Anda di halaman 1dari 11

TEORI KEPERAWATAN DOROTHEA E.

OREM

oleh
Kelompok 7
Yuni Ayumi NIM 152310101049
Doni Purwansyah NIM 152310101073
Nurintan Kurnia E.S NIM 152310101121
Zuiffah Lailatul Zuhro NIM 152310101266
ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts
Pendahuluan

• Menurut (Asmadi, 2008) keperawatan adalah bantuan bagi umat manusi


a yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Sebag
ai layanan yang profesional, dalam aplikasinya harus dilandasi oleh da
sar keilmuan keperawatan. Sehingga perawat dituntut untuk selalu ma
mpu berpikir kritis dalam menghadapi fenomena kesehatan yang ada di
masyarakat. Banyak hal atau bentuk untuk menunjang ketrampilan ber
pikir kritis yang harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara lain m
enerapkan atau teori keperawatan dalam setiap proses keperawatan da
n setiap teori dapat digunakan dalam praktik keperawatan sesuai denga
n kebutuhan.
• Teori keperawatan adalah sebuah konsep, definisi hubungan, dan asu
msi atau proposisi yang berasal dari teori keperawatan mengenai feno
mena yang bertujuan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memp
rediksi. Karakteristik teori adalah konsep yang saling berhubungan. Te
ori bersifat logis, menggeneralisasikan, dan merupakan dasar untuk hi
potesis yang dapat diuji (Lee Woo S, 2014).

• Salah satu ahli teori yang cukup terkenal di dunia keperawatan dan s
udah banyak digunakan dalam pelayanan keperawatan adalah Doroth
ea Orem. Orem mengembangkan model konsep keperawatan self care
Defisit. Focus utama dari model konseptual ini adalah kemampuan se
seorang untuk merawat dirinya sendiri secara mandiri sehingga terca
pai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan
(Muhlisin A, 2010).
Latar Belakang Dorothea Orem
• Dorothea Orem lahir di Baltimore, Maryland pada tahun 1914.
• menerima diploma dikeperawatan pada tahun 1934 dari Provi
dence Hospital School of Nursing, Washington DC
• Orem menerima sarjana sains dalam pendidikan keperawatan
pada tahun 1939 dan master ilmu dalam pendidikan keperawa
tan pada tahun 1945 dari Catholic University of America Wash
ington DC
• Selama tahun 1958-1959 Dorothea Orem bekerja sebagai seor
ang konsultan pada bagian pendidikan Departemen Kesehatan
, Pendidikan dan Kesejahteraan dan berpartisipasi dalam suatu
proyek pelatihan peningkatan praktik perawat (vokasional).
Pekerjaan ini menstimulasi Orem untuk membuat suatu pertanya
an : “Kondisi apa dan kapan seseorang membutuhkan pelayanan
n keperawatan?” Orem kemudian menekankan ide bahwa seoran
g perawat itu adalah “Diri sendiri”. Ide inilah yang kemudian dike
mbangkan dalam konsep keperawatannya “Self Care”.
• Pada tahun 1959 konsep keperawatan Orem ini pertama sekali
dipublikasikan.
• Tahun 1965 Orem bekerjasama dengan beberapa anggota fak
ultas dari Universitas di Amerika untuk membentuk suatu Co
mite Model Keperawatan (Nursing Model Commitee).
• Tahun 1968 bagian dari Nursing Model Commitee termasuk O
rem melanjutkan pekerjaan mereka melalui Nursing Developm
ent Conference Group (NDCG). Kelompok ini kemudian dibent
uk untuk menghasilkan suatu kerangka kerja konseptual dari k
eperawatan dan menetapkan disiplin keperawatan.
• Orem Kemudian mengembangkan konsep keperawatanya “self
care” dan pada tahun 1971 dipublikasikan Nursing; Concepts
of Practice. Pada edisi pertama fokusnya terhadap individu, se
dangkan edisi kedua (1980), menjadi lebih luas lagi meliputi m
ulti person unit (keluarga, kelompok dan masyarakat). Edisi ke
tiga (1985) Orem menghadirkan General Theory Keperawatan
dan pada edisi keempat (1991) Orem memberikan penekanan
yang lebih besar terhadap anak-anak, kelompok dan masyarak
at
• Sepanjang karirnya, Orem banyak menerima gelar kehormatan
, seperti penghargaan Sigma Theta Tau International.
• Dorothea Orem meninggal dunia pada bulan Juni 2007 di
savannah Georgia, Amerika.
Pengembangan Teori Keperawatan Dorothea Orem

• Keperawatan mandiri “self care” menurut orem adalah : “Suatu pel


aksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu
sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidu
pan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai keadaan, baik sehat mau
pun sakit.”
Orem mengembangkan Theory Self Care Deficit meliputi 3 teori yang
berkaitan yaitu :
• Self Care
• Self Care Defisit
• Teori Sistem Keperawatan
1. Self Care
Self care adalah performance atau praktik kegiatan individu untuk berini
siatif dan membentuk perilaku mereka dalam memelihara kehidupan,
kesehatan dan kesejahteraan

2. Self care deficit


Merupakan hal utama dari teori general keperawatan menurut Orem. Dal
am teori ini keperawatan diberikan jika seorang dewasa (atau pada kasu
s ketergantungan) tidak mampu atau terbatas dalam melakukan self car
e secara efektif

3. Nursing system
Nursing system didesain oleh perawat didasarkan pada kebutuhan self
care dan kemampuan pasien melakukan self care. Orem mengidentifika
si tiga klasifikasi nursing system yaitu:
1. sistem bantuan secara penuh (wholly copensatory System)
Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bant
uan secara penuh pada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasi
en dalam memenuhi tindakan perawatan secara mandiri yang me
merlukan bantuan dalam pergerakan, pengontrolan, dan ambulasi
serta adanya manipulasi gerakan.

2. Sistem bantuan sebagian (Partially Compensatory System)


Merupakan sistem dalam pemberian perawatan diri secara sebagi
an saja dan ditujukan kepada pasien yang memerlukan bantuan m
inimal seperti pasien post op abdomen.

3. Sistem supportif dan edukatif (Supportie Education System)


Merupakan sistem bantuan yang diberikan pada pasien yang mem
butuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien dapat mel
akukan perawatan secara mandiri.
Aplikasi Teori Dorothea Orem
• Tatanan klinis:
Contoh Penerapan Teori Keperawatan Dorothea Orem dalam asuhan keperawatan pa
da ibu postpartum seksio sesarea dengan tubektomi. Teori self care menurut Orem d
idasarkan pada kategori kebutuhan dasar klien. Model konsep self care orem dapat
membantu dan memfasilitasi potensi ibu untuk mampu mengembangkan perawatan
mandiri sehingga penyusuaian terhadap perubahan yang terjadi dapat memberikan r
asa nyaman optimal. Ibu postpartum seksio sesarea dalam 24 jam pertama memerlu
kan bantuan sebagian (the partially compensatory nursing system). Dukungan (supp
ort education), pendidikan kesehatan untuk memotivasi ibu melakukan self care sec
ara mandiri. Persiapan psikologi meliputi pemberian penjelasan dan konseling yang
difokuskan untuk membicarakan rasa takut dan pemahaman yang keliru tentang tub
ektomi (Hartati, 2016).

• Tatanan keluarga/komunitas:
1. Dapat menolong klien dalam hal ini keluraga untuk melakukan keperawatan ma
ndiri secara terapeutik
2. Dapat menolong klien bergerak kearah tindakan- tindakan asuahan mandiri
3. Dapat membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluraganya yang m
engalami gangguan secara kompeten.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai