Anda di halaman 1dari 10

DAMPAK KEPENDUDUKAN

JEPANG
 Organisasi Masa Pendudukan Jepang:
1. Organisasi Kemasyarakatan: Gerakan 3A,
Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), MIAI dan
MASYUMI dan Jawa Hokokai
2. Organisasi Militer: Heiho dan Peta
3. Organisasi Semimiliter: Seinendan,
Keibodan, Barisan Pelopor, Hizbullah.
 Diberlakukan konsep “Ekonomi Perang” yaitu segala ekonomi digunakan
untuk perang. Kegiatan ekonomi yang dilakukan Jepang:
1. Pemutusan hubungan dengan Eropa membuat hasil perkebunan
seperti tebu, tembakau, teh dll tidak lagi laku sehingga perkebunan
diganti dengan menanam padi dan jarak.
2. Adanya ketentuan penanaman padi seperti (1) Pemerintah Jepang
mengawasi produksi, pungutan, penyaluran hingga penjualan
ditentukan oleh Shokuryo Konri Zimusyo (kantor pengelolaan pangan).
(2) Penggilingan padi diatur Jepang. (3) Ketentuan hasil produksi 40%
untuk petani, 30% disetor pada pemerintah melalui penggilingan yang
ditunjuk, dan 30% untuk persiapan bibit disetor ke lumbung padi.
3. Menerapkan mata uang Hindia Belanda sebagai satu-satunya alat
pembayaran
4. Segala bidang produksi dikuasai dan diawasi Jepang
5. Pemberlakuan tenaga kerja (Romusha).
1. Penghapusan dualisme pendidikan masa Belanda dan
disederhanakan menjadi 3 tingkatan yakni sekolah
rakyat, sekolah menengah pertama, sekolah menengah
tinggi juga sekolah kejuruan, dan perguruan tinggi.
2. Mengajarkan adat Jepang dengan mengadakan upacara
setiap pagi dengan menyanyikan lagu kebangsaan
Jepang “Kimigayo”, mengibarkan bendera Hinomaru,
melakukan kinrohosyi (kerja bakti), taiso (senam) serta
membungkuk sebagai wujud penghormatan pada Kaisar
Jepang Tenno Heiko.
3. Adanya Bunkyo Kyoku (kantor pengajaran)
4. Penghapusan Bahasa Belanda diganti dengan
penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang
Golongan Jepang

Golongan Pribumi

Golongan Asia Timur


 Perlawanan Aceh
Dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil (guru ngaji di
daerah Cot Plieng). Jepang menyerang daerah
Cot Plieng karena Abdul Jalil tidak mau
berdamai.
1. Serangan pertama : rakyat berhasil memaksa
mundur tentara Jepang ke Kota Lhokseumawe
2. Serangan Kedua : Jepang berhasil dipukul
mundur
3. Serangan Ketiga: Jepang berhasil merebut
daerah Cot Plieng dan Abdul Jalil tertembak
saat sholat.
 Perlawanan Singaparna dan Indramayu
 Singaparna: dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa karena
tidak mau melakukan seikerei yakni penghormatan kepada
Kaisar Jepang dengan cara membungkuk kearah
matahari. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan
ajaran agama Islam. Zainal juga mendidik muridnya
dengan keahlian bela diri untuk melawan kekejaman
Jepang. Akibatnya terjadi pertempuran yang berujung
pada penangkapan Zainal kemudian dijatuhi hukuman
mati.
 Indramayu: motif latar belakang sama hanya saja
pertempuran ini juga diakibatkan tindakan pengambilan
padi yang semena-mena oleh Jepang. Pertempuran terjadi
di Desa Kaplongan pada April 1944.
 Perlawanan Kalimantan
Dipimpin oleh Pang Suma (pemimpin Suku
Dayak). Pertempuran dilakukan dengan
startegi perang gerilya yang memanfaatkan
medan alam yang sulit dilumpuhkan Jepang
 Perlawanan di Papua
Perlawanan ini dinamakan dengan Gerakan
Koreri yang berpusat di Biak di bawah pimpinan
L. Rumkoren. Pertempuran dilatarbelakangi oleh
sikap Jepang yang menjadikan rakyat sebagai
budak belian juga kekerasan disik dan
penganiayaan. Lamanya pertempuran ini terjadi
sampai Jepang dikalahkan oleh Sekutu,
sehingga rakyat Papua mendapat bantuan
senjata dari Sekutu untuk melawan Jepang.
 Perlawanan PETA di Blitar
 Kekejaman Jepang pada rakyat Indonesia
menyebabkan terjadinya perlawanan tentara PETA di
Blitar yang dipimpin oleh Shodanco Supriyadi dan
Muradi, dibantu Ismail, Mudari, juga Suwondo.
 Tujuannya ialah menyingkirkan orang Jepang dari
Blitar.
 Jepang melakukan tipu muslihat dengan cara
mengiming-imingi anggota PETA yang mau
menyerah akan dipenuhi segal atuntutannya. Tipuan
Jepang berhasil sehingga banyak orang yang
kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.