Anda di halaman 1dari 41

Komang Ayu Mustriwati, SKp, MPH

k_ayumustri@yahoo.com
1. Makan dan minum 8. Eliminasi
2. Bernafas 9. Kebersihan
3. Bergerak 10. Komunikasi
4. Tidur 11. Berpartisipasi
5. Berpakaian dalam rekreasi
6. work to gain a sense 12. Sembahyang
of accomplishment 13. Menghindari
maintain normal body bahaya atau
temperature melukai orang lain
7. Mempertahankan 14. Belajar dan
suhu tubuh
penemuan
Caring=Nursing=mengasuh

 Keterlibatan atau Keterhubungan


 Membantu pasien memahami dan
menghadapi penyakitnya
 Melakukan asuhan (mengasuh),
tergantung pada kebutuhan individu,
harus merefleksikan latar belakang
budaya pasien
 Fokus pada care bukan cure
(caring----inner healing---- kesehatan)
1. Mendengarkan dengan aktif
2. Membuat rasa nyaman
3. Jujur
4. Sabar
5. Tanggung jawab
6. Memberikan informasi sehingga pasien bisa
membuat keputusan
7. Memberi sentuhan
8. Sensitive
9. Menghormati
10. Memanggil pasien dengan nama
 Kehadiran

berada di pasien secara fisik


menunjukkan pemahaman akan pasien
berada bersama pasien untuk sharing
 Sentuhan

sentuhan skin to skin


kontak mata
protektif – mencegah cederaM
 Mendengarkan

Mendapatkan informasi dari pasien


Menginterpretasikan informasi yang
didapatkan dari pasien
 Mengetahui

Memahami pasiennya
Memahami intervensi yg direncanakan
Hindari membuat asumsi
fokus pada pasien
 Caring adalah cara yang memiliki makna dan
memotavasi tindakan.
 Caring juga didefenisikan sebagai tindakan
yang bertujuan memberikan asuhan fisik,
psikologis, spiritual, dan sosial.
 Dalam memberikan asuhan, perawat
menggunakan keahlian, kata-kata yang
lemah lembut, sentuhan, memberikan
harapan, selalu berada disamping klien, dan
bersifat caring sebagai media pemberi
asuhan (Curruth, Steele, Moffet, Rehmeyer,
Cooper, & Burrough).
 Beberapa ahli merumuskan konsep caring
dalam beberapa teori. Menurut Watson, ada 7
asumsi yang mendasari konsep caring yaitu:
 1. Caring hanya akan efektif bila dperlihatkan
dan dipraktekkan secara interperonal.
 2. Caring terdiri dari faktor karatif yang
berasal dari kepuasan dalam membantu
memenuhi kebutuhan manusia atau klien.
 3. Caring yang efektif dapat meningkatkan
kesehatan individu dan keluarga.
 .4. Caring merupakan respon yang dterima
oleh seseorang tidak hanya saat itu saja
namun juga mempengaruhi akan seperti
apakah seseorang terebut nantinya.
 5. Lingkungan yang penuh caring sangat
potensial untuk mendukung perkembangan
seseorang dan mempengaruh seseorang
dalam memilih tindakan yang terbaik untuk
dirinya sendiri.
 6. Caring lebih kompleks daripada curing,
 7. Caring merupakan inti dari keperawatan
 Kehadiran

berada di pasien secara fisik


menunjukkan pemahaman akan pasien
berada bersama pasien untuk sharing
 Sentuhan

sentuhan skin to skin


kontak mata
protektif – mencegah cedera
 Mendengarkan

Mendapatkan informasi dari pasien


Menginterpretasikan informasi yang
didapatkan dari pasien
 Mengetahui

Memahami pasiennya
Memahami intervensi yg direncanakan
Hindari membuat asumsi
fokus pada pasien
1. Membantu klien dalam ADL. 12.

13.
Mendengarkan klien
. Konsultasi dengan dokter mengenai klien
2. Membuat catatan keperawatan 14. Menganjurkan klien mengenai aspek self care

mengenai klien. 15.

16.
Memberikan informasi mengenai klien
Mengukur tanda vital klien
3. Memberikan pengetahuan 17. Menempatkan kebutuhan klien sebelum kebutuhan pribadi

kepada klien sebagai individu 18.

