Anda di halaman 1dari 81

PENYALAHGUNAAN NAPZA

BIDANG YANKES
Istilah

 NAPZA, NAZA, Narkoba,


Narkotika , Madat = candu (suatu
golongan opioid) dan Obat
terlarang
LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan
2. Undang-Undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika
3. Undang-Undang No. 5 tahun 1997 tentang
Psikotropika
4. Perda No. 11 tahun 2001 tentang maksiat
5. SK.POLRI No. S.Kep/12/IV/2001/BKNN tentang
Pembentukan Badan Narkotika Daerah Propinsi
Sumatera Barat
6. SK.Gubernur No. 400-286-2002 tentang Pembentukan
Tim Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan
maksiat Propinsi Sumatera Barat
NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan zat
Adiktif lainnya), NAZA, Narkoba,
Narkotika, Madat dan Obat Terlarang
merupakan istilah yang beredar
dimasyarakat.

Istilah ini mengacu pada sekelompok zat


mempunyai resiko berbahaya  Adiksi
(kecanduan).
Adalah bahan/zat yang bila masuk
kedalam tubuh akan mempengaruhi
tubuh terutama SSP/otak  gangguan
fisik, psikis dan fungsi sosial (WHO)
Jenis- Jenis NAPZA

 dibagi berdasarkan
 Undang-Undang
 Efeknya terhadap Susunan Syaraf Pusat
 Yang terdapat di masyarakat serta akibat
pemakaiannya
 Penggunaan dalam Bidang Medik
NARKOTIKA???

Zat atau obat yang berasal dari tanaman


atau bukan tanaman baik sintetis maupun
semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan
Narkotika :
Gol.I :
- Hanya digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan
- Tidak untuk terapi
- Mempunyai Potensi Sangat Tinggi 
ketergantungan
Contoh : heroin/Putau, Kokain, Ganja
Heroin, putauw
Kokain
Ganja, hashis, kanabis
Gol.II :
- Narkotika yang berkhasiat pengobatan
- Digunakan dalam
terapi atau tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan
- Mempunyai potensi tinggi  ketergantungan
Contoh : Morfin, Petidin
Narkotika :
Gol.III :
- Narkotika yang berkhasiat pengobatan
- Digunakan dalam terapi untuk tujuan
pengembangan
ilmu pengetahuan
- Mempunyai Potensi Ringan  ketergantungan
Contoh : Kodein

Narkotika yang sering disalahgunakan:


- Opiat : morfin, heroin (putaw), petidin, candu dll.
- Ganja atau Kanabis, Mariyuana, Hashis.
- Kokain, yaitu serbuk kokakin.
PSIKOTROPIKA ??

Zat atau obat baik alamiah maupun


sintetis bukan Narkotika yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku
PSIKOTROPIKA :
Gol.I:
-Hanya digunakan untuk kepentingan ilmu
peng.
-Tidak digunakan dalam terapi
-Mempunyai potensi amat kuat  sindrom
ketergantungan
-Contoh : ekstasi, shabu-shabu,
Ecstasy
Party Drugs
Halusinogenik:
PSIKOTROPIKA :
Gol.II:
-Berkhasiat pengobatan
-Dapat digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu
peng.
-Mempunyai potensi kuat  sindrom
ketergantungan
-Contoh : Amfetamin
PSIKOTROPIKA :
Gol.III:
-Berkhasiat pengobatan
-Banyak digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu
pengetahuan
-Mempunyai potensi sedang  sindrom
ketergantungan
-Contoh : Fenobarbital, Flunitrazepam

Gol.IV:
-Berkhasiat pengobatan
-Sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan
ilmu
pengetahuan
-Mempunyai potensi ringan  sindrom
ketergantungan
Psikotropika yang sering
disalahgunakan al :
-Psikostimulansia : Amfetamin,
ekstasi,
shabu-shabu
-Sedatif & Hipnotika : Mogadon,
Dumolid,
Rohipnol,
Lexotan,Pil
Koplo
ZAT ADIKTIF LAIN
:
Bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif diluar
Narkotika dan Psikotropika

