Anda di halaman 1dari 45

SEMINAR KERJA PRAKTIK

(TLA – 490)

“Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Minum di PDAM Kabupaten Majalengka”

Disusun Oleh :
Belinda Praga
(25-2014-063)

Jurusan Teknik Lingkungan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Institut Teknologi Nasional
Bandung
2018
Outline Pembahasan

Gambaran Hasil dan


Umum Pembahasan

1 2 3 4 5
Pendahuluan Kondisi Kesimpulan
Eksisting dan Saran
Pendahuluan
Latar Belakang

01 Jumlah penduduk meningkat → kebutuhan air


bersih meningkat

02 Sistem penyediaan air minum memerlukan air


baku yang jumlahnya sebanding dengan
kebutuhan air bersih

03 Kesesuaian proses dan desain unit IPA dengan


kriteria desain

04 Kualitas air baku dan air minum perlu


diperhatikan sesuai dengan PP No. 82/2001
dan PerMenKes No. 492/2010
Maksud dan Tujuan

Maksud Tujuan
Mengetahui pengolahan air yang
Melakukan evaluasi terhadap
diterapkan di IPA Kertajati
instalasi pengolahan air (IPA) Kertajati,
PDAM Kab. Majalengka
Identifikasi masalah IPA Kertajati

Membandingkan desain unit IPA


Kertajati dengan kriteria desain
Rumusan Masalah

Kualitas air baku 1 2 Kualitas air minum


sesuai dengan sesuai dengan baku
baku mutu mutu
PP No. 82/2001? Permenkes No. 492/
2010?

Permasalahan Desain tiap unit pengolah-


di IPA Kertajati ? 3 4 an sesuai kriteria desain?
Langkah Kerja
Gambaran Umum
PDAM Kab. Majalengka
PDAM Kab. Majalengka
Berdiri sejak tahun 1982
01 dengan nama Badan Pengelola
Air Minum (BPAM) 04
berdasarkan Keputusan Beralih status dari BPAM
Dir.Jend Cipta Karya atas nama menjadi PDAM
Menteri PU No: 106/ berdasarkan Perda No. 11/
KPTS/CK/XII/1960 02 1988 yang disesuaikan dengan
Permen Dagri No. 47/1999 dan
03 PDAM Kab. Majalengka hingga
Perda Kab. Majalengka
April 2017 memiliki 9 zona
No. 5/2006
pelayanan yang tersebar
di 7 kecamatan, terdiri dari 5
cabang dan 4 unit pelayanan
(SR = 22.423 sambungan)
Keterangan : Penempatan kerja praktik
Peta Lokasi
Kondisi Eksisting
IPA Kertajati
IPA Kertajati
Sumber Air Baku Unit Pengolahan
01 • Air permukaan Sungai • Intake
Cimanuk dengan potensi • Koagulasi – Flokulasi
air 324,79 m3/detik; 04 • Sedimentasi
Kualitas Air Baku • Filtrasi
• Desinfeksi
02 • Pengujian kualitas belum
• Reservoir
dilakukan secara berkala;
• Dibandingkan dengan BM
PP No. 82/2001 Kelas I
(lihat Tabel 1)
IPA Kertajati
03 • Kapasitas = 50 L/s
• Q pengolahan = 30 L/s
• Beroperasi ± 21 jam
Tabel 1. Kualitas Air Baku Sungai Cimanuk Tahun 2017
Kelas Hasil Pemeriksaa
No Parameter Satuan Ket.
I II III IV n
FISIKA
1 Zat padat terlarut (TDS) mg/L 1000 1000 1000 2000 163
2 Kekeruhan NTU (-) (-) (-) (-) 28,7
3 Warna Skala TCU (-) (-) (-) (-) 174
4 Rasa - (-) (-) (-) (-) Tidak Berasa
5 Salinitas 0/ (-) (-) (-) (-) 0,1
00

6 Bau - (-) (-) (-) (-) Tidak Berbau


KIMIA ANORGANIK
1 Besi mg/L 0,3 (-) (-) (-) 0,01
2 Fluorida mg/L 0,5 1,5 1,5 (-) 0,09
3 Kesadahan CaCO3 mg/L (-) (-) (-) (-) 58,8
4 Klorida mg/L 600 (-) (-) (-) 14,46
5 Mangan mg/L 0,1 (-) (-) (-) 0,01
6 Nitrat, sebagai N mg/L 10 10 20 20 0,99
7 Nitrit, sebagai N mg/L 0,06 0,06 0,06 (-) 0,02
8 pH - 6-9 6-9 6-9 5-9 6,67
9 Sulfat mg/L 400 (-) (-) (-) 17,13
KIMIA ORGANIK
1 Zat organik (KMnO4) mg/L (-) (-) (-) (-) 4,11
MIKROBIOLOGI
1 Fecal coliform Jml/100 ml 100 1000 2000 2000 1100
2 Total coliform Jml/100 ml 1000 5000 10000 10000 1100