19.
Bersikap kompeten dalam prosedur klinik
Melibatkan klien dalam perawatan
4. Menjelaskan prosedur klinik. 20. Memberikan jaminan mengenai prosedur klinik

Berpakaian rapi ketika bekerja


21. Memberikan privacy kepada klien
5. 22. Bersikap gembira dengan klien
dengan klien 23. Mengobservasi efek medikasi kepada klien

6. Duduk (bersama) dengan klien


melakukan diskusi atau edukasi
7. Mengidentifikasi gaya hidup
klien
8. Melaporkan kondisi klien kepada
perawat senior
9. Bersama klien selama prosedur
klinik
10. Bersikap manis dengan klien
(ramah dan mensupport)
11. Mengorganisasi pekerjaan
dengan perawat lain untuk klien
 Hubungan perawat-pasien dalam penerapan
etika keperawatan
 Berkaitan dengan tingkat hubungan yang
dibutuhkan antara perawat - pasien
 Kegiatan utama pada proses komunikasi dengan
klien adalah interaksi sosial yang berlangsung
singkat
 Pesan yang disampaikan superficial baik oleh
perawat maupun klien, tidak mendiskusikan
masalah personal secara dalam
 Interpersonal Exchange mengacu pada hal-hal
yang spontan, tidak terpikirkan, respon otomatis.
 Interaksi superfisial membuat klien merasa nyaman
karena tidak ada maksud untuk mengkaji secara
personal
 Biasanya dipakai pada awal interaksi sebagai
fondasi untuk hubungan yang lebih dekat
 “selamat pagi ibu ayu, senang melihat ibu hari ini”
 Tujuannya untuk membantu klien merasa nyaman
dalam berbagi perasaan maupun sikap
• Hubungan perawat-klien adalah lebih dari
sekedar hubungan yang saling
menguntungkan (mutual partnership)
• King (1971) Hub perawat-pasien:
pengalaman belajar dimana 2 orang
berinteraksi untuk menghadapi masalah
kesehatan saat ini, untuk berbagi, bila
memungkinkan untuk memecahkan masalah
dan mencari cara untuk beradaptasi dengan
situasi yang ada.
 Perawat menggunakan ketrampilan kom
interpersonal untuk mengembangkan sebuah hub
dgn klien yang memberikan pemahaman ttg klien
sebagai individu seutuhnya. Hubungan tsb
terapeutik, memberikan suasana psychologis yg
memberikan perub dan pertumbuhan positif pada
klien
 Sebuah Helping relation antara perawat dan klien
tidak dapat terjadi begitu saja. Itu dibangun dgn
‘care’ dgn menggunakan teknik kom terapeutik
1. KEPERCAYAAN (Trust)
- untuk membuat kepercayaan perawat harus
konsisten, kebenaran, kompeten
- tanpa kepercayaan hub ini tdk akan
berkembang, diluar hub interaksi sosial/
superficial needs
- pengalaman sebelumnya, dpat
menyebabkan klien sulit mempercayai
perawat
 Sangat penting untuk menjaga kejujuran saat
berkomunikasi dengan klien, untuk
menghindari terjadinya klien menarik diri,
merasa dibohongi, membenci perawat atau
berpura-pura patuh terhadap perawat.
 tumbuhnya hubungan saling percaya (trust)
harus dicapai terlebih dahulu sebelum
menggali permasalahan dan memberikan
alternatif pemecahan masalah (Stuart,1998).
 “Bila saya percaya pada anda, bila prilaku
anda dapat saya duga, bila saya yakin anda
tidak akan menghianati saya atau merugikan
saya, maka saya akan lebih banyak membuka
diri saya kepada anda”
2. Emphaty
- Adalah kemampuan untuk memahami dan
menerima hidup org lain dan secara tepat
memahami perasaan
- Ini adalah pandangan yang jujur, sensitif
dan objektif ttg apa yg dialami org lain
- Sympathy: memikirkan atau merasakan dan
terlarut sama seperti yg dialami org lain.
Sifatnya subyekti
 Mampu merasakan dan memikirkan
permasalahan klien seperti yang dirasakan
dan dipikirkan klien (Brammer,1993 dalam
Suryani,2005).
 Dapat memberikan alternative pemecahan
masalah karena perawat hanya merasakan
permasalahan klien tetapi tidak larut dalam
perasaaan tersebut
 Hubungan Interpersonal perawat-pasien yang
melibatkan emosi,kepedulian, tingkah laku,
dan respon individu
 Respon caring, menerima individu pada saat
ini dan yad
 Proses inter-subyektif dan moral ideal dalam
keperawatan
Adalah nyata dan jujur dgn orang lain.
Perawat harus mampu berkomunikasi dg
jujur dan tidak menyalahkan.

