Anda di halaman 1dari 9

TATALAKSANA SYOK

SEPTIKPENYAJI:
DESI FRINAENSRI DOKI
N 111 16 088

PEMBIMBING KLINIK:
dr. Kartin Akune, Sp. A
DEFENISI
Syok septik merupakan keadaan sepsis yang memburuk,
awalnya didahului oleh suatu infeksi. Definisi systemic
inflammatory response syndrome (SIRS) adalah suatu respon
peradangan terhadap adanya infeksi bakteri, fungi, ricketsia,
virus, dan protozoa. Respon peradangan ini timbul ketika sistem
pertahanan tubuh tidak cukup mengenali atau menghilangkan
infeksi tersebut. Sepsis adalah SIRS yang disertai adanya bukti
infeksi.
ETIOLOGI
Sepsis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri (meskipun
sepsis dapat disebabkan oleh virus, atau semakin sering, disebabkan
oleh jamur). Mikroorganisme kausal yang paling sering ditemukan pada
orang dewasa adalah Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan
Streptococcus pneumonia. Spesies Enterococcus, Klebsiella, dan
Pseudomonas juga sering ditemukan. Umumnya, sepsis merupakan
suatu interaksi yang kompleks antara efek toksik langsung dari
mikroorganisme penyebab infeksi dan gangguan respons inflamasi
normal dari host terhadap infeksi.3
Kultur darah positif pada 20-40% kasus sepsis dan pada 40-
70% kasus syok septik. Dari kasus-kasus dengan kultur darah yang
positif, terdapat hingga 70% isolat yang ditumbuhi oleh satu spesies
bakteri gram positif atau gram negatif saja; sisanya ditumbuhi fungus
atau mikroorganisme campuran lainnya. Kultur lain seperti sputum,
urin, cairan serebrospinal, atau cairan pleura dapat mengungkapkan
etiologi spesifik, tetapi daerah infeksi lokal yang memicu proses
tersebut mungkin tidak dapat diakses oleh kultur.3
EPIDEMIOLOGI
Sepsis menempati urutan ke-10 sebagai penyebab utama
kematian di Amerika Serikat dan penyebab utama kematian
pada pasien sakit kritis. Sekitar 80% kasus sepsis berat di unit
perawatan intensif di Amerika Serikat dan Eropa selama tahun
1990-an terjadi setelah pasien masuk untuk penyebab yang
tidak terkait. Kejadian sepsis meningkat hampir empat kali lipat
dari tahun 1979-2000, menjadi sekitar 660.000 kasus (240 kasus
per 100.000 penduduk) sepsis atau syok septik per tahun di
Amerika Serikat.
PATOFISIOLOGI
Berbeda dengan syok septik pada dewasa yang
disebabkan oleh paralisis vasomotor, pada anak lebih sering
dijumpai hipovolemia berat. Pemberian cairan resusitasi secara
agresif umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Pada anak,
kematian akibat sepsis lebih sering disebabkan oleh penurunan
curah jantung bukan penurunan resistensi vaskular sistemik
seperti pada pasien dewasa. Pada anak, upaya mempertahankan
indeks jantung antara 3,3 sampai 6 L/menit/m2 berkorelasi
dengan menurunnya mortalitas. Penelitian Ceneviva dkk.
menunjukkan bahwa pada syok septik anak yang resisten
terhadap cairan, 58% mengalami penurunan curah jantung dan
peningkatan resistensi vaskuler sistemik, sedangkan 22 %
lainnya mengalami penurunan curah jantung dan penurunan
resistensi vaskuler sistemik. Syok persisten dijumpai pada 33%
kasus, sebagian besar dengan penurunan fungsi jantung.
KLASIFIKASI
Vasokonstriksi adalah suatu respon normal terhadap keadaan
tekanan arteri sangat rendah untuk memenuhi perfusi jaringan,
seperti pada syok hemoragik akut atau syok kardiogenik. Pada syok
septik, seringkali hipotensi yang timbul adalah akibat kegagalan dari
otot-otot halus pembuluh darah berkonstriksi.
Syok septik merupakan kombinasi dari tiga tipe klasik syok
yaitu: hipovolemik, kardiogenik, dan distributif. Syok hipovolemik
terjadi akibat kehilangan cairan intravascular melalui kebocoran
kapiler, syok kardiogenik terjadi karena efek depresan miokardium
akibat sepsis, dan syok distributif diakibatkan oleh menurunnya
tahanan vaskular sistemik. Syok septik adalah bentuk dari syok
distributif yang ditandai oleh vasodilatasi dari pembuluh darah arteri
dan vena.24 Syok septik dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu warm Shock
dan cold shock. Warm shock ditandai dengan curah jantung yang
meningkat, kulit yang hangat dan kering, serta bounding pulse dan cold
shock ditandai oleh curah jantung yang menurun, kulit lembab dan
dingin, serta nadi yang lemah.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Pengenalan dini syok septik sangat esensial untuk memperoleh
outcome yang baik. Syok septik merupakan suatu diagnosis klinis, yang
ditandai oleh adanya perfusi yang menurun. Stadium awal syok septik
dapat dikenali dengan ditemukan takikardi, bounding pulse, serta
perubahan kesadaran.
Stadium lebih lanjut dapat ditemukan waktu pemanjangan
pengisian kapiler, dan akhirnya tanda lambat yang timbul adalah
hipotensi. Syok septik harus di diagnosis secara klinis sebelum
timbulnya hipotensi, yaitu hipotermi, atau hipertermi, perubahan
status mental, vasodilatasi perifer (warm shock) atau vasokontriksi
dengan capillary refill > 3 detik (cold shock). Ambang batas denyut
jantung yang berhubungan dengan meningkatnya mortalitas pada bayi
dengan keadaan critically ill adalah HR < 90 x/menit atau >
160x/menit. Syok septik harus dicurigai pada bayi baru lahir yang
mengalami takikardi, respiratory distress, malas menetek, tonus buruk,
sianosis, takipnea, diare, atau penurunan perfusi, khususnya dengan
adanya riwayat ibu dengan korioamnionitis atau ketuban pecah lama
TATALAKSANA
 Terapi Antimikrobial Dini
 Optimalisasi Hemodinamik Dini
 Pemantauan Hemodinamik
 Terapi Volume
 Obat-obatan Vasoaktif
 Pemberian Eritrosit
 Terapi Inotropik
 Menurunkan Konsumsi Oksigen
 Strategi Tambahan
 Terapi Steroid
 Protein C Teraktivasi
 Strategi Perlindungan Paru
 Kendali Glikemik Ketat
PROGNOSIS
Angka mortalitas syok septik sangat tergantung pada
lokasi pertama kali infeksi, patogenisitas organisme penyebab,
timbulnya multiorgan disfunction syndrome (MODS), serta
respon imun dari pejamu. Pada neonatus, terutama dengan
berat badan lahir rendah, mempunyai risiko tinggi terhadap
timbulnya sepsis berat yang dapat memburuk menjadi syok
septik.