Anda di halaman 1dari 20

• Pendidikan berkelanjutan adalah suatu usaha

untuk meningkatkan kemampuan profesional


baik teknis dan non teknis sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan /pelayan dan standar
kompetensi melalui jalur pendidikan formal dan
non formal.
• Pendidikan berkelanjutnya selayaknya dirancang
secara berjenjang dan berkesinambungan sesuai
dengan prinsip belajar seumur hidup.
• Pendidikan berkelanjutan ini bertujuan untuk
mempertahankan dan meningkatkan
profesionalisme sanitarian baik melalui
pendidikan formal maupun pendidikan non-
formal.
• Tingkat profesionalitas sanitarian diatur oleh
HAKLI sebagai oraganisasi profesi sanitarian.
(UU No.36/2009 ps24 ayat (2)
o Kekuatan internal (Strengths)
• memiliki jumlah anggota yang cukup besar
tersebar di seluruh Indonesia
• memiliki organisasi profesi solid yang menjangkau
hampir seluruh wilayah (struktur, tugas, fungsi,
program kerja, personalia, anggaran, standar
profesi, kode etik)
• rancangan permenkes tentang izin kerja sanitarian
telah menetapkan kewenangan berdasarkan
kualifikasi pendidikan
o Kelemahan (weaknesses)
• sebagian besar sanitarian anggota HAKLI
berpendidikan D3 kebawah (sampai saat ini lebih
dari 6000 anggota terdaftar)
• belum memiliki program pendidikan berkelanjutan
kesling yang mantap
• kesesuaian kewenangan dan kualifikasi
pendidikan dengan diskripsi Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (KKNI)
o Peluang ( Opportunities)
• Kebutuhan masyarakat yg semakin berkembang ;
kemajuan iptek, globalisasi, desentralisasi /
otonomi daerah membutuhkan tenaga
profesional
• Kebutuhan anggota dalam pengembangan karier
dan jabatan serta kenaikan pangkat/golongan
(khususnya PNS)
• Tersedia perguruan tinggi kesehatan pemerintah
dan swasta hampir di seluruh wilayah
o Ancaman (Threats)
• Ketidak tahuan konsumen terutama diluar kesehatan
atas profesi sanitarian
• Keterbatasan/kurangnya pemetaan kebutuhan
pemerintah ( di dalam kemenkes dan di luar
kemenkes) dan masyarakat (swasta) jenis keahlian,
area keahlian yg dibutuhkan
• Keterbatasan/kurangnya pendidikan berkelanjutan
kesling setelah D3 (tingkat S1 dan pendidikan profesi)
• Keterbatasan/kurangnya sumberdaya (biaya, waktu)
pendidikan berkelanjutan
Strategi organisasi profesi

• Diversifikasi konsumen sanitarian diluar kemenkes


melalui pemasaran yang proaktif untuk
memperluas lapangan kerja dan meningkatkan
daya tarik terhadap profesi sanitarian Program
pemasaran lulusan D3
• Pemetaan kebutuhan pemerintah ( terutama di
luar kemenkes) dan masyarakat (swasta /
industri) jenis keahlian, area keahlian yg
dibutuhkan
• Penyusunan standar kompetensi sanitarian dan
kurikulum pendidikan berkelanjutan (jangka
pendek : D4/ST/S1 dan Profesi) mengacu pada
deskripsi KKNI Program Dikjut Sanitarian
• Membangun komunikasi dan membentuk jaringan
dengan PT kesling yang sudah ada  Program
Kerjasama / MOU dengan PT tertentu/rintisan
Jabfung Sanitarian Vs Gol/pangkat