Yakinkan adanya kesesuaian antara


komunikasi verbal dan non verbal
 Hubungan perawat dan klien adalah
hubungan terapeutik yang saling
menguntungkan, didasarkan pada prinsip
‘humanity of nurses and clients’.
 Hubungan ini tidak hanya
sekedar hubungan seorang penolong
(helper/perawat) dengan kliennya, tetapi
hubungan antara manusia
yang bermartabat (Dult-Battey,2004).
• Assertiveness: berpegang pada hak
seseorang tanpa merugikan yang lain
(Stanhope and Lancaster, 1988)
• Dengan tehnik assertive seseorang
mengekspresikan perasaan dan emosinya
dengan percaya diri, spontan dan jujur.
• Orang yang assertive membuat pilihan dan
keputusan dan dapat mengontrol hidupnya
lebih efektif
 BERBICARA DG JELAS
Tehnik yang salah: Untuk menjelaskan latihan pasca op krn
fractur femur

Prwt: penyembuhan anda tergantung pada kemampuan


anda untuk berlatih dengan benar.
Klien: apakah itu berarti saya mulai dg lari?

Pesan yang lengkap


Prwt: Penyembuhan anda dapat berhasil baik dengan mulai
berlatih secara bertahap, seperti berjalan setiap hari
kemudian berkembang 1 km setiap harinya. Bila anda
ingin berlatih berlari, konsultasi dulu dengan petugas
therapist
 DEALING WITH MANIPULATION (perencanaan,
pengaturan)
Belajar untuk Mengatakan ‘Tidak’
 PERLINDUNGAN MELAWAN KRITIK
Ka ru : ayu, saya sedang mengamati kinerja
anda
akhir ini
Ns ayu : Apa yang sedang anda amati?
Ka ru : Saya melihat anda sudah terlibat pada 2
kejadian medication error
Ns ayu : Bisakah anda memberitahu saya cara
untuk menghindari/ mencegah
terjadinya
error lain kali.
 PENAMPILAN  KOMUNIKASI

 WAJAH  SENYUM
 PAKAIAN  MIMIK WAJAH
 TATANAN RAMBUT  PERHATIAN
 SIKAP TUBUH  CARA BERKOM.
 ISI KOMUNIKASI
 SALAM AKHIR
 PERCAYA DIRI
 PUAS DENGAN PERAN TUGAS
 MEMAHAMI PERMASALAHAN
 MEMAHAMI SCOPE PEKERJAAN
 MENDENGARKAN
 PENGENDALIAN EMOSI
MEMBERI TANDA DAN
INFORMASI DIRI
KEPADA ORANG LAIN

ORANG YG
BERPAKAIAN baik
dan
berpenampilan
baik, secara umum
lebih dihargai
Kunci Keberhasilan Komunikasi Bukan
Saja Pada Apa Yang Dikatakan Tapi
Bagaimana Cara
Mengatakannya

Sikap/ Penampilan Berkomunikasi


SEMUA TINGKAH LAKU MERUPAKAN
KOMUNIKASI
(VERBAL MAUPUN NON VERBAL)

90% DARI ARTI KOMUNIKASI BERASAL DARI


KOMUNIKASI NON VERBAL
 ANTUSIASME MENULAR
 PERCAYA DIRI MEMBIAKKAN PERCAYA DIRI
 MASUKKAN DAYA PESONA DALAM
KEPRIBADIAN ANDA
- PERHATIKAN CARA BERJALAN,
TINDAKAN FISIK KITA MENYATAKAN
SIKAP MENTAL KITA
- TENANGKAN NADA SUARA
- GUNAKAN TOMBOL AJAIB SENYUMAN
 Sampaikan tindakan yang akan dilakukan
 Bila ada penundaan tindakan sampaikan
alasan dgn jelas
 Sampaikan bila ia harus menunggu untuk
suatu tindakan/ hasil, jangan biarkan
mereka membuat persepsinya sendiri
 Jangan melewati pasien/ klg tanpa
memberitahu apa yang akan dikerjakan
padanya atau apa yang harus ditunggunya.
Pastikan seseorang sdh memberikan
penjelasan