Anda di halaman 1dari 15

Li-ion Battery Composites

SRI RAMAYANTI
1706990445
Pendahuluan

 Baterai padat lithium merupakan salah satu alat penyimpan energi tercanggih saat ini.
Karena selain tahan lama, ia mempunyai kemampuan yang tinggi dan ramah lingkungan.
 Di antara semua logam, litium dipilih sebagai matrial elektroda dari baterai karena memiliki
sifat yang ringan dan memiliki voltase yang tinggi dan densitas energy yang tinggi. Karena
litium memiliki elektronegatifitas yang paling rendah pada standar sel potensial (-3.045) di
antara logam lainnya
Prinsip Kerja Baterai

 Selama proses dis/charging terjadi perpindahan


electron
 Total energy bebas Gibbs karena adanya reaksi
elektrokimia pada kedua elektroda yang ditentukan
oleh material elektroda yang dipilih.
 Performa dari baterai Li-ion dapat dievaluasi dengan
beberapa parameter seperti energy spesifik, energy
volumetric, capacity spesifiki, cyclability, keamanan,
dan laju dis/charging.
Katoda
 LiCoO2
 Spinel LiMnO4
 Olive LiFePO4, yang paling sering digunakan karenalife cycle yang paling baik juga karena
lebih aman. Selain itu, Fe adalah salah satu unsur yang paling melimpah di kerak bumikan
 Karbon nanotube (yaitu, CNT)
adalah konduktor elektronik yang
sangat baik dan memiliki luas
permukaan yang tinggi, dan
struktur tubular yang dapat
meningkatkan keseluruhan
konduktivitas elektronik dan ionik
dari bahan katoda
 Komposit LiFePO4-CNT secara
signifikan lebih baik daripada
LiFePO4 murni
Katoda komposit Ppy (polypyrrole)/LiCoO2
 Metode :
Material LiCoO2 disipakan dalam bentuk emulsi,
dimana didispersikan rmenggunakan disperser
Ultrasonic. Larutan fasa minyak yang terdiiri dari pyrrole
dilarutkan pada toluene. Fasa aqueous dan minyak
dicampir selama 2 menit dengan disperser Sonics.
Dilakukan polimerisasi dengan agitasi dengan
penambahan adiatif ammonium persulfate.

 Hasil SEM :
a. Morfologi Ppy : partikel nanopherical
dengan diameter 0.30 µm.
b. Morfologi LiCoO2 : agglomerates yang
berbentuk partikel berpori
c. Morfologi 25%Ppy/LiCoO2 : partikel LiCoO2
 Hasil : diselubungi matrik Ppy yang seragam
Ppy meningkatkan sifat elektrokimia dari LiCoO2 sehingga yang mengurangi kontak partikel-partikel
meningkatkan reaksi charge-transfer. LICO2 dan menigkatkan konduktivitas
Stabilitas dari komposit ini lebih baik komposit
Katoda Komposit Li2RuO3-LiCoO2
 Metode :
Komposit ini disintesis menggunakan reaksi solid-state. Li2CoO3, Co3O4 dan RuO2 dicampur
lalu digrinda dan dibakar pada mugle pada temperature 900oC selama 20 jam, lalu
didinginkan pada ruang temperature lalu dihaluskan menjadi bubuk. Kemudian ditambahkan
asetilen black dan PVDF sebagai binder.