Sumber : PDAM Kab. Majalengka, 2017


Rangkaian Unit Pengolahan IPA Kertajati

K
Intake

• Jenis : intake sadap dengan


sumuran
• Jarak pipa inlet ke sumur
intake ±100 m
• Pipa inlet dilengkapi screen
• Dimensi sumur intake :
Area Intake atau Pipa Inlet p = 7,50 m; l = 4,00 m;
h = 6,90 m
• Dilengkapi 2 pompa
submersible non clogging;
kapasitas 55 L/detik
• Pemeliharaan: pembersihan
screen (2x seminggu) dan
Sumur Intake
Pengurasan sumur intake
(1 tahun 2x)
Sedimentasi

Flokulasi
Isometri Unit Koagulasi – Flokulasi, Sedimentasi dan
Filtrasi
(Tanpa Skala)
Filtrasi

Koagulasi

Tampak Atas Unit Koagulasi – Flokulasi dan Sedimentasi


(Tanpa Skala)
Koagulasi
• Jumlah : 1 unit
• Tipe : hydraulic jump dan
static mixer
• Dimensi :
Bak Koagulasi
p = 2,70 m; l = 1,80 m;
h = 1,50 m Pipa Injeksi Pembubuhan Koagulan
• Jenis koagulan :
Poly Aluminium Chloride
(PAC) powder
• Pemakaian PAC :
40 – 80 kg/hari
• Pemeliharaan :
Pembersihan dinding bak
dan pengurasan bak koagula
si (1 tahun 2x) Potongan D-D’ Unit Koagulasi
(Tanpa Skala)
Flokulasi

• Sistem :
Hidrolika Helicoidal Up
And Down Flow
Gravitation
• Berbentuk heksagonal,
dilengkapi lubang
Bak Flokulasi Potongan B – B’ Unit Flokulasi persegi (sebagai baffle)
(Tanpa Skala) • Jumlah : 6 flokulator
• Dimensi :
s = 1,15 m; h = 3,65 m
• Pemeliharaan :
Pengurasan bak flokulasi
(1 tahun 2x)

Potongan C – C’ Unit Flokulasi


(Tanpa Skala)
Sedimentasi
• Komponen : sludge hopper,
tube settler, dan saluran efluen
Bak Sedimentasi
• Berbentuk rectangular
• Dimensi : Bak Sedimentasi
p = 6,15 m; l = 3,66 m;
h = 1,11 m
• Diameter tube settler = 0,06 m
dengan kemiringan 60o
• Pemeliharaan :
Pembersihan lumut dan
lumpur; Potongan A-A’ Unit Sedimentasi
pengurasan bak sedimentasi (Tanpa Skala)
(1 tahun 2x)

Tube Settler
Filtrasi
• Tipe :
Selfback-washing filter
• Kecepatan filtrasi : 4 m/jam
• Jumlah :
8 unit (6 beroperasi, 2 stand-by)
• Media filter :
kerikil dan pasir silika
• Dimensi :
p = 1,55 m; l = 1,53 m;
h = 1,80 m Pipa Outlet Backwash
• Ketebalan media :
kerikil = 0,1 m;
pasir silika = 0,6 m Susunan Filter
(Tanpa Skala)
Reservoir
• Kapasitas : 600 m3
Desinfeksi • Dilengkapi ventilator dan manhole
• Pemeliharaan :
• Dilakukan dengan injeksi Pengurasan reservoir setiap
desinfektan melalui suatu pipa 6 bulan sekali
sebelum masuk ke reservoir
• Jenis desinfektan :
Kaporit dengan kadar khlor 60%
• Pemakaian kaporit : 1,5 kg/hari

Reservoir

Pipa Injeksi Desinfektan


Hasil dan Pembahasan
Kualitas Air Baku

• Pengujian kualitas air baku tidak dilakukan secara


berkala → Sebaiknya dilakukan berkala, minimal 2
kali dalam 1 tahun (mewakili tiap musim)

