Anda di halaman 1dari 9

PRINSIP PENILAIAN FUNGSI

ENDOKRIN
Kadar hormon dalam plasma

 Assay hormon dalam darah akan memberikan suatu indikasi dari


kadar hormon pada saat itu.
 Untuk kadar hormon dengan waktu paruh panjang, kadar
hormonnya tidak cepat berubah (contoh tiroksin), pengukuran
sample yang diambil secara acak memberikan suatu penilaian
terpadu terhadap status hormone.
 Untuk kadar hormon dengan waktu paruh pendek, kadar
hormonnya cepat berubah (contoh epinefrin), assay ini hanya
akan memberikan informasi pada saat pengumpulan sample.
Pemeriksaan kadar urine
 Dilakukan secara terbatas untuk mengukur kadar hormon steroid,
kortekolamin, dan kortisol.

 Lebih akurat untuk pengukuran hormon dengan waktu paruh


pendek.

 Samplenya dapat digunakan urine 24 jam atau acak.

 Interpretasi pengukuran urine harus memperhitungkan kenyataan


bahwa kadar urine mencerminkan penanganan hormon terhadap
ginjal.
 Keuntungan dari pemeriksaan kadar urine:

1. untuk mendiagnosa penyakit cushing dengan ditemukan peningkatan


hormone kortisol

2. Untuk mendiagnosa stadium awal dari penyakit addison dengan


ditemukan penurunan kadar kortisol.

3. Untuk mendokumentasikan kelebihan aldosteron pada aldosteronisme


(kelainan keseimbangan elektrolit akibat sekresi aldosteron berlebih).

4. Untuk mendokumentasikan kelebihan epinefrin pada


freokromatositoma.
Kecepatan sekresi dan produksi
beberapa hormon seperti epinefrin dan norepinefrin diekskresikan
hanya beberapa detik setelah kelenjar distimulasi, tetapi ada yang
diekskresikan berbulan-bulan seperti tiroksin dan GH agar dapat
bekerja penuh.

setiap hormon memiliki karakteristik onset dan lama kerja masing-


masing, karakteristik tiap hormon disesuaikan dengan kinerja fungsi
pengaturan hormon tersebut yang spesifik.

kecepatan sekresi berbagai hormon juga sangat kecil, biasanya


beberapa mg atau mikrogram perhari.
Efek jaringan terhadap produksi hormon
Reseptor dan antibodi terhadap hormon

 Corticotrophin releasing hormone (CRH) menstimulasi proliferasi sel B, aktifasi


NK, dan stimulasi produksi IL-1, IL-2, dan IL-6. Reseptor CRH telah ditemukan
pada sistem imun. Injeksi CRH pada intraserebroventrikular memiliki efek
inhibisi yang besar terhadap fungsi imun. ACTH telah terbukti menghambat
produksi antibodi sampai titik tertentu dan memodulasi fungsi sel B.

 Fungsi pengukuran reseptor hormon sangat berguna sebagai diagnosa


keadaan resistensi parsial seperti riketsia yang berhubungan dengan defisiensi
vit. D

 Pengukuran antibodi terhadap hormon sangat penting untuk menyimpulkan


keadaan endokrin.
Tes dinamik cadangan dan regulasi
 Ada dua tipe tes dinamik cadangan yang sering
dilakukan, salah satunya produksi atau kerja
hormon endogen diblok, dan kapasitasi respon
hipofisis dengan meningkatkan produksi endogen
hormon tropik kemudian disimpulkan, idealnya tes
tersebut mengukur integritas seluruh lingkaran
hipotalamus, hipofisis,
Referensi
 Guyton
 Greenspan
 At a glance