Anda di halaman 1dari 15

NUTRITIONAL SUPPORT IN MUHAMMAD IQBAL ANAND

CRITICALLY ILL PATIENT


INTRODUCTION
Trauma, luka bakar, operasi, infeksi berat
merupakan stress bagi tubuh dan akan memberikan
respon metabolik yang menyebabkan
hipermetabolisme. Kegagalan multiorgan sering
terjadi pada keadaan ini dan harus membutuhkan
dukungan yaitu nutrisi.
RESPON METABOLIK PADA PENYAKIT KRITIS
12 – 24 jam >24 jam

stress Fase EBB Fase


Flow
• Ketidak stabilan
hemodinamika
• Tekanan darah
menurun • Hipermetabolisme
• Penggunaan • Peningkatan
oksigen menurun penggunasn
• Suhu tubuh rendah Oksigen
• Peningkatan
kadar Glukagon,
katekolamin
PENGKAJIAN STATUS NUTRISI
ANAMNESISS dan
Alloanamnesis :
Riwayat Penyakit
Sekarang
Riwayat Penyakit Pemeriksaan Penunjang :
Sebelumnya Pemeriksaan Fisik : Kadar Albumin
Lama Sakit Berat Badan (BB) (penurunan sintesa
allbumin)
Asupan Nutrisi Tinggi Badan (TB) Kadar Prealbumin
Gejala Gastrointestinal : BMI (Body Mass Index) (Penanda cadangan
Mual, muntah atau Diare protein viseral)
PENGKAJIAN MASALAH NUTRISI
Pada setiap pasien ditentukan terlebih dahulu permasalahan asupan nutrisi,
1. apakah pasien tidak dapat makan?
2. Apakah pasien tidak boleh makan?
3. Apakah pasien tidak adekuat sehingga tidak mencukupi kebutuhan?
4. Apakah terdapat indikasi atau kontra indikasi pemberian nutrisi oral, enteral atau
parenteral?
PENENTUAN KEBUTUHAN NUTRISI
1. Kebutuhan Kalori
Kebutuhan energi basal (basal energy expeniture, BEE) dapat dihitung dengn
rumus Harris Benedict :
Laki- Laki, BEE = 66,47 + (13,75 x BB) + (5,00 x TB) – (6,76 x U)
Perempuan, BEE = 655,2 + (9,56 x BB) + (1,7 x TB) – (4,77 x U)

Selanjutnya menentukan kebutuhan energi total (total energi expenditure, TEE)

Rumus TEE = BEE x Faktor stress x faktor aktivitas


Faktor stress :
1. Bedah minor = 1,1 – 1,3 Faktor Aktivitas :
2. Bedah mayor = 1, 5 1. Tirah Baring = 1,2
3. Infeksi = 1,2
2. Aktivitas = 1,3
4. Trauma = 1,1
5. Sepsis = 1,4 – 1,9 3. Demam = 1,13 tiap derajat
6. Luka bakar = 1,9 – 2,1 diatas 37 derajat
Kebutuhan energi dapat juga diperkirakan dengan menghitung
keseimbangan Nitrogen. Keseimbangan nitrogen dapat dihitung
dengan menggunakan formula yang mempertimbangkan nirrogen
urin 24 jam, dalam bentuk nitrogen urea urin dan nitrogen dari
protein dalam makanan

Keseimbangan Nitrogen : ((dietary protein/6,25)-(UUN/0,8) + 4

Karena umumnya protein mengandung 16% nitrogen, maka jumlah


Nitrogen dalam makanan bisa dihitung dengan membagi jumlah
Protein terukur dengan 6,25
Secara praktis pada pasien kritis untuk mencari kebutuhan kalori
total dapat digunakan rumus

20-25 kkal/kgbb/hari saat fase akut atau awal dari penyakit kritis
25-30 kkal/kgbb/hari pada fase penyembuhan atau anabolik

1 gr karbohidrat = 4 kkal
1 gr protein = 4 kkal
1 gr lemak = 9 kkal

Karbohidrat diberikan 60 – 70% dari kebutuhan kalori total,


sedangkan lemak 30 -40%
2. Kebutuhan Protein

Pada keadaan kritis kebutuhan protein berkisar 1,2 – 2,0 g/kgbb/hari

Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik yang tidak dilakukan dialisis
kebutuhan proteinnya 0,6-0,8 g/kgbb/hari sedangkan yang dilakukan
hemodialisis 1,2 g/kgbb/hari
Pada Pasien sirosis hati terkompensasi dapat diberikan 1.0-1,2 b/kgbb/hari
3. Kebutuhan Cairan dan Elektrolit

Pada keadaan kritis kebutuhan cairan berkisar 30 – 40 ml/kgbb/hari

Natrium pada tubuh manusia merupakan kation utama pada cairan


ekstraseluler dan berperan dalam osmolalitas cairan. Kalium dibutuhkan
dalam sintesis protein.
4. Vitamin dan Mineral
Pada pemberian nutrisi parenteral total selama beberapa minggu
hingga 3 bulan sering terjadi defisiensi asam folat berupa pansitopenia,
defisiensi tiamin berupa ensefalopati dan defisiensi vitamin K berupa
hipoprotrombinemia
5. Nutrisi Tambahan

Nutrisi tambahan adalah beberapa komponen


sebagai tambahan pada larutan nutrisi untuk
memodulasi respon metabolik dan sistem imun.
Komponen tersebut termasuk growth hormone,
glutamine, Branched-chain amino acid, omega 3 fatty
acid, arginine dan nucleotides
CARA PEMBERIAN NUTRISI
A. Nutrisi Enteral
Nutrisi enteral adalah metode pemberian nutris ke dalam saluran
cerna (gastrointestinal) melalui pipa. Metode ini digunakan
sebagai dukungan nutrisi pada pasien yang tidak mau. Tidak
boleh, atau tidak dapat makan. Sehingga makanan tidak dapat
masuk adekuat namun fungsi gastrointestinal masih baik.
CARA PEMBERIAN NUTRISI
A. Nutrisi Parenteral
Nutrisi parenteral adalah metode pemberian nutrien kedalam
pembuluh darah. Indikasinya adalah memeprtahankan dan
memperbaiki status nutrien dan metaboli pada psien kritis yang
dalam tiga hari tidak dapat diatasi dengan nutrisi oral atau nutrisi
enteral Indikasi khususnya adalah
KAPAN SEBAIKNYA MEMULAI TERAPI NUTRISI?

NUTRISI ENTERAL VS PARENTERAL?


MERCI DE VOTRE ATTENTION