berhubungaan dengan tumor-tumor tulang jinak seperti Enchondroma
atau Osteochondroma bisa berkembang menjadi Chondrosarcoma.
CON’T…

 Dapat terjadi ekibat efek saping terapi radiasi untuk kanker selain
kanker primer

 Pasien dengan sindrom enkondromatosis seperti Ollier desease dan


Maffuci syndrom berisiko tinggi untuk terkena Chondrosarcoma
FAKTOR PREDISPOSISI

 Genetik
 Trauma
 Ekstrinsik karsinogenik
Penggunaan substansi radioaktif dalam jangka waktu lama dan melebihi
dosis
 Karsinogenik Kimia
 Virus
PATOFISIOLOGI
 Terbentuknya kartilago oleh sel tumor tanpa adanya osteogenesis yang
hanya memproduksi kartilago hialin sehingga terjadi abnormalitas
pertumbuhan tulang dan kartilago

 Sel-sel kartilago menjadi ganas dan mengaakibatkan abnormalitas


penonjolan tulang dengan variasi ukuran dan lokasi

 Tumbuh membesar dan mengikis kortekss sehingga menimbulkan reaksi


periosteal pada formasi tulanag baru dan Soft Tissue
WOC
MANIFESTASI KLINIS
 Nyeri dan/atau pembengkakan pada daerah yang terkena

 Fraktur patologik

 Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta


pergerakan yang terbatas

 Teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit di atas massa serta
adanya pelebaran vena

 Gejala-gejala penyakit metastatik meliputi: nyeri dada, demam, berat


bedan menurun dan malaise
KLASIFIKASI
• Chondrosarcoma dapat terjadi sebagai tumor primer apabila lesi denovo

dan primer sekunder jika berasal dari defek kartilago jinak, seperti

Osteochondroma atau Enchondroma.

• Kondrosarkoma primer terdiri atas konvensional intramedular, clear cell,

mesenkimal, juxtakortikal, dedifferentiated, mixoid dan ekstraskeletal.

Kondrosarkoma konvensional intrameduler merupakan tipe yang paling

sering (sampai 65% kasus).

• Kondrosarkoma perifer termasuk kondrosarkoma sekunder


CON’T…

Berdasarkan letak atau lokasi, dibagi menjadi:

 Chondrosarcoma sentral, apabila letak lesi di kanal intramedular

 Chondrosarcoma perifer, apabila letak lesi di permukaan tulang

 Chondrosarcoma justakortikal atau periosteal dengan kejadian jarang


CON’T…

Berdasarkan patologi, dibagi menjadi:

 Chondrosarcoma konvensional

 Chondrosarcoma dengan subtipe tergantung lokasi, tampilan, terapi


dan prognosis (chondrosarcoma clear cell, chondrosarcoma miksoid,
chondrosarcoma mesenkimal, chondrosarcoma dedifferentiated)
STAGING
Stage 1A : Grade rendah dalam tulang

Stage 1B : Grade rendah diluar tulang meliputi soft tissue spaces,


nerveous dan pembuluh darah

Stage 2A : Grade tinggi dilapisan keras tulang

Stage 2B : Grade tinggi diluar tulang meliputi soft tissue spaces, nervous
dan pembuluh darah

Stage 3 : Grade rendah-tinggi, bisa di dalam atau di luar tulang namun


telah mengalami metastase
PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Pemeriksaan radiologi
- Pemeriksaan foto polos, menggambarkan lokasi lesi, identifikasi
sifat kartilago dan agresifitasnya.
- CT Scan, menunjukkan destruksi tulang, klasifikasi kecil, dan
batas intra dan ekstra tulang
- MRI, menunjukkan lesi lobulated , menunjukkan staging yang
tepat
- PET scan
CON’T…

 Pemeriksaan Patologi Anatomi

- Gambaran Maskroskopis, memperlihatkan sifat kartilaginosa; besar


dengan penampilan berkilau dan berwarna kebiru-biruan

- Gambaran Mikroskopis, tumor terdiferensiasi baik dan sulit dibedakan


dengan enkondroma bila berdasarkan pada gambaran histologis saja
PENATALAKSANAAN

 Medikamentosa

Penggunaan neoadjuvant kemoterapi terlihat tidak hanya


mempermudah pengangkatan tumor karena ukuran tumor telah
mengecil, namun juga dapat memberikan parameter faktor prognosa.
Obat yang efektif adalah Dexorubicin, Ifosfamide, Cisplatin, dan
Methrotexate dosis tinggi dengan Leucovorin.
CON’T…