 Hasil :
Ex-situ XRD dilakukan untuk mengetahu kestabilan
struktur saat proses charge-discharge. Puncak
utama ada pada 18o dan beberapa puncak
lainnya pada 45o dan 60o. Dapat dilihat hanya
sediki terjadi perubahan struktur yang berarti
komposit ini memiliki kestabilan struktur yang baik.
Komposit ini juga memiliki sifat elektrokimia lebih
baik dibandingkan dengna LiCoO2.
Anoda
 Material anoda berbasis karbon adalah standar industry
untuk baterai Li-ion dan yang paling sering dipakai
adalah karbon grafit karena sifat elektrokimia yang
menguntungkan (yaitu, tegangan operasi rendah dan
dekat stabil ~ 0,25 V vs Li / Li +), biaya rendah, dan
memiliki stabilitas kimia dan mekanik
 Contoh : komposit Carbon dengan timah (Sn) dengan
carbon. Keunggulannya adalah konduktivitas listrik yang
tinggi. Capacity dari komposit ini adalah 1040 – 790
mAh/g selama 20 siklus
 Ukuran nano (<10nm) -> reduce strain dan meningkatkan
sifat elektrokimia materi
 Carbon frame -> mencegah agregasi logam pada siklus
Nano Sn terdispersi seragam pada matrix yang dis/charging.
konduktor Carbon
Anoda komposit GeO2-SnCoC
 Metode :
Material GeO2, Sn, Co dan Graphite dicampur dengan rasio 50 wt % GeO2/50 wt % SnxCoyCz (x, y,
z atomic ratio:30/30/40) menggunakan mesin pencampur untuk mencapai distribusi merata.

Dapat dilhat bahwa tedapat partikel Komposit GeO2-SnCoC memiliki kapasitas spesifik yang jauh
nanoscale aglomerasi. 50% partikel di lebih baik dibnadingkan dengan GeO2 dan SnCoC.
bawah ukuran 10.2 µm Kapasitas spesifik dari komositi ini adalah 493mAh pada
densitas arus 1200mA/g dan juga mempunyai kapsitas
recoverable yang baik pada densitas 100mA/g
Anoda Komposit Fe3O4/Carbon
 Metode :
85% polyacrylonitrile dicampu rdengna 15% iron (III) acetulacetonate (FeACAC) dan diaduk selama 12 jam. Kontrol microfiber
dikeringkan pada suhu 120oC pada oven vacuum selama 12 jam untuk menghilangkan larutan sisa. Kemudian distabilkan pada
udara 280oCselama 4 jam lalu diikuiti proses karboniasi dengan argon pada temperature 600oC selama 6 jam.

Komposit Fe3O4/C
Carbon microfiber
Charge dan discharge capacity komposit carbon Fe3O4 lebih tinggi dibandingkan
dengan carbon fiber.
Degradasi pada kapasistas reversible diamati dan lebih tinggi pada komposit Fe3O4/C.

Kesimpulan :
Anoda komposit Fe3O4/C fiber ini meingkatkan stabilitas siklik, kapasitas
spesifik
Anoda Komposit SiO2/Graphene
 Metode :
Nanopartikel SiO2 diperoleh dari 158ml etanol, 7.8ml ammonia dan 2.8 ml air
lalu dipanaskan dan ditambhakn 5.8ml tetraethyl ortosilika yang dikeringkan
pada 70oC selama 24 jam. Lalu grapheme oksida dipleh dari 2g grafit flake, 2g
sodium nitrat dan 96ml asam sulphur yang dicampur selama 10 menit.
Kemudian grapheme oksida dikeringkan pada vacuum selama 3 hari untuk
memperoleh serbuk GO. Lalu suspense SiO2 dan GO dispered dengan
ultrasonic tereatment dan dikeringkan pada 60oC selama 24 jam.

 Komposit ini memiliki


spesifik kapasitas yang
tinggi dibandingkan
Nanopartikel SiO2 dibungkus oleh lapisan graphene dengan SiO2 dan SiO2/C.
hal ini disebabkan
cangkang carbon dan
lapisan grapheme dapat
meningkatkan
konduktivitas listrik dan
menekan perubahan
FE-SEM images of (a) SiO2 nanoparticles, (c) SiO2/C volume komposit saat
composites, and (e) SiO2/C@graphene composites; proses siklik.
TEM images of (b) SiO2 nanoparticles, (d) SiO2/C
composites, and (f) SiO2/C@graphene composites.
Binder
 Binder berfungsi sebagai matriks polimer yang menghubungkan bahan aktif satu sama lain
dan ke kolektor arus dalam elektroda baterai Li-ion komposit, dan mengakomodasi
perubahan volume karena de- / lithiation bahan aktif selama operasi baterai
 Contohnya dalah maleic anhydridegrated-polyvinylidene fluoride (MA-g-PVDF) dan PVDF
(polyvinylidene fluoride) serta komposit styrene-butadiene-rubber (SBR) dan sodium-
carboxyl-methylcellulose (SCMC). Komposit ini memiliki elongasi yang lebih tinggi dan
kekuatan adesif yang lebih tinggi.
Separator
 Separator secara fisik berfungsi untuk memisahkan anoda dan katoda untuk mencegah
korsleting listrik, sementara tetap memungkinkan difusi Li-ion karena struktur berpori di antara
anoda dan katoda selama siklus sel.
 Yang paling umum digunakan adalah microporous dan separator non-woven yang umumnya
terbuat dari polyolefins seprti polyethylene (PE) and polypropylene (PP).