1. Minuman Beralkohol ( Keppres No. 3 tahun 1997


tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman
Beralkohol)

Minuman beralkohol yang mengandung etanol (etil


alkohol) yang berpengaruh menekan SSP

Jika digunakan sebagai campuran dengan Narkotika


atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh
obat/zat tersebut dalam tubuh manusia
3 golongan minuman beralkohol

 A : etanol 1-5%, (Bir)


 B : etanol 5-20%,
(Jenis-jenis minuman
anggur)
 C : etanol 20-45%,
(Wiski, Vodka, TKW,
Manson House,
Johny Walker,
Kamput)
 Jenis alkohol lain
 metanol:
 spiritus  desinfektan, zat pelarut atau
pembersih
 disalahgunakan  berakibat fatal meskipun
dalam konsentrasi rendah.
ZAT ADIKTIF LAIN
 Inhalansia (gas yang dihirup) Solven (zat
pelarut)
 mudah menguap
 senyawa organik (benzil alkohol),
 terdapat pada:
 barang keperluan rumah tangga,
 kantor
 pelumas mesin,
 sering disalah gunakan
 Contoh: Lem, tiner, penghapus cat kuku,
bensin.
BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP
SUSUNAN SYARAF PUSAT

1. Golongan Depresan
 mengurangi aktifitas fungsional tubuh
 merasa tenang, pendiam dan bahkan membuatnya
tertidur dan tidak sadarkan diri.
 Opioida (morfin, heroin/putauw, kodein),
 Sedatif (penenang),
 hipnotik (obat tidur),
 tranquilizer (anti cemas),
 alkohol dalam dosis rendah,
 dan lain-lain.
BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP
SUSUNAN SYARAF PUSAT

2. Golongan Stimulan:
- Dapat merangsang fungsi tubuh
- Meningkatkan kegairahan kerja
- Pemakai menjadi aktif, segar ,
dan bersemangat
Gol. Kokain, Amfetamin (shabu, ekstasi),
Kafein
BERDASARKAN EFEKNYA TERHADAP
SUSUNAN SYARAF PUSAT

3. Golongan Halusinogen
 menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah
perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan
daya pandang yang berbeda sehingga seluruh
perasaan dapat terganggu.
 Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis.
 Golongan ini termasuk
 Kanabis (ganja),
 LSD,
 Mescalin,
 Pensiklidin (PCP),
 berbagai jenis jamur,
 tanaman kecubung
NAPZA YANG TERDAPAT DI
MASYARAKAT
SERTA AKIBAT PEMAKAIANNYA

1. OPIOIDA
Opioida dibagi 3 golongan besar yaitu:
 Opioida alamiah (opiat ): morfin, opium, kodein
 Opioida semi sintetik: heroin/ putauw, hidromorfin
 Opioida sintetik: meperidin, propoksipen, metadon