 Pembedahan

Tipe dari pembedahan yang diperlukan tergantung dari beberapa


faktor yang harus di evaluasi dari pasien secara individual.
KOMPLIKASI

 Efek proses kemoterapi

 Kecacatan akibat proses pengangkatan tumor

 Kematian
ASUHAN
KEPERAWATAN
KASUS
Tn. F 38 tahun merupakan seorang pekerja kuli bangunan. Kurang lebih
5 bulan yang lalu Tn. F mengeluh ada benjolan di tulang keringnya,
berwarna merah, panas dan terasa ada masa sebesar kelereng. Tn. F
mengatakan nyeri terasa terus menerus. Kemudian Tn. F datang ke
rumah sakit dengan wajah tampak meringis kesakitan dan menggigit
sarung bantal, berkeringat. Setelah dilakukan pengkajian oleh perawat
didapatkan hasil BP 130/80 mmHg, nadi 145x/menit, suhu 38,7˚C, RR
22x/menit, skala nyeri 9, BB 60 kg (BB sebelum sakit 63kg).
PENGKAJIAN
1. Identitas
• Nama : Tn. F
• Usia : 38 th
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Alamat : Jalan X
• Pekerjaan : Kuli Bangunan
• Tanggal MRS : 25 September 2018
• Tanggal Pengkajian : 25 September
• Dx Medis : Chondrosarcoma
CON’T…
2. Keluhan Utama
Nyeri
3. Riwayat penyakit sekarang
5 bulan yang lalu Tn. F mengeluh ada benjolan di tulang keringnya,
berwarna merah, panas dan terasa ada masa sebesar kelereng, terasa
nyeri
4. Riwayat penyakit masa lalu
SDE
5. Riwayat penyakit keluarga
SDE
6. Riwayat alergi
SDE
CON’T…
7. Pemeriksaan Fisik

• B1 : RR 22x/menit (normal), tak ada penggunaan otot bantu


napas
• B2 : Hipertermi suhu badannya 38,70C, pucat, BP: 130/80, nadi
145x/menit
• B3 : -
• B4 : normal, produksi urine normal 0,5 cc kgBB/jam, warna urin
normal
• B5 : BB 60 kg (menurun 3 kg), porsi makan menurun
• B6 : nyeri di tulang kering, sulit tidur akibat nyeri
CON’T…

• TTV
Suhu : 38,7 ˚C
Nadi : 145x/menit
TD : 130/80 mmHg
RR : 22x/menit
CON’T…
8. Pemeriksaan penunjang

• CT Scan : menunjukkan lesi dominan litik didiafisis yang meluas. Area


mineralisasi matrik kondroit terlihat di superior dan fokus deep
scalloping, remodeling kortek dan reaksi periosteal posisi lateral

• PA : Grade III chondrosarcoma (C) seluleritas tinggi dengan


matrik mucomiksoid yg berubah terlihat cytonuclear yg atypia
(hematoxylin and eosin staining).
ANALISIS DATA
No. Data Etiologi Masalah Keperawatan

1. DS: Pertumbuhan tulang abnormal Nyeri akut


Klien mengatakan nyeri pada
tulang keringnya terus
menerus, klien tampak
menggigit sarung bantal Tumor

DO:
Skala nyeri: 9 (0-10)
Menekan syaraf

Nyeri
ANALISIS DATA
No. Data Etiologi Masalah Keperawatan

1. DS: Pertumbuhan jaringan abnormal Hambatan mobilitas fisik


Klien mengatakan nyeri
bertambah apabila disentuh

DO: Edema
Adanya metastase tampak
masa sebesar bola kelereng

Tumor

Menekan syaraf perifer

Hambatan mobilitas fisik


DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera biologis (neoplasma)