Gambar SEM pada separator Celgard 2325 (PP/PE/PP) pada batre lithium-ion (a) permukaan SEM (b) potongan
cross-section
Elektrolit

 Elektrolit yang dibutuhkan harus memenuhi karakteristik di bawah ini:


 Konduktivitas ion lithium yang tinggi
 Stabilitas listrik dan kimia
 Stabilitas termal
 Rentang temperatur yang lebar
 Contoh elektrolit yang sering digunakan adalah LiPF6 dalam campuran
larutan yang terutama mengandung etilen karbonat.
Kesimpulan

 Baterai yang dapat diisi ulang memainkan peran penting dalam alat
elektronik portabel, transportasi, daya cadangan dan aplikasi load-
leveling.
 Li-ion diharapkan untuk memainkan peran yang lebih besar di masa
depan karena kepadatan gravimetri dan volumetriknya yang unggul
dibandingkan dengan baterai lainnya.
 Perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk memperoleh baterai
yang lebih tahan lama, biaya manufaktur yang murah serta ramah
lingkungan.
Referensi
 [1] Allcor, E., 2014. FeSb2−Al2O3−C Nanocomposite Anodes for Lithium-Ion Batteries. Materials Science and Engineering Program & Texas
Materials Institute The University of Texas.

 [2] Demirocak, D. E., 2017. A Review on Nanocomposite Materials for Rechargeable Li-ion Batteries. applsci, pp. 1-26.

 [3] Deng, D., 2015. Li-ion batteries : basics, progress, and challenges. Energy Science and Engineering, p. 385–418.

 [4] Endo, M. et al., 1999. Recent development of carbon materials for Li ion batteries.

 [5] Lundgren, C. A. & Kang Xu, T. R., 2017. Lithium-Ion Batteries and Materials. Springer, Volume Handbook of Electrochemical Energy .

 [6] MingZhang, L. & XingBoWang, 2016. Layered Li2RuO3–LiCoO2 composite as high-performance cathode materials for lithium-ion batteries.
Science Direct, Volume Materials Letters 179.

 [7] T.L, I. s., Kulova, A. S. & yaroslavtsev, A., 2016. Carbon Composites as Anode Materials for Lithium-Ion Batteries. Advance Study Center.

 [8] Weia, W. & Guoa, L., n.d. Porous Micro-spherical LiFePO4/CNT Nanocomposit

 [8] Ferchichi, Karima., Boughdiri, Seif E., 2014. Preparation and Electrochemical Properties of Ppy/LiCO2 Composites cathode Materials for
Lithium Battery. Journal de la Société Chimique de Tunisie

 [9] Zhang, Ling Ming., ang, Xing Bo., 2016. Layered LI2RuO3-LiCoO2 composite as high-performance cathode materials for lithium-ion
batteries. Elsevier.

 [10} Campos, Howard., Ayala, Jonathon., 2018. The use of Fe3O4/Carbon Composite Fibers as Anode Materials in Lithium ion Batteries.
MedCrave

 [11] Liu, Bo., Abouimrane, Ali. 2014. GeO2-SnCoC Composite Anode Material for Lithium-Ion Batteries. The Journal of Physical Chemistry.

 [12] Ren, Yuring., Wei,Hengma. 2014. A Facile Synthesis of SiO2/C/Graphene Composites as Anode Material for Lithium Ion Batteries.
Internatinal Journal of Eletrochemical Science.