 Nama jalanannya: putauw, ptw, black heroin,


brown sugar
 Cara penyalahgunaan:
 disuntik (ngipe, nyipet, ive, cucau)
 dihisap (ngedrag, dragon)
 Reaksi: sangat cepat rasa ingin menyendiri
 taraf kecanduan
 hilang rasa percaya diri,
 tidak ingin bersosialisasi, membentuk dunia mereka
sendiri.
 Lingkungan musuh
 Berbohong
 penipuan/pencurian atau tindak kriminal lainnya.
2. KOKAIN
 bentuk:
 kokain hidroklorid
 berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah
larut dari free base.
 free base.
 tidak berwarna/ putih, tidak berbau dan rasanya pahit
 Nama jalanan : koka, coke, happy dust,
charlie, srepet, snow/salju, putih.
 Biasanya dalam bentuk bubuk putih
 Cara penyalahgunaan:
 cara menghirup bubuk dengan
penyedot atau gulungan kertas,
 di bakar bersama tembakau yang sering
disebut cocopuff.
 bentuk padat : dihirup asapnya
(freebasing).
 Penggunaan dengan menghirup
akan berisiko luka pada sekitar
lubang hidung bagian dalam.
 Efek dari pemakaian kokain ini
membuat pemakai merasa segar,
hilang nafsu makan, menambah rasa
percaya diri, juga dapat
menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. KANABIS
 Nama jalanan: grass, cimeng, ganja,
gelek, hasish, marijuana, bhang
 Ganja berasal dari tanaman kanabis
sativa dan kanabis indica.
 Terkandung 3 zat utama yaitu
tetrahidro kanabinol, kanabinol dan
kanabidiol
 Cara penyalahgunaan: dihisap dengan cara
dipadatkan menyerupai rokok atau dengan
menggunakan pipa rokok.
 Efek:
 cenderung merasa lebih santai
 rasa gembira berlebih (euforia),
 sering berfantasi,
 aktif berkomunikasi,
 selera makan tinggi,
 sensitif,
 kering pada mulut dan tenggorokan.
4. AMFETAMIN
 Nama generik: D-pseudo epinefrin
yang disintesa tahun 1887, dan
dipasarkan tahun 1932 sebagai
dekongestan
 Nama jalanan: speed, meth, crystal,
uppers, whizz dan sulphate
 Bentuk: bubuk warna putih dan
keabu-abuan
 Ada dua jenis amfetamin:
a.MDMA (methylene dioxy
methamphetamin)
 mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan
nama Ectacy atau Ekstasi.
 Nama lain: xtc, fantacy pils, inex, cece, cein,
e.
 tidak selalu berisi MDMA karena merupakan
designer drugs  campur zat lain (disain)
untuk mendapatkan efek yang
diharapkan/dikehendaki:
 white doft, pink heart, snow white, petir yang
dikemas dalam bentuk pil atau kapsul.
b. Methamfetamin
 lama kerja lebih panjang dibanding MDMA
(dapat mencapai 12 jam) dan efek
halusinasinya lebih kuat.
 Nama lainnya shabu-shabu, SS, ice, crystal,
crank.
 Cara penggunaan :
 Dalam bentuk pil di minum peroral
 Dalam bentuk kristal, dibakar dengan menggunakan
kertas aluminium foil dan asapnya dihisap (intra nasal)
atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang
dirancang khusus (bong).
 Dalam bentuk kristal yang dilarutkan, dapat juga
melalui intra vena.
5. LSD (Lysergic acid)
 Termasuk dalam golongan halusinogen
 Nama jalanan : acid, trips, tabs
 Bentuk: seperti kertas berukuran kotak
seperempat perangko dalam banyak warna
dan gambar; berbentuk pil, kapsul
 Cara: meletakkan permukaan lidah dan
bereaksi setelah 30-60 menit sejak pemakaian
dan hilang setelah 8-12 jam.
 Efek: tripping, yang biasa digambarkan seperti
halusinasi terhadap tempat, warna dan waktu.
7. SEDATIF-HIPNOTIK
(BENZODIAZEPIN)

 Digolongkan zat sedatif (obat penenang)


dan hipnotika (obat tidur),
 Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK,
Dum, Lexo, MG, Rohyp.
 Cara: oral, intra vena dan rectal.
 Di bidang medis:
 pengobatan kecemasan (ansietas),
 panik
 hipnotik (obat tidur)
8. SOLVENT / INHALANSIA

 Uap dari bahan mudah menguap yang


dihirup.
 Contohnya: aerosol, aica aibon, isi korek api
gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap
bensin.
 Biasanya digunakan secara coba-coba oleh
anak dibawah umur golongan kurang
mampu/anak jalanan
Efek:
 pusing,
 kepala terasa berputar,
 halusinasi ringan,
 mual,
 muntah,
 gangguan fungsi paru, liver dan jantung.
 Kronis kerusakan fungsi intelektual.
9. ALKOHOL

 sering digunakan
 proses fermentasi madu, gula, sari buah atau
umbi-umbian.
 proses penyulingan kadar alkohol tinggi
mencapai 100%.
 Nama jalanan alkohol: booze, drink
 Kadar dalam darah maksimum dicapai
30-90 menit
 eufori  kadar menurun: depresi
PENGGUNAAN NAPZA DALAM
BIDANG MEDIK

 terapi medik  pasien lebih baik atau


bila mungkin sembuh dari penyakit
atau gangguannya.
 Psikofarmaka
 Antipsikotik, Antiansietas, Antidepresan,
Antiinsomnia, Antimanik
 tergolong Psikotropika dan sebagian
kecilnya tergolong narkotika.
Narkotika