• Kualitas air baku Sungai Cimanuk dibandingkan


dengan baku mutu Kelas I PP No. 82/2001
(lihat Tabel 2)
Tabel 2. Perbandingan Kualitas Air Baku Sungai Cimanuk Tahun 2017 dengan
BM Kelas I PP NO.82/2001
*Kelas
No Parameter Satuan Hasil Pemeriksaan Ket.
I II III IV
FISIKA
1 Zat padat terlarut (TDS) mg/L 1000 1000 1000 2000 163
2 Kekeruhan NTU (-) (-) (-) (-) 28,7

3 Warna Skala TCU (-) (-) (-) (-) 174

4 Rasa - (-) (-) (-) (-) Tidak Berasa


5 Salinitas 0/ (-) (-) (-) (-) 0,1
00

6 Bau - (-) (-) (-) (-) Tidak Berbau


KIMIA ANORGANIK
1 Besi mg/L 0,3 (-) (-) (-) 0,01
2 Fluorida mg/L 0,5 1,5 1,5 (-) 0,09
3 Kesadahan CaCO3 mg/L (-) (-) (-) (-) 58,8
4 Klorida mg/L 600 (-) (-) (-) 14,46
5 Mangan mg/L 0,1 (-) (-) (-) 0,01
6 Nitrat, sebagai N mg/L 10 10 20 20 0,99
7 Nitrit, sebagai N mg/L 0,06 0,06 0,06 (-) 0,02
8 pH - 6-9 6-9 6-9 5-9 6,67
9 Sulfat mg/L 400 (-) (-) (-) 17,13
KIMIA ORGANIK
1 Zat organik (KMnO4) mg/L (-) (-) (-) (-) 4,11
MIKROBIOLOGI

1 Fecal coliform Jml/100 ml 100 1000 2000 2000 1100 ×

2 Total coliform Jml/100 ml 1000 5000 10000 10000 1100 ×

Sumber : PDAM Kab. Majalengka, 2017


• Parameter yang melebihi BM :
- Fecal Coliform; dan
- Total Coliform
• Keberadaan Fecal coliform dan Total coliform dalam air →
bakteri pathogen dan kontaminasi tinja dalam air
• Jika dikonsumsi tanpa diolah → menimbulkan penyakit
• Pengolahan untuk menyisihkan Fecal Coliform dan Total Coliform
→ Desinfeksi
Kualitas Air Minum

• Kualitas air minum dibandingkan dengan baku mutu Permenkes


No. 492/2010 (lihat Tabel 3.1 dan 3.2)
Tabel 3.1. Perbandingan Kualitas Air Minum IPA Kertajati Februari 2016
dengan BM Permenkes No.492/2010
Batas Maksimum
No Parameter Satuan Hasil Pemeriksaan Keterangan
(*)

FISIKA

1 Tidak berbau Tidak berbau √


Bau
2 Zat padat terlarut (TDS) mg/L 500 181 √
3 Kekeruhan NTU 5 0,36 √
4 Warna Skala TCU 15 0 √
5 Rasa Tidak berasa Tidak berasa √
6 Salinitas 0/
00 - 0,1 √
KIMIA ANORGANIK
1 Besi mg/L 0,3 0,01 √
2 Fluorida mg/L 1,5 0,10 √
3 Kesadahan CaCO3 mg/L 500 76,21 √
4 Klorida mg/L 250 19,06 √
5 Mangan mg/L 0,4 0,0 √
6 Nitrat, sebagai N mg/L 50 0,77 √
7 Nitrit, sebagai N mg/L 3 0,004 √
8 pH 6,5 – 8,5 6,86 √
9 Sulfat mg/L 250 25,94 √
10 Sisa klor mg/L - 0,06 √
KIMIA ORGANIK
1 Zat organik (KMnO4) mg/L 10 1,86 √
MIKROBIOLOGI

1 MPN Total Bakteri Coliform jumlah/100 ml 0 0 √

2 MPN Faecal coli (E. coli) jumlah/100 ml 0 0 √

Sumber : PDAM Kab. Majalengka, 2017


Tabel 3.2. Perbandingan Kualitas Air Minum IPA Kertajati Mei 2017
dengan BM Permenkes No.492/2010
Batas Maksimum
No Parameter Satuan Hasil Pemeriksaan Keterangan
(*)