o Sanitarian Terampil
 Sanitarian Pemula  gol II a
 Pelaksana Pelaksana  gol IIb, IIc, IId
 Sanitarian Pelaksana Lanjutan  gol IIIa, IIIb
 Sanitarian Penyelia IIIc, IIId
o Sanitarian Ahli
 Sanitarian Pratama  IIIa, IIIb
 Sanitarian Muda  IIIc, IIId
 Sanitarian Madya  IVa, IVb, IVc
Jabatan struktural vs golongan/pangkat
GOLONGAN
NO ESELON
TERENDAH TERTINGGI
Ia IV d IV e
1
Ib IV c IV e
IIa IV c IV d
2
II b IV b IV c
III a IV a IV b
3
III b III d IV a
IV a III c III d
4
IV b III b III c
5 Va III a III b
 Penetapan Eselon IVa secara selektif
 Pengangkatan serendah-rendahnya satu tingkat dibawah jenjang
pangkat
Kewenangan dan kualifikasi profesional (lisensi)
dalam Rancangan Permenkes ttg Izin Kerja Sanitarian

KEWENANGAN TINGKAT PENDIDIKAN

Sanitarian Pendidikan Profesi


Teknisi Sanitarian Utama BSc/D4/S1
Teknisi Sanitarian Madya D3
Teknisi Sanitarian Pratama D1
Asisten Teknisi Sanitarian SMK
Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI)
• Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya
disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi
kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan,
dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang
pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka
pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan
struktur pekerjaan di berbagai sektor.
• Sertifikat kompetensi kerja adalah bukti tertulis yang
diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi
yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai
kompetensi kerja tertentu sesuai dengan Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
• Profesi adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi
tertentuyang diakui oleh masyarakat.
Jenjang dan penyetaraan

• KKNI terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai


dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai
dengan jenjang 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi.
• Jenjang kualifikasi KKNI sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)terdiri atas:
a. jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam
jabatan operator;
b. jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam
jabatan teknisi atau analis;
c. jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam
jabatan ahli.
• Setiap jenjang kualifikasi pada KKNI mencakup nilai-nilai
sesuai deskripsi umum sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Peraturan Presiden ini
DESKRIPSI JENJANG KUALIFIKASI KKNI
JENJANG KUALIFIKASI URAIAN
Deskripsi umum a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di
dalammenyelesaikan tugasnya.
c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta
tanah air serta mendukung perdamaian dunia.
d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan
kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan
lingkungannya.
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,
kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original
orang lain.
f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki
semangat untuk
g. Mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat
luas.
JENJANG KUALIFIKASI URAIAN
5 a. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas,
memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang
Lulusan D3 sudah maupun belum baku dengan menganalisis data,
serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan
kuantitas yang terukur.
b. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu
secara umum, serta mampu memformulasikan
penyelesaian masalah prosedural.
c. Mampu mengelola kelompok kerja dan menyusun laporan
tertulis secara komprehensif.
d. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat
diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja
kelompok.
JENJANG KUALIFIKASI URAIAN
6 a. Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan
memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau
Lulusan D4/ST/S seni pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta
mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
b. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu
secara umum dankonsep teoritis bagian khusus dalam
bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta
mampu memformulasikan penyelesaian masalah
prosedural.
c. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan
analisis informasi dan data, dan mampu memberikan
petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi
secara mandiri dan kelompok.
d. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat
diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja
organisasi.
JENJANG KUALIFIKASI URAIAN
7 a. Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di
bawah tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara
Pendidikan Profesi komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan/atau seni untuk
menghasilkan langkah-langkah pengembangan
strategis organisasi.
b. Mampu memecahkan permasalahan ilmu
pengetahuan, teknologi,dan/atau seni di dalam
bidang keilmuannya melalui pendekatan
monodisipliner.
c. Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan
strategis dengan akuntabilitas dan tanggung jawab
penuh atas semua aspek yang berada di bawah
tanggung jawab bidang keahliannya.
JENJANG KUALIFIKASI URAIAN
8 a. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi,
dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya atau
Pendidikan Profesi praktek profesionalnya melalui riset, hingga
menghasilkan karya inovatif dan teruji.
b. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan,
teknologi,dan/atau seni di dalam bidang keilmuannya
melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
c. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang
bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta
mampu mendapat pengakuan nasional dan
internasional