 Morfin, Petidin
 digunakan untuk mengatasi nyeri yang di
derita pasien kanker stadium terminal, nyeri
kepala atau nyeri lainnya yang sukar
dihentikan dengan analgetika lainnya, nyeri
akibat pembedahan.
 Kodein: simptom batuk.
Psikotropika

 secara luas digunakan oleh dokter


untuk mengatasi gangguan mental
dan perilaku. Untuk mengatasi nyeri
lambung, nyeri haid, nyeri dada atau
proses psikosomatik lainnya
(golongan benzodiazepine)
Anti psikotik

 Chlorpromazin, haloperidol,
trifluoperazin,

 tidak menimbulkan ketergantungan dan


sangat jarang disalahgunakan pasien.
Antidepresan

 Amitriptilin, Imipramin, Fluoxetin,


Sertralin, dll

 tidak menimbulkan ketergantungan


dan sangat jarang disalahgunakan.
Golongan benzodiazepin

 efek sedasi seperti: diazepam,


clobazam, lorazepam, alprozolam
 efek hipnotik (tidur) seperti:
midazolam, triazolam, estazolam,
nitrazepam

 sering disalahgunakan.
Golongan Barbiturat

 fenobarbital untuk menginduksi tidur


yang bersifat long acting,

 juga dapat disalahgunakan.


Methylphenydate (Ritalin)

 derivat amphetamin
 stimulansia susunan saraf pusat
 obat pilihan bagi anak dengan
gangguan pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas

 sering disalahgunakan.
SIFAT NARKOBA LAINNYA
1. Sekali mencoba akan
mengakibatkan ketagihan dan
ketergantungan.

2. Dosis semakin betambah,


agar terlepas dari rasa
tidak nyaman
3. Jika sudah menggunakan :
a.apabila ingin
berhenti=hidup tidak
normal
Faktor Penyebab dan Resiko
Penyalahgunaan NAPZA
FAKTOR PENYEBAB
Faktor individu
 Coba-coba
 Ingin diterima
Faktor lingkungan
 Ikut Trend
 Hub.tdk harmonis dgn ortu
 Lingkungan rawan Narkoba  Kenikmatan