FISIKA

1 Tidak berbau Tidak berbau √


Bau
2 Zat padat terlarut (TDS) mg/L 500 176 √
3 Kekeruhan NTU 5 0,26 √
4 Warna Skala TCU 15 0 √
5 Rasa Tidak berasa Tidak berasa √
6 Salinitas 0/
00 - 0,1 √
KIMIA ANORGANIK
1 Besi mg/L 0,3 0,04 √
2 Fluorida mg/L 1,5 0,19 √
3 Kesadahan CaCO3 mg/L 500 62,72 √
4 Klorida mg/L 250 16,33 √
5 Mangan mg/L 0,4 0 √
6 Nitrat, sebagai N mg/L 50 0,74 √
7 Nitrit, sebagai N mg/L 3 0,003 √
8 pH 6,5 – 8,5 6,79 √
9 Sulfat mg/L 250 14,6 √
10 Sisa klor mg/L - 0,09 √
KIMIA ORGANIK
1 Zat organik (KMnO4) mg/L 10 1,96 √
MIKROBIOLOGI

1 MPN Total Bakteri Coliform jumlah/100 ml 0 0 √

2 MPN Faecal coli (E. coli) jumlah/100 ml 0 0 √

Sumber : PDAM Kab. Majalengka, 2017


Kualitas Air Minum

• Pengujian kualitas air minum dilakukan 2x dalam 1 tahun


 Sebaiknya, dilakukan minimal 1 bulan sekali (SNI 6775 : 2008)
 Kualitas air minum dapat dipantau dengan ketat
 Keamananya lebih terjamin

• Kualitas air produksi IPA Kertajati pada bulan Februari 2016 dan
Mei 2017 telah memenuhi BM
Evaluasi Unit Pengolahan

Pompa
• Penentuan jumlah pompa yang beroperasi dan stand-by :
L 60 detik L
Q = 30 × = 1800
detik 1 menit menit

• Menurut Al-Layla (1980), untuk Q sampai 1895 liter/menit


menggunakan dua pompa (satu pompa beroperasi dan satu
pompa sebagai stand-by).

• Hal tersebut sesuai dengan kondisi eksisting di sumur intake,


yakni terdapat dua pompa dengan kapasitas masing-masing
sebesar 198 m3/jam.
Koagulasi

• Penentuan dosis koagulan → pihak ketiga/perkiraan


• Sebaiknya dilakukan uji Jar Test
 Dosis optimum
 Kinerja pengolahan optimum
• Dosis >>> flok pecah
• Dosis <<< flok tidak terbentuk
Hasil Perhitungan

• Volume bak = 7,29 m3


• Waktu detensi (td) = 243 detik ≈ 4,05 menit
• Kriteria desain (KD) : td = 10 detik – 5 menit
• Maka, td eksisting sesuai dengan kriteria desain
• Gradien kecepatan (G) = 149,93 detik-1
• KD : G = 100 – 1000 detik-1
• Maka, G eksisting sesuai dengan kriteria desain

*Kriteria desain : Qasim, Motley, Zhu, 2000


Folukasi

Dalam klearator ini flokulasi dibagi dalam 6 (enam) flokulator


dengan nilai G menurun sesuai dengan arah aliran yaitu :

Flokulator 1 Nilai G = 60/det ; t = 295 detik dan Gt = 17.700


Flokulator 2 Nilai G = 49/detik ; t = 295 detik dan Gt = 14.455
Flokulator 3 Nilai G = 43/detik ; t = 295 detik dan Gt = 12.685
Flokulator 4 Nilai G = 32/detik ; t = 295 detik dan Gt = 9.440
Flokulator 5 Nilai G = 28/detik ; t = 295 detik dan Gt = 8.260
Flokulator 6 Nilai G = 27/detik ; t = 295 detik dan Gt = 7.965

Dengan lama waktu flokulasi ± 30 menit dan total nilai Gt = 70.505

KD nilai G, yaitu antara 60/detik sampai 5/detik


(SNI 6774:2008).
Sedimentasi

Hasil Perhitungan:
• Luas permukaan (As) = 22,51 m2
• Beban permukaan (So) = 0,62 m3/m2/jam → tidak sesuai KD
• So = 3,8 – 7,5 m3/m2/jam (SNI 6774 : 2008)
• Kecepatan horizontal (Vo) = 1,54 x 10-3 m/detik
• Jari-jari hidrolis = 0,015 m
• Bil. Reynold (Re) = 25,72 < 2000 (Memenuhi KD)
• Bil. Froude (Fr) = 1,61 x 10-5 > 10-5 (Memenuhi KD)
Perbaikan Unit Sedimentasi