2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri
INTERVENSI
No Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi Rasional
hasil
1 Nyeri akut Tujuan: setelah dilakukan 1. Jelaskan dan bantu 1. Informasi
berhubungan dengan tindakan keperawatan selama klien terkait dengan memberikan
agens cedera biologis 1x24 jam diharapkan tingkat tindakan pereda data dasar untuk
(neoplasma) (00132) nyeri berkurang nyeri menentukan
Domain 12. nonfarmakologi dan keefektifan
Kenyamanan Kriteria hasil: noninvasif intervensi
Kelas 1. Kenyamanan - Nyeri yang dilaporkan 2. Ajarkan teknik 2. Pendekatan
fisik ringan (4) distraksi . Dorong nonfarmakologi
- Ekspresi nyeri wajah ringan penggunaan menunjukkan
(4) keterampilan keefektifan
- Keluhan tidak bisa istirahat manajemen nyeri dalam
ringan (4) (Teknik relaksasi penurunan
visualisasi, sentuhan tingkat nyeri
terapeutik) 3. Immobilisasi
3. Immobilisasi bagian dapat
yang cedera mengurangi
4. Kolaborasi cedera
pemberian 4. Analgesik dapat
analgesik memblok
lintasan nyeri
sehingga nyeri
berkurang
INTERVENSI
No Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi Rasional
hasil
2 Hambatan mobilitas Tujuan: setelah dilakukan 1. Kaji mobilitas klien 1. Menetahui tingkat
fisik berhubungan tindakan keperawatan selama 2. Bantu ADL klien kemampuan klien
dengan nyeri (00085) 1x24 jam diharapkan tingkat sesuai kebutuhan. dalam melakukan
Domain 4. nyeri klien berkurang Anjurkan klien tindakan
Aktivitas/istirahat untuk beraktifitas 2. ADL klien harus
Kelas 2. Kriteria hasil: sesuai kemampuan tetap terpenuhi,
- Klien mampu melakukan 3. Ajarkan klien batasi sesuai
Aktivitas/olahraga
gerakan maksimal sesuai untuk melakukan kemampuan agar
kemampuan (5) gerak aktif pada tidak
- Klien dapat melakukan ekstrimitas yang memperparah
ADL dengan baik (5) sehat tingkat nyeri
3. Mengoptimalkan
pergerakan pada
bagian yang sehat,
mengurangi
keparahan nyeri
pada bagian yang
sakit
IMPLEMENTASI
No. Hari/tanggal No. Dx Tindakan Paraf

1 Selasa, 25 September 1 1. Memberikan health education mengenai


2018 tindakan pereda nyeri nonfarmakologi
Hasil: klien memahami dan mengikuti
arahan perawat
2. Memberikan health education mengenai
teknik distraksi nyeri dengan cara relaksasi
Hasil: klien mempraktikkan Teknik distraksi
nyeri yang diajarkan oleh perawat
3. Memberikan analgesik per oral
Hasil: klien meminum obatnya
4. Mengkaji tingkat intensitas dan frekuensi
nyeri
Hasil: skala nyeri 6 (0-10), nyeri kadang
timbul
IMPLEMENTASI
No. Hari/tanggal No. Dx Tindakan Paraf

2 Selasa, 25 September 2 1. Membantu ADL klien


2018 Hasil: ADL klien terpenuhi
2. Membantu klien menggunakan alat bantu
dalam pemenuhan ADL
Hasil: klien mengikuti arahan perawat
3. Mengkaji tingkat nyeri klien setelah
melakukan aktifitas
Hasil: skala nyeri 7 (0-10)
EVALUASI
No. Hari/tang No. Perkembangan Paraf
gal Dx

1 Selasa, 25 1 S : klien mengatakan nyeri masih ada, sering timbul tetapi


September tidak terus menerus
2018 O : skala nyeri 6 (0-10)
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi

2 Selasa, 25 2 S : klien mengatakan kesulitan bergerak dan beraktifitas


September karena nyeri masih terasa
2018 O : skala nyeri klien ketika beraktifitas 7 (0-10)
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
DAFTAR PUSTAKA
Nn. 2008. Kondrosarkoma. Diakses dari
ocw.usu.ac.id/course/.../patologi_anatomi_slide_kondrosarkoma.pdf pada tanggal 25
September 2018
DAFTAR PUSTAKA
Mahmudi, C.O., Amin, Z., Rumende, C.M. 2015. Kondrosarkoma Mediastinum di
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta: Sebuah Laporan Kasus. Indonesian
Journal of Chest, vol. 2, no. 1 Jan-Mar 2015. Diakses dari
http://www.indonesiajournalchest.com/index.php/IJC/issue/view/38/Kondrosarko
ma%20Mediastinum pada tanggal 25 September 2018
DAFTAR PUSTAKA
Mendenhall et al. 2016. Mesenchymal Chondrosarcoma. International
Journal of Particle Therapy. Diakses dari
http://theijpt.org/doi/pdf/10.14338/IJPT-16-00019.1 pada tanggal 25
September 2018
DAFTAR PUSTAKA
Handayani, Ni Ketut R.I. 2012. Laporan Pendahuluan Asuhan
Keperawatan Pada Pasien Dengan Primary Bone Tumor. Diakses dari
http://www.academia.edu/8900605/1912285833-Primery-Bone-Tumor
Pada tanggal 27 September 2018
DAFTAR PUSTAKA
http://www.pathologyoutlines.com/topic/bonechondrosarcomaconventio
nal.html