 Kurangnya kontrol
sesaat
 Cari perhatian
 Tek. Kel.sebaya
 Ikut tokoh idola

Faktor Zat
 Menimbulkan ketergantungan
fisik dan psikis
 Mudah didapat

 Relatif murah
KELOMPOK
KELOMPOK RISIKO
RISIKO
TINGGI
TINGGI
1. Anak
Ciri-cirinya:
 Anak yang sulit memusatkan perhatian
pada suatu kegiatan (tidak tekun).
 Anak yang sering sakit.
 Anak yang mudah kecewa.
 Anak yang mudah murung.
 Anak yang sudah merokok sejak Sekolah
Dasar.
 Anak yang agresif dan destruktif.
 Anak yang sering berbohong,
mencuri/melawan tata tertib.
 Anak dengan IQ taraf perbatasan (IQ 70-90).
2. Remaja
Ciri-cirinya:
 Remaja yang mempunyai rasa rendah diri, kurang
percaya diri dan mempunyai citra diri negatif.
 Remaja yang mempunyai sifat sangat tidak sabar.
 Remaja yanh diliputi rasa sedih (depresi)atau
cemas(ansietas).
 Remaja yang cenderung melakukam sesuatu yang
mengandung resiko tinggi/bahaya.
 Remaja tang cenderung memberontak.
 Remaja yang tidak mau mengikuti peraturan/tata
nilai yang berlaku.
 Remaja yang kurang taat beragama.
 Remaja yg berkawan dengan penyalahguna
NAPZA.
 Remaja dengan motivasi belajar rendah.
 Remaja tidak suka keg ekstrakurikuler.
 Remaja dengan hambatan /penyimpangan dalam
perkembangan psikoseksual.
 Remaja yang mudah menjadi bosan,jenuh,murung.
 Remaja yang cenderung merusak diri sendiri.
MENGAPA REMAJA MUDAH
MENYALAHGUNAKAN NAPZA?
 Mudah dipengaruhi kawan
 Rasa ingin tahu yang tinggi
 Solidaritas kelompok
 Ingin tampil menonjol
 Menghilangkan rasa bosan dan stress
 Keinginan memberontak
3. Keluarga
Ciri-cirinya ;
Orang tua kurang komunikatif dengan anak.
Orang tua yang terlalu mengatur anak.
Orang tua yang terlalu menuntut anaknya secara
berlebihan agar berprestasi diluar
kemampuannya.
Orang tua yg kurang memberi perhatian pada
anak karena terlalu sibuk.
Orang tua yang kurang harmonis, sering
bertengkar,berselingkuh/ayah menikah lagi.
Orang tua yang tidak memiliki, standar norma baik
buruk/benar salah yang jelas.
Orang tua yang tidak dapat menjadikan dirinya
teladan bagi anak.
Orang tua menjadi penyalahguna NAPZA.
Dampak Penyalahgunaan NAPZA
 Narkotika dan psikotropika akan mempunyai manfaat yang besar
bila digunakan untuk pengobatan maupun penelitian ilmu
pengetahuan, tetapi sebaliknya apabila disalahgunakan, khususnya
oleh generasi muda akan berbahaya sekali bagi umat manusia.
 Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dapat menimbulkan
bermacam-macam bahaya atau kerugian (dalam Wresnowiro, 1999),
antara lain:
 Terhadap pribadi
 Narkotika, Psikotropika dapat merubah kepribadian individu
secara drastis seperti pemurung, pemarah, bahkan melawan
pada siapapun.
 Menimbulkan sifat masa bodoh sekalipun terhadap dirinya
sendiri, seperti tidak lagi memperhatikan sekolahnya, rumah,
pakaian, tempat tidur, dan sebagainya.
 Semangat belajar atau bekerja menjadi menurun dan suatu ketika
bisa saja individu bersikap seperti orang gila karena reaksi dari
penggunaan Narkotika atau Psikotopika tersebut.
 Tidak ragu untuk mengadakan hubungan seks secara bebas
karena pandangannya terhadap norma-norma masyarakat,
hukum, agama sudah sedemikian longgar.
 Tidak segan-segan menyiksa diri karena ingin menghilangkan
rasa nyeri atau menghilangkan sifat ketergantungan obat. .
 Terhadap keluarga
 Melakukan tindakan pencurian uang bahkan menjual
barang di rumah yang bisa di uangkan untuk membeli
narkoba.
 Tidak lagi menjaga sopan santun di rumah bahkan
melawan kepada orang tua.
 Kurang menghargai harta milik yang ada di rumah, seperti
mengendarai kendaraam tanpa perhitungan rusak atau
hancur sama sekali.
 Mencemarkan nama keluarga.
 Terhadap kehidupan sosial
 Berbuat tidak senonoh (mesum) dengan orang lain,
berakibat tidak saja bagi yang berbuat melainkan
hukuman masyarakat yang berkepenjangan.
 Tidak segan-segan mengambil milik tetangga atau orang
lain demi memperoleh uang untuk membeli narkotika.
Mengganggu ketertiban umum, seperti mengendarai
kendaraan dengan kecepatan tinggi.
 Menimbulkan bahaya bagi ketentraman dan keselamatan
umum, antara lain tidak merasa menyesal apabila
melakukan kesalahan.
Pendekatan Psikologis dalam
PenanggulanganPenyalahgunaan NAPZA

pendekatan psikologis dalam penggulangan Napza yakni:


 Ciptakan hubungan yang akrab di dalam keluarga dengan
melibatkan seluruh anggota keluarga.
 Bangun locus of conrol internal pada diri dengan mengajarkan
bahwa keberhasilan dan kegagalan merupakan suatu usaha
pribadi sedangkan orang lain hanya sebagai fasilitator.
 Libatkan secara intensif diri terhadap kegiatan keagamaan.
 Ciptakan keharmonisan dalam keluarga dengan melibatkan
anggota keluarga dalam kegiatan rumah.
 Hilangkan jarak antara orang tua dan anak-anak dengan
menjalankan pada pengasuhan yang demokratis.
 Berusaha untuk berkomunikasi setiap hari dengan menjalankan
materi pembicaraan yang sekecil apapun.
 Lakukan pengawasan yang mendidik.
 Terapkan aturan yang jelas dalam keluarga dengan reinforcement
(penghargaan yang mendidik)
DAMPAK DARI BAHAYA NARKOBA
• Dampak Fisik : jantung, paru-paru,
syaraf, kulit,pencernaan,darah,otot
dan tulang, terinfeksi hepatitis B &C
serta HIV/AIDS

• Dampak Psikologis :Berfikir tidak


normal, berperasaan cemas, tubuh
membutuhkan jumlah tertentu untuk
menimbulkan efek yg diinginkan,
ketergantungan.
PENGARUH NAPZA TERGANTUNG :

-Jenis yg digunakan
-Jumlah atau dosis yg dipakai
-Frekuensi pemakaian
-Cara pemakaian
-Penggunaan zat yg bersamaan
-Pengalaman sebelumnya
-Kondisi fisik pemakai
-Kepribadian pemakai
-Harapan thp efek Napza
-Lingkungan Napza yg digunakan
A. PENGARUH NAPZA TERHADAP
SSP :
- GANGGUAN DAYA INGAT
- SULIT BERKONSENTRASI
- TIDAK DAPAT BERTINDAK
RASIONAL
- GANGGUAN PERSEPSI  ILUSI
DAN HALUSINASI
- GANGGUAN MOTIVASI
GEJALA YG MUNCUL :
1.INTOKSIKASI
- Tingkah laku menyimpang
(maladaptif)
- Urin  positif
- Pengaruh langsung Napza di otak

Penyimpangan daya nilai,
Kendali
emosi melemah, Prestasi
menurun
2. KELEBIHAN DOSIS (OVER
DOSIS)

- OD heroin/putau  penekanan

sistem pernafasan 
kematian

- OD Amfetamin (Ekstasi,
Shabu2) 

pecahnya pembuluh darah


otak
3. SINDROM KETERGANTUNGAN

 Ketergantungan fisik

- Toleransi : Menurunnya
pengaruh Napza setelah pemakaian
berulang shg tubuh membutuhkan
jumlah yang lebih besar untuk
menimbulkan pengaruh atau efek
yang sama

-Gejala Putus Zat (Withdrawal)

