Anda di halaman 1dari 12

Pembangunan Zona

Integritas
KELOMPOK 6
KELAS 3B - D4 KEPERAWATAN
2
Pengertian Zona Integritas
Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia nomor 52 tahun 2014
Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah
yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan wilayah
bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) melalui
reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan
kualitas pelayanan publik, serta reformasi birokrasi di lingkungan kerja yang
menjadi tanggung jawabnya, yang diawali dengan penandatanganan Pakta
Integritas oleh seluruh pegawainya.
3
Pencanangan Pembangunan Zona Integritas
Adapun pencanangan Pembangunan Zona Integritas berdasarkan pedoman
Pembangunan Zona Integritas Nomor 52 tahun 2014, meliputi sebagai berikut:

1 Pencanangan pembangunan Zona Integritas adalah deklarasi/pernyataan dari pimpinan


suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas

Pencanangan pembangunan Zona Integritas dilakukan oleh instansi pemerintah yang

2
pimpinan dan seluruh atau sebagian besar pegawainya telah menandatangani
dokumen Pakta Integritas dapat dilakukan secara massal/serentak pada saat
pelantikan, baik sebagai CPNS, PNS, maupun pelantikan dalam rangka mutasi
kepegawaian horizontal atau vertikal.

3
Pencanangan pembangunan Zona Integritas beberapa instansi pusat
yang berada di bawah koordinasi Kementrian dapat dilakukan bersama-
sama. Sedangkan pencanangan pembangunan Zona Integritas di
instansi daerah dapat dilakukan oleh kabupaten/kota bersama-sama
dalam satu provinsi
4
Pencanangan Pembangunan Zona Integritas
Pencanangan pembangunan Zona Integritas dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan secara

4 luas dengan maksud agar semua pihak termasuk masyarakat dapat memantau, mengawal, mengawasi
dan berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi khususnya di bidang pencegahan
korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik

Penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas untuk

5 instansi pusat dilaksanakan oleh pimpinan instansi pemerintah & Penandatanganan


Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas untuk instansi daerah
dilaksanakan oleh pimpinan instansi pemerintah daerah

6
KPK, ORI, unsur masyarakat lainnya (perguruan tinggi, tokoh
masyarakat/LSM, dunia usaha) dapat juga menjadi saksi pada saat
pencanangan Zona Integritas untuk instansi pusat dan instansi daerah.
5
Proses Pembangunan Zona Integritas

Penilaian Satuan Kerja Penilaian dan Penetapan Satuan


Berpredikat WBK Kerja Berpredikat WBBM
6
Penilaian Satuan Kerja Berpredikat WBK

Penilaian Satuan Kerja berpredikat yang


berpredikat WBK di lingkungan Kementerian
Kesehatan dilakukan oleh Tim Penilai Internal
(TPI) yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan.
Penilaian dilakukan dengan dengan
menggunakan indikator proses (nilai di atas
75) dan indikator hasil yang mengukur
efektivitas kegiatan pencegahan korupsi yang
telah dilaksanakan.
NO UNSUR INDIKATOR PROSES BOBOT %
1 Penandatanganan pakta integritas 5
2 Pemenuhan kewajiban LHKPN 6
3 Pemenuhan akuntabilitas kinerja 6
4 Pemenuhan kewajiban laporan keuangan 5
5 Penerapan kewajiban disiplin PNS 5
6 Penerapan kode etik khusus 4
7 Penerapan kebijakan pelayanan publik 6
8 Penerapan whistle blower system tindak pidana korupsi 6
9 Pengendalian gratifikasi 6
10 Penanganan benturan kepentingan (conflict of interest) 6
11 Kegiatan pendidikan, pembinaan, dan promosi antikorupsi 6
12 Pelaksanaan saran perbaikan yang diberikan oleh BPK/KPK/APIP 5
13 Penerapan kebijakan pembinaan purna-tugas 4
14 Penerapan kebijakan pelaporan transaksi keuangan yang tidak sesuai dengan profil PPATK 6
15 Promosi jabatan secara terbuka 3
16 Rekrutmen secara terbuka 3
17 Mekanisme pengaduan masyarakat 6
18 E-Procurement 6
8
Penilaian dan Penetapan Satuan Kerja
Berpredikat WBBM
Penilaian satker yang berpredikat
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM), dilakukan oleh Tim Penilai
Nasional (TPN) melalui evaluasi atas
kebenaran material hasil self -assessment
yang dilaksanakan oleh TPI termasuk
hasil self-assesament tentang capaian
indikator hasil WBBM.
NO UNSUR INDIKATOR HASIL WBK WBBM KETERANGAN

1 Nilai Indeks Integritas >7,0 >7,5 Skala 0–10 berdasarkan intrumen KPK
2 Penilaian kinerja unit pelayanan >550 >750 Skala 0–1000 berdasarkan Permenpan public 38/2012. Dalam 2
tahun terakhir
3 Penilaian kerugian negara (KN) 0% 0% Penilaian APIP & BPK dalam 2 tahun yang belum diselesaikan
(%) terakhir

4 Persentase maksimum temuan inefektif 3% 2% 0% jika jumlah pegawai 100 orang


5 Persentase minimum temuan inefisien 3% 2% <1% jika jumlah pegawai >100 orang

6 Persentase maksimum jumlah pegawai yang dijatuhi hukuman 1% 0% Idem


disiplin karena penyalahgunaan keuangan

7 Persentase pengaduan masyarakat yang belum ditindak lanjuti 5% 0% Idem

8 Persentase pegawai yang melakukan tindak pidana korupsi 0% 0% Pengaduan yang telah >60 hari dalam 2 tahun terakhir
berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap
Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi
10
Bersih Melayani
Wilayah Bebas Korupsi adalah predikat yang diberikan
kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar
kriteria dalam mengimplementasikan 6 area perubahan
program reformasi birokrasi, yaitu manajemen
perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem
manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan
akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas
pelayanan publik

Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, sama seperti WBK,


predikat ini hanya diberikan kepada unit kerja yang
memenuhi sebagian besar kriteria 6 area perubahan
dan didukung hasil survei eksternal IPK dan Indek
Persepsi Kualitas Pelayanan yang baik, minimal 13,5
dari nilai maksimal 15.
11
6 area perubahan program reformasi birokrasi
Penataan Penguatan
Manajemen sistem pengawasan
perubahan manajemen
SDM

Penataan Peningkatan
Penguatan kualitas
tatalaksana akuntabilitas pelayanan
publik
Terima Kasih 