• Mengubah dimensi unit sedimentasi; dengan perhitungan sbb:


Q w
• So = ×
As h cos 𝛼+w cos2 𝛼
Q 0,05 m
= ×
As 0,9 cos 60o +0,05 cos2 60o
Q
= × 0,11
As
 Dimensi :
m3
0,03 p = l = 2m; As aktual = 4 m2
detik
= × 0,11
As
Beban permukaan = 3,8 m3/m2/jam → Sesuai KD
m3 3600 detik
0,03 ×
detik 1 jam
• As = 3 2 × 0,11
3,8 m /m /jam
= 3,13 m2
• Panjang = As = 3,13 m2 = 1,77 m ≈ 2 m
As 3,13 m2
• Lebar = = = 1,57 m ≈ 2 m
Panjang 2m
• As aktual = Panjang × Lebar
=2m ×2m
= 4 m2
Hasil Perbaikan Unit Sedimentasi
(Tanpa Skala)

Tilted Plate Separator with Up-Flow


(Tanpa Skala)
Filtrasi

Hasil Perhitungan :
• As = 2,37 m2
• Kecepatan penyaringan (Vf) = 7,56 m/jam
• Kriteria desain (SNI 6774 : 2008), Vf = 6 – 11 m/jam
• Vf eksisting memenuhi KD

Susunan Filter
(Tanpa Skala)
Perhitungan
Desinfeksi • Menentukan kebutuhan dosis chlor murni
Q = Kadar chlor dalam kaporit × C
1,5 kg/hari 106 mg 1 hari
= 60% × × × 86.400 s
30 L/s 1 kg

mg
= 0,35 Ca(OCl)2
L

• Menghitung Daya Pengikat Chlor (DPC)


DPC = Kebutuhan chlor murni − Sisa chlor
mg mg
= 0,35 Ca(OCl)2 − 0,2 Cl2
L L
• Pemakaian kaporit eksisting = 1,5 kg/hari
mg
= 0,15 Cl2
L • Hasil perhitungan = 1,38 kg/hari
• Pembubuhan kaporit yang diperlukan
100 mg mg 100
DPC + Sisa chlor × 60
= 0,15 L
+ 0,2 L
× 60
mg
= 0,58 Ca(OCl)2
L

• Kebutuhan Cl2 selama 22 jam


Kebutuhan = Dosis × Q × t
mg L 3600 s 1 kg
= 0,58 × 30 × 22 jam × ×
L s 1 jam 106 mg

= 1,38 kg
Reservoir

Unit reservoir menampung air produksi dari IPA Kertajati


dengan daya tampung 600 m3. Untuk unit reservoir tidak dilaku-
kan perencanaan ulang, namun diperlukan penambahan meter
air (flow meter) pada inlet reservoir yang bertujuan untuk
mengetahui debit air produksi yang dihasilkan.
Kesimpulan dan Saran
1 Kapasitas pengolahan IPA Kertajati = 50 L/s

Kesimpulan
2 Kualitas air baku Sungai Cimanuk masih belum memenuhi BM PP
No. 82/2001 Kelas I untuk parameter Fecal Coliform dan Total Coliform

3 Kualitas air minum IPA Kertajati telah memenuhi BM Permenkes


No. 492/2010

4 Pembubuhan koagulan dan desinfektan belum dilakukan sesuai dengan perhitung-


an kebutuhan dosis

Ditinjau dari segi desain masing-masing unit pengolahan, unit sedimentasi yang
5 belum memenuhi kriteria desain. Perbaikan unit sedimentasi dapat dilakukan
dengan mengubah dimensi unit

6 Pemeliharaan tiap unit di IPA Kertajati sudah dilakukan dengan baik


Saran

1 Pengujian kualitas air baku dan air minum sebaiknya dilakukan


secara berkala, yakni satu bulan sekali

2 Penentuan dosis koagulan PAC yang dibubuhkan, sebaiknya


dilakukan pula penentuan dosis koagulan melalui jar test
secara berkala

3 Lumpur yang dihasilkan dari pengolahan air di IPA Kertajati


sebaiknya tidak langsung dibuang ke lingkungan sekitar,
akan tetapi dilakukan pengolahan terlebih dahulu
Dokumentasi
Terima Kasih