Timbul apabila seseorang


menghentikan sama sekali
penggunaan Napza
B.KOMPLIKASI MEDIK-PSIKIATRI
Dual diagnosis al :
1.Gangguan tidur, gangguan fungsi
seksual, cemas, depresi berat pada
pengguna heroin/putau
2.Paranoid (curiga berlebihan), Psikosis,
Depresi Berat, Mania, panik pd
pengguna stimulansia (Amfetamin,
Ekstasi, Shabu2, Kokain)
3.Gangguan Psikotik, Cemas, Gangguan
motivasi, daya ingat pd penyalahguna
Ganja
4.Depresi, cemas, panik pd
penyalahguna alkohol, sedatif-hipnotik
C.KOMPLIKASI MEDIK
1.Akibat pemakaian lama;
Kerusakan terhadap organ tubuh
Otak, Saluran nafas, Jantung, Hepar
(Kanker hati, Hepatitis C), Penyakit
menular seksual dan HIV/AIDS, Mandul,
Impotensi, Kelainan kulit, Komplikasi
kehamilan, Bronkitis, TBC Paru, Ginjal
2. Akibat Pola hidup berubah; Kurang
gizi, kurus, pucat
3. Akibat alat suntik dan pencampur yg
tdk steril ; Hepatitis, HIV/AIDS
D. DAMPAK SOSIAL
1. LINGKUNGAN KELUARGA
- Suasana dlm keluarga
terganggu, sering tjd
pertengkaran
- Org tua menjadi resah
- Perilaku menyimpang/asosial
- Putus sekolah, kesulitan
keuangan
- Org tua mjd putus asa krn
pengeluaran keuangan
meningkat
2. LINGKUNGAN SEKOLAH
- Proses belajar mengajar
terganggu
- Penurunan kemampuan
akademik
- Merusak pergaulan di sekolah,
antar teman, guru dan siswa
lainnya
3. LINGKUNGAN MASYARAKAT
- Meningkatnya kriminalitas
- Pengembangan jejaring
perdagangan gelap
- Terciptanya pasar gelap antar
pengedar dan bandar
- Meningkatnya angka kecelakaan
lalu lintas
CARA-CARA PENYALAHGUNAAN
1. Oral yaitu dengan cara menelan
2. Dihirup atau inhalasi, dibakar seperti
rokok lalu dihisap langsung keparu-
paru,hati dan otak
3. Dihisap atau intranasal, menghirup
langsung melalui hidung,diserap oleh
syara-syaraf dalam hidung ke otak.
4. Injeksi intravena
5. Ditaruh dalam luka dg cara menaburkan
6. Insersi Anal, masuk lewat lubang dubur.
CIRI-CIRI PENYALAHGUNA NARKOBA
a. Perubahan fisik dan lingkungan sehari-hari
- jalan sempoyongan, bicara pelo (tdk jelas)
- kamar selalu dikunci
- mudah lelah, hilang nafsu makan
- sering didatangi atau menerima telpon dari
teman-teman yg tidak dikenal
- ditemukan obat-obatan, peralatan spt
alumanium foil,jarum suntik,korek api
dikamar atau dalam tasnya.
- sering kehilangan uang/brg berharga dirmah
CIRI-CIRI PENYALAHGUNA NARKOBA
a. Perubahan Psikologis
- Malas belajar, mudah tersinggung dan sulit
berkonsentrasi
- Secara periodik hilang keinginan untuk
sekolah, kuliah,kerja, melaksanakan
hobinya, berteman ,dll.
CIRI-CIRI PENYALAHGUNA NARKOBA
a. Perubahan Perilaku Sosial
- Menghindari kontak mata
langsung,melamun atau linglung
- Melakukan tindakan agresif yg tdk biasanya
- Sikap tertutup,berbohong atau
memanipulasi keadaan
- kurang disiplin dan suka membolos
- Mengabaikan kegiatan ibadah
- menarik diri dari aktifitas keluarga dan
sering mengurung diri di kamar.
DETEKSI DINI PENYALAHGUNAAN
NAPZA
1. Kelompok Resti
Adalah orang yang belum
menjadi pemakai atau terlibat
dalam penggunaan Napza tetapi
mempunyai resiko tinggi untuk
terlibat
a. ANAK
b. REMAJA
2. Gejala Klinis Penyalahgunaan Napza
a. Perubahan Fisik
- Pada saat menggunakan Napza :
Jalan sempoyongan, bicara cadel, apatis,
mengantuk, curiga, agresif
- Bila Over Dosis :
Nafas sesak, denyut jantung dan nadi
lambat,
kulit dingin, nafas lambat, meninggal
- Bila sedang ketagihan :
mata dan hidung berair, menguap terus
menerus,
diare, rasa sakit diseluruh tubuh, takut air,
- Pengaruh jangka panjang :
Penampilan tidak sehat, tidak peduli
terhadap
kesehatan dan kebersihan, terdapat
bekas
suntikan pada lengan dan bagian tubuh
lain

3. Peralatan yang digunakan :


- Jarum suntik
- Botol air bekas
- Gulungan kertas
Sekian
&
Terima Kasih